
Setelah berjalan lima menit akhirnya semua rombongan pengantar jenazah Ayya sampai di pusara yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhir Ayya.
Ranti terdiam menatap proses jenazah di baringkan di dalam tanah, hatinya langsung sakit karena teringat mendiang ayahnya yang pernah di saksikan oleh matanya di tutup kembali oleh tanah.
''Aku jadi ingat Ayah, semoga ayah tenang disana dan aku janji akan menjaga Rasya seperti perintah Ayah dahulu padaku. ''
gumam Ranti dalam hatinya sambil berdoa untuk mendiang ayahnya.
Ranti langsung pamit setelah acara pemakaman selesai dan langsung menuju pemakaman ayahnya yang entah kenapa membuatnya sedih dan kepikiran setelah menyaksikan proses pemakaman Ayya.
Empat puluh menit waktu di tempuh oleh Ranti dan langsung menuju dimana tempat peristirahatan terakhir ayah nya, Ranti membeli sebuket bunga untuk di simpan di atas pemakaman ayahnya.
''Ayah.....maafkan Ranti yang baru mendatangi tempat peristirahatan terakhirmu, saat ini Ranti sudah menikah dan tinggal di rumah Tante Mira sedangkan Ibu seperti biasa pergi untuk mengurus dunia model nya. ''
ucap Ranti saat sampai di pemakaman ayahnya.
Masih teringat olehnya saat mendiang ayahnya masih ada, selalu menerornya dengan berbagai sketsa disain hingga Ranti menguasai dunia perancangan fashion, sebuah kebanggaan untuk Ayahnya dan saat Ranti akan berhasil, sang Ayah menghembuskan nafasnya setelah berjuang melawan sakit yang di deritanya.
Setelah cukup dengan doanya, Ranti langsung memutuskan untuk kembali pulang karena hari ini dia sangat malas untuk menuju perusahaannya.
Sepanjang perjalanan Ranti hanya diam dan memikirkan kejadian yang di laluinya waktu lalu, takdir mengubah hidupnya menjadi lebih tegar dan kuat menjalani hidupnya, Ranti bersyukur saat ini ada Bima dan Eta yang hadir di kehidupannya.
Ranti terdiam dan tiba tiba teringat Bima yang belum menghubunginya dari tadi malam, Ranti langsung menghubungi nomer Bima namun tidak aktif.
''Ada apa dengan Bima?? nomernya tumbenan gak bisa di hubungi. ''
gumam Ranti sambil menyimpan kembali handphone nya karena beberapa kali melakukan panggilan namun nomer handphone Bima tidak aktif.
Sesampainya di rumah Ranti langsung menuju kamarnya untuk menyegarkan tubuhnya, Ranti tidak menyadari kalau saat ini di rumah sedang ada sebuah kejutan untuknya.
''Benar apa kata Tante, Ranti langsung ke kamarnya dan tidak mencari tahu dimana Eta. ''
ucap Bima dan membuat Tante Mira tersenyum.
''Ranti memang begitu Bimm, kalau masuk kedalam rumah langsung ke kamarnya dan gak mencaritahu dimana anaknya. ''
ucap Tante Mira dan membuat Rasya langsung tertawa.
''Itulah Kak Ranti yang super cuek dan palingan setelah masuk kamar dia akan tidur, lebih baik kita selesaikan kejutannya karena Kak Ranti belum menyadari kalau hari ini dia berulang tahun. ''
__ADS_1
ucap Rasya dan membuat Bima juga Tante Mira langsung melanjutkan membuat hiasannya.
Tante Mira, Bima dan Rasya begitu antusias membuat hiasan balon untuk ulang tahun Ranti, sedangkan Eta hanya mengacak ngacak semuanya dan di biarkan sajah asalkan tidak berbahaya.
Kue ulang tahun sudah datang dan Bima langsung menyimpannya di atas meja dekat hiasan balon.
''Ko kesannya seperti Eta yang mau ulang tahun yaah, atau hanya perasaanku sajah. ''
ucap Rasya saat melihat semua hiasan selesai di buat.
''Anggap ajah Eta versi dewasa. ''
jawab Bima dan membuat semua tertawa.
''Kamu itu Bimm dan Tante yakin sih, Ranti akan senang dan lihat nanti reaksinya. ''
ucap Tante Mira dan Bima menganggukan kepalanya.
''Boleh Rasya tidur dulu gak?? ngantuk soalnya. ''
ucap Rasya tiba tiba dan membuat Tante Mira langsung melototkan matanya, seketika Rasya langsung tersenyum.
ucap Rasya setelah melihat tatapan mata Tante Mira.
Sedangkan objek yang akan di berikan kejutan baru membuka matanya dan masih dengan pakaian yang sama, karena saat masuk kedalam kamar Ranti langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur pulas.
''Ya ampun hampir dua jam aku tidur dan belum membersihkan tubuh lagi habis dari pemakaman. ''
ucap Ranti saat melihat jam dinding dan langsung menuju kamar mandi.
Ranti langsung menyegarkan tubuhnya dan setelah selesai memilih memakai pakaian santai nya, kaos dan celana pendeknya.
Ranti langsung menuju lantai satu untuk mencari keberadaan putrinya, sedangkan di lantai satu semua keluarga sedang harap harap cemas saat Ranti memanggil nama Eta.
Bima sudah menahan Eta namun Eta meronta ingin menghampiri Ranti, Tante Mira memberikan isyarat agar Bima melepaska Eta.
''Anak Bunda kenapa belum mandi sayang?? mana Oma nya?? ''
ucap Ranti saat Eta menghampirinya dan masih menggunakan pakaian tadi pagi.
__ADS_1
Eta langsung menuntun Ranti menuju halaman belakang dimana kejutan sedang menantinya, Ranti hanya mengikuti langkah kecil putrinya dan saat memasuki Halaman belakang Ranti langsung di kejutkan dengan kedatangan, Bima, Rasya dan Tante Mira.
''Kejutaaaan........selamat ulang tahun Bundanya Eta. ''
ucap semua kompak dan membuat Ranti langsung tersenyum senang.
''Kalian manis sekali.....makasih untuk kejutan nya dan aku bahagia sekali. ''
jawab Ranti sambil tersenyum senang dan langsung memeluk erat tubuh Bima.
''Selamat ulang tahun istriku sayang, semoga semua kebaikan menyertaimu. ''
ucap Bima sambil melepaskan pelukannya dan mencium kening Ranti.
''Ayo kita potong kue nya. ''
ucap Tante Mira yang menengahi acara mesra mesraan Bima dan Ranti.
Ranti langsung menggandeng lengan Bima menuju meja yang berlatar hiasan balon cantik dan bertuliskan selamat ulang tahun untuk Ranti.
''Serasa ulang tahun Eta yah. ''
ucap Ranti dan membuat Rasya langsung tersenyum.
''Anggap ajah Eta versi dewasa yah. ''
jawab Tante Mira dan Bima langsung menyalakan lilin untuk di tiup Ranti.
Bima menggendong Eta dan langsung berdiri di samping Ranti dan langsung bersiap meniup lilin nya setelah Ranti memanjatkan doa nya.
Sebuah pesta kejutan sederhana namun membuat Ranti bahagia karena ada orang orang tersayangnya saat ini berada di sampingnya, walaupun ibunya tidak ada di antaranya saat ini namun ibunya sudah mengucapkan selamat dan meminta maaf tidak bisa pulang untuk merayakan ulang tahunnya.
''Tadinya aku sedih loh, cuma ibu yang ngucapin selamat ulang tahun, makanya hari ini sedikit malas untuk di lalui karena aku kira gak akan ada kejutan seperti ini, makasih untuk kejutannya dan aku sangat bahagia sekali. ''
ucap Ranti dengan tulus dan nada sendunya.
Tante Mira langsung memeluk Ranti yang sudah di anggapnya putri kandungnya, Bima dan Rasya hanya menggelengkan kepalanya melihat Ranti dan Tante Mira melow.
Setelah memotong kuenya, Tante Mira langsung mengajak makan malam yang sudah di persiapkannya spesial untuk merayakan ulang tahun Ranti.
__ADS_1
tbc..........