Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Villa impian Ranti


__ADS_3

Saat ini Bima sedang berbicara dengan penjaga Villa karena Bima meminta sterill dari orang asing dan tidak ingin terganggu.


Di dalam mobil saat ini Ranti membuka matanya dan merenggangkan otot tangannya yang terasa kebas karena posisi tidur di dalam mobil.


Ranti melototkan matanya saat melihat pemandangan di luar mobil saat ini dan membuat Ranti langsung keluar dari mobil dengan bahagia.


''Waaaawww.....ini kan tempat impian aku dan ada villa nya juga, Villa impian aku di atas bukit.....''


ucap Ranti yang begitu takjub dengan pemandangannya.


Ranti langsung menghampiri Bima dan Bima tersenyum sambil membawa Ranti masuk kedalam Villa yang sudah di sewa nya saat ini.


''Tempatnya indah, sejuk dan asri banget Bimm....aku bahagia deh. ''


ucap Ranti saat memasuki villa dan berkeliling villa, Bima hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ranti.


Bima langsung menyimpan barang barang nya di kamar dan menyusul Ranti yang sedang asik di bagian belakang villa.


Bima langsung memeluk Ranti dan mencium pipi ranti karena saat ini posisi Ranti membelakanginya, Ranti hanya tersenyum dan pandangannya fokus kembali dengan pemandangan di hadapannya.


''Gimana kejutannya?? suka atau gak?? ''


ucap Bima dan membuat Ranti tersenyum sambil mrmbalikan tubuhnya jadi menghadap Bima.


''Suka bangeet, tau dari mana kamu kalau impian aku itu villa di atas bukit dengan pemandangan indah, sejuk dan asri, jauh dari kebisingan. ''


ucap Ranti sambil mengalungkan tangannya di leher Bima.


Bima tersenyum dan mengecup singkat bibir Ranti, ''Rahasia sayang dan semua ini untuk kamu. '' ucap Bima dan membuat Ranti memanyunkan bibirnya.


''Kamu gak asik Bibim....ayo kita beli makanan aku laper sekali soalnya. ''


ucap Ranti sambil memegang perutnya yang terasa lapar.


''Gak beli sayang, kita akan buat makanan karena bahan makanan sudah di sediakan. ''


ucap Bima dan membuat Ranti mengerutkan keningnya.


''Aku kan gak bisa masak Bimm, gimana coba?? ''


ucap jujur Ranti dan membuat Bima tersenyum.

__ADS_1


''Kita akan masak bersama yah dan kamu bisa membantuku memasak. ''


ucap Bima sambil menggandeng Ranti masuk ke area dapur.


''Oke deh gak masalah Bimm, yang penting makan. ''


jawab jujur Ranti dan Bima hanya tertawa mendengar kejujuran kekasihnya.


Ranti terlahir dari keluarga kaya raya, hidupnya semua mudah dan tersedia apapun yang di inginkan nya, makanya Ranti tidak akan bisa memasak karena dia memang jauh dari dapur.


Sedangkan Bima terlahir dari keluarga sederhana dan memang Bima gemar memasak, jadinya Bima bisa memasak walaupun masakan yang sederhana.


Di dapur saat ini begitu ricuh karena Ranti terus protes dengan makanan yang di buat oleh Bima, sedangkan Bima terus mempertahankan keinginannya.


''Apa gunanya coba aku bantu di dapur kalau ujung nya kamu gak bisa membuatkan makanan kesukaan aku Bibim. ''


ucap Ranti dengan nada kesal dan membuat Bima menggelengkan kepalanya.


''Makanan yang kamu inginkan sangat aneh dan aku baru dengar itu namanya apa sih aneh banget. ''


protes Bima yang tidak menerima tuduhan dari Ranti.


''Udah jangan bahas lagi, ayo selesaikan memasaknya Bibim, aku lapar banget. ''


Sungguh sangat berbanding terbalik saat ini, seorang pria sibuk dengan alat alat di dapur dan si wanita begitu asik memainkan handphone nya sambil menonton televisi.


Bima hanya menggelengkan kepalanya dengan Ranti yang begitu santai, namun Bima tetap melakukan pekerjaannya karena memang memasak adalah megemarannya.


Sepuluh menit kemudian masakan matang dan Bima langsung menata nya di meja makan, Ranti langsung membantu menata makanan nya.


''Wanginya.....jadi nambah lapar. ''


ucap Ranti saat mencium aroma masakan yang begitu wangi.


''Ayo duduk dan makan makanannya, aku juga laper soalnya. ''


ucap Bima dan Ranti langsung semangat sambil duduk di kursi.


Bima dengan telaten menyiapkan makanan di piring Ranti, sungguh dunia sangat terbalik saat ini namun Bima begitu senang karena ekspresi Ranti begitu menggemaskan saat memakan makanannya.


''Enaaaak bangeeet.....kamu top deh Bibim. ''

__ADS_1


ucap Ranti sambil mengunyah makanannya.


''Jangan dulu bicara kalau mulut penuh makanan, nantinya kesedak loh dan ayo habiskan kalau makanannya memang enak. ''


ucap Bima memperingati Ranti dan Ranti langsung kembali fokus dengan makanannya.


''Sungguh kamu itu putri mahkota sayang, hidup serba mewah dan berkecukupan sampai masuk dapur pun tidak pernah. ''


gumam Bima dalam hatinya saat memperhatikan Ranti yang begitu lahap dengan makanannya.


Setelah selesai dengan makannya, Ranti memutuskan untuk mencuci piring nya dan bekas alat masak yang kotor di dapur, Bima mengiyakannya sambil membantu Ranti.


Semua berantakan, itulah yang terjadi saat ini karena Ranti benar benar tidak bisa mencuci perlatana makan kotor, bahkan Ranti memecahkan gelas karena tangannya licin akibat terlalu banyak cairan cuci piring yang di tuangnya.


''Aku emang gak bisa di andalkan yah Bibim, gak pantas menjadi pendamping hidup kamu dan gak seperti Ayya sahabatku yang jago dalam urusan memasak. ''


ucap Ranti yang sedih dengan kekurangannya dan membuat Bima menghela nafasnya.


Bima membawa Ranti duduk di kursi meja makan setelah selesai membersihkan serpihan gelas kaca yang di pecahkan oleh Ranti.


''Aku mencintai kamu itu tulus sayang, aku yang akan melengkapi kekurangan kamu karena cinta dan kasih sayang bagiku itu adalah, menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, bagiku kamu wanita sempurna dan hebat loh, hati kamu baik dan gak memandang dari segi apapun, kasih sayang kamu tulus tanpa pamrih, dengarkan aku Ranti, kamu hanya perlu selalu setia di sampingku, menemaniku hingga ajal menjemput, kamu wanitaku, kekasih hatiku dan bidadari ku di dunia ini dan di akhirat kelak. ''


ucap Tulus Bima dan membuat Ranti menangis lalu memeluk erat tubuh Bima.


''Makasih Bibim, aku beruntung memiliki kamu yang menerima semua kekuranganku, aku sangat mencintai kamu dan jangan pernah meragukan cintaku yah, kamu harus percaya apapun yang terjadi suatu saat nanti, cintaku tulus untuk kamu Bibim.....''


ucap Ranti sambil mengeratkan pelukannya pada Bima dan Bima langsung membalas pelukannya.


Bima langsung mencium puncak kepala Ranti dengan penuh sayang, sungguh saat ini Bima begitu bahagia karana wanita yang di cintainya begitu besar cintanya dan membalas semua perasaannya.


''Makasih sayang....aku juga beruntung memiliki wanita sepertimu di sampingku, semoga kelak kita tidak akan pernah berpisah dan akan menua bersama, jangan pernah ragukan cinta dan kasih sayangku ke kamu, aku sungguh mencintai kamu. ''


ucap Bima dan Ranti menganggukan kepalanya.


Dan saat ini lah giliran Ranti yang begitu dilema dengan semua keputusannya, Ranti begitu sakit karena harus melepaskan Bima saat mereka pulang nanti dari villa.


''Maafkan aku Bimaa....maaf....maaaf.....''


ucap Ranti sambil menangis kencang dan membuat Bima tersentak karena Ranti menangi begitu kencang dan terdengar pilu.


..............

__ADS_1


tbc......


__ADS_2