
Ranti saat ini sedang duduk tenang setelah menangis karena melihat rekaman cctv nya.
''Ada masalah lagi satu dan aku harap kamu jujur Ranti, aku akan membantu kamu. ''
ucap Bima dan Ranti hanya mengiyakannya.
''Emang masalah apalagi?? ''
ucap Ranti yang memang gak mengerti ucapan Bima.
''Kemarin aset milik Rangga sempat di laporkan oleh sebuah perusahaan karena Rangga mencurinya dan mengatasnamakan miliknya, padahal saham itu milik orang lain tapi seminggu kemudian Aset nya milik Rangga dan semua tuntutan pun di cabut, yang membuat aneh itu adalah, ada nama kamu di saham Rangga sebanyak lima puluh persen, itu beneran milik kamu kan?? ''
ucap Bima dan Ranti langsung tersentak mendengarnya.
''Rangga memang meminjam uang dalam jumlah besar seminggu lalu, bilangnya untuk modal awal perusahaan dan aku kasih ajah karena memang aku kan memiliki uang juga, tapi kenapa Rangga gak bilang kalau dia dalam masalah hukum?? ''
ucap Ranti karena baru mengetahui semua masalah uang yang Rangga pinjam.
''Kamu tau Ranti, Rangga saat ini sedang di curigai oleh polisi atas kasus penipuan dan korbannya banyak loh, lagi lagi Rangga begitu licik dan pintar menghapus bukti karena dia juga di dampingi hacker yang membantunya, makanya aku sedikit khawatir ada nama kamu di aset milik Rangga. ''
ucap Bima dan membuaT Ranti terdiam.
''Biar lah, karena itu gak ada kaitannya sama perusahaan Ibu dan Rangga, uang itu milikku pribadi Bima dan mungkin kedepannya aku akan memperingati Ibu juga Rasya agar tidak memberikan sembarangan dana ke Rangga. ''
ucap Ranti dan Bima lega mendengarnya.
''Kita pulang atau mau jalan dulu?? ''
ucap Bima saat melihat kondisi Ranti sudah tenang.
''Jalan kemana coba?? kamu mau ngajakin nostalgia ke aku yah?? ''
''Ya......begitulah kalau anggapan kamu begitu sih gak masalah, aku mau menunjukan sesuatu ke kamu. ''
''Boleh deh, aku juga mau menyegarkan otak dan hati aku Bima, sakit tau dengan kenyataan semuanya. ''
''Oke lah, ayo kita berangkat karena waktunya hanya sedikit juga. ''
Bima langsung pamit pada Aryo dan meminta Aryo memindahkan rekaman ke sebuah file rekaman agar Rangga gak mencium jejaknya.
Selama di perjalan senyum Bima terus mengembang di bibirnya, Ranti hanya bisa pasrah dengan ekspresi wajah dari Bima, entah kenapa semenjak Bima bertemu putrinya dia menjadi lebih baik dan senyumnya terus mengembang kalau bertemu Ranti.
Di tempat Rangga saat ini......
__ADS_1
Setelah menyelesaikan meeting nya Rangga dan Ayya langsung menuju hotel dan mempersiapkan berkas berkas untuk meeting esok hari.
Rangga kembali ke hotel duluan karena dia enggan melihat Alea yang selalu berusaha menggodanya.
''Kak Ayya.....kenapa dengan Kak Rangga yah, dia seperti menjauhi aku kak?? ''
ucap Alea saat di dalam mobil dengan Ayya.
''Kak Rangga itu takut kalau kamu di minta Bima untuk memata matainya dan merebut Ranti dari tangannya, makanya dia menjauhi kamu. ''
jawab Ayya dan membuat Alea langsung terdiam.
''Sumpah demi tuhan Kak, aku gak ada di suruh siapapun dan aku beneran murni tertarik sama kak Rangga. ''
ucap Alea dan membuat Ayya menghembuskan nafasnya.
''Alea lebih baik carilah laki laki yang gak memiliki ikatan pernikah dengan wanita, gak baik jadi pelakor. ''
ucap Ayya dan Alea tidak menjawabnya karena kenyataannya adalah Ayya sendiri merebut Bima dari Ranti dan itu pikiran Alea saat ini.
''Laki laki bisa memiliki istri lebih dari satu kak, gak ada larangannya juga kan?? ''
ucap Alea dan Ayya hanya menggelengkan kepalanya.
''Bima ternyata benar yah berucap, kalau kamu itu keras kepala dan egois. ''
Saat sampai di hotelnya Alea dan Ayya langsung menuju kamarnya masing masing untuk istirahat, saat Ayya dan Alea sampai di lorong kamar hotelnya, ternyata Rangga baru membuka pintu kamarnya dan langsung masuk setelah melihat Alea.
Ayya langsung pamit masuk duluan sedangkan Alea langsung mengetuk pintu kamar Rangga dan Alea langsung masuk saat pintu kamar Rangga tidak di kunci.
''Kak Rangga sedang di air ternyata, aku tunggu sampai beres ajah kalau gitu. ''
ucap Alea sambil duduk di sofa di sudut kamar Rangga.
Di dalam kamar mandi saat ini, Rangga sedang sedikit kesal dan marah, Rangga langsung mengguyur tubuhnya untuk menghilangkan rasa kesal di tubuhnya.
Rangga mendapatkan laporan dan foto dimana Ranti juga Bima sedang mengobrol di sebuah restoran dan ada Tante Mira juga disana.
Semuanya memang ide Bima agar foto itu yang terkirim ke Rangga agar tidak curiga dengan apapun.
Rangga selesai dengan mandinya dan langsung keluar kamar mandi untuk menghubungi Ranti.
Dalam panggilan saat ini...
__ADS_1
''Lagi dimana sayang?? ''
''Di rumah Tante Mira, kenapa kak?? ''
''Kemarin sepulang fashion week kamu makan siang dengan Bima yah?? ''
''Itu hanya kebetulan bertemu dan Tante Mira mengajak makan bersama, kakak mencurigai aku?? ''
''Gak sayang, kakak cuma menanyakan ajah dan percaya sama kamu sayang. ''
''Yasudah aku tutup yah mau siapin Eta buat pulang. ''
''Oke kamu hati hati yah dan persiapkan kamu juga nanti saat aku pulang. ''
Panggilan berakhir......
Rangga tersenyum setelah menutup panggilannya dan langsung menuju lemari untuk mengambil baju gantinya, Rangga tersentak saat Alea ada di kamarnya.
''Siapa yang ijinkan kamu masuk?? keluar kamu. ''
ucap Rangga dengan nada marahnya.
Alea menghampiri Rangga dan menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan, melihat dada Rangga polos membuatnya memiliki ide untuk menjerat rangga.
''Mau apa kamu?? jangan buat kesabaran saya habis Alea dan kamu keluar sekarang. ''
ucap kesal Rangga namun Alea malah semakin mendekat.
''Kakak membuat aku cemburu asal kak Rangga tau yah, Kak Ranti adalah cinta sejati Kak Bima dan gak akan bisa di pisahkan, aku bisa memberikan cinta dan kepuasan ke kakak lebih dari yang kak Ranti kasih, aku yakin selama berhubungan dengan Kak Ranti, semua di dominasi oleh kak Rangga kan?? ''
ucap Alea dan membuat Rangga terdiam karena kenyataannya memang benar, selama berhubungan hanya Rangga yang aktif dan Ranti malah selalu memalingkan wajahnya.
''Kenapa diam kak?? benar kan yang aku ucapkan dan kakak harus tau kalau aku tulus mencintai kamu, asalnya aku mengincar harta kamu kak tapi setelah bertemu kedua kalinya aku jatuh hati sungguhan sama kamu kak, aku masih virgin kak dan aku akan memberikan kepuasan buat kakak yang gak di berikan kak Ranti selama ini. ''
ucap Alea kembali karena Rangga hanya diam seperti memikirka sesuatu.
''Keluar kamu Alea, saya gak mau menghianati istri yang saya cintai. ''
usir kembali Rangga namun Alea tidak bergeming.
''Biarkan aku sekali sajah membuktikan nya kak, mana yang tulus dan mana yang terpaksa, kamu akan merasakan ketulusan aku kak. ''
ucap Alea kembali memohon namun Rangga hanya diam dan langsung duduk tanpa berbicara.
__ADS_1
....................
tbc.