
Pagi hari menjelang......
Ranti masih betah dengan selimbut dan tubuh polosnya, sedangkan Bima sedang menyiapkan sarapan pagi.
Bima terus tersenyum membayangkan semalam permainannya dengan Ranti, setelah selesai dengan makanannya Bima langsung menuju kamar untuk membangunkan Ranti.
''Kenapa Eta bisa punya ibu sepertimu Ranti, kamu hanya hebat dalam disain pakaian sedangkan urusan rumah tangga sangat jauh dari kriteria seorang ibu dan istri. ''
ucap Bima saat melihat Ranti masih bergelung dengan selimbut tebalnya.
Bima langsung membangunkan Ranti dan tidak susah membangunkannya hanya dua tepukan di pipi, Ranti langsung membuka matanya.
''Bangun pemalas.....kita harus kembali ke kota pagi ini, aku banyak kerjaan soalnya. ''
ucap Bima saat Ranti langsung membuka matanya.
''Emangnya sekarang jam berapa sih?? ''
gumam Ranti sambil duduk dan membuka matanya seara perlahan.
''Jam tujuh sayang, ayo mandi sana kita siap siap untuk berangkat. ''
jawab Bima dan Ranti mengangguk lalu menuju kamar mandi dengan tubuh polosnya.
''Ya ampun.....wanita ini sembarangan ajah kalau bertindak dan gak memikirkan aku yang ada di hadapannya. ''
ucap Bima sambil menggelengkan kepalanya dengan sikap Ranti yang berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh polosnya.
Bima langsung merapihkan ranjangnya dan bersiap untuk sarapan pai karena saat ini Bima sudah rapih dengan pakaiannya.
Di kediaman Tante Mira saat ini.....
Tante Mira baru selesai mengurus Eta dan saat ini Eta sudah cantik dengan gaunnya, karena Tante Mira akan mengantarkan Ibunya Ranti ke bandara menemani Rasya.
''Kakak kamu gak akan mengantarkan Ibu ke bandara dong Rasya, sudah jam tujuh tapi belum juga sampai di rumah. ''
ucap Ibunya Ranti saat menghidangkan sarapan paginya.
''Kayanya engga, yasudah biarlah Buu......kalau kakak mau ketemu tinggal datang kesana kan, gak ada yang susah juga. ''
jawab Rasya sambil menuangkan nasi goreng ke dalam piringnya.
''Coba kamu bilang ke kakak kamu, saat nanti Eta ulang tahun pertamanya ssuruh di Prancis merayakannya biar lebih ramai dan sekalian liburan juga. ''
__ADS_1
ucap Ibunya Ranti dan Rasya mengangguk.
''Rumah kita sudah terjual Buu dan Tante Mira maunya kita tinggal disini jangan beli rumah baru lagi. ''
''Itu terserah kalian sajah kalau Ibu akan mendukung apapun asalkan kalian nyaman sajah dan Ibu juga senang karena Tante Mira bisa menjadi wali kalian menggantikan Ibu. ''
Tak berselang lama Tante Mira datang dengan Eta di gendongannya dan membuat Ibunya Ranti tersenyum karena cucunya begitu cantik dan menggemaskan.
''Cucunya Oma cantik sekali. ''
ucap Ibunya Ranti sambil menggendong Eta dan membiarkan Tante Mira untuk memakan sarapannya.
''Berangkat jam berapa kita ke bandaranya?? ''
tanya Tante Mira saat duduk di samping Rasya yang sedang memakan sarapannya.
''Jam delapan kayanya Tante, jadwal penerbangannya jam sembilan empat puluh lima menit. ''
jawab Rasya dan Tante Mira mengangguk.
Setelah menyelesaikan Sarapannya, Rasya langsung mengajak Ibu juga Tante nya untuk segera berangkat karena takut terjebak kemacetan.
Perjalanan tiga puluh menit akhirnya sampai di Bandara dan Ibunya Ranti langsung turun di ikuti Tante Mira sedangkan Rasya memarkirkan mobilnya.
''Mira......kamu rayu Ranti supaya perayaan ulang tahun Eta di rayakan di Prancis yah. ''
''Iya Kak nanti aku coba bicara pada Ranti. ''
jawab Tante Mira dan membuat Ibunya Ranti tersenyum.
''Mana berkas berkasnya Buu?? Rasya mau mengurusnya takut ada yang kurang kan bisa di lengkapi nantinya. ''
ucap Rasya saat menghampiri Ibunya dan Tante Mira langsung memberikan berkas nya karena Ibunya Ranti sibuk bermain dengan Eta.
Setelah surat suratnya selesai tak berselang lama pemberitahuan keberaangkatan pesawat terdengar dan Ibunya Ranti langsung berpamitan.
''Kalau sudah sampai kabarin Rasya yah Buu, nanti Rasya akan bicarakan ke Kak Rnti soal permintaan Ibu mengenai ulang tahun Eta. ''
ucap Rasya saat Ibunya berpamitan.
Di perjalanan Ranti saat ini....
''Mau di antarkan ke butik atau rumah?? ''
__ADS_1
ucap Bima saat melihat Ranti sibuk dengan handphone nya.
''Pulang ke rumah ajah Bibim, aku mau melanjutkan tidur lagi karena masih ngantuk dan tubuhku lelah banget tau. ''
jawab Ranti dan Bima mengangguk.
''Ibu kamu pasti sudah berangkat kayanya, maaf karena aku malah ajakin kamu bermalam dan gak mengantarkan Ibu ke bandara. ''
ucap Bima dan Ranti hanya tersenyum.
''Sudah biasa juga Bimm, aku gak pernah mengantarkan Ibu ke bandara kalau mau bepergian dan kalau pun mau bertemu kan tinggal susul ajah karena aku tau tempatnya. ''
ucap Ranti dan BIma hanya mengfanggukan kepalanya.
Ranti dan Bima saat ini sedang bahagia dengan kebersamaannya setelah dua tahun terpisahkan, berbanding kebalik dengan keadaan Ayya yang semakin terpuruk di dalam penjara bahkan Ayya mengalami gangguan jiwa karena beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya.
Saat ini Ayya sudah berada di rumah sakit jiwa dan di awasi langsung ole kepolisian.
Mamanya Ayya hanya bisa menangis melihat putrinya saaat ini seperti mayat hidup yang pandangannya kosong.
''Mama harus sabar karena semua yang terjadi dengan Ayya adalah buah dari hasil kejahatannya, kita terlalu memanjakan Ayya dan membuat Ayya semakin menjadi dengan tingkahnya.
ucap Papanya Ayya saat menenangkan istrinya yang menangis saat menatap Ayya di balik dindig kaa.
''Mama hanya sedih ajah papa, Ayya itu anak tunggal dan sekarang kita kehilangan nya karena londisi Ayya yang begitu terpuruk saat ini. ''
ucap Mamanya Ayya sambil menangis memperhatikan putrinya.
Papanya Ayya langsung mengajak istrinya untuk pulang karena Ayya saat ini sudah aman di tangani oleh beberapa orang yang menanganinya.
Di tempat Ranti saat ini......
Setelah Bima mengantarkannya ke rumah Tante Mira, Ranti memilih langsung mengistirahatkan tubuhnya di ranjang karena tubuhnya masih terasa lelah dan kantuknya begitu melekat di matanya.
Ranti langsung terlelap begitu menempelkan kepalanya ke atas bantal di kamarnya.
Tante Mira laangsung menanyakan keberadaan Ranti saat sampai di kediamannya dan pelayan memberitahukan kalau Ranti sedang istirahat dan Tante Mira pun memutuskan untuk membiarkan Ranti beristirahat karena sudah mengetahui watak dari keponakanannya itu kalau tidur tidak bisa di ganggu.
Tante MIra langsung mengajak Eta bermain di halaman belakang karena saat ini Eta sudah bisa merangkak dan tidak betah lama lama di dalam gendongan.
''Kamu mirip sama Bunda kamu sayang saat masih kecil gak mau diam dan maunya bermain terus. ''
ucap Tante Mira saat memperhatikan Eta yang sedang bermain dengan mainannya di teras belakang rumah nya.
__ADS_1
......................
tbc.