Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Liburan dadakan Ranti & Bima......


__ADS_3

Ranti dan Tante Mira sedang di perjalanan menuju kantor polisi, saat ini Ranti hanya diam dan pandangannya begitu kosong.


''Tante janji yah jangan bilang ke Bima tentang masalah ini, aku gak mau Rasya kembali masuk kedalam penjara, biarin aku berkorban. ''


ucap Ranti dan Tantenya mengangguk.


''Tante percaya kalau tuhan sudah merencanakan yang terbaik dan tidak salah dengan takdirnya, semoga kebahagiaan selalu berdampingan dengan kamu sayang, Tante yakin kamu akan bahagia. ''


ucap Tante Mira dan Ranti mengangguk.


''Dua minggu aku harus memutuskan Bima, aku gak sanggup Tante dan aku gak rela Bima dimiliki perempuan lain. ''


ucap Ranti dan Tante Mira mengangguk.


''Kamu pasti bisa sayang dan Tante yakin sekali. ''


ucap Tante Mira yang kembali menyemangati keponakan kesayangannya.


Beberapa menit kemudian mobil sampai di kantor polisi dan ternyata Rasya sudah bebas dan duduk dengan pengacara Ranti.


Rasya langsung berlari menghampiri Ranti dan memeluk erat Ranti, keduanya menangis bahagia dengan kebebasan Ranti.


''Makasih karena Kakak udah bebasin aku, makasih Kakak. ''


ucap Rasya dan Ranti menganggukan kepalanya.


Pengacara menghampiri dan memberikan berkas berkas kebebasan Rasya kepada Ranti.


''Selama satu bulan kedepan, Tuan muda di wajibkan untuk lapor karena selama sebulan kedepan Tuan muda masuk sebagai tahanan kota, di larang keluar dari kota ini Nona. ''


ucap Pengacara dan Ranti mengangguk.


''Gak masalah Pak, yang terpenting Rasya bebas dan tidak di penjara lagi, terimakasih untuk bantuannya. ''


ucap Ranti dan pengacara menganggukan kepalanya lalu pamit kembali menuju kantornya.


''Ayo kita pulang, Ibu kalian sudah menunggu di rumah loh sekarang. ''


ucap Tante Mira dan kedua keponakannya menganggukan kepalanya lalu segera masuk kedalam mobil.


Selama perjalanan menuju kediaman nya, Ranti hanya diam melamun menatap jalanan dan membuat adik juga tantenya pun diam tidak berbicara.


Dua puluh menit kemudian mobil sampai di kediaman mewah Ranti dan ternyata benar Ibu nya Ranti sudah menunggu di pintu depan rumah.


Rasya langsung memeluk ibunya dan Ranti hanya diam sambil menatap ibu dan adiknya.


''Ibu senang akhirnya kamu bebas Rasya, ayo masuk kita bicara di dalam rumah. ''

__ADS_1


ucap ibunya Ranti dan ranti juga tante Mira mengikuti masuk kedalam rumah.


''Aku mau ke kamar dulu yah, badan aku lengket banget soalnya. ''


ucap Ranti yang beralasan dan tante Mira hanya menghembuskan nafasnya melihat kesedihan Ranti.


Sesampainya di dalam kamar Ranti langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan membuka handphone nya yang sedari tadi terus berdering, saat membuka handphone nya ternyata Bima yang menghubunginya.


''Bimaaa.....aku gak tau bagaimana nantinya saat aku tanpa kamu, aku takut gak sanggup Bimm....''


ucap Ranti sambil menatap foto bersama bima yang di jadikan walpaper handphone nya.


Handphone Ranti berdering dan ternyata Bima yang menghubunginya.


Dalam Panggilan saat ini......


''Sayang .....kamu kemana ajah??, aku hubungi terus tapi gak ada jawaban. ''


''Maafkan aku Bimm.....seharian ini aku ngurusin Rasya dan sekarang Rasya sudah bebas. ''


''Syukur lah aku senang dengarnya sayang....sekarang kamu lagi dimana?? ''


''Sekarang lagi di rumah Bimm, lagi tiduran ajah mengistirahatkan tubuh lelah. ''


''Yasudah kamu istirahat yah, aku ikut senang karena Rasya akhirnya bebas. ''


''Makasih Bimm....oh iya, besok kan hari sabtu dan aku mau kita jalan jalan seharian Bimm, aku mau menyegarkan otakku. ''


''Oke, aku tunggu yah Bimm.....''


''Iyaa sayang, kamu istirahat dan jangan lupa makan yah sayang. ''


Panggilan berakhir......


Ranti langsung menangis begitu panggilannya berakhir, Ranti belum siap melepaskan Bima tapi semua demi adiknya yang paling di sayangi oleh Ranti.


Ke esokan harinya.....


Ranti saat ini sudah selesai packing untuk acara liburan dengan Bima dan sedang sarapan pagi dengan keluarganya, bahkan Bima pun ikut sarapan bersama, Ibu dan Tantenya pun mengijinkan Ranti pergi dengan Bima, bahkan Ibunya menangis saat melihat Ranti yang berpura pura bahagia di hadapan Bima.


Tante Mira menceritakan semua pengorbanan Ranti dan membuat Ibunya langsung menangis semalaman karena pengorbanan yang begitu besar Ranti demi adiknya.


''Enjoy yah kalian liburannya, Ibu dan Tante kamu akan menjaga Rasya ko, jangan khawatir....''


ucap Ibunya Ranti saat Ranti pamit dan Ranti hanya mengangguk.


''Bima pamit Ibu....Tante.....''

__ADS_1


ucap Bima dan kedua ibunya menganggukan kepalanya.


''Hati hati Bima dan titip Ranti. ''


ucap Tante Mira dan Bima mengiyakannya.


Setelah kepergian Ranti juga Bima, Ibunya Ranti langsung menangis kembali dan Tante Mira menenangkannya.


''Sudah hentikan tangisan kamu, Rasya takut mendengar kan bisa bahaya, karena Ranti gak mau Rasya mengetahui ceritanya. ''


ucap Tante Mira dan Ibunya Ranti mengangguk.


''Aku sedih ajah karena pengorbanan Ranti demi Rasya begitu besar, selama ini aku sebagai ibunya pun gak pernah berkorban sebanyak ini. ''


ucap Ibunya Ranti dan Tante Mira hanya mengiyakannya.


Sebelum Rasya curiga, ibunya Ranti dan Tante Mira memilih untuk segera masuk kedalam rumah dan melupakan sejenak pengorbanan Ranti untuk Rasya.


Di perjalanan Ranti saat ini, Ranti begitu pintar menutupi kesedihannya dari Bima, saat ini Ranti seperti biasanya bahagia dengan raut wajah cerianya.


''Kita mau kemana Bibim?? ''


ucap Ranti untuk kesekian kalinya bertanya namun Bima hanya mengangkat bahunya.


''Pokonya rahasia dan kamu hanya cukup duduk manis dan menikmati perjalanan nya ajah. ''


ucap Bima sambil tersenyum sedangkan Ranti langsung memanyunkan bibirnya.


Bima akan mengajak Ranti untuk liburan di sebuah tempat yang asri dan hanya ada Bima juga Ranti yang akan menghuni tempat itu.


Tante Mira semalam menghubungi Bima dan meminta Bima membawa Ranti menuju tempat impiannya, Bima langsung mencari tempat itu dan menemukannya.


Masih sangat jelas di ingatan Bima saat Tante Mira menelphone semalam padanya.


''Bimaa....bawa Ranti liburan ke tempat impiannya, Ranti hanya ingin liburan di Villa yang ada di atas bukit dengan pemandangan indah dan asri. ''


ucap Tante Mira dan Bima mengiyakannya.


Karena lelah entah apa yang merasuki Ranti, selama perjalan Ranti hanya tertidur pulas dan Bima tersenyum melihatnya.


''Aku beruntung memiliki kamu sayang, makasih sudah menerima semua kekuranganku dan kamu adalah wanita yang paling aku sayangi Ranti. ''


ucap Bima saat selesai merapikan posisi tidur Ranti yang terlihat tidak nyaman.


Bima mencium kening Ranti dan mengecup singkat bibir Ranti sebelum melajukan kembali mobil nya menuju Villa di atas bukit yang sudah di booking nya untuk liburan dadakan dengan Ranti.


Tiga jam perjalanan akhirnya mobil sampai di tempat tujuan, Bima langsung menghampiri penjaga Villa untuk memberitahukan kedatangannya dan penjaga Villa langsung memberikan kunci lalu membantu membuka gerbang nya.

__ADS_1


..............


tbc..


__ADS_2