Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Apa dia anakku.


__ADS_3

Ranti saat ini sudah di mobil menuju perusahaan Rangga untuk memberikan berkas berkas aset milik Rangga.


''Kamu tunggu di mobil sajah, saya gak lama cuma kasihkan berkas ajah. ''


ucap Ranti saat mobil sampai di area lobi depan perusahaan Rangga dan pengasuh putrinya mengangguk.


Ranti langsung ke lantai teratas dimana ruangan Rangga berada dan di mobil saat ini Babby Eta langsung menangis kencang dan membuat pengasuh nya langsung panik.


''Lebih baik bawa masuk ke ruangan tuan sajah, kasihan nona muda nangis begitu. ''


ucap supir dan pengasuh pun mengangguk.


Saat pengasuh nya memasuki lobi utama ternyata Ranti baru masuk kedalam lift.


''Yaah.....ibu udah masuk ke lift deh. ''


ucap pengasuh sambil terus menenangkan Eta yang menangis.


Seorang petugas Keamanan menghampiri dan menanyakan kepada perempuan yang sedang menggendong seorang bayi, karena area perusahaan sterill dari anak anak apalagi bayi.


''Anda mau mencari siapa yah?? ''


ucap seorang petugas keamanan.


''Saya mau menyusul Ibu Ranti karena putrinya menangis tapi telat keburu lift tertutup. ''


jawab pengasuh dan keamanan mengangguk lalu membantu pengasuh Eta untuk menuju ruangan Bos nya karena mereka sudah tau kalau Ranti adalah istri dari Bos nya.


Setelah di arahkan pengasuh Eta langsung masuk kedalam lift menuju lantai teratas ruangan Rangga.


Di lantai teratas saat ini Ranti sampai di ruangan Rangga dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu, Ranti melototkan matanya saat melihat ada Bima di ruangannya Rangga.


''Masuk sayang....aku butuh berkasnya. ''


ucap Rangga dan Ranti langsung masuk sambil memberikan berkasnya.


Bima terus menatap ke arah Ranti yang terlihat sengaja menghindarinya, Rangga langsung memberikan berkas nya pada Bima.


''Ini berkas legal nya dan buka ilegal, aset itu milik saya dan nanti pengacara yang akan mengurus nya. ''


ucap Rangga sambil memberikan berkasnya pada Bima dan Bima menerimanya.


Ranti hanya diam dan tidak berani berbicara hingga sebuah ketukan membuyarkan lamunannya dan saat pintu terbuka ternyata suara tangis putrinya yang terdengar.


''Etaa.....''

__ADS_1


ucap Ranti dan Rangga bersamaan.


Bima terperangah dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk.


''Kenapa kamu bawa kesini sih, saya kan bilang tunggu di mobil karena saya gak akan lama. ''


ucap Ranti sambil menggendong Eta dan membawanya masuk kedalam ruangan Rangga.


''Anak bunda sayang jangan nangis yaah....''


ucap Ranti sambil mengayunkan Eta dan menghampiri Rangga yang meminta nya mendekat.


Bima terus menatap interaksi semuanya dan tiba tiba dadanya berdegup kencang, seperti merasakan sebuah ikatan dengan bayi yang di gendong Ranti.


''Aku pamit Kak mau periksa Eta ke rumah sakit. ''


ucap Ranti dan membuat Rangga mengerutkan keningnya.


''Kok di periksa memang Eta kenapa?? ''


ucap Rangga dan Ranti pun menceritakannya.


Rangga mengiyakannya dan meminta maaf karena tidak bisa mengantarkan ke rumah sakit karena masalahnya dengan Bima belum selesai, Ranti langsung pamit dan menuju pintu untuk segera keluar dari ruangan Rangga karena ada Bima yang di takutinya saat ini.


Ranti takut Bima mengenali putrinya dan Ranti takut nantinya ada masalah dengan Rangga dan dapat membahayakan dirinya lagi.


''Siapa nama putri kamu Ranti?? ''


ucap Bima dan Ranti menghembuskan nafasnya.


''Namanya Etaya clarissa. ''


jawab Ranti dan Bima mengangguk.


Bima langsung melihat wajah putrinya Ranti dan tersentak saat tahu siapa anak yang di gendong Ranti.


''Bukannya bayi ini yang kemarin ada di kamar tamu rumah Ayya dan ini anaknya Ranti, kenapa hatiku terasa hangat saat anaknya Ranti menggenggam jariku. ''


gumam Bima dalam hatinya saat Babby Eta menggenggam jari tangannya yang sengaja di sodorkan oleh Bima, bahkan Babby Eta tersenyum kepada Bima.


Ranti langsung melepaskan pegangan Eta dan langsung segera keluar dari ruangan Rangga karena saat ini situasi sangat tidak memungkinkan karena ada Bima yang di takutinya saat ini.


Bima terus terdiam setelah Ranti dan putrinya keluar dari ruangan Rangga, bahkan Bima langsung memberikan berkasnya kepada Rangga karena konsentrasinya buyar saat setelah putrinya Ranti menggenggam jarinya untuk kedua kalinya.


''Aku tunggu kamu di pengadilan besok, jangan mangkir karena itu akan memberatkan kamu Rangga. ''

__ADS_1


ucap Bima sambil pamit meninggalkan ruangan Rangga.


''Aku gak akan takut dengan ancaman kamu Bima, karena semua asetku itu legal dan semua memang milik pribadiku. ''


ucap Rangga dengan nada kesal sambil duduk di kursi kerjanya.


Bima langsung sedikit berlari agar bisa membuntuti kemana Ranti akan membawa putrinya, Bima terus kepikiran dengan putrinya Ranti.


Bima ternyata berhasil membuntuti Ranti karena saat Bima keluar dari lift ternyata Ranti baru keluar dari pintu utaman perusahaan Rangga.


''Apa dia adalah anakku dengan Ranti?? terasa hangat sekali sentuhan nya saat bayi itu menggenggam jariku dan tatapan matanya begitu mirip denganku. ''


ucap Bima sambil terus mengikuti di belakang mobil Ranti.


Dua puluh menit kemudian mobil Ranti berhenti di sebuah rumah sakit dan Bima hanya menatap dari jauh karena takut Ranti gak nyaman dengannya.


''Untuk apa Ranti membawa putrinya ke rumah sakit?? apa Eta sedang sakit kah?? ''


gumam Bima dalam hatinya sambil terus menatap Ranti.


Handphone Bima berdering dan itu adalah panggilan dari Alfa yang memberitahukan bukti bukti ilegal aset milik Rangga dan Bima langsung putar balik menuju kantornya.


''Kebiasaan si Alfa, aku lagi misi penting malah terus sajah merecokiku. ''


ucap kesal Bima sambil memutar kembali kemudi mobilnya.


Di dalam rumah sakit saat ini, Babby Eta selesai di periksa dan Ranti langsung mendengarkan setiap penjelasan dari dokter nya.


''Babby nya gak apa apa Bu, hanya sajah babby nya menolak susu formula nya, Ibu hanya tinggal mengganti dengan merek lain dan saya akan memberikan beberapa rekomendasi susu terbaik untuk Babby seusia anak Ibu, tunggu sebentar yah. ''


ucap dokter sambil menuliskan beberapa merek sufor dan beberapa resep untuk di berikan kepada Babby Eta.


''Ini resepnya silahkan di tebus dan ini catatan beberapa merek sufor terbaik untuk Babby nya, semoga sehat selalu dan kalau dalam tiga hari masih memuntahkan lagi susunya, Ibu bisa membawa kembali Babby nya dan takutnya memang Babby nya alergi susu sapi. ''


ucap kembali dokter sambil memberikan dua kertas pada Ranti.


''Terimakasih dokter dan saya permisi. ''


ucap Ranti saat setelah menerima kertasnya dan langsung pamit pada dokternya.


Ranti langsung menuju pengambilan obatnya di temani pengasuh Eta yang mengambilkan obat untuk Eta, Ranti terus mengelus pipi putrinya sambil menghembuskan nafasnya.


''Sebentar lagi akan terjadi masalah, aku tau kalau Bima gak akan tinggal diam setelah interaksi tadi dan Bima pun sampai mengikutiku ke rumah sakit. ''


gumam Ranti dari dalam hatinya karena memang mengetahui kalau Bima mengikutinya.

__ADS_1


.................


tbc.


__ADS_2