
Mobil yang mengantar Ranti tiba di restoran yang sudah Bima pesan, Ranti meminta supirnya menunggu dan supirnya mengiyakannya.
Ranti langsung masuk kedalam restoran yang terlihat ramai karena memang jam makan siang lalu Ranti berjalan menuju ruangan vip yang di pesan oleh Bima, sejenak Ranti menarik nafasnya saat akan membuka pintu karena Bima sudah tiba terlebih dahulu.
''Hay sayang.....''
ucap Bima dengan senyum tampan nya saat Ranti membuka pintu.
Satu yang membuat Bima kecewa, Ranti hanya mengangguk dan langsung duduk di hadapan Bima.
''Kita langsung makan yah sayang, aku kan udah pesankan menu makanan seperti biasa. ''
ucap Bima sambil menyiapkan makanannya.
''Bima.....ada yang mau saya bicarakan dengan kamu, janji yah kalau kamu gak akan memotong semua ucapan saya Bimm, sampai saya memberikan kesempatan untuk kamu bicara. ''
ucap Ranti dengan nada yang terdengar formal dan tidak seperti biasanya.
''Tunggu.....ada apa sama kamu?? kamu baik baik ajah kan sayang?? kenapa nada bicara kamu kaku dan tidak seperti biasanya?? ''
ucap Bima yang protes dengan nada dan ucapan Ranti kepadanya.
''Pliis Bima jangan protes dulu dan dengarkan semua yang saya ucapkan yah, jangan menyela karena nanti juga saya akan memberi kesempatan buat kamu bicara kok. ''
ucap Ranti sambil memohon dan Bima pun mengangguk menyetujui nya.
Ranti tersenyum samar dan menarik nafasnya sebelum memulai ucapannya.
''Bimaa....sebelumnya saya minta maaf sama kamu, maaf karena semua keputusan saya sudah bulat dan saya sudah yakin dengan hati saya, terimakasih untuk tiga tahun kebersamaan kita, saya bahagia bisa mengenal kamu, saya bisa merasakan arti dari kasih sayang tulus, saya merasakan di cintai dan di sayangi seorang pria selain ayah saya, tapi saya minta maaf sangat minta maaf sama kamu Bima, hubungan kita sekarang gak bisa di lanjutkan lagi, saya mau hubungan kita berakhir sampai disini. ''
ucap Ranti dengan nada tegas nya dan membuat Bima tersentak tapi tetap diam karena Ranti masih akan berbicara lagi.
''Alasannya adalah karena saya gak bisa mlanjutkan lahi Bima, kamu pria baik dan sangat baik selama saya mengenal kamu, saya mohon sama kamu jangan pernah dendam sama saya, kita memulai hubungan ini dengan baik dan berakhir pun harus dengan baik juga, maafkan saya Bima. ''
ucap Ranti kembali dan Bima langsung terdiam lalu air matanya tak terasa menetes di pipinya.
''Ada apa sama kamu Ranti?? apa karena saya merenggut kehormatan kamu saat di villa, saya mohon beri kesempatan kepada saya untuk bertanggung jawab menikahi kamu karena saya mengambil kesucian kamu Ranti, apa salah saya sehingga kamu ingin melepaskan saya dan mengakhiri hubungan kita yang sudah di bangun selama tiga tahun bahkan lebih?? jujur lah ke saya Ranti jangan memendam sendiri, saya akan bantu kalau memang ada sesuatu masalah. ''
__ADS_1
ucap Bima sambil menggenggam tangan Ranti dan Ranti menggelengkan kepalanya.
''Pliis Bima jangan memaksa saya dan saya mohon jangan penah meminta saya untuk menjelaskan apapun, keputusan saya bulat Bima dan saya mau kalau hubungan kita berakhir, ini cincin pertunangannya dan makasih untuk semuanya, maafkan saya Bima karena mengecewakan kamu, saya permisi. ''
ucap Ranti sambil memberikan cincin nya dan langsung beranjak untuk segera meninggalkan restoran.
''Aku mohon sama kamu kita selesaikan baik baik jika ada masalah jangan mengakhiri hubungan kita Ranti, aku bisa apa tanpa kamu, aku mohon Ranti....''
ucap Bima memohon saat berhasil mengejar Ranti dan mencekal tangan Ranti.
''Lepaskan Bima jangan membuat malu karena menjadi bahan tontonan orang, terima dengan hati ikhlas dan yakin lah kalau kita berjodoh pasti akan ada jalan untuk kita bersatu kembali. ''
ucap Ranti sambil menghempaskan cekalan Bima dan langsung masuk kedalam mobil nya yang sudah siap.
''Akhhhh......Rantiiii....''
teriak Bima sambil menangis menatap mobil yang membawa Ranti semakin menjauh dari restoran.
Bima terus menangis dan membiarkan menjadi tontonan orang orang yang melewatinya, hatinya saat ini sakit, hatinya saat ini sangat kecewa dan patah hati.
Bima langsung menuju mobilnya untuk mengejar Ranti karena dia meminta penjelasan, selama di villa mereka baik baik ajah bahkan Ranti terlihat bahagia dan menikmati moment kebersamaannya.
Tak ada air mata di wajah Ranti saat ini, air matanya sudah kering dan hanya ada kesakitan di hatinya saat ini, menerima dengan terpaksa hubungan nya berakhir dengan Bima.
''Tuhan....perdalam lagi rasa sabarku, perluas lagi rasa syukurku dan perkuat lagi hati dan bahuku, jadikanlah aku seikhlas ikhlasnya diri atas segala apa yang kau kehendaki, sungguh saat ini sakit yang kurasa. ''
gumam Ranti dalam hatinya sambil menatap jalanan dari jendela mobilnya.
Beberapa menit kemudian mobil sampai di area parkir lobi perusahaan, Ranti sampai di perusahaannya Rangga, Ranti langsung masuk menuju ruangan Rangga mengikuti asisten Rangga yang sudah menunggunya karena Ranti sebelumnya memberi kabar kepada Rangga kalau dia sedang dalam perjalanan.
Ranti mendelik saat melihat Ayya sedang duduk di sofa di dalam ruangan Rangga, Ranti masuk karena Rangga meminta Ranti mendekat.
''Yasudah kak, Ayya mau menghibur Bima dulu kan kasihan habis patah hati. ''
ucap Ayya sambil pamit lalu menatap Ranti dan langsung keluar begitu sajah.
''Sahabat tapi menikung dan teganya melakukan cara licik dengan memotong kelemahan hidupku. ''
__ADS_1
gumam Ranti dalam hatinya sambil duduk di sofa karena Rangga meminta nya menunggu.
Beberapa menit menunggu Rangga selesai dengan pekerjaannya dan menghampiri Ranti.
''Bagaimana urusannya sudah selesai kan?? ''
ucap Rangga sambil memberikan botol minuman untuk Ranti.
''Sudah selesai kak semuanya, hubungan aku sama Bima sudah berakhir barusan dan kakak puaskan dengan semuanya dan kakak bahagia karena adik sepupu kesayangan kakak bisa mendekati Bima. ''
ucap Ranti dan Rangga hanya tersenyum karena saat ini Ranti begitu berbeda dari biasanya.
Di tempat Bima saat ini....
Bima terus mencari keberadaan Ranti namun nihil, di butik dan di rumah nya pun Ranti tidak ada, Bima terdiam dalam mobilnya dan baru terfikir ke rumah Tante Mira.
Bima langsung menuju rumah Tante Mira dan ternyata Tante Mira sedang ada di rumah dan menyambut kedatangan Bima dengan baik.
''Ayo duduk dulu Bima, Tante buatkan minum yah untuk kamu. ''
ucap Tante Mira dan Bima mngangguk.
''Langsung ke intinya Tante, apa sebenarnya yang terjadi dengan Ranti?? kenapa meminta Bima mengakhiri hubungan ini?? Bima tau kalau Ranti dalam keadaan tertekan bahkan ada ancaman di balik keputusannya Tante, Bima mohon ceritakan kepada Bima ada apa sebenarnya?? ''
ucap Bima saat Tante Mira kembali dengan air minum untuknya.
''Tante juga gak mengerti dengan jalan fikiran Ranti, yang Tante tau sih dia cerita mau memutuskan hubungan sama kamu Bima, Tante mencoba menanyakan apa alasanannya?? tapi Ranti gak memberitahukannya Bima, Ranti menangis semalaman bahkan sarapannya tadi pagi pun gak bener, kalau menurut Tante lebih baik kamu ikutin dan terima dengan ikhlas semua yang Ranti putuskan, percayalah sama Tante kalau Ranti sangat mencintai kamu dan kalau kalian berjodoh akan ada jalannya untuk kalian bersama kembali. ''
ucap Tante Mira dan membuat Bima terdiam.
''Baiklah kalau memang semua adalah keputusan terbaik dan Bima akan mencoba untuk menerima keputusan Ranti, tapi Bima gak tau akan kah bisa menerima semua ini Tante, Bima terlalu sayang dan mencintai Ranti, sakit Tante dan Bima gak tau bagaimana nanti kedepannya hidup Bima tanpa Ranti. ''
ucap Bima dengan air mata yang mengalir di pipinya.
''Begitu tulusnya cinta kamu Bima kepada Ranti dan beruntungnya kamu Ranti mendapatkan ketulusan dari Bima, semoga cobaan ini segera berakhir Bima dan Tante akan bahagia dengan itu, maaf karena Tante gak mengatakan yang sejujurnya karena semua yang minta Ranti. ''
gumam Tante Mira dalam hatinya sambil menatap Bima yang terdiam terlihat hancur saat ini.
__ADS_1
.............
tbc...