Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
penjelasan Bima


__ADS_3

Berjam jam waktu yang di lalui Ranti untuk mengudara, akhirnya mendarat dengan selamat di singapura dan Ranti langsung mengaktifkan handphone nya.


''Tante......sepertinya Bima sudah menjemput kita dan meminta untuk menunggu. ''


ucap Ranti dan Tante Mira mengangguk.


Ranti dan Tante Mira langsung menuju area keberangkatan pesawat, karena mereka hanya transit dan Bima sedang mengurus tiketnya.


Ternyata bukan hanya Ranti yang transit tapi banyak penumpang lainnya juga sedang menunggu di area tunggu keberangkatan di bandara.


''Ternyata bukan hanya kita yang nunggu, mereka semua sama menunggu dan tadi kan turun barengan juga. ''


ucap Tante Mira sambil mengedarkan pandangannya pada orang orang yang di sekelilingnya.


Sepuluh menit kemudian Bima menghampiri dengan memegang empat tiket di tangannya, Ranti belum menyadari karena fokus dengan layar handphone nya namun Tante Mira sudah mengetahuinya dan tersenyum.


''Tiketnya hanya kebagian kelas ekonomi, hampir semua habis dan baru nanti malam ada jadwal lagi. ''


ucap Bima saat menghampiri Tante Mira juga Ranti.


''Gak apa apa Bimm, yang penting selamat sampai ke tanah air dan kita kan di satu pesawat yang sama gak berdeda pesawat, cuma pasilitas dan tempat yang membedakannya. ''


jawab Tante Mira dan Bima mengangguk.


Perhatian Bima teralihkan pada Ranti yang sibuk dengan handphone nya dan tidak menyadari kehadirannya karena memang di bandara saat ini lumayan ramai.


Bima langsung merebut handphone dan membuat Ranti langsung marah namun terhenti saat tau kalau Bima yang merebutnya.


''Jail sekali sih, untung ajah aku gak teriak langsung barusan, sini handphone nya. ''


kesal Ranti sambil merebut kembali handphone nya dan Bima memberikannya.


''Kamu fokus sekali ke handphone dan gak sadar kalau aku datang, gimana kalau ada yang nyulik Eta dan pastinya kamu gak akan menyadarinya. ''


ucap Bima dan membuat Randi mendelik sebal.


''Kamu tuh terlalu luas mengada ngadanya. ''

__ADS_1


ucap Ranti dan Bima langsung tersenyum membuat Ranti terdiam karena baru melihat kembali wajah senyum Bima lagi.


''Sini biar Eta di gendong aku dulu yah Tante. ''


ucap Bima yang membawa Eta dari gendongan Tante Mira.


''Tiketnya udah dapatkan?? ''


ucap Ranti dan Bima mengangguk.


Tante Mira langsung memberikan tiketnya pada Ranti dan Ranti mengerutkan keningnya karena melihat tiket kelas ekonomi yang di beli Bima.


''Kenapa ekonomi sih Bima?? gak nyaman nanti duduknya. ''


protes Ranti dan Bima menghela nafasnya.


''Sana kamu pesan sendiri, tiket habis dan ada lagi jadwal nanti malam, kamu mau nunggu disini sampe malam emangnya?? ''


jawab Bima dan Ranti terdiam.


ucap Tante Mira menjelaskan agar Ranti tidak protes kembali.


''Udah jangan protes terus, itu makan makanannya aku tadi beli buat kamu sama Tante Mira kan lumayan nunggu satu jam lagi pesawatnya. ''


ucap Bima dan Ranti langsung mengambil makanan yang di bawakan Bima.


Bima terus sajah bermain main dengan Eta dan Ranti juga Tante Mira memilih untuk memakan makanan yang di bawakan Bima.


''Kamu udah makan kan Bimm?? ''


ucap Tante Mira dan Bima hanya mengangguk menjawabnya lalu kembali fokus bermain dengan Eta.


Satu jam kemudian pesawat sudah ada pemberitahuan keberangkatan, Bima juga Ranti membawa koper menuju pesawat setelah selesai mengurus berkas dokumen nya, sedangkan Tante Mira menggendong Eta.


Di dalam pesawat Ranti duduk bersebelahan dengan Bima karena memang Bima akan menjelaskan semua tentang kesalahpahaman Ranti padanya.


''Aku harap kamu dengarkan semua yang aku ucapkan yah, karena akan membaikan hubungan kita lagi Ranti, percaya dengan apa yang akan aku ceritakan. ''

__ADS_1


ucap Bima dan Ranti mengiyakannya.


''Gini cerita awalnya, saat Ayya ke rumah entah apa yang di bicarakan ke mama sampai mama memutuskan untuk melamar Ayya dan tadinya meminta langsung pernikahan tapi aku menolak nya dan mama meminta untuk bertunangan dahulu, mama mengancam akan memotong pergelangan tangannya kalau aku gak mau menuruti semua keinginan mama, makanya aku mengiyakannya dan mengikuti semua keinginan mama, tapi setelah pertunangan itu kamu mengabaikan aku Ranti dan aku kesal dengan kamu yang mengabaikan aku, makanya aku memutuskan untuk memberitahukan rekaman pada Ayya dan Rasya pun menyetujuinya, bahkan Ibu kamu yang marah langsung melaporkan nya ke polisi beserta barang bukti dua rekaman cctv, satu saat rekaman di kantor Ayya dan satunya saat Ayya mengarahkan tembakan ke korban dan menjebak Rasya, ternyata saat itu Rasya di pengaruhi minuman beralkohol kadar tinggi makanya Rasya gak ingat sama sekali kejadian itu, Rangga sekarang di tetapkan tersangka karena Ayya memberikan kesaksian kalau Rangga yang merencanakan semuanya dan Rangga saat ini telah melarikan diri, polisi sedang berusaha mencari keberadaan Rangga. ''


ucap Bima dan Ranti langsung terdiam.


''Ibu sama Rasya dimana sekarang?? ''


ucap Ranti dan Bima tersenyum.


''Mereka aman karena ada dalam penjagaan polisi dan sementara mereka tinggal di rumah Tante Mira karena disana kawasan polisi kan, terus dekat dengan rumahku juga jadi aman, oh iya satu lagi, polisi akan meminta keterangan dari kamu tentang kejadian saat penembakan di ruangan kerja Ayya. ''


jawab Bima dan Ranti hanya mengangguk.


''Aku takut Rangga malah berusaha mencelakai kamu Bima, dia orang yang nekad dan akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisinya. ''


''Makasih karena kamu mengkhawatirkan aku, percayalah aku aman dan ada polisi di sekitar kita. ''


''Makasih Bima karena kamu mau membuka kembali kasusnya, aku sempat putus asa kemarin makanya memutuskan untuk pergi menghadiri fashion show tanpa orang tahu kemana aku pergi. ''


''Gak apa apa, sampai ke lubang semut pun aku akan tetap menemukan kamu Ranti, ada Aryo yang hebat dalam dunia hacker yang membantu melacak kemana kamu pergi. ''


''Jahat sekali memata matai aku. ''


''Bukan jahat, kemarin polisi menanyakan keberadaan kamu dan aku yaa....terpaksa melacak kamu dan memberitahukan kalau kamu ada pekerjaan ke Dubai, polisi mengerti dan meminta kamu datang nanti untuk di mintai keterangan, Korban penembakan Rasya sudah jadi tersangka, kemarin Ayya baru di tetapkan menjadi tersangka setelah memberikan keterangan tentang Rangga dan Rangga pun di tetapkan sebagai tersangka juga sekarang. ''


''Semoga masalah nya lebih cepat prosesnya, aku gak mau orang orang jahat itu bebas setelah membuat hidup keluarga aku hancur Bima, selama ini aku hidup penuh ketakutan, takut Rasya di penjara lagi dan Rangga nekad melakukan kegilaannya lagi. ''


Tante Mira hanya tersenyum menatap interaksi Bima dan Ranti, Tante Mira bersyukur karena ada Bima yang selalu menjadi pelindung keluarganya.


''Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian berdua dan masalah ini secepatnya berakhir. ''


gumam Tante Mira sambil menatap ke arah Ranti juga Bima.


...............


tbc

__ADS_1


__ADS_2