Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Mengikuti Rencana.......


__ADS_3

Bima saat ini telah bebas dari jeratan hukum, delapan bulan Bima terkurung di dalam sel tahanan dan Bima semakin tegas aura nya saat ini.


Saat pintu keluar di buka, Bima langsung keluar dan menghirup udara segar di luar lapas.


''Lumayan delapan bulan aku di penjara dan seperti bersemedi terasanya. ''


gumam Bima dalam hatinya sambil tersenyum menatap keluarganya yang sudah menyambut kebebasannya.


Bima langsung menghampiri kedua orang tuanya dan adiknya yang menjemputnya, mamanya Bima terus menangis dengan kebebasan Bima.


''Lebih baik kita pulang sekarang dan lanjutkan di rumah kangen kangenannya. ''


ucap papanya Bima dan Bima mengangguk.


Saat ini Bima dan keluarganya sudah sampai di rumahnya, Bima meneteskan air matanya saat melihat foto dia dengan Ranti dan tak lama Bima langsung mengemas semuanya lalu menyimpannya di dalam lemari.


''Kak Bima, di luar ada Kak Ayya mau ketemu kakak katanya. ''


ucap adiknya Bima saat masuk ke dalam kamarnya.


''Bilang suruh tunggu, kakak mau bersih bersih dulu sebentar. ''


ucap Bima dan Adiknya mengangguk.


Di ruang keluarga saat ini.......


Ayya sedang mengobrol dengan mamanya Bima dan adiknya Bima yang ikut gabung setelah kembali dari kamar Bima.


''Kak Bima nya mau bersih bersih dulu katanya, Kak Ayya di suruh nunggu. ''


ucap Alea saat menghampiri ke ruang keluarga.


''Kamu temani Kak Ayya nya yah Alea, mama mau menyiapkan makanan dulu. ''


ucap mamanya Bima dan Alea mengangguk.


Di kamar saat ini Bima sedang menghubungi pengacaranya untuk membebaskan teman di dalam penjara yang ahli dalam meretas, pengacara Bima langsung setuju dan akan mengurus kebebasan teman Bima semasa di penjara.


''Urusan Aryo sudah beres dan besok aku tinggal datang ke lapas untuk menjelaskan semuanya. ''


ucap Bima sambil bersiap memakai pakaiannya untuk menghampiri Ayya yang sudah menunggunya.


Setelas selesai dengan mengganti pakaiannya Bima langsung keluar kamar dan menghampiri Ayya di ruang tamu yang sudah menunggunya.


''Maaf lama Ayya...''

__ADS_1


ucap Bima saat duduk di sofa menghampiri Ayya dan adiknya yang sedang asik mengobrol.


''Gak apa apa ko Bima, lagian aku yang salah malah


datang di saat yang gak tepat. ''


ucap Ayya dan Bima hanya mengangguk.


Akhirnya Ayya ikut gabung dengan keluarga Bima untuk makan dan Ayya pun senang karena merasakan kalau keluarga Bima menerima kehadirannya.


Satu minggu kemudian.....


Bima saat ini sedang menunggu kebebasan teman nya semasa di penjara, teman yang hebat dan cerdas, dia terpaksa masuk penjara karena tuduhan yang tidak di lakukannya.


Teman Bima bernama Aryo, dia berjanji akan membantu Bima mengusut tuntas masalahnya, dia hanya minta di bebaskan agar bisa mengurus masalah Bima, Aryo pun meminta rumah untuk dia tempatinya juga istri dan anaknya karena saat ini istri dan anaknya berada di rumah orang tuanya.


Bagi Bima semua gak masalah karena baginya yang terpenting adalah bisa membuka rekaman CCTV yang di hilangkan secara tiba tiba saat kasus Rasya dahulu.


Bima tersenyum sambil menghampiri Aryo dan memeluknya ambil menepuk punggung Aryo yang saat ini sudah bebas dari tuduhannya.


''Lihat di dalam mobil ada siapa Aryo. ''


ucap Bima saat Aryo melepaskan pelukannya dan Aryo terseyum saat melihat anak juga istrinya ikut menjemputnya.


''Makasih Bima untuk kejutannya. ''


''Udah jangan buat aku iri lah, lanjutkan bahagianya di rumah nanti karena sekarang aku akan mengantarkan kamu dan keluarga kecil kamu menuju rumah kalian yang sudah siap huni. ''


ucap Bima dan Aryo mengangguk.


Bima langsung mengendarai mobilnya menuju rumah yang sudah di siapkannya untuk Aryo dan juga anak istrinya, bahkan Bima menyiapkan semua kebutuhan Aryo untuk meretas dan kembali aktif dengan pekerjaannya.


''Bima.....rumahnya terlalu mewah. ''


ucap Aryo saat Bima berhenti di depan rumah yang akan di tempati Aryo.


''Biasa ajah Aryo, ini gak sebanding saat kamu membantu masa sulit di dalam sel tahanan, sekarang kamu istirahat dan besok aku akan datang kembali kesini untuk memberitahukan semuanya, oh iya satu lagi ada sebuah mobil yang akan datang untuk kamu, mobilnya bekas tapi masih bagus dan layak pakai untuk kamu gunakan. ''


ucap Bima sambil menunjuk mobil yang baru datang di kendarai Alfa sahabatnya dan Aryo kembali berterimakasih kepada Bima.


Bima dan Alfa langsung masuk kedalam mobil dan segera meninggalkan kediaman Aryo untuk menuju kantor kejaksaan karena saat ini ada agenda sidang.


Setelah urusan pekerjannya selesai, Bima menuju restoran untuk bertemu dengan Ayya sesuai janji nya dengan Ayya.


Bima terlambat datang ke restoran dan Ayya tidak mempermasalahkannya karena Bima sudah datang saja bagi Ayya sudah cukup.

__ADS_1


''Kenapa belum memesan makanannya?? ''


ucap BIma saat melihat di meja hanya ada air minum sajah.


''Lebih baik menunggu kamu ajah pesannya biar kamu juga bisa memilih makanannya kan. ''


ucap Ayya dan Bima langsung memesan makanannya.


Beberapa menit kemudian makanan datang dan langsung di sajikan di meja oleh pelayan, setelah selesai Bima dan Ayya langsung memakan makanannya.


''Bima.....papa bilang ingin bertemu kamu di rumah, bisakan kamu datang Bima?? ''


ucap Ayya dan membuat Bima terdiam.


''Gak usah buru buru sih soalnya mama sama papa sedang ke Prancis dengan kedua orang tua Kak Rangga, ada pertemuan keluarga disana. ''


ucap Ayya kembali karena melihat raut wajah tidak bersahabat dari Bima.


''Baiklah.....nanti setelah semua gak sibuk, aku akan datang ke rumah kamu Ayya. ''


jawab Bima dan Ayya mengangguk.


''Kenapa kamu gak ikut ke Prancis dengan keluarga kamu Ayya?? ''


ucap Bima kembali dan Ayya langsung terdiam.


''Aku mau fokus hubungan sama kamu Bima, lagian gak penting juga kesana dan aku kan gak terlalu di harapkan juga, ada Ranti disananya dan aku sedikit gak nyaman ajah dengan Ranti. ''


ucap Ayya dan membuat Bima menghela nafasnya dan meminum minumnya.


''Aku yakin ada rencana di balik semuanya, ikuti ajah permainannya dan alur yang kamu mainkan Ayya, karena aku akan membuka semua kebusukan kamu dan kakak sepupu kamu itu. ''


gumam Bima dalam hatinya sambil membuang pandangan saat beradu pandangan dengan Ayya.


''Nanti malam kamu menginap yah di rumah aku Bima, di rumah cuma ada bibi ajah. ''


ucap Ayya dan membuat Bima terdiam.


''KIta belum ada ikatan pernikahan dan itu gak baik Ayya, jangan pernah mengajak laki laki menginap karena nantinya akan ada hal yang gak di inginkan terjadi, aku gak mau mencoreng nama keluarga. ''


ucap Bima menolak ajakan Ayya karena Bima mengetahui sebuah taktik untuk menjeratnya yang akan di lakkukan oleh Ayya.


''Baiklah tapi nanti kamu jemput aku ke kantor yah dan antarkan aku pulang. ''


ucap Ayya dan Bima mengiyakannya.

__ADS_1


....................


tbc.


__ADS_2