Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Pertunangan Sederhana.....


__ADS_3

Tak terasa tiga tahun sudah hubungan Ranti dan Bima berjalan, seperti hubungan orang lain juga ada kalanya mereka berdua bertengkar dan ngambekan, namun akhirnya mereka bersama kembali.


Saat ini di kediaman mewah Ranti sedang di sibukkan dengan persiapan acara pertunangan Ranti dan Bima, tidak ada kemewahan dan hanya sederhana yang Ranti pilihkan karena memang Ranti kurang menyukai pesta raya.


Rasya juga sudah mengetahui kalau adik nya Bima adalah wanita yang di taksirnya namun demi kakak tercintanya Rasya mengalah dan membiarkan kakaknya melanjutkan hubungan dengan Bima, kakak dari wanita yang di cintainya.


''Kakak ini malah sibuk di kantor bukannya pulang dan siap siap buat acara pertunangan. ''


ucap Rasya yang datang untuk mencari Ranti karena memang di minta oleh ibunya.


''Kamu ini kebiasaan kalau masuk tanpa mengetuk pintu dulu Rasya, lagian kakak hanya menandatangani dokumen ajah kok, habis ini langsung pulang. ''


ucap Ranti dan Rasya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.


''Rasya mau menunggu kakak sampai selesai dan kita pulang bersama ke rumah, nanti ibu marahin aku kalau pulang tanpa kakak. ''


ucap Rasya dan Ranti hanya mengangguk lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.


Satu jam kemudian Ranti selesai dengan pekerjaannya dan mengajak Rasya untuk pulang, Rasya yang mengemudikan mobilnya dan Ranti duduk manis di sampingnya.


Dua puluh menit kemudian mobil sampai di kediaman Ranti dan Ranti langsung keluar dari mobil untuk segera msuk kedalam rumah.


''Kamu ini kebiasaan deh kaakk, udah tau mau tunangan masih ajah kelayapan. ''


omel sang ibu saat Ranti masuk kedalam rumah dan Ranti hanya tersenyum menanggapi omelan ibunya.


Di kediaman Ayya saat ini.....


Ayya baru sajah kembali dari luar kota dan membuka handpone nya, ternyata Ranti memberitahukan akan bertunangan, Ranti mengundang Ayya untuk datang dan Ayya mengiyakannya.


''Ranti tunangan dengan siapa yah?? selama ini aku gak pernah di kenalkan sosok pacarnya Ranti. ''


ucap Ayya sambil bersiap karena pertunangan Ranti sore hari ini.


Ayya sudah bersiap dengan gaunnya dan menghubungi nomer seseorang namun tidak di angkat dan membuat Ayya kesal.


''Susah banget sih aku dapatkan kamu Bima, aku sudah berkorban banyak untuk kamu tapi mana balasannya dan dia tetap ajah dingin. ''


ucap Ayya sambil berjalan menuju mobil nya untuk menuju kediaman Ranti.


Ayya belum mengetahui kalau calon tunangan Ranti adalah laki laki yang Ayya taksir karena selama ini memang Ranti juga Bima enggan mengumbar hubungannya dan mereka memilih untuk menjalaninya berdua tanpa orang tau.


Di kediaman Bima saat ini.....

__ADS_1


''Waah.....kakakku tampan dan gagah sekali, kakak sudah siap bertunangan kan hari ini?? ''


ucap Alea sang adik yang masuk kedalam kamar Bima.


''Siap dong dan kakak juga sangat siap, Mama sama Papa sudah siapkan?? ''


ucap Bima saat membenarkan letak dasi di lehernya.


''Udah kak, makanya aku kesini di suruh mama nyusulin kakak. ''


jawab Alea dan Bima langsung mengajak Alea keluar dari kamarnya.


Setelah Bima keluar kamarnya, mama dan papa nya langsung mengajak Bima menuju kediaman Ranti karena sudah waktunya, Bima terus menyunggingkan senyumnya, membuat Mama Bima bahagia dengan kebahagiaan putranya.


Hanya tiga puluh menit mobil yang di kendarai Bima sampai di kediaman mewah Ranti, Bima langsung mengajak semua keluarga masuk dan ternyata Ranti pun sudah menyambutnya, langsung tersenyum saat melihat Bima masuk menghampirinya.


Acara pertunangan diadakan sederhana hanya keluarga yang datang tanpa keluarga lain, keluarga Ranti hanya ada Tante Mira, Ibunya dan Rasya, keluarga Bima pun hanya Mama, Papa dan Alea yang datang.


Pertunangan berjalan lancar, Bima dan Ranti bertukar cincin dan mereka berdua terus tersenyum bahagia.


''Untuk pernikahannya, saya menyerahkan semua ke tangan Ranti dan Bima yang menentukan, saya harap jangan terlalu lama biar gak terjadi fitnah orang orang ke depannya. ''


ucap Ibunya Ranti dan Mamanya Bima pun menyetujuinya.


''Nanti deh, Bima sama Ranti akan membicarakannya dan nanti di kabarin kapan tanggal pernikahannya. ''


Dua jam kemudian acara selesai, Bima dengan keluarganya memilih pamit, Ranti pun mengantarkan menuju pintu depan.


''Ingat besok aku akan jemput kamu yah sayang, jangan nakal dan istirahat. ''


ucap Bima sesaat sebelum masuk kedalam mobilnya dan Ranti mengangguk mengiyakannya.


Setelah kepulangan Bima dan keluarganya Ranti masuk kembali kedalam rumahnya, namun pelayan menghampirinya.


''Permisi Nona.....ini hadiah dari teman Nona dan tadi dia langsung pulang lagi sambil menangis. ''


ucap pelayan dan Ranti mengerutkan keningnya.


''Maksud Bibi itu Ayya?? kenapa bisa nangis yah?? ''


ucap Ranti dan pelayan mengangguk.


Ranti langsung meminta pelayan melanjutkan kembali pekerjaannya dan Ranti langsung menghubungi Ayya namun nomer Ayya tidak dapat di hubungi.

__ADS_1


''Ada apa dengan anak itu yah, bukannya masuk menemui aku malah pulang lagi dia dan kenapa nomernya gak aktif lagi. ''


ucap Ranti sambil masuk kedalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


Di sebuah taman seorang gadis sedang menangis meratapi nasibnya saat ini, dia adalah Ayya sahabat Ranti yang merasakan sakit hatinya saat melihat kebenaran kalau laki laki yang di cintainya selama ini bertunangan dengan sahabatnya Ranti.


''Biiiimaaaaa......kamu jahat kamu jahat, kenapa kamu milih Ranti dan apa kurangnya aku?? ''


teriak Ayya sambil menangis kencang dan tersedu sedu.


''Ini semua gak adil tuhan, kenapa bukan aku yang di pilih Bima dan kenapa harus Ranti. ''


ucap Ayya dengan tangisan sendunya.


Setelah puas dengan tangisnya Ayya memilih untuk segera menuju pulang karena orang tuanya terus menghubunginya.


Ke esokan harinya....


Ranti seperti biasa bersiap karena pagi ini ada klien yang akan membuat gaun pesta pernikahan dan Ranti yang akan mendisainnya langsung.


Sedangkan Ibunya Ranti setelah pertunangan Ranti, dia memilih untuk menetap di Prancis dan Ranti juga Rasya di jaga oleh Tante Mira.


''Tante yakin gak mau pindah ajah ke rumah ini?? ''


ucap Ranti di sela sarapannya.


''Rumah ini terlalu mewah dan Tante juga malah keinget terus sama ayah kamu, Tante di rumah ajah dan nanti kamu sama Rasya yang menginap. ''


ucap Tante Mira yang menolak permintaan Ranti.


''Rasya juga saat ini sibuk dengan kantor yang di tinggalkan sama Ibu, malah setelah nganterin Ibu ke bandara, Rasya memilih langsung ke kantor.''


keluh Ranti dan membuat tantenya tersenyum.


''Ada Bima yang menemani kamu kan, lagian bisnis Ibu kamu di Prancis sangat maju, makanya memilih menetap disana, karena di tanah air sudah ada kamu dan Rasya yang mengurus urusan milik Ayah kamu. ''


ucap tante Mira dan Ranti hanya mengangguk.


Setelah sarapan selesai ternyata Bima datang untuk menjemput Ranti menuju kantor nya dan dengan senang hati Ranti menyetujuinya.


.


.

__ADS_1


................


tbc.


__ADS_2