
Tidak jauh berbeda dengan Rangga yang jauh disana, Ranti pun saat ini sedang sibuk untuk mempersiapkan Eta untuk di bawa menuju kediaman Tante Mira karena pengasuh Eta sedang sakit dan Ranti menjauhkan Eta dari pengasuhnya sebelum pengasuhnya sehat total karena takut tertular ke Eta.
Ranti mengemudikan mobilnya sendiri dan eta di bawa menggunakan Gendongan jinjing yang biasa Ranti gunakan untuk menggendong eta.
Selama dalam perjalan Eta begitu tenang dan tidak mengamuk dan Ranti pun merasa lega dengan situasinya.
hanya sepuluh menit Ranti sampai di kediaman Tante Mira, Ranti langsung menggendong Eta dan sebelumnya membawa tas perlengkapan Eta.
''Sayang.....bukannya telphone dulu Tante untuk menjemput ke depan, kamu jadi kesusah gini kan. ''
ucap Tante Mira saat melihat Ranti kerepotan dengan tas dan Eta yang di gendongnya.
''Gak apa apa Tante, lagian aku udah biasa repot gini kalau Eta di bawa keluar rumah. ''
jawab Ranti sambil tersenyum dan memberikan Eta pada Tantenya.
''Biasanya suka bawa pengasuh?? kemana dia?? ''
ucap Tante Mira sambil mencium pipi eta yang gembul.
''Pengasuhnya sakit kemarin, makanya aku nitipin Eta ke tante juga karena di rumah kan gak ada pengasuh juga, aku gak mau Eta tertular sakit dan aku juga menjauhkan Eta dari pengasuhnya dulu. ''
ucap Ranti dan Tante Mira hanya mengangguk tersenyum.
''Kamu udah sarapan belum?? ''
''Udah dong Tante, aku kan terbiasa kalau pagi sarapan biar gak mudah sakit juga kan. ''
''Ajaran Ibu kamu kalau itu kan?? ''
''Benar sekali dan menempel sampai sekarang. ''
''Kamu udah siapkan menerima semua kenyataan pahit atau manis setelah melihat rekamannya?? ''
ucap Tante Mira dan berhasil membuat Ranti diam.
''Entahlah Tante, aku juga bingung harus gimana nanti setelah melihat rekamannya. ''
ucap Ranti dengan raut wajah bingungnya.
''Yasudah.....kamu ikuti ajah seperti air mengalir karena kalau di pikirkan nanti malah membuat pusing. ''
ucap Tante Mira dan Ranti hanya mengangguk.
Tak lama Ranti datang ternyata Bima pun datang dan Ranti lah yang membuka pintunya.
''Hai.....''
__ADS_1
ucap sapa Bima saat pintu terbuka dan Ranti lah yang membuka kan nya.
''Hai juga....ayo masuk dulu. ''
jawab Ranti sambil mengajak Bima untuk masuk kedalam rumah dan Bima mengikutinya.
''Hai Bima....ayo sini masuk dulu dan kamu sayang, minta buatkan minuman untuk Bima. ''
ucap Tante Mira saat Bima menghampirinya lalu meminta Ranti membuatkan minuman.
Bima langsung terdiam sambil menatap Eta yang ada di gendongan Tante Mira dan membuat Tante Mira tersenyum.
''Ayo gendong Eta nya, bukan nya kamu kemarin cerita pengen gendong karena pertemuan pertama kamu gak bisa menggendongnya. ''
ucap Tante Mira sambil memberikan Eta pada Bima dan Bima langsung menggendong Eta.
Bima tersenyum dan mencium kening putrinya, ada sedikit kehangatan yang di rasakan hati Bima saat Eta ada di gendongannya.
''Kamu benar benar putriku sayang, papa janji akan membawa kamu sama mama kamu untuk keluar dari perangkap orang yang menjerat mama kamu. ''
gumam Bima dalam hatinya sambil mendekap Eta karena saat ini Eta sedang memeluk leher Bima.
Ranti terdiam saat melihat Bima menggendong putrinya di hadapannya, ada rasa sedih tapi Ranti tetap pada keyakinannya untuk tidak berucap kalau Eta adalah anaknya Bima.
''Kalian mau berangkat jam berapa untuk melihat rekaman cctv nya?? ''
ucap Tante Mira saat melihat Ranti malah diam mematung saat melihat Bima menggendong Eta.
ucap Bima dan membuat Tante Mira tersenyum.
''Tepat seperti dugaanku, Bima akan mengurus semuanya agar aman tanpa curiga dari Rangga, kamu memang laki laki bertanggung jawab Bima. ''
gumam Tante Mira dalam hatinya sambil mengacungkan jempol ke arah Ranti dan Ranti hanya mendelik sebal dengan yang di lakukan Tantenya.
Ranti langsung duduk di samping Tante Mira dan Bima tersenyum sambil terus mengajak Eta bercanda.
''Memangnya Aryo itu siapa?? ''
ucap Ranti dan Bima langsung tersenyum.
''Kenapa sih senyum terus dia ini, aku kan jadi gerogi dan susah dengan situasi ini. ''
gumam Ranti dalam hatinya yang selalu terpaku dengan senyum tulus Bima.
''Aryo itu Hacker yang membantu menyadap rekaman cctv yang di sembunyikan Rangga, kamu kalau ke ruangan Ayya jangan macam macam karena Rangga menyimpan cctv kecil di setiap penjuru ruangannya. ''
ucap Bima dan Ranti mengerutkan keningnya.
__ADS_1
''Kamu aneh Bima, harusnya kamu yang jangan macam macam bukan aku, ngapain aku ke tempat Ayya. ''
jawab Ranti dengan nada jutek dan membuat Bima tersenyum kembali.
Bima memberikan Eta kepada Tante Mira karena Aryo memintanya untuk ke rumahnya sekarang karena semua sudah aman.
Bima langsung mengajak Ranti dan Ranti mengikutinya setelah pamit pada Tante Mira dan putrinya.
''Eta sangat cantik dan mirip kamu banget, tapi matanya mirip denganku Ranti, saat menatap apalagi sangat tajam dan mirip dengan tatapanku. ''
ucap Bima saat memecahkan keheningan di dalam mobil karena Ranti hanya diam.
''Cantik lah kan Bundanya juga cantik dan terserah kamu mau beranggapan apapun tentang Eta, karena Eta adalah putriku. ''
jawab Ranti dengan nada juteknya dan Bima hanya tersenyum.
Tiga puluh menit kemudian mobil sampai di kediaman Aryo Dan Bima mengajak Ranti untuk masuk, karena Aryo sudah menyiapakan semua rekamannya.
Aryo tersenyum saat Bima masuk kedalam ruangan nya di ikuti Ranti di belakangnya, Bima langsung mengenalkan Ranti pada Aryo dan setelah berkenalan Aryo langsung memberikan leptopnya, agar Ranti melihat rekaman cctv nya.
Aryo langsung meninggalkan Bima dan Ranti dengan alasan membuatkan minuman, Ranti begitu tenang saat melihat rekaman cctv di ruangan Ayya saat kejadian penembakan Ayya.
''Tuh kan bukan aku yang menembak Ayya, andai saat itu aku ada keberanian untuk berucap, tapi semua nya terlambat dan rekaman ini hanya jadi file sajah. ''
ucap Ranti dan Bima langsung menghampiri Ranti.
''Rekaman ini tetap akan di simpan Ranti, karena suatu saat akan membutuhkannya agar aku bisa bebas dari Ayya dan melepaskan kamu dari suami kamu. ''
ucap Bima dengan nada tegasnya dan membuat Ranti terdiam.
Ranti kembali fokus ke rekaman kedua, rekaman dimana adiknya terjerat kasus percobaan pembunuhan, Ranti langsung melototkan matanya lalu menangis.
''Adikku yang malang, ternyata kamu di jebak oleh dua iblis jahat. ''
ucap Ranti sambil menangis dan membuat Bima langsung memeluk Ranti untuk menenangkannya.
''Sabar dan kita hadapi semuanya bersama, ada aku yang akan melindungi kamu sekarang. ''
ucap Bima sambil mengusap lembut kepala Ranti yang ada di pelukannya.
''Kenyataannya begitu menyedihkan Bima, adik aku di jebak dan ternyata semua ini adalah rencana jahat Ayya dan Rangga, kenapa harus gini ceritanya. ''
ucap Ranti dan Bima melepaskan pelukannya.
''Semua sudah menjadi sekenario tuhan, kita hanya bisa menerima dan mengikutinya, dua rekaman ini aman sekarang tapi ada sedikit masalah lagi. ''
ucap Bima Sambil menghapus air mata Ranti dan Ranti melototkan matanya dengan ucapan Bima yang terakhir.
__ADS_1
........................
tbc.