Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
pengorbanan Bima.....


__ADS_3

Berakhir sudah hubungan Ranti dan juga Bima, Bima semakin berubah saat ini, tidak ada senyum di wajahnya dan wajah nya begitu memancarkan ketegasan.


Berakhirnya hubungan dengan Ranti membuat senyum dan bahagia Bima ikut berakhir, karena hanya Ranti lah alasan utama kebahagian bagi Bima.


Bima sebenarnya masih belum ikhlas menerima semua keputusan Ranti dan berharap Ranti merubah keputusannya, namun hingga satu bulan berlalu Ranti seakan di telan bumi, menghindar setiap Bima ingin bertemu dengannya.


''Ranti......kamu tau saat ini aku begitu sakit menahan Rindu ini, walaupun jarak kita semakin jauh tapi rindu ini semakin dalam dan semakin sakit yang aku rasa, kamu telah ada di dalam hatiku Ranti, hingga rindu ini terasa begitu sakit. ''


gumam Bima dalam hatinya sambil menatap foto kebersamaan nya dengan Ranti yang ada di meja kerjanya.


Sedangkan Ranti saat ini sedang merasakan mual dan muntah yang begitu ekstrim, sudah dua hari Ranti mengurung diri dan tetap tinggal di kamar nya.


''Ya tuhan.....sebenarnya aku kenapa sih, cuma dua hari aku lembur dan sibuk kerja masa iya harus masuk angin lagi kan bosen kerokan terus. ''


keluh Ranti saat merebahkan tubuhnya di ranjangnya.


Handphone Ranti berdering dan membuatnya segera melihat siapa yang menghubunginya, ternyata Ayya yang menghubunginya.


Dengan malas, kesal dan mengomel Ranti langsung mengangkat panggilannya.


Dalam panggilan.....


''Apaan.....''


''Jutek banget sih calon kakak iparku. ''


''Jangan basa basi busuk, aku sedang malas bicara. ''


''Oke baiklah, aku hanya mengingatkan kalau nanti sore kamu di tunggu rumahnya kak Rangga tapi sebelumnya ke kantorku dulu yah, ada beberapa file milik kak Rangga yang harus kamu ambil disini. ''


''Apa urusannya sama aku, kasihkan sendiri emangnya aku babu apa. ''


''Oh tidak bisa, kamu kan tau kalau kak Rangga hanya mempercayai kamu Ranti, udah jangan protes dan saya tunggu. ''


panggilan berakhir.....


''Dasar ular piton, mau apa coba minta aku yang ambil file nya, dia kan punya kaki sama tangan kenapa gak antarkan sendiri sajah. ''


dumel Ranti sambil melemparkan handphone nya dan merebahkan tubuhnya kembali di ranjang.


Di tempat Ayya saat ini.....


Ayya saat ini sedang tersandung kasus dan kasusnya di tangani oleh Bima sebagai jaksa penuntut umum dan Ayya memanfaatkan kasus ini untuk merayu Bima yang begitu susah untuk di dekati.


''Ada kabar baik ternyata, aku hubungi Bima suruh ke kantor sekarang deh. ''


gumam Ayya sambil menekan nomer handphone Bima dan dalam tiga panggilan Bima baru mengangkat telphone nya.


Dalam panggilan saat ini....

__ADS_1


''Hallo Bima.....''


''Iya ada apa Nona Ayya?? ''


''Panggil Ayya sajah jangan pake nona segala bisa gak sih Bima. ''


''Maaf kurang sopan soalnya, ada keperluan apa menghubungi saya?? ''


''Bisa gak kamu ke kantor saya sekarang, saya mau menyerahkan bukti kejahatannya. ''


''Maaf nona itu di luar tanggung jawab saya, coba anda konsultasikan dengan pengacara sajah. ''


''Ayolah Bima, saya mau nanya soal tuntutan yang sepadan untuk penjahatnya, pliis bisa gak ke kantor saya atau saya ajah ke kantor kamu buat konsultasinya dan aku gak mau ke pengacara maunya ke kamu. ''


''Baiklah saya ke kantor anda dan kirim alamatnya, karena gak mungkin nona ke kantor saya nantinya saya di jadikan tersangka penyuapan. ''


''Oke, makasih Bima dan saya kirim alamatnya. ''


Panggilan berakhir......


Ayya yang senang karena akan bertemu Bima malah melupakan kalau Ranti akan datang juga ke kantornya untuk mengambil berkas dan entah kenapa Bima pun mengiyakan permintaan Ayya.


Setelah alamat yang Ayya kirim masuk kedalam handphone nya Bima langsung bersiap dan membawa beberapa berkas untuk di perlihatkan ke Ayya.


Di kediaman Ranti saat ini.....


Ranti sudah rapih untuk menuju kantor Ayya karena Rangga sore ini tiba di kota dan Rangga meminta Ranti datang sore ke kediamannya.


ucap Ranti sambil berjalan menuju mobilnya dan langsung mengendarai mobilnya menuju kantor Ayya.


Hanya dua puluh menit Ranti sampai di kantor Ayya, Ranti langsung menuju ruangan Ayya dan langsung masuk karena sekertarisnya mengijinkannya.


''Aku kira kamu gak akan langsung datang, ternyata datang juga yah. ''


ucap Ayya saat Ranti masuk dan duduk di sofa ruangannya.


''Aku gak mau basa basi lagi, mana filke nya karena aku malas menunggu disini. ''


ucap Ranti dengan nada juteknya dan Ayya hanya tersenyum.


''Sabar dong karena file nya sedang di print dulu. ''


ucap Ayya dan Ranti hanya terdiam sambil memainkan handphone nya.


''Aku heran sama kak Rangga, bisa bisanya tergila gila sama kamu Ranti, apa hebatnya kamu?? ''


ucap Ayya yang seperti sengaja memancing Ranti untuk berbicara.


''Emang aku cenayang, sana tanyakan sama kakak kamu tersayang. ''

__ADS_1


ucap Ranti dan membuat Ayya mendelik sebal.


Ayya menghampiri Ranti sambil memberikan file nya dan Ranti langsung menerimanya, namun Ayya mengucapkan kalimat yang membuat Ranti langsung marah.


''Jauhi Bima dan jangan pernah mencoba dekati Bima, kebebasan adik kamu jadi jaminannya. ''


ucap Ayya dan membuat Ranti membalikan tubuhnya.


''Aku adalah orang yang menepati janji dan tidak seperti kamu, seorang wanita ulah yang memanfaatkan keadaan dengan kelemahan saya. ''


ucap Ranti dan membuat Ayya langsung kesal.


''Memang sengaja saya menyerang kelemahan kamu, adik kamu yang bodoh itu yang mau nya ajah terjerat rayuan wanita. ''


ucap Ayya dan membuat Ranti langsung menampar wajah Ayya.


''Dasar wanita gila, kamu itu terlalu berobsesi ke Bima dan bukan cinta, ingat Ayya karena cinta akan tau kemana jalannya untuk kembali. ''


ucap Ranti sambil berjalan menuju pintu namun Ayya yang marah langsung mendorong Ranti dan terjatuh.


Ayya langsung menodongkan pistool untuk menembak Ranti dan membuat Ranti melototkan matanya, Ranti langsung merebut pistol namun aya terus mengarahkan pistolnya hingga satu tembakan meluncur dan membuat Ranti terdiam karena Ayya yang tertembak.


''Ranti .....''


ucap Bima yang tiba tiba masuk dan menghampiri Ranti.


''Bima aku gak menembak nya dia yang menembak sendiri dan aku mencoba mengelak dan tembakan mengenai Ayya. ''


ucap Ranti sambil menangis dan membuat Bima menenangkan Ranti.


''Keluar kamu dari ruangan ini, biar aku ayng menangani Ayya, ayo Ranti keluiar lah. ''


ucap Bima namun Ranti menggelengkan kepalanya.


''Gak Bima, aku mau menemani kamu disini. ''


ucap Ranti yang ngotot namun Bima menyeret Rabti untuk keluar.


''Kalau kamu disini bahaya, biar aku yang jadi tersangka utama nya Ranti, udah sana pergi karena aku akan baik baik ajah. ''


ucap Bima dan Ranti akhirnya mengangguk lalu pergi dari ruangan Ayya melewati pintu samping sambil membawa berkasnya.


Ranti terus menangis selama perjalanan dan langsung menuju rumah Rangga untuk menunggu Rangga di rumahnya.


''Bima maafkan aku Bima, kamu berkorban demi aku dan aku telah menyakiti kamu. ''


ucap Ranti sambil menangis dan mengemudikan mobilnya.


................

__ADS_1


tbc......


__ADS_2