
Bima langsung menghampiri Ranti sambil membawa bungkusan makanan untuk di makan di Villa, Bima berencana akan bermalam di Villa dan esok pagi baru pulang.
Saat menghampiri Ranti, ternyata Ranti sedang duduk di sofa sambil memainkan handphone nya.
''Sibuuuuk teruuuus......''
sindir Bima dan membuat Ranti mendelik sebal.
''Sibuk apanya, aku nunggu kamu sampai bosan gini Bibim. ''
ucap Ranti sambil menghampiri Bima yang ada di meja makan.
''Mau makan apa?? aku akan siapkan makanannya tapi hanya makanan instan. ''
ucap Bima yang sedang mengeluarkan beberapa makanan dari plastik.
''Dapat darimana makanan gini?? perasaan gak bawa apapun kamu tadi pas berangkat. ''
''Kamu kan tidur jadi gak sadar aku beli bahan makanan instan gini. ''
''Ohh.....aku maunya terserah kamu ajah yang buatin Bimm. ''
''Siap tuan putri laksanakan. ''
''Ishh.....lebay sekali kamu, Bimm....aku mau mandi lengket banget tubuhku, tapi baju gantinya gak ada loh Bibim. ''
''Mau pakai kemeja punya aku dan pakaian kamu ini cuci dulu biar besok kering. ''
''Emangnya kita mau bermalam disini?? ''
''Iyalah....kalau pulang sekarang gak akan bener loh, kabutnya menutupi jalan sayang jadi kita bermalam dan besok baru pulang. ''
''Yaudah terserah kamu, aku mau hubungi orang rumah takut nyariin. ''
Ranti langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah menghubungi orang rumah kalau dia tidak akan pulang malam ini dan Ranti menerima kemeja dari Bima sebagai gantinya untuk di gunakan saat nanti Ranti selesai mandi.
Bima melanjutkan menyiapkan makanannya, walaupun instan tapi Bima menyiapkan makanan yang kumplit dan pastinya enak.
__ADS_1
Setelah selesai dengan membersihkan tubuhnya Ranti langsung menghampiri Bima yang sibuk dengan makanannya.
''Bimm.....sana kamu bersihkan tubuhnya dan aku yang siapkan makanannya. ''
Bima setuju dan langsung menuju kamar mandi karena makanan hanya tinggal di sajikan di meja makan.
Di rumah sakit saat ini.....
Hasil medis Alea sudah keluar dan benturan kepalanya tidak mengakibatkan patal, hanya geger otak ringan dan akan sembuh seiring berjalan nya waktu dan meminum obat teratur.
''Kak Bima mana mama?? ''
tanya Alea yang sedari tadi tidak melihat kakaknya.
''Kakak kamu kan lagi banyak kerjaan Alea dan kamu fokus dengan kesembuhan kamu ajah jangan memikirkan tentang kakak kamu dulu. ''
jawab mama nya Bima dan alea mengangguk setuju.
''Maafkan karena kelakuan Alea membuat semua khawatir, Alea janji akan berubah. ''
''Sudah jangan kamu pikirkan masalah itu lagi, mama hanya minta jangan melakukan hal yang dapat membahayakan diri kamu Alea, gimana kalau kamu cacat seumur hidup?? ''
ucap mamanya Bima dan Alea mengangguk.
''Istirahatlah Alea, papa dan mama akan menjaga kamu disini. ''
ucap papanya Bima dan Alea mengangguk lalu tak lama Alea langsung terlelap karena memang sudah mengantuk efek obat yang di minumnya.
Kejiwaan Alea masih tergoncang namun masih bisa di atasi tanpa psikiater, asalkan Alea selalu di damping dan jangan di tinggalkan sendiri apalagi sampai melamun dan itu pesan dari dokter yang menangani kejiwaan Alea.
Sedangkan di Villa saat ini, Bima dan Ranti sedang duduk sambil mengobrol di ruang tengah Villa, setelah makan dan kenyang obatnya hanya duduk selonjoran seperti Ranti saat ini.
''Makasih karena kamu membawa ke tempat yang banyak kenangan nya, tau kita kesini aku ajakin Eta deh kesini. ''
ucap Ranti dan Bima hanya tersenyum.
''Kalau Eta ikut kesini aku takut tubunya gak akan kuat dengan hawa dingin kalau malam, nanti kita sempatkan jalan jalan dengan Eta yah. ''
__ADS_1
ucap Bima dan Ranti mengiyakannya.
Malam semakin larut, Bima langsung mengajak Ranti untuk istirahat karena memang tubuh Bima pun sama lelahnya.
Ranti meminta Bima tidur satu ranjang dan Bima tidak menolak sama sekali atau pun basa basi karena memang keinginan Bima.
''Aku akan menjerat kamu lagi Ranti dan gak akan aku biarkan kamu lepas dariku lagi, semoga kamu hamil sebelum pernikahan kita. ''
gumam Bima dalam hatinya yang melihat Ranti merebahkan tubuhnya di samping Bima.
Ranti mengerutkan keningnya saat menatap raut wajah Bima yang tidak bisa di artikan, wajahnya begitu terlihat seperti akan memangsa.
''Jangan macam macam Bimaa......kita belum menikah dan aku gak mau mengulang kesalahan kedua kalinya lagi. ''
ucap waspada Ranti saat Bima merangkak menghampirinya dengan tatapan yang begitu membuat Ranti takut.
''Maafkan aku sayang.....laki laki mana yang gak akan tergoda dengan suguhan saat ini di hadapannya, wanita cantik yang di cintainya meminta tidur satu ranjang dan dengan kemeja yang begitu menerawang, maafkan aku karena aku akan mengulang kembali kejadian dua tahun lalu, semoga ada adiknya Eta yang tumbuh di rahim kamu. ''
ucap Bima yang langsung mengungkung Ranti.
Ranti tidak bisa menolak atau pun berontak karena memang dirinya yang salah karena telah meminta Bima untuk tidur satu ranjang.
Ranti pasrah menerima semua yang Bima lakukan, Bima seperti kucing yang menemukan ikan segar, tanpa canggung dan tanpa perduli dengan tolakan yang Ranti gumamkan.
Bima terus melakukan penyatuannya dengan Ranti, malam yang dingin membuat nya begitu bersemangat untuk menghangatkan tubuhnya.
Ranti pun terus menikmati semua yang Bima lakukan kepadanya karena baginya begitu terasa melayang dengan setiap sentuhan penyatuan Bima kepadanya.
Satu jam kemudian Bima langsung ambruk di samping Ranti dengan keringat yang begitu bercucuran padahal di luar villa saat ini begitu dingin bahkan hujan gerimis turun membasahi area luar villa.
''Makasih sayang dan maafkan karena melakukan nya kembali di saat kita belum sah sebagai suami istri, semua aku lakukan karena aku gak mau kamu di ambil oleh orang lain di luar sana karena kamu hanya milikku sayang. ''
gumam Bima dalam hatinya sambil mencium kening Ranti yang terlihat lelah tertidur dan Bima menyelimbuti tubuh polos Ranti.
Setelah membersihkan tubuhnya Bima kembali masuk kedalam selimbut dan segera memeluk Ranti karena terasa begitu dingin setelah selesai membersihkan tubuhnya.
tbc..............
__ADS_1