Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Hari terakhir di Villa.....


__ADS_3

Enam hari sudah Ranti dan Bima menempati villa saat ini dan hari ini adalah hari terakhir mereka menginap, seminggu di villa membuat Ranti begitu sedih dan bercampur bahagia, dia merasakan kasih sayang Bima yang begitu besar namun saat nanti pulang ke kota, Ranti harus melepaskan Bima demi menyelamatkan adiknya.


Sungguh saat ini hati Ranti begitu hancur dan sakit sekali, dia tidak bisa membayangkan harus berpisah dengan Bima, laki laki yang di cintai nya dan cinta pertamanya.


''Sayaang....aku cariin ternyata kamu nyempil disini, kenapa?? ''


ucap Bima saat menghampiri Ranti di belakang villa dan melihat Ranti sedang melamun.


''Aku hanya sedih ajah Bimm, kita akan kembali ke kota besok dan meninggalkan Villa ini, aku merasakan sedang bulan madu di villa ini loh, aku serasa jadi seorang istri dan bukan seorang kekasih, makasih karena kamu mengabulkan permintaan aku Bima. ''


ucap Ranti dan Bima langsung mengangguk lalu memeluk tubuh Ranti.


''Pokonya sampai di rumah, aku mau menentukan tanggal pernikahan yah karena aku gak mau kalau sampai kamu hamil sebelum kita menikah, nantinya akan mmbuat pandangan orang buruk, pernikahan juga sederhana sajah yang penting sah dimata hukum dan agama. ''


ucap Bima dan Ranti menganggukan kepalanya.


''Lebih baik kita jalan jalan yah, ini kan terakhir kita di villa dan belum pernah jalan jalan juga kan. ''


ucap Bima mengusulkan ide dan Ranti langsung mengiyakannya karena memang selama di villa tidak pernah jalan jalan dan hanya menghabiskan waktu berdua selayaknya sepasang suami istri yang berbulan madu.


Bima langsung mengajak Ranti berkeliling menggunakan sepedah yang ada di garasi dan Ranti langsung setuju sambil duduk di depan dengan manis.


Bima menggoes sepeda memulai berkeliling, Ranti saat ini sangat antusias seperti anak kecil yang di belikan mainan kesukaan, Ranti terus berteriak bahagia dan Bima tetap fokus dengan menggoes sepeda.


''Aku bahagia......aku bahagia......''


teriak Ranti dan membuat Bima menghentikan menggoes sepedanya.


Ranti langsung terdiam dan turun dari sepeda karena Bima mengusap ngusap telinganya yang terasa berdengung karena teriakan Ranti.


''Kok berhenti sih Bibim?? ''


protes Ranti sambil memanyunkan bibirnya kesal.


''Kamu tau yang membuat aku berhenti, jangan teriak kaya barusan bikin telinga aku sakit berdengung tau, gak ngerasain sih. ''


keluh Bima dan membuat Ranti mendelik sebal.

__ADS_1


''Udah pulang ajah jangan jadi jalan jalan kalau gitu, aku udah gak mood. ''


ucap Ranti yang kesal dan membuat Bima menghembuskan nafasnya.


''Oke oke....maafkan aku yah sayang, sekarang kita lanjutkan jalan jalan nya dan kamu boleh berteriak juga sesuka kamu. ''


ucap Bima mencoba membujuk Ranti yang kesal karena Bima enggan membuat Ranti sedih.


''Tapi kan sensasi jalan jalan nya gak kaya tadi sebelum kamu protes tau, udah ahh....aku mau pulang ajah Bibim dan udah gak mau jalan jalan. ''


tolak Ranti dan akhirmya Bima mengiyakannya dan membawa Ranti menuju villa kembali.


Di saat perjalanan pulang menuju villa ternyata hujan deras dan membuat Bima was was takut penyakit Ranti kambuh, Bima dengan cepat mengayuh sepedah melewati hujan.


Ranti terus bersuara saat hujan membasahi tubuhnya dan tidak memperhatikan Bima yang sedang cemas karena ingin cepat sampai.


''Bibimmm....jangan kencang kencang nanti jatuh loh kan jalannya licin tau. ''


teriak Ranti yang khawatir dengan yang Bima lakukan namun Bima menulikan pendengarannya.


''Kita langsung berendam air hangat yah biar tubuh kamu gak kedinginan. ''


ucap Bima yang menarik tangan Ranti menuju kamar mandi.


Ranti hanya tersenyum dan mengikuti semua yang di perintahkan oleh Bima, Bima lupa kalau Ranti sudah meminum obatnya dan tidak akan mungkin terulang kejadiannya seperti hari pertama di villa.


''Duuh....nyaman sekali berendam di air hangat sama kamu Bibim. ''


ucap Ranti sambil memejamkan matanya karena menerima sentuhan sentuhan dari Bima.


''Kamu ini dasar gadis nakal yah, bisanya hanya memancing terus. ''


jawab Bima sambil mencium pipi Ranti yang sedang di peluknya.


''Habisnya kamu aneh pelupa, kan kamu yang kasih obat buat aku biar gak kedinginan lagi, kenapa malah sibuk dan rusuh sendiri, aneeeh....''


ucap Ranti sambil memanyunkan bibirnya karena Bima sangat konyol.

__ADS_1


''Namanya orang panik sayang, pasti lupa dan tadi juga khawatir banget, kamu juga gak ingetin malah sibuk teriak teriak. ''


protes Bima yang tidak terima dengan tuduhan Ranti.


''Ahh....kamu ngeles mulu Bibim, ayo kita ke ranjang Bibim buat perpisahan, kan malam ini terakhir loh kita di villa, besok kembali ke kota dan sibuk dengan aktivitas lagi loh. ''


ucap Ranti yang membalikkan tubuhnya ke hadapan Bima.


Bima tersenyum sambil mengelus pipi mulus Ranti, Bima mengangguk lalu membawa Ranti untuk membersihkan sisa sisa sabun yang menempel di tubuh nya.


''Kamu gak menyesal memberikan kesucian kamu ke aku sayang?? kita belum menikah dan hanya ikatan pertunangan ajah, bagaimana kalau aku kabur dan menikah dengan wanita lain?? ''


ucap Bima saat setelah merebahkan tubuh polos Ranti di ranjang.


''Gak ada kata menyesal untuk aku Bima, aku bahagia bisa memberikan semua untuk kamu karena hanya kamu yang berhak atas apa yang aku miliki saat ini, kamu mau kabur dan menikahi wanita lain juga silahkan, karena aku yakin Bibim....semesta gak akan membiarkan kamu melupakan aku dan berada di sisi wanita lain, kamu Bimaku dan kekuatanku, aku hidup di setiap nafas kamy Bima. ''


ucap Ranti dengan penuh keyakinan dan membuat Bima tersenyum karena semua yang Ranti ucapkan adalah nyata.


''Kamu benar sayang, entah apa yang akan terjadi kalau kita berpisah dan aku menikahi wanita lain, kamu hidup di setiap nafasku dan jantungku berdetak, mungkin duniaku akan padam dan tak akan ada senyum lagi kalau kamu pergi dari sampingku. ''


ucap Bima dan membuat Ranti berkaca kaca karena mendengar kejujuran yang begitu tulus dari Bima.


Bima langsung melakukan penyatuannya saat Ranti memeluk tubuhnya, entah apa yang membuat Bima begitu menginginkan Ranti seutuhnya malam ini, Bima melakukannya terus berulang seakan Ranti akan pergi jauh, namun Bima menepisnya dan tetap menyentuh Ranti yang selalu meresponnya.


''Maafkan aku Bima, kalau ini adalah sentuhan terakhir kamu dan aku ikhlas memberikan kesucianku untuk kamu Bima karena kamu yang pantas mendapatkannya, bukan orang lain dan maafkan aku yang akan memutuskan hubungan ini, semua demi kebaikan kita dan demi adikku tersayang. ''


gumam Ranti sambil memeluk tubuh Bima yang sedang melakukan kegiatan panasnya.


Tak terasa hari sudah malam dan Ranti pun sudah tertidur karena kelelahan, Bima tersenyum dan menutupi tubuh polos Ranti saat ini.


''Ada apa sebenarnya dengan kamu sayang, agresif sekali kamu malam ini dan gak seperti malam malam kemarin, semoga ini hanya sugesti sajah karena aku takut kehilangan kamu, tidur nyenyak bidadariku dan aku janji akan langsung menikahimu ketika kita tiba di kota, i love you....''


ucap Bima sambil mencium kening Ranti dan membawa Ranti kedalam dekapannya.


..........


tbc.

__ADS_1


__ADS_2