
Setelah selesai dengan ritual mandinya, Bima menggendong Ranti kembali dan mendudukannya di kursi meja rias.
Ranti masih cemberut dan Bima bersikap biasa karena memang Bima orang yang tidak mempersulit apapun dan akan memudahkan apapun agar semua berjalan dengan lancar.
''Mau pakai pakaian sendiri atau mau di pakaikan sama aku?? ''
ucap Bima sambil menenteng dress rumahan untuk Ranti.
''Pakai sendiri ajah karena kamu gak akan bener kalau urusan memakaikan pakaian dan yang ahlinya adalah membuka pakaian. ''
jawab Ranti sambil mengambil pakaiannya yang di tenteng oleh Bima.
Bima hanya tersenyum dan tidak menjawab semua tuduhan Ranti karena akan kalah oleh semua perkataan Ranti.
Setelah selesai memakai pakaiannya Bima memilih turun terlebih dahulu karena Ranti masih memakai make up nya.
Bima menuruni tangga lalu menghampiri putrinya yang sedang di ruang tengah dan tersenyum saat melihat putrinya sedang bermain dengan boneka, sedangkan Tante Mira duduk di sofa sambil memainkan handphone nya.
''Hai sayangnya Papa......''
ucap Bima saat menghampiri Eta dan membuat Eta tersenyum senang lalu menghambur kepelukan Bima.
''Papa.....papa......''
ucap Eta sambil memeluk leher Bima dan membenamkan wajahnya di pundak Bima.
''Kalau udah ada Papanya akan lengket dan nempel teruuuss......''
ucap Tante Mira dan Bima hanya mengangguk tersenyum lalu membawa Eta duduk di sofa.
''Bunda mana??? ''
ucap Eta dan Bima menunjuk ke arah tangga karena saat ini Ranti sedang menuruni tangga.
''Kalian gak pada ngantor?? pakaian nya santai sekali loh. ''
ucap Tante Mira dan Bima menggelengkan kepalanya.
''Nyonya sudah berkoar Tante dan aku gak bisa menolak, karena akan sia sia sajah nantinya jadi yaah....memilih menurut dan tetap di rumah untuk hari ini sajah. ''
jawab Bima dan Tante Mira menggelengkan kepalanya.
''Bibim....ayo kita makan dulu, aku udah laper soalnya dan Eta suruh main lagi ajah. ''
ucap Ranti saat setelah menata makanan di meja makan lalu menghampiri Bima.
''Udah makan dulu sanah, biar Eta main dengan bonekanya. ''
__ADS_1
ucap Tante Mira dan Eta langsung mengangguk lalu bermain kembali dengan mainannya.
Bima langsung menuju meja makan dan memakan makanannya setelah Ranti menyiapkan di piringnya, Tante Mira menolak saat di ajak makan kembali dan memlih bermain dengan handphone nya.
Setelah selesai dengan makanannya Bima langsung menuju ruang kerja karena hari ini ada berkas yang di kirimkan oleh asistennya karena Rasya sedang ada acara dengan temannya dan Bima lah yang mengerjakan pekerjaannya sekarang.
''Tante besok ada arisan dan bisa gak kamu jaga Eta sehari ajah, bulan lalu Tante bawa Eta malah mengamuk gak betah loh. ''
ucap Tante Mira saat Ranti duduk di sampingnya.
''Santai ajah dan Tante nikmatin ajah acara arisannya, biar Eta aku yang jaga ajah jangan khawatir. ''
ucap Ranti dan Tante Mira tersenyum mengangguk.
''Tante kalau gak datang nantinya keenakan tuan rumah lah, oh iya....kamu bisa kan bicara dengan Rasya dan bilang untuk mencari pasangan gitu karena sudah saat nya Rasya memikirkan pasangan untuk masa depannya. ''
ucap Tante Mira karena kefikiran dengan Rasya yang cuek dengan urusan wanita.
''Nanti aku coba bicarakan sama Rasya dan kayanya Rasya masih menganggap kalau menunggu aku bahagia dulu baru dia memikirkan hidupnya, padahal saat ini aku bahagia dengan suami dan anak aku Tante. ''
ucap Ranti dan Tante Mira mengiyakan ucapan Ranti.
''Makanya Tante mau kamu bilang sama Rasya karena Tante udah membicarakannya namun Rasya malah bilang jodohnya masih di jaga orang. ''
ucap Tante Mira yang masih tidak percaya dengan alasan yang di ucapkan Rasya.
ucap Ranti sambil menggelengkan kepalanya dengan pernyataan adik kesayangannya.
Ranti dan Tante Mira pun mengobrol sambil menjaga Eta yang sedang bermain dengan mainannya, sedangkan Bima sibuk dengan pekerjaannya di ruang kerjanya.
Siang hari menjelang.....
Ranti dan Tante Mira sedang menyiapkan makanan untuk makan siang, Ranti meminta di buatkan sup ayam dan perkedel kentang, sedangkan Tante Mira tidak protes dan ikut menyiapkan makanannya.
Ranti menghampiri Bima yang sedang bekerja dengan Eta di gendongannya, Ranti masuk tanpa mengetuk dan membuat Bima terlonjak kaget.
''Bisa kan mengetuk pintu dulu sayang, aku sampai kaget loh. ''
protes Bima saat Ranti masuk kedalam ruang kerjanya dan membuat Ranti mendelik sebal.
''Ishh.....ngapain aku ketuk pintu, kan sengaja biar ketahuan kamu sedang apa Bibim. ''
ucap Ranti dan membuat Bima menghembuskan nafasnya.
''Bibim.....bibimm.....''
ucap Eta tiba tiba yang mengikuti panggilan Ranti pada papanya dan membuat Bima melototkan matanya.
__ADS_1
''No BIbim sayang.....panggil Papa oke. ''
ucap Bima sambil berjalan mendekat Eta dan mengambil alih dari gendongan Ranti.
''Bisa gak kamu ganti panggilan ke aku sayang, masa iya putriku menyamakan aku sama mainan mobilnya sih. ''
protes Bima dan membuat Ranti tertawa.
''Bibim itu panggilan sayang aku buat kamu dan gak mau aku rubah. ''
tolak Ranti dan Bima melototkan matanya.
''Kamu ini yah, gak enak di dengar loh kalau putriku ikut memanggil dengan sebutan Bibim, nantinya akan terbiasa dan melekat. ''
ucap Bima sambil mengikuti Ranti yang keluar dari ruangan kerjanya.
Ranti terus berjalan dan membiarkan Bima mengocek protes karena saat ini Ranti memilih diam tanpa menjawab seperti biasa.
''Ada apa sih kalian ini?? ribut terus kaya bocah. ''
ucap Tante Mira saat Bima terus mengomel dan Ranti menutup telinganya.
''Bayangin sama Tante pas Eta manggil aku Bibim, aku gak mau putriku memanggil nama Bibim, masa aku di samakan sama mainan mobilnya. ''
ucap Bima dan membuat Tante Mira tersenyum.
''Tante aku udah nyaman dengan memanggil Bibim, gak mau aku rubah pokonya. ''
tolak Ranti dan membuat Bima menghembuskan nafasnya kesal.
''Bibim.......papa Bibim.....''
ucap Eta dan membuat Tante Mira tersentak kaget.
''No Bibim sayang, panggil Papa ajah oke. ''
ucap Tante Mira sambil mengelus pipi Eta di gendongan Bima.
''Ayolah sayang panggil aku papa ajah biar Eta ngikutin, anak kecil itu pasti akan mengikuti setiap ucapan orang di sekitarnya, pokonya jangan panggil aku Bibim. ''
protes Bima pada Ranti dan membuat Ranti mendelik sebal.
Tante Mira memilih menjadi pendengar perdebatan Ranti dan Bima, karena itu urusan mereka dan Tante Mira memilih untuk membawa Eta di gendongan Bima untuk menyuapinya makan siang.
Eta hanya menatap kedua orang tuanya yang sedang berdebat dengan panggilan Bibim, sesekali Eta hanya tersenyum dan kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.
tbc.........
__ADS_1