
Satu bulan sudah Ranti dan Bima menikah, masih seperti biasa pasti ada sajah masalah yang di perdebatkannya, entah masalah kecil atau pun masalah besar.
Ranti yang egois dan Bima yang keras kepala, menjadi paket kumplit dan susah mengalah, kadang Bima dan kadang Ranti yang mengalah, namun semuanya membuat Ranti bahagia karena Bima adalah suami idaman Ranti.
Pagi ini entah kenapa Ranti yang biasa ceria menjadi pendiam, bahkan tiba tiba menangis hanya karena Bima tidak membangunkannya seperti biasa.
Bima yang sedang terburu buru karena ada meeting pagi pun membiarkan Ranti yang sedang menangis dan meminta Tante Mira menemaninya.
''Sudahlah sayang.....Bima sedang terburu buru kan, semenjak Rasya pergi ke Prancis dia jadi sibuk mengurus semua sendiri, lebih baik sekarang kamu mandi dan kita sarapan yah. ''
ucap Tante Mira yang menenangkan Ranti sedang menangis.
Tante Mira jelas tadi Bima berbicara kalau dia sedang di tunggu meeting tiga puluh menit lagi dan membuat Bima membiarkan Ranti terlelap tanpa membangunkannya.
''Eta sayang udah makan kan?? ''
ucap Ranti saat Eta terus menatapnya.
''Udah Bunda......''
jawab Tante Mira karena Eta sibuk memperhatikan Ranti yang sedang menangis.
''Udah sana mandi, lihat Eta sajah sampai bengong lihat Bunda nya menangis. ''
ucap Tante Mira dan Ranti pun mengangguk dan langsung menuju kamar mandinya.
Sedangkan Bima saat ini sudah sampai di kantor dan langsung menuju ruang meeting, Bima melewati meeting dengan tanpa kesalahan dan dua jam kemudian meeting selesai.
''Alfa......pesankan aku makanan yah dan bawa ke ruangan. ''
ucap Bima sesaat sebelum masuk kedalam ruangannya dan Alfa mengiyakannya.
Bima langsung menghubungi nomer Ranti namun tidak di angkat dan membuat Bima menghembuskan nafasnya.
''Biarkan dulu amarahnya reda, akhir akhir ini Ranti selalu rewel dan nyeleneh sekali. ''
ucap Bima sambil menyimpan handphone nya dan langsung mengerjakan pekerjaannya.
Beberapa menit kemudian Alfa datang dan memberikan bungkusan makanan untuk Bima dan Bima langsung memakannya.
''Tumbenan kamu belum sarapan dari rumah, kesiangan yah?? ''
ucap Alfa dan membuat Bima mendelik sebal.
''Sana lanjutkan pekerjaan kamu, aku sedang lapar dan gak mau di ganggu saat makan karena takut hilap dan memakan kamu juga. ''
ancam Bima dan membuat Alfa terbahak.
''Dasar kanibal, satu jam lagi aku datang buat memberikan laporan hasil meetingnya. ''
__ADS_1
ucap Alfa sambil berjalan keluar ruangan Bima dan Bima melanjutkan makannya.
Bima tipekal orang yang tidak memilah milih makanan, asalkan rasanya pas di lidah pasti akan Bima makan, seperti saat ini Alfa membelikannya nasi uduk dan Bima memakannya karena memang lapar dan rasanya pun dapat di terima oleh lidahnya.
Sore hari menjelang......
Ranti benar benar berdiam di rumah dan tidak ke kantor atau ke butik, seharian hanya bermain dengan Eta karena Tante Mira sedang ada acara dan Ranti tidak keberatan karena saat ini dia sendiri sedang malas kemana mana.
Ranti menatap jam di dinding kamarnya ternyata sudah sore, namun Eta masih tertidur pulas di ranjangnya padahal sudah saat nya Eta mandi.
''Eta nyenyak sekali tidurnya padahal sudah waktunya mandi. ''
ucap Ranti sambil berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambil dress rumahan untuk di gunakannya karena saat ini Ranti baru selesai mandi.
Pintu kamar terbuka dan Bima lah yang masuk, Ranti tersenyum karena Bima tersenyum padanya, Bima membawa makanan yang di pesan Ranti.
''Pakai pakaian nya dulu sayang dan baru makan makanannya. ''
ucap Bima saat menyimpan makanan di atas meja dan Ranti langsung mengangguk.
''Untunglah kemarahannya sudah reda, kalau masih marah berabe urusannya. ''
gumam Bima dalam hatinya saat Ranti mengangguk setuju saat memintanya memakai pakaian.
Bima langsung menghampiri putrinya yang sedang tertidur lelap di ranjangnya, ada sedikit rasa bersalah pada putrinya karena akhir akhir ini Bima sibuk dan jarang bermain dengan putrinya.
peringatan Ranti seperti biasa saat Bima akan mencium Eta.
''Ishhh.....masih ajah ingat kalau urusan membersihkan tubuh, aku cuma mau cium Eta. ''
protes Bima tapi tetap masuk kedalam kamar mandi dan Ranti hanya menggelengkan kepalanya.
Ranti langsung memakan makanannya begitu lahap, Ranti meminta di belikan satu porsi siomay rasa pedas kepada Bima dan dengan senang hati Bima membelikannya.
''Apa aku hamil yah, masa sih hamil.baru juga menikah tujuh minggu. ''
gumam Ranti dalam hatinya saat menyadari ada keanehan padanya akhir akhir ini.
Pintu kamar mandi terbuka dan Bima lah yang keluar dengan tubuh segarnya setelah membersihkan tubuhnya, Bima menghampiri Ranti dan memeluknya karena saat ini Ranti sedang melamun.
''Bibim bikin kaget ajah deh. ''
ucap Ranti saat di kagetkan dengan pelukan dari Bima.
''Habisnya kamu melamun sih, kenapa?? ''
jawab Bima dan Ranti langsung terdiam.
''Gak apa apa kok cuma ada yang aneh ajah sama aku akhir akhir ini Bimm, kenapa yah?? ''
__ADS_1
''Kamu yang menjalani kenapa gak tau ada apa, apa kamu sakit sayang?? ''
''Aku rasa sekarang aku hamil deh Bimm, rasanya beda saat hamil Eta dulu. ''
''Kita periksa ke dokter sekarang oke. ''
''Gak Bimm, belikan aku tespek ajah yah dan nanti kalau sudah tau hasilnya baru kita ke dokter. ''
''Oke kalau gitu, sebentar yah aku mau pakai pakaian dulu dan kamu diam jangan kemana mana. ''
Bima langsung segera pergi untuk membeli tespek nya saat setelah selesai memakai pakaiannya, Ranti sampai menggelengkan kepalanya dengan antusiasnya Bima.
''Mudah mudahan aku hamil biar gak membuat kamu kecewa Bimm. ''
ucap Ranti sambil merapihkan handuk bekas Bima.
Eta terbangun dan langsung minta mandi, Ranti dengan senang hati membawa Eta ke kamarnya lalu memandikannya.
''Anaknya Bunda sudah besar, pintar dan cantik yah sekarang, jangan rewel yah dan jangan manja. ''
ucap Ranti saat menguncir rambut putrinya dan Eta hanya mengangguk lalu kembali memakan makanannya yang di berikan Ranti.
Tiba tiba pintu kamar Eta terbuka dengan keras dan Bima lah pelakunya.
''Kamu itu aku cariin malah ada disini, aku kan bilang jangan kemana mana dulu. ''
omel Bima dan membuat Ranti menghembuskan nafasnya.
''Sini tespeknya dan ikatkan rambut Eta. ''
jawab Ranti sambil mengambil bungkusan berisi alat tes kehamilan yang di belikan Bima.
Bima langsung melanjutkan menguncir rambut putrinya dan sesekali bercanda dengan putrinya karena sekarang Eta sudah bisa membalas Bima.
Ranti keluar dari kamar mandi dan membuat Bima menoleh lalu menanyakan hasilnya lewat sorot matanya.
''Taraaaa......garis dua dan aku hamill Bibim. ''
ucap Ranti sambil menunjukan hasilnya dan membuat Bima langsung bahagia.
Bima langsung beranjak dan memeluk Ranti, Bima bahagia karena dia akan menemani Ranti di kehamilan sekarang.
''Makasih sayang dan aku janji akan menemani kamu sampai melahirkan nanti, aku akan menggantikan saat kehamilan Eta dulu yang tidak menemani kamu. ''
ucap Bima dan Ranti mengangguk.
Bima melepaskan pelukannya dan menggendong Eta lalu menciumnya, putri pertamanya dan kebahagiaannya juga, Bima berucap syukur karena kehadiran Eta membuatnya bersatu dengan Ranti walaupun berbagai macam rintangan menghampirinya sebelum mereka bersatu.
tbc.
__ADS_1