
Beberapa minggu berlalu setelah pembicaraan di butik Ranti, Bima mulai membantu Rasya di perusahaan Property milik keluarga Ranti.
Bima terpaksa karena memang sudah malu dengan semua yang terjadi, Rasya dan Ranti bahkan sangat senang karena Bima mau membantu dan membuat Ranti tidak pusing memikirkan perusahaan dan lebih mengutamakan perusahaan yang bergerak di bidang fashion nya.
''Kamu hari ini ada acara gak sayang?? ''
ucap Tante Mira saat Ranti memakan sarapannya.
''Palingan mau ke pengadilan ajah, kemarin ada telphone dadakan dan harus kesana juga, emangnya ada apa Tante?? ''
jawab Ranti dan Tante Mira mengangguk.
''Ada teman Tante yang mau membuat pakaian seragam untuk acara keluarga, mereka pengen kamu yang mendisain pakaiannya. ''
ucap Tante Mira dan Ranti tersenyum.
''Sangat boleh sekali, Tante undang ajah teman Tante nya atau kita yang hampirin ke rumah teman Tante nya biar aku bisa memperlihatkan semua rancangan nya dan kalau sudah klop kan tinggal di ukur. ''
''Baiklah.....Tante akan hubungi teman Tantenya, gimana bagusnya. ''
''Siap.....asal jangan dadakan dan jangan hari ini yah, aku kan mau pergi sama Bima. ''
''Ishhh.....kalian gak bosan apa ketemu ajah, jalan jalan ajah dan emangnya mau kemana lagi?? mendingan cepat menikah biar kalian gak di gosipkan. ''
''Yaelah Tante.....aku kan udah bilang gak akan mau menikah sebelum sertifikat janda aku ada di tangan aku, nantinya Rangga bisa menuntut dan menuduh kalau aku selingkuh. ''
''Emang gitu?? kok Tante baru tau. ''
''Udah ahh takut kesiangan dan aku harus berangkat Tante, karena Bima jemput sebentar lagi dan titip Eta yah. ''
Ranti langsung pamit setelah mencium tangan Tante nya dan mencium kening putrinya, Ranti hari ini akan sangat sibuk mendamping Bima dan Bima pun akan mendamping Ranti ke pengadilan.
Ranti keluar dari rumah dan tak berselang lama Bima datang, Ranti langsung masuk kedalam mobil saat Bima akan keluar dari mobilnya.
''Langsung berangkat ajah Bimm, gak usah pamit ke Eta nantinya berabe. ''
ucap Ranti saat Bima akan berbicara.
__ADS_1
''Kamu ini......aku pengen ketemu putriku loh, malah langsung ngajak pergi. ''
protes Bima dan Ranti mendelik sebal.
''Nantinya kamu akan di tahan sama Eta, tau sendiri kan anak kamu akan nempel kalau udah di gendong kamu Bimm. ''
ucap Ranti dan Bima hanya menghembuskan nafasnya.
''Cemburu sama anak sendiri. ''
''Ishhh......Bimm kamu aneh ajah, siapa yang cemburu lagi, aku jadwal jam sembilan ke pengadilan dan nanti telat loh, aku gak mau ngajak Eta yah. ''
''Iya iya gimana kamu ajah dan aku nurut. ''
ucap Bima menutup perdebatan dengan Ranti karena hanya sebentar lagi akan sampai di pengadilan.
Ranti langsung turun dari mobil setelah Bima memarkirkan mobilnya karena pengacaranya sudah menunggu nya.
''Kebiasaan kalau marah pasti ninggalin deh. ''
gerutu Bima saat Ranti keluar dari mobil tanpa pamit.
Bima sudah resmi mengundurkan diri dari kejaksaannya karena dia saat ini sedang fokus dengan perusahaan property nya keluarga Ranti.
Satu jam kemudian setelah kepergian Ranti, Bima selesai dengan berkasnya dan memilih turun dari mobil untuk meregangkan tubuhnya yang terasa kebas karena satu jam duduk di dalam mobil.
Bima tersentak saat mendengar suara Ranti memanggilnya dan tanpa di duga Ranti berlari menghampirinya dan langsung memeluk Bima.
''Kamu ini kaya bocah lari lari, gimana kalau jatuh loh sayang. ''
ucap Bima yang memperingati Ranti saat Ranti sudah dalam dekapannya.
''Aku sedang bahagia Bimm, mulai hari ini aku bebas Bibim dan hari ini tuh hari kebebasanku, aku bahagia banget Bimm. ''
jawab Ranti sambil mengeratkan pelukannya dan membuat Bima tersenyum lalu membalas pelukannya.
''Syukurlah.....akhirnya kita bisa menikah sayang dan gak akan menunda lagi. ''
__ADS_1
ucap bahagia Bima dan Ranti menganggukan kepalanya.
''Maaf karena kemarin aku menolak menikah dengan kamu sebelum sertifikatnya keluar, semua karena aku gak mau ada masalah dengan Rangga lagi dan pasti Rangga akan menuduh kita selingkuh, aku gak mau sampai Rangga melakukan cara liciknya lagi untuk memisahakan kita. ''
ucap Ranti saat melepaskan pelukannya dan Bima tersenyum lalu mencium kening Ranti.
''Makasih karena kamu memikirkan hal itu sayang, ayo kita rayakan hari kebebasan kamu ini. ''
ucap semangat Bima dan Ranti mengangguk.
''Tapi antarkan aku ke rumah sakit yah, mau melepas kontrasepsinya dan biar pas menikah aku sudah bisa membuahi anak kamu lagi. ''
ucap Ranti dan Bima mengiyakannya.
Bima langsung mengajak Ranti menuju rumah sakit yang akan menangani kontrasepsi yang di gunakan Ranti,
Sepanjang perjalanan Ranti terus mengembangkan senyumnya dan membuat Bima menggelengkan kepalanya.
''Habis dari rumah sakit temani aku di apartemen yah, karena ada sedikit urusan disana dan Rasya sedang meeting dengan klien menggantikan aku. ''
ucap Bima dan Ranti mengiyakannya.
''Aku bahagia kamu memilih membantu Rasya dan mengundurkan diri dari kejaksaan, makasih Bibim sayangku. ''
ucap Ranti bahagia karena Bima memilihnya.
''Semua karena aku juga kefikiran karena malu sudah membeli apartemen milik keluarga kamu dan aku juga malu karena sering ijin di kejaksaan jadi aku memilih untuk mengundurkan diri dari kejaksaan dan Aryo juga membantu perusahaan untuk melindungi kebocoran data dan Alfa menjadi asistenku saat ini. ''
ucap Bima dan Ranti menggelengkan kepalanya.
''Kamu malah mengajak Alfa mundur juga dan kalau Aryo emang aku setuju karena Aryo membantu perusahaan juga. ''
''Bukan ngajak tapi karena emang dia yang ikut mundur loh, Rasya juga setuju kok dengan adanya Alfa dan Aryo yang ikut terlibat, kamu harus tau juga kalau banyak perusahaan yang menggunakan jasa Hacker untuk melindungi kebocoran data, perusahaan kamu ajah polos tanpa Hacker makanya sering kecolongan thender kan jadinya. ''
''Terserah deh karena aku gak urusan lagi masalah begitu dan fokus dengan fashion kan. ''
Bima tersenyum dengan ucapan terakhir Ranti lalu mengacak rambut Ranti karena begitu menggemaskan saat ini menurutnya.
__ADS_1
tbc.........