
Saat ini Ranti sedang duduk termenung di dalam mobil dan sedang merasakan resah pada hatinya, akibat obsesi Rangga banyak orang jadi korbannya.
Rasya enggan untuk bertanya dan membiarkan kakaknya yang sedang melamun dengan pemikirannya, Rasya memilih fokus karena saat ini Ranti akan menuju pengadilan agama untuk sidang pertama perceraiannya.
Sedangkan Bima saat ini membawa Alea menuju apartemennya karena terlihat sekali Alea sangat terpukul dan begitu murung saat ini.
''Kamu sementara tinggal di tempat kakak yah dan kakak gak ijinkan kamu keluar dulu, kamu jangan khawatir karena semua makanan sudah kakak stok untuk kamu makan. ''
ucap Bima saat Alea duduk di sofa.
''Maafkan aku kak, menyesal saat ini sangat terlambat karena aku yang memulainya untuk menjerat Rangga, aku menyesal ka, hikss....hikss.....''
ucap Alea sambil menangis sendu dan membuat Bima langsung memeluk adiknya saat ini.
''Sudah jangan bicara masalah itu dan saat ini waktunya kamu menenangkan hati dan pikiran kamu, ingat ada kakak yang akan membela kamu dan menjaga kamu Alea. ''
ucap Bima sambil menenangkan Alea yang menangis di dalam pelukannya.
''Maafkan karena kakak tidak memperhatikan kamu dan sibuk dengan urusan pribadi kakakk, hingga kamu masuk kedalam jebakan Rangga sampai kamu hamil anaknya saat ini, kakak janji akan menjaga kamu. ''
ucap Bima kembali saat Alea tidak menjawab ucapannya dan hanya menangis.
Beberapa saat kemudian Alea sudah tenang dan Bima menyiapkan makanan untuk adiknya agar tidak kesulitan dan Bima menyimpannya di penghangat makanan.
''Alea.....kakak sudah siapkan makanan di penghangat makanan, agar kamu lapar bisa langsung makan dan kakak harus pergi sekarang ke kantor. ''
ucap Bima dan Alea menganggukkan kepalanya.
Bima langsung menuju kantornya karena siang ini ada persidangan dan Alfa tidak bisa menghendle nya.
Sedangkan di pengadilan agama saat ini Ranti telah selesai dengan persidangan pertamanya dan langsung menuju pulang karena tubuhnya terasa lelah.
Ranti tersenyum saat melihat Bima lah yang menjemputnya dan Ranti langsung menghampirinya, Bima langsung merentangkan tangannya, Ranti yang mengerti langsung masuk kedalam pelukan Bima.
''Ayo kita pulang, Rasya ada kerjaan dan meminta aku yang menjemput. ''
__ADS_1
ucap Bima saat Ranti melepaskan pelukannya.
Ranti mengangguk dan langsung masuk kedalam mobil saat Bima membuka pintu mobilnya, Ranti tersenyum saat Bima mulai mengemudikan mobilnya.
''Bima....apa proses sidang akan cepat selesai?? Rangga kan ada di penjara sekarang. ''
ucap Ranti yang sedikit resah hatinya dan Bima hanya tersenyum menanggapinya.
''Bagus malahan sayang karena Rangga tidak bisa menghadirinya, malah proses persidangan akan segera cepat selesai dan Rangga kan sedang dalam jeruji besi, itu akan memperkuat kamu untuk bisa lebih cepat selesai proses percerainnya. ''
jawab Bima dan Ranti menganggukan kepalanya.
''Aku kira akan di persulit karena Rangga kan di dalam penjara saat ini. ''
''Gak lah sayang, kamu jangan takut yah kan ada aku yang notaben nya adalah jaksa dan sudah tau kemana arah persidangan kamu. ''
Ranti tersenyum dan baru menyadari kalau Bima seorang jaksa dan membuatnya menggelengkan kepalanya.
Satu bulan kemudian.......
Tak terasa satu bulan berlalu waktu begitu cepat dan Hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk Ranti, gugatan perceraiannya di kabulkan oleh pengadilan agama dan saat ini Ranti Resmi bercerai dengan Rangga.
Hak asuh anak pun jatuh ke tangan Ranti karena Rangga di cap sebagai kriminal dan tidak bisa mendapatkan hak asuh Eta, kalau pun Rangga memaksa hak asuhnya dan Ranti juga Bima sudah siap dengan hasil tes DNA tentang siapa ayah biologis Eta yang sebenarnya.
Begitu keluar dari pengadilan, Ranti pamit pada pengacaranya karena Bima sudah menunggunya, pengacaranya yang akan mengurus semua sisa persidangannya dan Ranti langsung menghampiri Bima.
''Kamu bawa Eta juga ternyata, makasih Bibim. ''
ucap Ranti sambil mengambil putrinya dari dekapan Bima.
''Eta juga putriku dan Tante Mira pun mengijinkan aku membawa Eta, ayo kita segera pulang sayang. ''
ucap Bima dan Ranti langsung masuk kedalam mobil dengan Eta di pangkuannya.
''Gimana proses persidangan terakhirnya?? ''
__ADS_1
ucap Bima yang mengawali pembicaraan di dalam mobil.
''Semua lancar Bima dan benar semua yang kamu ucapkan, hak asuh Eta jatuh ke tanganku dan kalaupun Rangga menggugat nya kita tinggal memberikan hasil tes DNA nya, terus harta gono gini aku menolaknya karena aku hanya mau uang aku yang Rangga pinjam kembali ke tangan ku karena itu uang hasil dari usahaku sendiri bukan hasil rumah tanggaku saat bersama Rangga dalam satu ikatan pernikahan. ''
jawab Ranti dan Bima tersenyum.
''Gampang kalau masalah itu sayang, pengacara kamu akan mengurusnya dan nanti aku akan membantu semuanya agar lebih cepat selesai. ''
ucap Bima dan membuat Ranti lega mendengarnya.
Saat memasuki kawasan perumahan rumah Tante Mira, Bima tetap melajukan mobilnya dan membuat Ranti reflek langsung protes menanyakan pada Bima.
''Kita mau kemana Bibim?? ini bukan arah ke rumah aku loh dan rumah nya Tante Mira udah kelewat lagi. ''
ucap Ranti saat mobil yang di kendarai Bima melaju melewati rumah Tante Mira.
''Aku mau bawa kamu dan Eta ke rumah, mama sama papa pengen ketemu Eta, maaf karena gak meminta persetujuan dari kamu dulu. ''
ucap Bima dan membuat Ranti langsung tersentak.
''Itu artinya mama sama papa kamu tau kalau Eta adalah cucunya?? ''
ucap Ranti dan Bima mengangguk.
''Mama sampai senang dan gak sabar ingin bertemu Eta dan ada yang mau di bicarakan kata mama, makanya aku ajak kamu langsung ke rumah ajah. ''
''Aku sedikit takut Bim, terakhir ketemu mama kamu dia begitu marah sama aku. ''
ucap Ranti yang merasa tidak percaya diri untuk bertemu mama nya Bima karena pertemuan terakhirnya berkesan tidak baik.
''Mama sudah tau semua ceritanya dan mama ingin bertemu kamu sekarang, ada aku yang akan menjaga kamu dan Eta, jangan takut sayang. ''
ucap Bima meyakinkan keraguan Ranti dan Ranti pun akhirnya mengangguk setuju.
Setelah meyakinkan Ranti, tidak ada obrolan lagi karena Ranti sibuk bermain dengan Eta dan Bima sibuk mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
.............
tbc.