Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Cobaan untuk Ranti......


__ADS_3

Ranti langsung merebut handphone Ayya dan benar dugaannya dia adalah Bima tunangannya, namun Ranti hanya tersenyum dan mengembalikan handphone milik Ayya.


''Selamat Ayya, aku senang akhirnya kamu dekat juga dengan pria dan semoga bahagia selalu. ''


ucap Ranti dengan senyum yang di paksakan dan Ayya langsung tersenyum bahagia.


''Aku tau kamu sakit Ranti, tapi kenapa malah berpura pura bahagia seperti itu. ''


gumam Ayya dalam hatinya sambil menyimpan handphone ke dalam tasnya.


''Makasih doanya dan aku pamit yah Rann, kapan kapan kamu harus main ke rumah aku, nanti aku kenalkan dengan Bima. ''


ucap Ayya dan Ranti mengangguk.


Setelah Ayya keluar dari ruangannya Ranti langsung terdiam dan menangis sambil melihat cincin yang melingkar di tangannya.


''Masa sih kamu tega hianatin aku Bimm?? dan kenapa harus Ayya sahabatku?? ''


gumam Ranti dalam hatinya sambil berjalan menuju meja untuk merapihkan berkas berkas disainnya.


Di dalam mobil Ayya saat ini.....


Ayya langsung menghubungi Rangga saat setelah mobil yang di kemudikannya sudah meninggalkan area butik milik Ranti.


Dalam panggilan....


''Gimana Ayya....?? ''


''Seperti rencana kita, Ranti pura pura gak kenal dengan foto Bima saat membantu membenarkan aku saat di rumah sakit kak. ''


''Oke....kamu cukup membuat Ranti luka, biar kakak yang lanjutkan rencananya. ''


''Oke....tapi aku mau jangan terlalu lama kak, aku mau secepatnya milikin Bima. ''


''Santai sedikit Ayya, agar semua rencana bisa berjalan lancar. ''


''Oke kak, aku percaya dengan rencana kakak. ''


Panggilan berakhir....


Ranti langsung merapihkan pekerjaannya dan langsung menuju pulang, karena saat ini fikiran dan hatinya sedang kacau.


Ranti di jemput supirnya dan langsung kembali ke kediamannya, Ranti mematung saat melihat adiknya sedang di pegang tangannya oleh polisi.


''Kak Ranti....tolongin aku kak, aku gak tau apa apa dan gak ngerti dengan semuanya. ''


ucap Rasya saat di giring oleh polisi menuju mobil.


''Pak polisi....maksudnya ini apa?? salah adik saya apa pak?? ''


ucap Ranti yang mencoba melepaskan pegangan tangan polisi pada adiknya.


''Silahkan ke kantor polisi untuk lebih jelasnya nona dan saudara Rasya harus kami tahan, permisi. ''


ucap tegas polisi dan Ranti seketika langsung melorot.


''Hiks....hiksss.....tuhan ada apalagi ini dan kenapa terus sajah ada masalah. ''

__ADS_1


ucap Ranti sambil menghubungi pengacara keluarganya dan langsung mengendarai mobil menuju kantor polisi.


Sepanjang perjalanan Ranti terus menangis dengan apa yang menimpa adik.tercintanya, Ranti menghubungi nomer Tantenya.


Dalam panggilan.....


''Tante...bisa ke kantor polisi gak temenin aku. ''


''Memang ada perlu apa Ranti?? ''


''Rasya di tangkap polisi tante dan aku gak tau ada masalah apa, aku mohon tante temenin aku. ''


''Oke ....tante langsung ke kantor polisi dan kamu jangan panik yah. ''


Panggilan berakhir......


Ranti sampai di kantor polisi dan bersamaan dengan kedatangan pengacaranya.


''Biar saya yang mengurus nona, silahkan nona tunggu di luar ajah. ''


ucap pengacara dan Ranti mengangguk.


Ranti menunggu dan tak lama Tante mira datang dan Ranti langsung menghambur memeluk tantenya.


''Sabar sayang, semua pasti baik baik ajah. ''


ucap tante Mira yang menenangkan Ranti saat menangis memeluknya.


Pengacara keluar dari ruangan polisi dan langsung menghampiri Ranti juga Tante Mira.


''Bagaimana pak?? Rasya gak bersalah kan?? ''


''Tuan muda melakukan pembunuhan kepada seorang gadis dan saat ini korban masih tak sadarkan diri di rumah sakit, jalan satu satunya adalah menemui korban dan meminta keringanan hukuman untuk tuan muda, karena kasus ini sangat memberatkan. ''


ucap pengacara dan Ranti langsung melorot terduduk di lantai sambil menangis sesegukan.


''Usahakan semua lancar dan Rasya bisa bebas karena saya yakin Rasya di jebak, kamu kalau bisa hampirin keluarga korban sebelum berkas masuk ke pengadilan karena akan sangat sulit. ''


ucap Tante mira dan pengacara mengangguk.


''Nona bisa menjenguk tuan muda di sel, karena sudah selesai penyelidikannya. ''


ucap pengacara dan Tante Mira langsung menggandeng Ranti menuju kedalam sel.


Ranti menangis sambil memeluk tubuh Rasya yang sama sama menangis, tante mira hanya bisa mengelus kepala kedua keponakannya.


''Kakk....Tolong keluarkan Rasya, Rasya gak bersalah kak dan Rasya di jebak. ''


ucap Rasya saat Ranti melepaskan pelukannya.


''Kakak janji akan melakukan apapun untuk mengeluarkan kamu dari penjara, kamu sabar yah Rasya. ''


ucap Ranti dan Rasya mengangguk.


''Kakak janji yah bantuin aku, aku gak mau di penjara kakk...Aku takut. ''


ucap Rasya dan Ranti langsung memeluk kembali Rasya.

__ADS_1


''Waktu kunjungan sudah habis dan besok bisa datang kembali. ''


ucap seorang polisi dan Rasya langsung di bawa masuk kedalam sel kembali.


''Ayo sayang kita ikut dengan pengacara ke rumah sakit dimana korban di rawat, mudah mudahan bisa di selesaikan secara kekeluargaan. ''


ucap tante Mira dan Ranti mengangguk.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Ranti hanya diam bahkan suara handphone nya pun tidak di hiraukannya.


''Rantii....itu Bima yang nelphone, ayo angkat dulu telphone nya. ''


ucap tante Mira dan Ranti mengangguk lalu mangangkat panggilan telphone nya.


Dalam panggilan....


''Sayang....kenapa gak bilang kalau kamu udah pulang, aku ada di butik loh sekarang mau jemput. ''


''Maaf Bibim tadi aku buru buru soalnya, kamu pulang ajah yah karena aku udah sama Tante Mira sekarang dan besok gak usah jemput dulu yaah. ''


''Loh kok gitu sih, aku ke rumah Tante Mira kalau gitu yah dan gak ada penolakan. ''


''Bimm....Bimaaa....''


panggilan berakhir.....


''Udah biarkan ajah Bima ke rumah Tante yah, kita fokus ke korban nya dulu sekarang. ''


ucap Tante Mira dan Ranti mengangguk menyetujuinya.


Beberapa menit kemudian mobil sampai di rumah sakit dan pengacara keluarga Ranti sudah menunggu di lobi depan, Ranti berjalan di gandeng oleh Tante Mira karena beberapa kali Ranti hilang keseimbangan.


Begitu sampai di depan pintu ruang rawat, pengacara masuk terlebih dahulu dan Ranti juga Tantenya memilih menunggu di kursi tunggu di area luar ruang rawat.


''Tante yang akan bicara kepada korban nya, kamu diam ajah yah Rann....''


ucap Tante Mira dan Ranti hanya mengangguk.


''Ayo Nona silahkan masuk, korban sudah menyetujui untuk bertemu. ''


ucap pengacara saat keluar dari ruangan rawat.


Ranti langsung masuk kedalam ruangan rawat di gandeng oleh Tante Mira, Ranti langsung terdiam mematung saat melihat siapa yang sedang duduk di samping kursi pasien.


''Kak Rangga......''


ucap Ranti saat melihat kakak sepupu Ayya yang menemani korban dari adiknya.


''Rantii.....kamu ko bisa ada disini?? jangan bilang kamu keluarga dari tersangkanya?? ''


ucap Rangga yang terlihat syok dengan kedatangan Ranti.


''Iya Kak Rangga, yang jadi tersangkanya itu adik aku Rasya dan apa hubungan Kak Rangga dengan korbannya?? ''


ucap Ranti saat menghampiri Rangga dan Rangga langsung membantu Ranti untuk duduk karena Ranti kehilangan keseimbangan.


........................

__ADS_1


Tbc.....


__ADS_2