
Tiga bulan berlalu......
Tak terasa saat ini kehamilan Ranti memasuki bulan ke empat, Bima begitu protektif untuk semua yang berkaitan dengan Ranti.
Hari ini Alea telah resmi menikah, semua keluarga saat ini sedang di ballroom hotel milik keluarga Ranti, pesta pernikahan yang mewah di persembahkan Bima untuk Alea, adik kesayangan dan adik satu satunya, bahkan gaun mewah yang di kenaka Alea pun Ranti lah yang mendisain khusus untuknya.
Ranti hanya duduk di temani Tante Mira, karena ibunya dan Rasya sibuk bertegur sapa dengan rekan kerja nya yang ternyata rekan kerja dari suaminya Alea.
''Lebih baik kita pulang deh Tante, ngapain disini juga cuma duduk ajah. ''
ucap Ranti yang kesal karena hanya diam tanpa melakukan apapun.
''Keluarga kita masih disini loh, sabar yah. ''
jawab Tante Mira sambil menenangkan Ranti yang sedang kesal.
Bima menghampiri ke meja Ranti sambil menggendong Eta, tidak biasanya Eta ingin duduk di pangkuan Tante Mira dan Bima langsung mengajak Ranti untuk pergi karena Ranti merengek ingin pulang.
''Sebentar tunggu dulu yah, aku mau pinjam mobil dulu kan mobil aku di pake sama Alfa barusan. ''
ucap Bima saat sampai di lobi depan dan Ranti mengiyakannya.
Sebuah mobil berhenti di hadapan Ranti dan ternyata mobil yang di kemudikan Bima, Ranti langsung masuk dan duduk manis setelah memasang sabuk pengaman.
''Ada apa dengan hatiku ini, biasanya gak seperti ini dan kenapa rasanyabaneh. ''
gumam Ranti dalam hatinya dan membuat Bima mengerutkan keningnya.
''Ada apa sayang?? kenapa melamun gitu sih?? ''
ucap Bima membuyarkan lamunan Ranti.
''Gak kenapa kenapa ko dan hanya kurang nyaman ajah duduknya. ''
jawab Ranti dan membuat Bima tersenyum lalu mengelus pipi Ranti penuh sayang.
''Sebentar lagi kita sampai di suatu tempat dan kamu tidur ajah yah biar nyaman juga. ''
ucap Bima dan Ranti mengangguk lalu menutup matanya.
__ADS_1
Efek semalaman gak bisa tidur dan di pesta pernikahan Alea kesal, Ranti langsung tertidur pulas.
''Maafkan aku sayang yang belum bisa membahagiakan kamu, semoga suatu saat nanti aku bisa membahagiakan kamu dan anak anak kita. ''
gumam Bima dalam hatinya sambil mengelus kepala Ranti penuh sayang.
Bima membenarkan posisi tidur Ranti dan mengabaikan kemudinya, Bima tidak menyadari ada kendaraan oleng di hadapannya saat selesai dengan membenarkan kursi Ranti, Bima tersentak dan membanting setir kemudinya sehingga membuat mobil langsung membentur pembatas jalan dan terpental.
Bima sempat membuka matanya dan melihat kondisi Ranti yang penuh darah di kakinya karena beberapa kali mobil terguling, Bima berusaha melepaskan sabuk pengaman dan membuka pintu mobil samping Ranti, karena keadaan luka parah di sekujur tubuhnya Bima pun langsung tak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian para bantuan datang dan langsung mengevakuasi Ranti juga Bima, kondisi keduanya kritis.
Janin di dalam kandungan Ranti pun akhirnya di keluarkan karena pendarahan hebat yang Ranti alami.
Setelah operasi pengeluaran janinnya kondisi Ranti sempat drop karena begitu banyak darah yang keluar dari tubuhnya, setelah berbagai macam tindakan akhirnya kondisi Ranti stabil namun belum sadarkan diri.
Pihak kepolisian langsung menghubungi nomer panggilan terakhir di handphone Ranti dan ternyata nomer Rasya yang di hubunginya.
Dalam panggilan.....
''Selamat sore.......''
''Selamat sore, ini siapa yah dan kenapa handphone kakak saya bisa di tangan orang lain. ''
''Apaaa......kakak saya kecelakaan, baik saya akan ke rumah sakit sekarang. ''
Panggilan berakhir.....
Rasya yang panik langsung memberitahukan Tante Mira karena Ibunya sedang istirahat di kamar, saat ini keluarga Ranti sudah kembali ke kediaman nya.
''Tante.....aku mau ke rumah sakit melihat keadaan kak Ranti yang kecelakaan. ''
ucap Rasya tiba tiba dan membuat Tante Mira tersentak.
''Apa kamu bilang Rasya?? Ranti kecelakaan dan gimana kabarnya?? ''
ucap Tante Mira yang langsung menghampiri Rasya.
''Keduanya kritis Tante, ayo siap siap dan biarkan Eta tertidur suruh pelayan yang menjaga. ''
__ADS_1
ucap Rasya sambil keluar dari kamar Eta dan menuju kamar Ibunya.
''Ada apa Rasya?? ''
ucap Ibunya Ranti saat menuruni tangga.
''Siap siap Buu, kita ke rumah sakit sekarang untuk melihat keadaan Kak Ranti yang kecelakaan. ''
jawab Rasya dan membuat Ibunya mematung karena kaget.
Rasya langsung menuju mobil diikuti ibunya dan tante nya, Eta di titipkan ke pelayan karena saat ini sedang tertudur pulas.
Tante Mira langsung menghubungi keluarga Bima dan langsung akan menuju rumah sakit, sepanjang perjalanan Ibunya Ranti diam membisu sedangkan Tante Mira terus menangis dan berdoa untuk keselamatan Ranti dan Bima.
Sepuluh menit kemudian mobil sampai di rumah sakit dan setelah memparkirkan Rasya langsung menyusul Ibu dan Tante nya yang masuk ke rumah sakit duluan.
Saat sampai di ruangan UGD, Rasya dan yang lainnya menunggu di area luar karena tindakan belum selesai di lakukan tim medis, tak lama menunggu keluarga Bima datang dengan pasangan pengantin baru yang ikut mrnemani.
''Bagaimana keadaan Bima dan Ranti?? ''
ucap Mamanya Bima saat menghampiri Rasya dan Ibunya karena Tante Mira sedang mengurus administrasi pendaftaran.
''Belum ada penjelasan masih di tangani Tante. ''
jawab Rasya dan membuat mamanya Bima langsung terduduk.
Dua orang polisi menghampiri dan memberikan penjelasan.
''Saudara Bima dan Ranti mengalami kecelakaan beruntun di jalan Raya barat, kedua korban sangat kritis dan keduanya tak sadarkan diri bahkan diantara sepuluh korban, dua sudah dinyatakan meninggal di tempat, kami permisi karena harus mengurus yang lainnya dan terimakasih. ''
ucap Polisi sambil pamit dan mambuat Rasya langsung mematung, sedangkan Ibunya Ranti langsung menangis dan Mamanya Bima langsung pingsan.
Mamanya Bima langsung di tagani tim medis dan saat bersamaan seorang dokter keluar dari ruangan UGD membuat keluarga Ranti dan Ayahnya Bima mendekat.
''Kondisi Pasien bernama Ranti baru selesai di tindak dan janin di dalam kandungannya terpaksa di keluarkan karena mengalami pendarahan yang hebat, korban sempat kritis tapi saat ini sudah stabil tinggal menunggu siuman, untuk Kondisi pasien bernama Bima kita masih melakukan tindakan karena kondisinya sangat kritis akibat luka di kepalanya yang terbentur dan seluruh tubuhnya pun penuh luka, silahkan menunggu hasil tindakannya dan saya permisi. ''
ucap dokter yang menjelaskan dan membuat Ibu juga Tante nya Ranti menangis, ayahnya Bima pun menangis dan langsung terduduk di kursi.
tbc.
__ADS_1
))) ***Hai kakak kakak semuanya, terimakasih sudah setia mendukung ceritanya SAMPAI BATAS PENANTIAN, maafkan karena satu episode lagi cerita ini akan di tamatkan, maafkan juga kalau endingnya akan membuat kecewa atau tidak setuju dengan endingnya, maafkan saya kakak kakak semuanya, semangat selalu untuk mendukung semua cerita saya dan terimakasih, jangan lupaa jaga kesehatan dan sehat selalu. (((
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘***.