
Rangga hanya terdiam memikirkan semua yang di ceritakan oleh Ayya, karena sebenarnya Rangga pun menaruh perasaan kepada Ranti, sejak pertemuan pertama Rangga sudah jatuh hati kepada Ranti.
''Ayya kamu tau kan, kakak juga memiliki perasaan lebih kepada Ranti. ''
ucap Rangga dan Ayya langsung terdiam.
''Pantesan kakak selalu menanyakan Ranti dan kalau ada Ranti pasti kakak mau mengantar aku kemanapun dan sialnya aku gak menyadari itu kak, maaf yah....''
ucap Ayya dan Rangga mengangguk.
''Pokonya aku gak rela kak, kalau Bima menikah sama Ranti, Bima itu cinta pertama aku kak dan aku selama ini terus mengejar Bima tapi kenapa malah Ranti yang memiliki Bima saat ini. ''
''Kamu sabar dulu Ayya, kakak juga sama gak rela kalau Ranti bersama Bima. ''
Ayya dan Rangga langsung terdiam karena saat ini fikirannya sedang berkelana memikirkan Bima dan Ranti yang bertunangan.
''Kamu mau membantu kakak buat memisahkan Bima dan Ranti?? ''
ucap Rangga dan Ayya langsung menyetujuinya tanpa memikirkan dampak nya.
''Ayya akan mengikuti dan membantu kakak apapun caranya. ''
ucap Ayya dan Rangga langsung tersenyum.
''Yasudah kakak mau ke kantor dulu dan nanti kakak kabarin kamu rencananya bagaimana?? ''
ucap Rangga pamit dan Ayya mengiyakannya
Di butik Ranti saat ini....
Ranti saat ini begitu sibuk dengan berbagai disain gaun terbarunya, hingga jam makan siang tiba Ranti baru beristirahat karena Bima yang mengingatkannya.
Ranti tersenyum saat ada yang membuka pintu ruangannya dan ternyata Bima lah pelakunya.
''Aku kira kamu gak akan datang, berarti barusan nelphone udah di area butik dong?? ''
ucap Ranti sambil beranjak dan menghampiri Bima.
''Iya....habisnya kamu kalau sibuk gak akan ingat waktu, ayo kita makan siang. ''
ajak Bima sambil menerima uluran tangan dari Ranti.
Ranti langsung menggandeng lengan Bima tapi sebelumnya Ranti pamit kepada asistennya dan menitipkan butiknya.
''Kita makan siang di warung pecel ayam yahh, enak loh sambel nya. ''
ucap Bima saat sudah berada di dalam mobil dengan Ranti.
''Pokonya aku ikut kemana kamu bawa Bibim, jadi gak masalah. ''
jawab Ranti yang menyetujui usulan Bima dan Bima mengangguk tersenyum.
''Aku beruntung mendapatkan kamu Ranti, wanita hebat yang menerima semua kekuranganku dan tidak minder dengan status keluargaku yang jauh dari kalangan kaya raya. ''
gumam Bima dalam hatinya sambil mengelus pipi Ranti yang sedang tersenyum.
__ADS_1
Dua puluh menit kemudian mobil tiba di tempat tujuan makan yang di usulkan Bima, Bima langsung menggandeng Ranti untuk memasuki kawasan area tempat makan.
Di tempat Rangga saat ini....
Setelah merancanakan kerjasama dengan Rangga, Ayya memilih untuk kembali ke rumah dan akan bersiap untuk menuju kediaman Ranti.
''Ingat Ayya, semua akan berjalan mulus kalau kamu bisa kontrol emosi kamu Ayya dan kakak akan mulai dengan rencana yang di jalankan kakak untuk Bima. ''
ucap Rangga saat Ayya akan pamit menuju persiapan rencananya.
''Pokonya Ayya mau kalau Bima dan Ranti segera berpisah kak, apapun akan Ayya lakukan. ''
ucap Ayya dan Rangga mengiyakannya.
''Iya Ayya, kakak akan usahakan untuk menjerat Bima dahulu dan kamu ke Ranti, tapi jangan sakitin dia Ayya karena kakak gak akan memafkan kamu. ''
ucap Rangga dan Ayya hanya mendelik sebal.
''Segitu cintanya kamu sama Ranti, sampai melakukan apapun untuk memisahkan dengan Bima. ''
ucap Ayya mengejek sambil berjalan keluar dari ruangan kerja Rangga.
Beberapa saat kemudian.....
Setelah makan siang dengan Ranti, Bima memilih kembali ke kantornya untuk menyiapkan berkas persidangannya, sedangkan Ranti kembali ke butik untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Handphone Ranti berdering dan saar Ranti melihat nya ternyata Ayya yang menghubungi, Ranti langsung mengangkat telphone nya.
Dalam panggilan....
''Hallo juga Ayya....kebetulan aku ada ko di butik, kenapa memangnya?? ''
''Syukurlah kalau ada, aku mau ke butik sekarang yah dan ada sedikit urusan sama kamu. ''
''Oke baik, aku tunggu kamu Ayya. ''
''Sampai ketemu yah. ''
''oke...''
Panggilan berakhir......
Ranti langsung mengerjakan kembali pekerjaannya sambil menunggu kedatangan Ayya, sedangkan Ayya saat ini telah siap untuk menuju ke butik milik Ranti.
Di kantor Bima saat ini......
Bima baru sajah selesai mengerjakan semua pekerjaannya, persiapan untuk sidang esok hari dan Bima menjadi jaksa penuntut umum di sebuah kasus penyelundupan barang terlarang oleh bandar kelas kakap.
''Bimaa.....kamu yakin dengan semua tuntutan yang kamu layangkan?? ''
ucap Alfa saat setelah membaca berkas pengadilan untuk esok hari.
''Sangat yakin Alfa, tersangka penyelundupan barang terlarang masa harus di tuntut lima tahun penjara?? apa kabar generasi muda di negara kita Alfa. ''
ucap yakin Bima dan membuat Alfa langsung terdiam.
__ADS_1
''Kamu tau gak Bimm....kita hampir celaka minggu kemarin gara gara antek antek nya, aku masih sayang keluarga loh Bimm... ''
ucap Alfa yang meyakinkan Bima namun Bima tetap teguh pada semua keputusannya.
''Terserah kamu sajah dan Pak Alan juga udah setuju dengan semua tuntutan juga, kenapa kamu malah protes sih. ''
ucap Bima sambil merapihkan alat alat pekerjaanya, sedangkan Alfa memilih menuju pintu keluar dan segera menuju ruangannya.
Di butik Ranti saat ini....
Ayya sudah ada di ruangan Ranti sambil menunggu Ranti yang sedang sibuk dengan disain nya sedikit lagi rampung.
''Ranti.....kamu masih lama gak ngerjain pekerjaannya?? aku keliling ajah deh daripada nunggu disini. ''
ucap Ayya saat melihat Ranti sibuk dengan pekerjaannya.
''Jangan Ayya, aku juga udah selesai ko. ''
tolak Ranti dan Ayya pun kembali duduk.
Ranti selesai dengan pekerjaannya dan langsung gabung duduk di sofa dengan Ayya yang terlihat sudah kesal saat menunggunya.
''Maaf yah Ayya, maklum karena semua kerjaan aku yang tanggung jawab, jadi kamu nunggu. ''
ucap Ranti saat duduk di samping Ayya.
''Iya gak apa apa, oh iya .....maaf yah pas pesta tunangan kamu aku langsung pulang lagi dan gak menghampiri kamu Rann....''
ucap Ayya dan Ranti mengangguk mengiyakannya.
''Gak apa apa Ayya, kamu kenapa menangis pas keluar dari rumah aku Ayya?? bibi yang bilang loh melihat kamu menangis. ''
ucap Ranti dan Ayya langsung terdiam.
''Biasa mama ngancem aku Rann, mama kira aku pergi kemana padahal aku ke rumah kamu. ''
ucap bohong Ayya dan Ranti mengerutkan keningnya.
''Emang kamu gak bilang kalau mau menghadiri pesta pertunangan aku Ayya. ''
''Enggak, aku kan baru pulang dari luar kota dan kelupaan bilang dan mama juga gak percaya kalau aku ada di rumah kamu. ''
''Ohh....yasudahlah gak apa apa, yang penting kamu gak kena masalah ajah Ayya. ''
''Makasih udah ngerti dan aku kesini pengen curhat sama kamu Rann...''
''Curhat soal apa?? ''
''Soal Bima, laki laki yang sedang dekat dengan aku...''
ucap Ayya dan membuat Ranti melototkan matanya karena Ayya memperlihatkan foto di handphone nya.
...................
tbc.....
__ADS_1