Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
menghasut kembali.......


__ADS_3

Alea terus menangis setelah mendengarkan ucapan Rangga yang kesal kepadanya, perlahan Alea turun dari ranjangnya lalu mengambil pakaian kotornya.


''Lebih baik aku ke kamar sekarang ajah dan lanjutin tidur di kamar, nanti ajah mikirin Kak Rangganya. ''


ucap Alea sambil berjalan menuju kamarnya.


Sedangkan Rangga saat ini sudah berada di cafe untuk sarapan sebelum perti meeting dengan Ayya.


''Apa aku terlalu kasar sama wanita itu yah, kalau aku memanfaatkan nya semua bukan salahku dan kemauan wanita itu juga untuk aku sentuh, biarlah nanti aku urus wanita itu. ''


gumam Rangga dalam hatinya sambil memakan sarapannya.


Beberapa jam kemudian......


Setelah meeting nya selesai, Rangga dan Ayya langsung kembali ke hotel untuk mempersiapkan kepulangannya ke kota.


''Kamu siap siap sana Ayya dan jangan lupa ingatkan wanita itu takutnya dia masih nyaman di kamar hotelnya sekarang. ''


ucap Rangga saat sebelum masuk ke kamarnya.


''Baik kak.....''


jawab Ayya sambil mengetuk pintu kamar Alea.


Rangga selesai dengan semua persiapan dan akan segera menuju pulang, dia ingin bertemu dengan Ranti dan putrinya.


''Ayya....kakak duluan yah, mau jemput anak dan istri kakak soalnya, kamu pulang dengan supir sajah. ''


ucap Rangga dan Ayya mengangguk.


Rangga langsung masuk ke dalam mobil nya dan segera menuju kediaman Tante Mira karena Ranti sedang berada disana.


Alea langsung masuk kedalam mobil Ayya dan terus terdiam melihat sikap Rangga yang tidak berubah kepadanya.


Ayya yang sadar akan perubahan Alea pun langsung menanyakannya.


''Kamu sakit Alea?? ''


ucap Ayya dan Alea menggelengkan kepalanya.


''Biasanya kamu cerewet sekali dan kenapa sekarang murung?? kalau sakit bilang yah. ''


ucap Ayya kembali karena Alea tidak menjawab pertanyaannya.


''Aku baik kak dan gak apa apa ko, cuma sedih ajah gak jalan jalan selama disana. ''


bohong Alea mencari alasan.


''Kakak kan bilang ke kamu kalau disana gak akan lama dan hanya meeting sajah tapi kamu tetep ajah ngotot mau ikut, nanti setelah urusan kakak selesai pasti kakak ajak kamu jalan yah. ''

__ADS_1


ucap Ayya dan Alea mengiyakannya.


Ayya terdiam lagi setelah berbicara dengan Alea, dia masih ingat dengan kejadian tadi pagi sebelum meeting, tak sengaja Ayya mendengar suara anak menangis saat Bima mengangkat telphone nya, namun saat Ayya akan menanyakannya Bima langsung menutup panggilannya.


''Suara anak siapa itu dan masa aku salah dengar sih. ''


gumam Ayya dalam hatinya sambil menatap jalanan di luar mobilnya.


Di mobil Rangga saat ini......


Rangga mengemudikan mobilnya sedikit cepat karena dia baru sajah mendapatkan telphone dari anak buahnya kalau Bima keluar dari rumah Tante Mira dan membuat Rangga langsung kesal.


''Untuk apa Ranti menerima Bima di rumah Tante Mira?? sangat membuat resah si Bima dan awas ajah berani merebut Ranti akan aku pastikan kamu tidak akan mendapatkan Ranti. ''


ucap kesal Rangga sambil melajukan mobilnya menuju kediaman Tante Mira.


Hanya dua jam perjalanan Rangga sampai di kediaman Tante Mira dan langsung mengajak Ranti juga Eta untuk pulang, setelah pamit Ranti langsung segera masuk kedalam mobil bersama Rangga.


Tidak ada obrolan di sepanjang perjalanan karena Ranti sibuk dengan Eta yang di ajaknya bermain, hingga sampai di rumahnya Ranti langsung masuk dan membiarkan Rangga membawa barang barangnya.


Rangga langsung menuju ruang kerjanya untuk menghubungi Ayya karena dia satu satunya yang akan membantunya saat ini.


Dalam panggilan....


''Hallo Kak....ada apa?? ''


''Segeralah kamu meminta menikah atau tunangan lah kepada Bima, dia mengancam hubungan Kakak dan Ranti sekarang, diam diam Bima menghampiri Ranti di kediaman Tante nya, kamu ngerti kan Ayya?? ''


''Yasudah kakak percayakan ke kamu Ayya dan ingat kalau butuh bantuan segera hubungi kakak. ''


''Oke kak, kebetulan aku sekarang di rumahnya Bima karena orang tuanya mengajak makan malam. ''


Panggilan Berakhir......


Kesal adalah hal yang Ayya rasakan saat ini, Bima membuatnya kesal dan Ayya akan melakukan apapun agar Bima mau melegalkan hubungannya.


Ayya masuk kedalam rumah kembali setelah menerima panggilannya dan langsung membantu mama nya Bima menata makanannya di meja makan.


Bima jangan di tanya lagi dimana dia sekarang, saat kembali ke rumah dan melihat Ayya di rumahnya, Bima langsung mengurung diri di kamarnya dan enggan untuk menyapa Ayya.


''Mama.....boleh Ayya bicara sebentar. ''


ucap Ayya pada mama nya Bima saat mama nya Bima akan memanggil Bima ke kamarnya.


''Mau bicara apa sayang?? ayo katakan. ''


jawab mamanya Bima sambil membawa Ayya duduk di kursi meja makan.


''Mama tau kan hubungan Ayya sama Bima udah cukup lama, Ayya mau kalau Bima melegalkan hubungan kita, bertunangan dulu sajah agar ikatan kami kuat, mama harus tau kalau Ranti sudah kembali ke tanah air sekarang dan Ayya takut Ranti akan merebut Bima, mama tau kan masa lalu Bima bagaimana dengan Ranti kan?? ''

__ADS_1


ucap Ayya dan membuat mamanya Bima langsung geram.


''Tenang yah sayang, mama akan meminta Bima menikahi kamu secepatnya itu lebih bagus dari bertunangan, mama gak mau Bima kembali ke wanita jahat itu yang tega meninggalkan Bima dalam keadaan terpuruk dan sekarang datang lagi untuk merebutnya, langkahi mayat mama karena mama gak sudi memiliki menantu seperti dia. ''


ucap kesal mamanya Bima dan membuat Ayya bersorak gembira dalam hatinya.


''Mama akan bicarakan pada Bima saat dia makan bersama kita, kamu diam ajah biar semua urusan mama yah. ''


ucap kembali mamanya Bima dan Ayya mengangguk.


Mamanya Bima langsung memanggil suami dan kedua anaknya untuk makan malam karena makanan sudah siap di sajikan.


Bima langsung duduk di samping adiknya dan memulai makan malamnya tanpa menoleh sedikitpun pada Ayya.


''Bima.....mama mau kamu dan Ayya segera menikah dalam waktu dekat ini. ''


ucap mamanya Bima dan membuat Bima langsung tersentak.


''Maksud mama apa sih, Bima belum siap untuk menikahi Ayya dalam dekat ini. ''


tolak Bima dan langsung menatap tajam ke arah Ayya.


''Yasudah kalau kamu gak mau menikah, bagaimana kalau tunangan dulu Bima, jangan menolak perintah mama kamu, mama tau kamy goyah kan karena kedatangan wanita itu lagi, kamu sekarang ada dua pilihan Bima, bertungan dengan Ayya atau melihat mama menjadi mayat, karena sampai mati pun mama gak sudi kalau kamu kembali ke wanita itu. ''


ancam mamanya Bima dan membuat Bima menghela nafasnya.


''Mama bicara ngawur sekali, apa yang Ayya kasih ke mama sampai mama ngotot agar Bima mau menikahi dia?? ''


ucap Bima.


''Mama gak sama sekali di berikan apapun, mama hanya gak mau kamu kembali ke wanita itu, wanita yang tega pergi meninggalkan kamu dalam keadaan terpuruk.Bima, mama gak mau di bantah, bertunangan atau kamu akan melihat mama mati sekarang juga. ''


ancam mamanya Bima sambil memegang pisau dan akan melukai pergelangan tangannya.


''Pliis mama, ini gak lucu dan nyawa itu sagat berharga mama, jauhkan pisaunya. ''


ucap Bima yang mendekati mamanya namun mamanya tetap memegang pisaunya.


''Bima bilang iya apa susahnya sih, papa gak mau terjadi sesuatu dengan mama kamu. ''


ucap papanya Bima.


''Kak lagian kak Ranti kan sudah menikah dan memiliki anak, dari segi apapun kak Ayya lebih unggul. ''


ucap Alea sambil membantu menjauhkan tangan mamanya dari pisau.


''Baiklah kalau itu mau kalian, Bima setuju untuk bertunangan dengan Ayya. ''


ucap Bima sambil berlalu menuju kamarnya.

__ADS_1


...............


tbc.


__ADS_2