
Selama dalam perjalanan Ranti terus memperhatikan sekitarnya, karena jalanannya tidak Ranti kenal dan Bima terus tersenyum melihat raut wajah bingung pada wajah Ranti.
''Santai ajah Ranti, aku gak akan nyulik kamu. ''
ucap Bima dan Ranti memanyunkan bibirnya.
''Awas ajah kalau kamu macam macam Bima, saudara aku petinggi polisi. ''
ancam Ranti dan membuat Bima tertawa.
''Ranti.....hhaaaa, kamu aneh deh dan lagian siapa yang mau macam macam ke kamu, malah aku mau bahagiakan kamu loh. ''
ucap Bima dan Ranti tersenyum mengejek.
Tak butuh waktu lama akhirnya mobil yang di kendarai Bima sampai di sebuah tempat indah dan asri, Ranti langsung tersenyum senang melihat nya.
''Ayo turun, kita akan berlatih di tempat ini dan akan membuat kamu lebih nyaman dengan suasana asri dan indah. ''
ucap Bima dan Ranti tersenyum.
Bima langsung membawa Ranti menuju sebuah gubuk yang ada di tengah tengah sebuah bukit yang di tumbuhi banyak pohon.
''Mana aku lihat salinan skripsinya. ''
ucap Bima saat Ranti duduk dan Ranti langsung memberikan salinan skripsinya pada Bima.
''Ini beneran jauh dari keahlian aku loh, fashion desain loh ini. ''
keluh Bima dan membuat Rnti tertawa.
''Jangan komen ajah deh, ayo kita mulai acaranya sekarang Bima. ''
protes Ranti dan Bima mengangguk.
Bima dan Ranti begitu asik dengan latihannya dan sesekali mereka bercanda, Bima begitu bahagia bisa dekat dengan Ranti.
Di kampus Ranti saat ini...
Rasya sedang menunggu kakak nya di depan gerbang kampus Ranti hingga satu jam menunggu Rasya langsung memutuskan untuk pulang.
''Kakak ini kemana sih nomer di luar jangkauan dan di tunggu di kampus hingga satu jam tapi gak ada, apa kakak udah pulang yah. ''
ucap Rasya saat setelah menghubungi nomer kakaknya yang tidak aktif.
Hingga beberapa menit kemudian mobil sampai di kediaman rumah Ranti dan Rasya langsung memanggil kakaknya.
''Maaf den, non Ranti belum pulang. ''
ucap pelayan saat Rasya menanyakan keberadaan kakaknya.
''Yaudah bibi, kalau kakak udah sampai suruh ke kamar aku yah. ''
ucap Rasya sambil berjalan menuju kamarnya dan pelayan mengangguk.
Di bandara saat ini...
__ADS_1
Ayya saat ini sedang menunggu kedatangan kakak sepupunya yang baru datang dari luar kota, Ayya tersenyum saat seorang pemuda melambaikan tangannya dan ayya langsung berlari kecil menghampirinya.
''Kak Rangga.... ''
ucap Ayya sambil memeluk kakak sepupunya.
''Kamu udah gede yah Ayya, kakak kira kamu masih sekecil dulu pas kakak terahir ketemu kamu. ''
ucap Rangga dan Ayya memanyunkan bibirnya.
''Kakak ini ya, Ayya sudah besar tau dan Ayya gak sekecil sepuluh tahun lalu. ''
protes Ayya dan membuat Rangga tersenyum.
''Ayo kita pulang karena kakak pengen istirahat loh badan sakit semua. ''
keluh Rangga dan Ayya langsung menggandeng Rangga untuk menuju mobilnya.
Ayya mengemudikan mobilnya menuju rumah dan Rangga duduk tenang sambil memainkan handphone nya.
''Gak sangka kota ini jadi ramai sekali yah, padahal dulu masih sepi saat kakak meninggalkan kota ini. ''
ucap Rangga dan Ayya hanya tersenyum.
''Nama nya juga kehidupan kak pasti semakin maju lah masa iya semakin terpuruk. ''
jawab Ayya dan Rangga hanya mengangkat bahunya.
''Kamu udah punya pacar kah Ayya?? ''
''Ahh,.... kakak kaya gak tau mama sama papa ajah ke aku kaya gimana. ''
''Iya juga sih tapi kan Ayya juga pengen punya pacar kak kaya orang orang. ''
''Nanti kalau lulus ajah baru kamu mikirin cowok, kakak ajah sampe sekarang belum kefikiran tuh nyari cewek dan mau fokus kerja. ''
''Awas ajah kalau jatuh hati baru tau rasa kamu kak, pasti akan sangat dalam. ''
''Kalau udah sampe rumah kasih tau kakak yah. ''
Rangga langsung menutup matanya dan Ayya fokus dengan kemudinya.
Kembali ke Bima dan Ranti saat ini, Ranti dan Bima saat ini sedang berlari lari saling mengejar dan terus membuat Ranti tertawa karena kekonyolan Bima.
Mereka berdua seperti melupakan tujuan utama datang ke tempat ini dan malam bermain main hingga lupa.
''Udah ahh cape tau Bima, kamu konyol tau. ''
ucap Ranti sambil duduk selonjoran dan bima pun ikut duduk di samping Ranti.
''Kamu yang salam masa aku yang di jadikan tumbal sih Ranti, pokonya kamu memang hebat kalau masalah disain Ranti. ''
ucap Bima dan Ranti langsung tertawa.
''Aku gitu dan kamu juga pak jaksa yang hebat dan aku senang kenal dengan jaksa. ''
__ADS_1
ucap Ranti dan Bima mengacak rambut Ranti gemas.
''Makasih bima.... ''
''Makasih Ranti.... ''
Keduanya berbicara bersamaan dan membuat keduanya tertawa tawa.
''Kita sepertinya berjodoh yah Ranti dan aku bahagia kalau kita memang kita berjodoh. ''
ucap Bima dan Ranti langsung terdiam.
''Kamu ini kalau bicara ngasal deh, kita baru kenal masa kamu mau berjodoh. ''
ucap Ranti dan Bima mengerutkan keningnya.
''Aku sudah jatuh hati saat pertama melihat kamu Ranti, aku percaya sesuatu yang di takdirkan tuhan untuk ku tidak akan lupa dan sesuatu yang tidak di takdirkan untuk aku pun tidak mungkin dapat aku kejar, aku yakin kamu sudah di takdirkan untuk aku Ranti. ''
ucap tegas Bima dan membuat Ranti terdiam.
''Kamu wanita yang membuat aku tersenyum kembali dan menutup luka lamaku Ranti. ''
ucap kembali Bima dan Ranti tersenyum.
''Makasih Bima dan aku bahagia mengenal kamu, kita pulang yah udah sore loh, takut ibu nyariin aku. ''
jawab Ranti dan Bima menyetujuinya.
...****************...
Ranti saat ini sudah di kamarnya dan memikirkan ucapan Bima, Ranti langsung berguling guling dan membuat Rasya mengerutkan keningnya saat masuk ke kamar kakanya.
''Pasti mikirin cowok kan kak. ''
tebak Rasya dan membuat Ranti memanyunkan bibirnya.
''kamu kaya cenayang ajah nerka nerka, lagian siapa yang ijinin masuk. ''
protes Ranti dan Rasya langsung merebahkan tubuhnya di ranjang kakanya.
''Kak kamu tega yah, aku nunggu di depan kampus tapi kamu malah gak ada. ''
''Siapa yang nyuruh kamu nunggu, kan kamu bilang gak akan jemput ada kuliah sampai sore. ''
''Kan gak jadi dosen nya gak datang, lagian nomer kakak kenapa gak aktif. ''
''Oh... gak ada sinyal kayanya, makanya gak aktif nomernya. ''
Ranti dan Rasya mengobrol asik di kamar, berbanding terbalik dengan Bima yang sedang menunggu balasan pesan dari Ranti yang tidak di balas sudah satu jam terkirim.
''Apa Ranti udah tidur yah, kenapa gak bales chat nya dan belum di baca ajah. ''
ucap Bima sambil merebahkan tubuhnya dan memikirkan Ranti yang tadi seharian bersamanya bersenang senang, senyum di wajah Bima terus mengembang.
Bima memang laki laki yang tertutup dan sangat susah tersenyum karena peristiwa masa lalunya.
__ADS_1
.............
tbc......