Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Ayya membaik dan sadar.....


__ADS_3

Bima langsung mengambil kembali surat dari Ranti yang telah dia lemparkan dan Bima langsung membacanya.


Untuk Bima ;


Setelah kamu menerima surat ini, aku sudah gak ada Bima dan aku pergi jauh untuk memulai kehidupan baruku, maafkan aku Bima karena melanggar janji untuk menantikan kamu sampai kamu bebas dari tahanan, percayalah Bima aku begitu mencintai kamu dan semua aku lakukan demi kebaikan kita semua.


Maaf karena saat ini aku telah SAH menjadi istrinya Kak Rangga, makasih untuk pengorbanan kamu Bima dan yang telah kamu lakukan demi aku.


Saat kamu bebas nanti aku harap kamu akan memaafkan aku Bima, hiduplah dengan damai dan semoga kamu mendapatkan cinta baru dan segera mendapatkan penggantiku.


Tak selamanya perjalan cinta itu indah, tetap semangat Bima karena hidup itu harus di perjuangkan, aku mencintai kamu Bima.


Dari Ranti ;


Bima langsung menangis saat setelah selesai membaca surat dari Ranti. ''Mudah sekali kamu bicara kalau aku bisa mencari pengganti kamu Ranti, semua mustahil karena hanya kamu yang ada di dalam hati yang paling terdalam dan gak mudah melupakan semua kenangan kita. '' ucap Bima sambil menyimpan suratnya kedalam saku celananya.


...****************...


Enam Bulan kemudian......


Setelah kepergian Ranti menuju Prancis, tidak ada kabar kembali mengenai Ranti, Ranti seperti hilang di telan bumi, hanya Rangga yang hilir mudik Prancis tanah air untuk mengecek perusahaannya.


Tante Mira atau Rasya selalu datang berkunjung untuk menemui Bima di tahanan, Bima saat ini begitu tegas dan tidak ada senyum di wajahnya.


Kekecewaan kedua kalinya yang di berikan oleh Ranti membuatnya menutup diri dan tidak ada lagi semangat hidup di raut wajah Bima.


Sedangkan Di rumah sakit saat ini, dokter dan tim medis yang menangani Ayya, sedang melakukan pemeriksaan ulang karena tadi pagi Ayya membuka matanya dan dinyatakan sadar dari koma nya selama enam bulan lamanya.


Semua keluarga langsung bahagia dengan kesadaran Ayya dan Rangga pun langsung terbang dari Prancis menuju tanah air tanpa Ranti dan beralasan Ranti sedang hamil dan di larang untuk melakukan perbangan yang berjarak jauh, keluarga pun memakluminya dan berdoa supaya Ranti dan bayi dalam kandungannya baik baik sajah.


Rangga masuk kedalam ruangan Ayya dan tersenyum saat melihat Ayya tersenyum kepadanya, Rangga langsung duduk dan menggenggam tangan Ayya yang terlihat masih lemah.


''Akhirnya kamu sadar setelah enam bulan Ayya, kakak dan Ranti sudah menikah, Ranti saat ini sedang mengandung dan menetap di Prancis untuk sementara selama kehamilannya, Ayya kamu harus kuat dan cepat pulih agar kamu bisa kembali mengejar Bima, saat ini Bima sedang menjalani masa hukumannya karena mencoba melenyapkan kamu, tapi kakak tau bukan Bima pelakunya kan?? ''


ucap Rangga dan Ayya melototkan matanya.

__ADS_1


''Bima di penjara kak?? kenapa bisa?? ''


ucap Ayya dengan nada yang syok.


''Bima ada di ruangan kamu Ayya dan Bima tersangkanya, sudah enam bulan Bima di penjara dan menunggu kamu sadar untuk mendengarkan kesaksian kamu. ''


ucap Rangga dan Ayya langsung terdiam lalu teringat kejadian itu.


''Bima sepertinya melindungi Ranti kak, bukan Bima pelaku yang menembak tapi aku sendiri yang menembakan pistol itu, niat aku ingin menembak Ranti tapi Ranti mengelak dan malah berbalik aku yang tertembak Kak. ''


ucap Ayya dan Rangga melototkan matanya.


''Apa yang ada di otak kamu Ayya?? Kakak sering memperingati kamu kan, jangan sentuh Ranti dan menyakiti dia, kenapa kamu mencoba melenyapkan nya sih, urusan jadi runyam sekarang. ''


ucap Rangga dengan nada kesal dan membuat Ayya terdiam merasa bersalah.


''Maafkan aku Kak, aku saat itu sangat marah dan kesal karena ucapan Ranti, makanya reflek ajah mengeluarkan senjata. ''


ucap Ayya dengan nada penyesalan dan membuat Rangga menghela nafasnya.


ucap Rangga dan Ayya tersenyum mengangguk.


''Makasih untuk sarannya dan makasih karena kakak berhasil menikahi Ranti, ini kesempatan untuk Ayya mendekati Bima. ''


ucap Ayya dan Rangga mengiyakannya.


Rangga langsung pamit meninggalkan Ayya dan tantenya langsung masuk untuk menunggu Ayya, orang tua Rangga sudah kembali ke kota asalnya karena banyak hal yang harus di kerjakan semenjak Rangga menikah dan menetap di Prancis, papa nya Rangga menjadi sibuk kembali dengan urusan perusahaan.


Di ruangan saat ini Ayya sedang memikirkan rencana agar Bima mau menurutinya. ''Apa aku harus mengikuti rencanya Kak Rangga untuk menjerat Bima?? karena Bima akan melakukan apapun demi Ranti termasuk nyawanya pasti di taruhkan. '' gumam Ayya sambil menatap langit langit ruang rawatnya.


Hasil medis Ayya akan keluar besok pagi untuk menentukan Ayya di rawat atau di perbolehkan pulang nantinya.


Keesokan harinya....


Ayya masih harus di rawat karena kondisinya masih belum stabil dan akan dilakukan pemeriksaan ulang, setelah mengaduh sakit di dada sebelah kirinya dokter kembali melakukan tindakan untuk Ayya.

__ADS_1


''Mama.....kenapa aku gak boleh pulang hari ini?? ''


ucap Ayya saat membuka matanya karena tadi sempat tidak sadarkan diri kembali.


''Dokter masih melakukan tindakan sama kamu sayang setelah semalam kamu mengaduh sakit di dada sebelah kiri, jangan dulu memikirkan apapun yah dan kamu harus tenang biar cepat pulih. ''


jawab mamanya Ayya dan Ayya mengangguk.


''Ayya mau membebaskan Bima di penjara mama, dia gak salah dan malah jadi tersangka utamanya. ''


ucap Ayya dan mamanya langsung tersentak.


''Jadi bukan Bima pelaku penembakannya?? ''


ucap mamanga Ayya dan Ayya mengangguk.


''Bukan mama, makanya Ayya kepikiran terus sama nasibnya Bima di tahanan, Ayya ingin Bima bebas dari tuduhan. ''


ucap Ayya dengan nada sedihnya.


''Makanya kamu pulihkan kondisi kamu, polisi juga sempat menanyakan keadaan kamu untuk meminta kesaksian, tapi team dokter masih melarang kamu di minta keterangan karena kondisi kamu belum stabil Ayya, sudah jangan memikirkan Bima dulu yah dan kamu harus memikirkan kondisi kamu agar cepat pulih dan keluar dari rumah sakit, biar kamu bebas untuk mengeluarkan Bima dari tahanan yang menjeratnya. ''


ucap Mamanya Ayya yang meyakinkan Ayya dan akhirnya Ayya mengangguk menyetujui ucapan mamanya.


Di Lapas saat ini......


Bima sudah diberitahukan perihal Ayya yang sudah sadarkan diri namun belum bisa di mintai kesaksiannya karena kondisi nya masih belum pulih dan Bima pun hanya pasrah dengan semuanya.


''Aku harap gak akan ada masalah baru dengan Ayya yang sudah sadar, aku memiliki pirasat buruk sekarang karena masalah ini. ''


gumam Bima dalam hatinya setelah polisi menghampirinya.


......................


tbc.

__ADS_1


__ADS_2