Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Mencari Ranti.....


__ADS_3

Rangga langsung menghubungi asistennya Ranti dan menanyakan kemana Ranti pergi dan asistennya Ranti meyakinkan Rangga sampai Rangga percaya.


''Ada apa dengan Ranti?? kenapa gak ngabarin aku sebelum berangkat dan semuanya dadakan sekali. ''


gumam Rangga dalam hatinya sambil melihat handphone satunya dan ternyata handphone nya mati.


''Pantas ajah gak ada kabar dari Ranti, ternyata handphone nya mati. ''


ucap Rangga sambil berjalan menuju ruang kerjanya untuk mengisi daya handphone nya dan mengerjakan pekerjaannya.


Rangga memiliki dua handphone namun satu handphone nya tidak di ketahui oleh Ranti dan hanya asistennya yang mengetahui.


Setelah di aktifkan ternyata banyak notifikasi masuk pemberitahuan panggilan tak terjawab dan pesan dari Ranti.


💬 Kakak kenapa gak pulang?? dan nomernya gak aktif lagi?? aku ada acara fashion week dan membawa Eta juga, aku di antar tante Mira.


Rangga langsung tersenyum saat membaca pesan dari Ranti dan merasa lega karena Ranti ternyata memperhatikannya.


''Di kira kamu gak akan menanyakan kemana aku semalam sayang, hati hati disana dan cepat pulang. ''


ucap Rangga sambil menatap pesan singkat di handphone nya dari Ranti.


Di butik saat ini.....


Rasya datang berbarengan dengan kedatangan Bima, Rasya yang kesal dengan keputusan Bima pun memilih untuk menghindar dan langsung menuju ruangan kakaknya.


''Loh.....kenapa kosong ruangannya, kakak kemana?? ''


ucap Rasya sambil masuk ke ruangan Ranti dan duduk di sofa untuk menghubungi Ranti.


sedangkan di area butik saat ini, Bima sedang menunggu asistennya Ranti untuk menanyakan Ranti.


''Maaf mas.....Mba Ranti nya sedang keluar kota menghadiri fashion week seminggu kedepan. ''


ucap asisten Ranti saat Bima menanyakan Ranti.


''Baiklah dan terimakasih. ''


jawab Bima sambil berjalan menuju keluar butik Ranti.


''Siapa yang masuk ke ruangan Mba Ranti yah, kok pintunya terbuka. ''


ucap asistennya Ranti sambil berjalan menuju ruangan Ranti untuk menutupnya.

__ADS_1


Saat akan menutupnya Rasya langsung memanggil asistennya Ranti. ''Nanda......kak Ranti kemana sih?? nomernya gak bisa di hubungi loh. '' ucap Rasya dan membuat asistennya Ranti gelagapan.


''Mba Ranti ada fashion week Mas Rasya dan mba Ranti yang menghadirinya selama satu minggu kedepan. ''


jawab Asistennya Ranti dan Rasya mengangguk membuat asistennya lega karena Rasya gak banyak bertanya.


Semua mencari keberadaan Ranti, namun saat ini Ranti sedang di dalam pesawat yang sedang mengudara membelah langit untuk membawanya menuju negara Dubai.


''Kamu yang sabar yah sayang, Tante percaya kalau ada sesuatu di balik pertunangan Bima dan Ayya, karena Bima bukan laki laki yang memberikan harapan palsu pada seseorang. ''


ucap Tante Mira saat melihat Ranti banyak diam dan tidak seperti biasanya.


''Aku cuma berusaha ajah untuk percaya terus gak kecewa Tante dan aku sekarang merasakan kecewa yang sangat dalam, kecewa itu karena aku berharap pada manusia. ''


jawab Ranti dan membuat Tante Mira terdiam karena bingung harus menjawab apa.


''Terserah kamu ajah sayang, Tante hanya bisa mendukung semua keputusan kamu. ''


ucap Tante Mira dan Ranti hanya menganggukan kepalanya.


Eta saat ini sedang tertidur karena Ranti sengaja menidurkannya agar Eta nyaman selama di perjalanan yang akan memerlukan banyak waktu untuk mengudara menuju Dubai.


Entah apa yang di pikirkan Ranti saat ini, semua sedang dalam renungannya, mempercayai ucapan tantenya atau mengikuti hatinya yang sakit karena menerima kenyataan kalau Bima bertunangan dengan wanita lain.


Tante Mira terus tersenyum bahagia sambil menggendong Eta dan Ranti hanya menggelengkan kepalanya dengan sikap Tante Mira.


''Kamu tau sayang, negara ini adalah negara impian Tante sejak lama, setelah mendiang suami Tante meninggal, tante menghilangkan impian untuk berkunjung ke negara ini, tapi saat ini ada kamu dan Eta yang mewujudkan mimpi tante, makasih....''


ucap tulus Tante Mira dan membuat Ranti langsung memeluk Tante nya.


Negara Dubai adalah negara yang moderen dan maju, digital sudah menjadi hal biasa di negara ini, semua canggih dan sangat mudah.


Ranti di antar oleh petugas hotel menuju kamarnya dan Ranti memesan kamar yang mewah untuk di tempatinya dan Tante mira meminta satu kamar dengan Ranti juga Eta, Ranti mengiyakannya karena ranjangnya pun ukuran king size.


''Kalau malam pasti sangat indah pemandangan lampunya. ''


ucap Ranti saat melihat pemandangan di luar hotelnya.


''Pasti lah.....pokonya nanti malam kita jalan jalan yah, Tante pengen keliling ajah. ''


ucap Tante Mira dengan semangatnya dan membuat Ranti tertawa.


''Emang Tante gak Jetlag, kita belasan jam mengudara loh dan aku juga sangat pusing kelapanya. ''

__ADS_1


ucap Ranti dan membuat Tante Mira tersadar.


''Pusing sih tapi karena semangat jadi ajah lupa. ''


jawab Tante Mira dan Ranti menggelengkan kepalanya sambil merapihkan pakaiannya ke lemari.


Di tanah air saat ini......


Bima sedang di apartemen yang baru di belinya, Bima memang sengaja merahasiakan pembelian apartemen nya karena memang tidak mau ada yang tahu.


''Tinggal membawa Ranti dan Eta sekarang, tempat sudah ada walaupun gak mewah. ''


gumam Bima dalam hatinya sambil memeriksa setiap detail apartement nya.


Setelah di rasa cukup dengan apartemen nya, Bima langsung menuju kantornya kembali karena mendadak ada telphone dari atasannya.


''Alfa memang gak bisa di andalkan deh, semua udah aku kasih tau pekerjaannya dan tetap sajah ada yang salah, aku lagi yang mengerjakannya kalau gini. ''


gerutu Bima sambil masuk kedalam mobilnya untuk menuju kantornya.


Bima sibuk dengan apartemen dan kerjaannya namun Rangga malah sibuk dengan Alea yang tiba tiba mengajaknya berkencan seperti biasa.


Entah karena sudah candu dengan semua yang Alea berikan, entah Rangga memang sudah jatuh hati ke Alea dan semua tidak di ambil pusing karena Rangga saat ini hanya menikmatinya.


Di hotel saat ini, Rangga dan Alea baru menyelesaikan permainannya, Rangga langsung membersihkan tubuhnya karena asistennya mengabari ada rapat dadakan.


''Nanti aku siapkan rumah buat kamu, biar nyaman kalau kita bertemu. ''


ucap Rangga setelah sesaat membersihkan tubuhnya.


''Terserah kak Rangga ajah, lagian aku dimana ajah akan nyaman asalkan dengan kakak. ''


ucap Alea sambil berjalan menghampiri Rangga yang sedang merapihkan pakaiannya.


''Yasudah aku akan urus rumahnya dan kamu tinggal alasan kerja lagi ke orang tua kamu, seminggu kedepan juga Ranti sedang keluar kota jadi kita bisa menginap nantinya. ''


ucap Rangga dan Alea menganggukan kepalanya sambil merapihkan jasnya.


''Habis kakak pergi aku mau pulang buat ijin ke mama dan kabarin yah kalau rumahnya sudah siap. ''


ucap Alea saat Rangga akan keluar dari kamar hotel.


..................................

__ADS_1


tbc.


__ADS_2