
Bima mengiyakan usulan Aryo dan usulan Alfa sebagai cadangannya.
''Kamu lebih baik hari ini temui Ranti karena dia sedang menggelar fashion week di hotel, Rangga juga sedang keluar kota dan itu menguntungkan untuk kamu, tapi hati hati ajah karena sekitar Ranti ada antek antek Rangga yang memata matainya, nanti aku akan urus laporan ke handphone Rangga nya asal saat kamu bertemu Ranti kabarin aku, disini aku akan menyiapkan semuanya agar lancar. ''
ucap Aryo dan Bima mengangguk.
''Makasih Aryo dan aku mau ke kantor dulu mau ambil berkas penting, baru deh menemui Ranti. ''
ucap Bima karena Alfa sudah duluan pamit kembali ke kantor dan Bima menyusul.
''Hati hati dan semoga lancar Bimm.....''
ucap Aryo dan Bima menganggukan kepalanya sambil berjalan menuju mobilnya.
Di ballroom hotel saat ini.....
Ranti begitu sibuk menyiapkan semua rancangan gaunnya yang akan di pamerkan, Ibu dan adiknya sudah hadir bersama Tante Mira yang menunggu Ranti di meja khusus tamu undangan.
''Gimana persiapan nya?? ''
ucap ibunya Ranti saat Ranti ikut bergabung duduk di meja khusus undangan.
''Selesai Buu dan kita tinggal nunggu show nya. ''
jawab Ranti yang sudah duduk dan ibunya mengangguk.
Tiga jam sudah acara selesai di selenggara dan Ranti benar benar senang dengan semua hasil rancangannya yang begitu membuat semua tamu undangan berdecak kagum.
''Kak...Rasya sama Ibu langsung ke kantor yah, gak apa apa kan?? ''
ucap Rasya karena sekertaris Ibunya memberitahukan jadwal meeting penting.
''Udah biar Ranti di temani Tante ajah gak apa apa kok, perusahaan lebih penting kan sekarang. ''
ucap Tante Mira dan Rasya mengangguk.
Setelah kepergian Rasya dan Ibunya, Ranti langsung mengajak Tantenya untuk makan siang karena semua sisa acara di selesaikan oleh asistennya Ranti.
''Kamu sangat mirip dengan ayah kamu sayang, dia perancang handal dan terkenal di dunia fashion. ''
ucap Tante Mira yang begitu terpukau dengan rancangan Ranti saat di show kan tadi.
__ADS_1
''Tante ini, aku kan emang suka banget sama disain sedari dulu, makanya aku bisa menguasai semuanya dan sedikit ilmu dari ayah yang masih aku ingat, sampai kapan pun aku akan mengingat pelajaran berharga itu, Ayah selalu hidup di dalam hati aku. ''
ucap Ranti dengan nada sendunya dan membuat Tante Mira langsung memeluk keponakan tersayangnya.
''Udah jangan melow dong, kita makan dulu yah sayang karena Tante sangat lapar sekali. ''
ucap Tante Mira mengalihkan kesedihan Ranti dan berhasil karena Ranti menyetujuinya.
Tanpa Ranti tahu saat ini Bima sedang mengikuti nya untuk berbicara dengan Ranti, Bima langsung mengijuti Ranti sampai ke restoran.
Ranti dan Tante Mira terlihat sedang berbincang setelah memesan pesanan makanannya, Bima langsung menghubungi Aryo sebelum menghampiri Ranti untuk mengurus Rangga.
''Siang .......''
ucap Bima yang sudah ada di depan meja Ranti dan Tantenya.
Ranti langsung melototkan matanya saat melihat senyum indah Bima yang begitu di rindukannya, Ranti diam seribu bahasa dan Tante Mira lah yang menjawab sapaan Bima.
''Ayo duduk Bima, kita makan siang bersama sajah yah dan kamu pesan makanannya. ''
ucap Tante Mira dan Bima langsung menganggukan kepalanya setuju lalu duduk di hadapan Ranti.
Setelah memesan makanannya Bima pun menjawab setiap pertanyaan yang di ucapkan Tante Mira.
ucap Tante Mira dan Bima langsung menatap Ranti yang terlihat diam.
''Tante lupa kalau tiga gedung kesebelah kanan dari restoran ini tuh kantor hukum Bima. ''
ucap Bima beralasa dan Tante Mira hanya mengangguk.
Makananpun tiba dan pelayan langsung menatanya di meja, Tante Mira langsung mengajak untuk segera menyantap makanannya.
Ranti terus mengalihkan pandangannya saat Bima terus memperhatikannya.
''Kenapa malah memperhatikan aku terus sih, bikin salah tingkah jadinya kan. ''
gumam Ranti dalam hatinya saat Bima terus sajah memperhatikannya.
''Kamu kenapa sih Bima?? aku susah menelan makanan aku tau kalau kamu terus ajah memperhatikan aku. ''
ucap Ranti yang kesal karena Bima malah tersenyum kepadanya.
__ADS_1
''Kamu ini kenapa sih??, emangnya ada larangan kalau aku gak boleh memperhatikan kamu?? ''
ucap Bima dengan santainya dan membuat Ranti mendelik sebal sedangkan Tante Mira menggelengkan kepalanya.
''Ada yang mau aku tanyakan sama kamu Ranti, aku harap kamu mau jujur yah dan jangan pernah menutupi semuanya. ''
ucap Bima dengan nada seriusnya dan membuat Ranti manganguk.
''Silahkan kamu tanyakan Bima, kalau bisa ya aku jawab dan kalau gak bisa jangan maksa. ''
jawab Ranti dan Bima mengangguk.
''Jujur sama saya Ranti, Eta sebenarnya anaknya Rangga atau anak saya?? ''
ucap Bima dan berhasil membuat Ranti tersedak.
Tante Mira langsung memberikan minum dan Ranti langsung meminumnya.
''Eta itu anak aku bukan anak kamu atau pun Rangga. ''
jawab Ranti dan membuat Bima tersenyum karena secara tidak sengaja Ranti memberitahukannya.
''Ranti....kenapa kamu gak jujur kalau ada ancaman saat kamu memutuskan aku?? dan kamu menikah dengan Rangga secara tiba tiba, aku udah mengetahui semua kebenarannya, andai kamu terbuka kepadaku tentang masalah Rasya, aku akan membantu kamu Ranti dan hal yang seperti sekarang gak akan terjadi dengan hubungan kita, benarkan kalau eta adalah buah cinta kita dan bukan Rangga?? ''
ucap Bima dan Ranti hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan Bima.
''Lebih baik kamu jangan mengusik ketenangan hidup aku dan putriku Bima, saat ini aku sudah bahagia dengan kehidupanku dan sudah tenang tanpa ada masalah, ingat Bima karena kamu memiliki Ayya kan kekasih kamu, pliis jangan merusak tali persaudaraan lagi yah, aku lelah Bima dan aku gak sanggup untuk melewati semua masalah yang akan timbul karena ulah kamu. ''
''Aku juga sama lelah berpura pura menjalani hubungan dengan Ayya, semua demi kamu Ranti karena aku gak mau kamu di masukan kedalam penjara, aku memiliki rekaman cctv kejadian penembakan Ayya tahun lalu, pliis Ranti jujur lah kalau Eta adalah putriku?? ''
''Sudah lah Bima....aku gak mau ada masalah lagi, persetan dengan rekaman itu karena gak akan bisa menyelamatkan adikku kalau sampai Rangga melaporkan kembali kasusnya. ''
''Besok kamu ikut denganku Ranti dan aku akan memberikan rekaman cctv kejadian sebenarnya saat penembakan itu, ada Ayya dan Rangga yang terlibat. ''
ucap Bima dan membuat Ranti melototkan matanya.
''Sayang.....Tante setuju dengan Bima, kamu ikuti dengan Bima dan lihat rekaman yang sebenarnya, biar kamu bisa tenang menjalani kehidupan tanpa rasa takut Rasya akan di penjara kembali. ''
ucap Tante Mira yang menyetujui ucapan Bima.
Ranti hanya menganggukan kepalanya dan membuat Bima juga Tantenya bernafas lega karena Ranti akhirnya luluh, Bima sebelumnya telah menceritakan mengenai rekaman cctv kejadian Rasya kepada Tante Mira dan Tante Mira akan mendukung apapun demi kebaikan dua keponakannya.
__ADS_1
...................
tbc.