
Pagi menjelang.....
Ranti membuka matanya dan merasakan tubuhnya begitu sakit dan intinya begitu perih, Ranti tersenyum saat menatap wajah tenang Bima saat tertidur.
''Bibim bangun, aku mau mandi susah kakinya ketindih kaki kamu berat. ''
ucap Ranti yang membisikkan tepat pada telinga Bima dan membuat seketika Bima membuka matanya.
''Kamu ekstrim banget banguninnya loh, gimana kalau kembali nerkam kamu. ''
ucap Bima sambil melepaskan belitan kakinya di kaki Ranti.
''Ishh....mesum, mendingan mandi dan siap siap pulang ajah deh. ''
ucap Ranti sambil turun dari ranjang dengan tubuh polosnya dan menuju kamar mandi.
''Mesum mesum tapi kamu doyan juga sayang....''
teriak Bima saat Ranti masuk kedalam kamar mandi.
''Berisiiiik.....''
teriak Ranti di dalam kamar mandi dan membuat Bima tertawa.
Setelah selesai mandi dan bersiap, Bima langsung membawa koper kedalam bagasi karena packing sudah di lakukan kemarin.
Ranti asik dengan sarapannya sedangkan Bima sibuk dengan merapihkan barang barangnya, sungguh pemandangan yang langka namun Bima tidak mempermasalahkannya karena tahu siapa Ranti dan berasal dari keluarga apa Ranti.
''Udah jangan bebenah terus Bibim, sarapan dulu karena perjalanan kita jauh loh, pusing lagi lihat kamu mundar mandir seperti setrikaan ajah. ''
ucap Ranti dan membuat Bima mendelik sebal.
''Harusnya kamu bantu bukan hanya menonton dan mengkritik, aneh sekali kamu ini. ''
ucap Bima yang tidak menerima Ranti mengomel padanya.
''Aneh apanya coba?? aku kan gak biasa mengerjakan hal yang berat berat Bibim. ''
ucap Ranti sambil memanyunkan bibirnya dan Bima hanya menggelengkan kepalanya sambil memakan makanannya.
Sambil menunggu penjaga villa datang untuk menyerahkan kunci dan pamit, Bima memanfaatkannya dengan memanaskan mobil karena selama seminggu ini mobil tidak di gunakan, sedangkan Ranti memilih untuk memetik buah anggur yang ada di samping villa karena buahnya begitu lebat.
Ranti asik memakan buah anggur sambil duduk di ayunan dan membiarkan Bima melakukan apapun yang Bima kerjakan.
Bima yang sibuk dengan mengecek mobil pun tidak menyadari kalau Ranti tidak ada di sampingnya, hingga selesai pengecekan Bima baru tersadar karena tidak ada suara manja Ranti di sampingnya.
''Ya ampun aku sampai melupakan wanita manja itu, kemana anak itu. ''
ucap Bima sambil berjalan mencari keberadaan Ranti hingga Bima berhenti di samping villa dan menghembuskan nafasnya saat melihat Ranti sedang asik dengan anggur di tangannya dan berayun di ayunan.
__ADS_1
''Sayaang....kamu ko malah disini?? bukannya bantu aku mengecek mobil, malah sibuk sama anggur. ''
omel Bima dan Ranti memasukan buah anggur ke mulut Bima untuk mengehentikan omelan Bima.
''Hahahahaaa....lucu sekali reaut wajah kamu Bibim, menggemaskan sekali. ''
ucap Ranti sambil tertawa melihat reaksi Bima yang mengunyah buah anggur sedikit kesusahan karena Ranti memasukannya dua biji.
''Kamu ini nakal sekali yaah. ''
ucap Bima sambil mengayunkan ayunannya sambil tertawa karena Ranti malah asik dengan ayunan yang di ayunkan oleh Bima.
''Emangnya penjaga villa belum datang juga Bimm?? ''
ucap Ranti di sela sela menyuapi anggur ke mulut Bima.
''Katanya nunggu istrinya selesai dengan pekjerjaannya, biar pas kesini langsung beresin villa nya bekas kita, paling sebentar lagi sampai. ''
jawab Bima sambil memelankan ayunan yang di naiki Ranti.
''Villa ini akan menjadi kenangan kita Bibim, semoga suatu saat kita datang kesini bukan berdua tapi bertiga dengan anak kita. ''
ucap Ranti dengan raut wajah sedih dan Bima mengaminkannya.
Beberapa saat kemudian penjaga villa datang dengan istri dan juga anaknya, Bima dan Ranti langsung pamit menuju kota.
Setelah pamit Bima langsung menggandeng Ranti untuk masuk kedalam mobil dan setelah Bima masuk kedalam mobil, mobil langsung melaju meninggalkan villa.
''Entah apa yang harus aku bicarakan nanti Bimm, untuk memutuskan hubungan ini, sungguh akupun masih bingun dengan apa yang harus aku katakan dan rangkaian kata yang pas agar kamu mau menerima perpisahan ini Bibim....''
gumam Ranti dalam hatinya sambil menatap wajah tampan Bima yang sedang fokus dengan kemudinya.
Bima menghentikan mobilnya di sebuah rest area karena Rantib merengek meminta berhenti karena ingin buang air kecil, Bima pun terpaksa mengehntikan mobilnya di tengah perjalanan.
Ranti langsung berlari menuju WC umum yang ada di rest area, Bima menggelngkan kepalanya sambil tersenyum dengan tingkah kekanak kanakan Ranti.
Bima menghampiri sebuah toko dan memesan dua minuman juga cemilan untuk Ranti dan dirinya, Bima mengaktifkan handphone nya yang nyaris dia matikan selama berada di villa.
Bima langsung menyimpan handphone nya di saku jaket nya karena handphone terus terusan berdering laporan panggilan masuk dan pesan masuk ke handphone nya.
''Ini minum dulu coklat dinginnya dan kita istirahat dulu di sini sambil mendinginkan mesin mobilnya. ''
ucap Bima saat Ranti mengampirinya.
''Emangnya berapa jam lagi kita sampai di kota tujuan Bibim?? ''
ucap Ranti yang menerima minuman dari Bima.
''Tinggal dua sampai tiga jam lagi kurang lebih, kenapa emangnya?? ''
__ADS_1
jawab Bima dan Ranti menggelengkan kepalanya.
''Cuma nanya ajah kok, pinggang sama bokong aku udah panas dan kebas Bibim, serasa lama sekali perjalanannya loh. ''
keluah Ranti dan Bima hanya tersenyum.
''Makanya tidur yah nanti pas perjalanan biar gak kerasa, kamu malah sibuk sama handphone jadinya terasa lama kan. ''
ucap bima dan Ranti mengangguk.
Setelah cukup dengan istirahatnya Bima langsung mengajak Ranti untuk melanjutkan kembali perjalannya, Ranti mengangguk dan menggandeng lengan Bima menuju mobil yang terparkir.
Ranti menuruti apa yang di ucapkan oleh Bima, Ranti langsung tertidur pulas saat Bima melanjutkan kembali perjalanannya, Bima bahkan membenarkan posisi Ranti agar nyaman selama perjalanan.
''Canitk sekali kamu sayang kalau sedang tidur gini, seperti bayi menggemaskan. ''
ucap Bima sambil mencium kening Ranti setelah membenarkan posisi Ranti.
Selama perjalanan Bima fokus dengan kemudinya dan menjalankan mobilnya sedikit santai karena memang jalanan begitu lenggang.
Dua jam kemudian mobil sampai di kediaman mewah Ranti dan Bima langsung membangunkan Ranti, setelah Ranti membuka matanya Bima langsung keluar dari mobil untuk mengeluarkan barang barang milik Ranti.
''Yaah....udah sampe ajah deh, siap siap menuju kesedihan dan air mata kalau gini. ''
gumam Ranti saat membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.
''Ini koper kamu sayang, aku langsung pulang gak apa apa kan sayang?? ''
ucap Bima saat memberikan kopernya pada Ranti.
Ranti langsung memeluk erat tubuh Bima dan mencium dada Bima yang begitu terasa nyaman saat Bima mendekapnya.
''Iya gak apa apa Bibim, nanti aku pamitkan sama ibu dan Tante Mira. ''
ucap Ranti saat melepaskan pelukannya.
''Besok aku gak akan jemput kamu yah karena kerjaan di kantor sangat banyak selama seminggu aku tinggalkan, tapi siangnya kita makan bersama, nanti kita bicarakan saat makan siang mengenai tanggal pernikannya. ''
ucap Bima sambil mencium kening Ranti dan langsung masuk kedalam mobil setelah Ranti mengiyakannya.
Mobil Bima melaju meninggalkan halaman rumah mewah Ranti dan Ranti masih berdiri mematung sambil menangis menatap kepergian Bima.
''Maafkan aku Bima......''
ucap Ranti sambil terisak dan berjongkok sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
πΊπΊHai kakak kakak semuanya, jangan lupa tinggalkan jejaknya yah untuk mendukung ceritanya Bima dan Ranti agar lebih semangat lagi saya UP ceritanya.πΊπΊ
terimakasih dan tetap jaga kesehatannya.πππππππππππππππ€π
__ADS_1
.....................
tbc....