
Dua hari sudah Bima pergi untuk urusan bisnisnya, namun tidak membuat rindu menghilang di hati Ranti dan entah kenapa sangat rindu pada Bima.
Sedangkan Bima sibuk dengan semua urusan peresmiannya karena sedikit ada kendala dengan perijinan nya, membuat Bima dan Rasya harus mengurus dari awal.
Tiba tiba handphone Ranti berdering dan panggilan dari pengacaranya membuat Ranti mengerutkan keningnya karena penasaran dan langsung menjawabnya.
Dalam panggilan saat ini....
''Selamat siang Nona, maaf saya mengganggu aktifitasnya sebentar. ''
''Selamat siang juga pak, iya gak apa apa ko dan ada apa yah tiba tiba menghubungi saya?? ''
''Ini soal kasus dari Nona Ayya, pihak keluarga mengajukan banding karena kondisi Nona Ayya saat ini sangat memprihatinkan. ''
''Emangnya kondisi nya kenapa pak?? ''
''Setelah gagal melakukan percobaan bunuh diri, saat ini kondisinya semakin drop dan tak sadarkan diri di rumah sakit Nona. ''
''Ya ampun kasihan sekali nasib nya, yasudah terima sajah pengajuan bandingnya dan biar pengadilan yang melakukan tugas selanjutnya pak. ''
''Baik Nona, saya akan mengurus semuanya. ''
''Terimakasih pak.......''
Panggilan berakhir.......
Ranti langsung terdiam dan begitu iba dengan nasib Ayya saat ini, berkali kali Ayya meminta bertemu namun selalu di tolak oleh Ranti karena memang dia begitu kecewa dengan obsesi Ayya.
''Aku harus melihat keadaan Ayya dan semoga semakin baik keadaannya setelah aku melihatnya. ''
gumam Ranti dalam hatinya sambil meminta alamat dimana Ayya di rawat dari pengacaranya.
Ranti merapihkan berkas berkasnya dan langsung terdiam menunggu balasan dari pengacaranya, tak menunggu waktu lama pengacaranya memberitahukan dimana Ayya di rawat dan Ranti langsung bergegas menuju rumah sakit tersebut.
Sepanjang perjalanan Ranti hanya diam dan fokus dengan kemudinya, Ranti mengemudikan mobilnya sendiri dan selalu menolak kalau supir yang menemani nya mengemudi.
Perjalanan hanya dua puluh menit di tempuh dan saat ini Ranti sudah sampai di lobi rumah sakit setelah memparkir mobilnya.
Sangat kebetulan entah memang sengaja, Ranti bertemu dengan Mamanya Ayya dan langsung menghampiri Ranti.
__ADS_1
''Akhirnya kamu datang juga Ranti, makasih karena mengabulkan banding di pengadilan. ''
ucap mamanya Ayya dan Ranti hanya tersenyum samar.
''Sama sama Tante dan semua di lakukan karena memang saya sudah memaafkan semua kesalahan Ayya dan saat ini pengadilan yang akan melakukan tindakan selanjutnya. ''
jawab Ranti dan membuat Mamanya Ayya mengangguk.
''Kamu mau melihat keadaan Ayya kan, sudah sejak lama Ayya menunggu kamu dan saat ini Ayya tak sadarkan diri, tapi bisa mendengar kalau orang berbicara kata dokter. ''
ucap Mamanya Ayya dan membuat Ranti mengangguk lalu mengikuti langkah mamanya Ayya menuju ruangan Ayya di rawat.
Ranti terus bergumam sepanjang perjalanan menuju ruangan Ayya dan menghembuskan nafasnya karena nasib mantan sahabatnya sangat tragis karena ulah obsesinya sendiri yang menghalalkan segala cara.
Tiba di sebuah pintu dan mamanya Ayya membuka pintunya lalu Ranti mematung saat melihat kondisi Ayya, berbagai alat menempel di tubunya dan tubuhnya begitu kurus tanpa daging, wajah cantik Ayya berubah seperti mayat hidup dan berwarna pias.
Ranti berjalan menuju ranjang dimana Ayya tertidur mengikuti mamanya Ayya, Ranti mendekat dan langsung duduk di kursi yang di duduki Papanya Ayya.
''Bisakah Tante dan Om tetap menemani aku disini, aku takut terjadi apa apa sama Ayya dan nantinya gak ada saksi kan. ''
ucap Ranti dan kedua orang tua Ayya mengiyakannya seakan mengetahui kegundahan Ranti saat ini.
Ranti menggenggam tangan kurus Ayya dan mengelusnya begitu lembut, hatinya sedikit prihatin melihat kondisi Ayya.
ucap tulus Ranti dengan hati yang sedih melihat kondisi Ayya saat ini.
Ayya merespon dan jemari tangannya bergerak menjawab ucapan Ranti, bahkan air mata nya menetes walaupun kondisinya tertutup.
Ranti melepaskan genggaman tangannya dan langsung pamit pulang karena dia gak sanggup berlama lama di dalam ruangan yang begitu menyedihkan.
Sepanjang perjalanan pulang Ranti terus terdiam bahkan memikirkan untuk mencabut tuntutan nya ke Ayya namun teringat dengan kejahatan Ayya yang menghalalkan segala cara dengan liciknya membuat Ranti mengurungkan niatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ke esokan harinya....
Ranti sedang tertidur lelap padahal waktu sudah menunjukan pukul tujuh pagi, namun Ranti seakan enggan membuka matanya.
Ranti terpaksa membuka matanya dan langsung duduk saat Tante Mira membangunkannya dan mencoba mengumpulkan kesadarannya yang belum terkumpul.
__ADS_1
''Kamu udah sadarkan sayang?? Tante mau bicara penting sama kamu, ayo buka matanya Ranti. ''
ucap Tante Mira dan Ranti mengangguk lalu tersenyum karena melihat putrinya sedang tersenyum ke arahnya.
''Ada apa Tante?? pagi pagi udah heboh ajah. ''
jawab Ranti sambil menerima air minum dari Tante Mira dan langsung meminumnya.
''Pengacara barusan mengabari kalau Ayya meninggal dunia tadi malam dan akan di kebumikan pagi ini. ''
ucap Tante Mira dan membuat Ranti langsung terdiam.
''Ranti......kamu dengar gak yang di ucapkan Tante?? kenapa malah diam?? ''
ucap Tante Mira kembali karena Ranti hanya diam tidak merespon.
''Iya Tante aku denger cuma lagi berfikir ajah, gak nyangka kalau Ayya meninggal dan akhir hidupnya Ayya begitu tragis. ''
ucap Ranti dan membuat Tante Mira menganggukkan kepalanya.
''Semua sudah takdir dari tuhan dan kita hanya bisa menjalaninya ajah, kamu mau menghadiri pemakamannya kan?? ''
''Sepertinya iya Tante dan aku mau ke rumahnya dulu melihat jasadnya, Tante jangan ikut yah karena aku gak mau Eta malah ikut nantinya. ''
''Iyaa....sana mandi dan bersiap yah, Tante mau ke bawah lagi mau melihat bunga sama Eta dan kamu berangkat ajah jangan pamit nanti Eta ngamuk lagi. ''
''Oke sip, Tante emang teeerrbaik. ''
Ranti langsung menuju kamar mandi setelah Tante Mira dan Eta keluar dari kamarnya, lalu bersiap menuju kediaman Ayya untuk melayad nya.
Seperti yang di inginkan Tante Mira, Ranti langsung berangkat dan pamit melalui pesan ke handphone Tante Mira.
Perjalanan hanya tiga puluh menit Ranti sampai di kediaman rumah Ayya dan ternyata akan berangkat di makamkan dan terpaksa Ranti menghampiri mamanya Ayya yang sedang di rangkul oleh mamanya Rangga.
''Terimakasih sudah mau datang Ranti. ''
ucap papanya Ayya dan Ranti mengangguk lalu menghampiri mamanya Ayya.
Ranti langsung bersalaman dengan mamanya Rangga dan mamanya Ayya langsung memeluk Ranti dengan erat, membuat Ranti hanya diam dan pasrah.
__ADS_1
Setelah melepaskan pelukannya, jenazah Ayya langsung di bawa menuju pemakaman yang tidak jauh dari kediamannya dan Ranti ikut berjalan mengikuti yang lainnya.
tbc...........