Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Kecelakaan yang di sengaja......


__ADS_3

Hanya lima menit Bima mengendarai mobilnya dan sampai di kediaman Tante Mira, Bima membawakan barang barang Eta dan Ranti menggendong Eta menuju pintu masuk.


''Akhirnya kalian sampai juga, ibu kamu nungguin loh dan ayo temui sana. ''


ucap Tante Mira saat Ranti memasuki rumahnya.


''Eta sama Tante ajah gendongnya, kamu sama Bima ke ibu kamu ajah. ''


ucap Tante Mira kembali sambil membawa Eta dari gendonga Ranti.


Bima langsung mengikuti Ranti menuju ruangan kerja Ibunya dan masuk setelah Ibunya mengiyakannya untuk masuk.


''Kalian ini Ibu nunggu sampe semutan, kalian habis dari mana?? ''


ucap Ibunya Ranti sambil berjalan menghampiri Ranti dan Bima yang duduk di sofa.


''Tadi keasikan main di rumahnya Bima, emangnya ada apa Buu?? ''


jawab Ranti dan Ibunya tersenyum.


''Ibu mau menyerahkan bisnis ke kamu sayang, lusa ibu mau kembali ke Prancis dan Ibu percayakan semua sama kamu kerajaan Fashion nya, biarkan Rasya mengelola perusahaan ayah kamu dan kamu kelola fashion Ibu, Ibu di Prancis mau melanjutkan bisnis juga. ''


ucap Ibunya Ranti dan Ranti pun pasrah menerima tanggung jawabnya.


''Iya Buu, mau nolak juga gak mungkin bisa karena Rasya kan gak bisa mengendalikan fashion. ''


jawab Ranti pasrah dan membuat Ibunya tersenyum.


''Ada Bima kan yang akan membantu kamu. ''


ucap Ibu nya Ranti dan mambuat Bima tersentak.


''Ibu aneh aneh ajah, aku kalau mencari tahu kejahatan baru ngerti dan masalah bisnis maaf, gak ngerti dan angkat tangan ajah. ''


tolak Bima dan membuat Ibunya Ranti mengangguk.


''Belajar Bimm atau kamu bantu Rasya mengelola perusahaan, Tante Mira udah gak mau urusan lagi dan kasihan Rasya sendirian. ''


ucap Ibunya Ranti dan Bima akan mempertimbangkannya.


Setelah cukup lama mengobrol, Bima pamit pulang karena hari pun sudah malam, Bima sudah bernafas lega saat Ibunya Ranti meminta kapanpun mau menikah silahkan dan gak usah pertemuan keluarga kembali, karena Ibunya Ranti sedikit trauma dengan pertemuan keluarga.


''Tidur dan mimpiin aku ya sayang, aku pamit pulang dulu dan besok kita akan ketemu lagi. ''


ucap Bima saat Ranti mengantarkannya ke depan mobil.


''Ishh....ruginya kalau aku mimpiin kamu Bimm, udah sana pulang Bimm. ''

__ADS_1


ucap Ranti dan Bima langsung masuk kedalam mobilnya.


sepeninggalan Bima, Ranti langsung masuk kedalam rumah untuk membersihkan tubuhnya dan membawa Eta untuk di tidurkan di kamarnya.


Di kediaman Bima saat ini.....


Bima langsung masuk kedalam rumahnya dan memberitahukan semua keputusan orang tua Ranti.


''Syukur lah kalau keluarga Ranti mempermudah, kita tunggu Berkas Ranti selesai dan baru kamu mengurus berkas pernikahan kamu dan Ranti. ''


ucap Mamanya Bima dan Bima mengangguk.


''Alea mana mama?? dia ada di kamar kan?? ''


ucap Bima dan membuat mamanya Bima terdiam.


''Tadi Alea pamit ke rumah temennya, mama ijinkan ajah karena kasihan kalau dia di kekang di kurung di rumah terus Bimm. ''


jawab mamanya Bima dan membuat Bima terdiam.


''Mama gak tau yah kalau Alea sudah dua kali ingin mengakhiri hidupnya, gimana kalau dia nekad lagi. ''


ucap Bima dan membuat mamanya Bima langsung tersentak.


''Bimaa.....cepat cari Alea karena dia membawa mobil papa tadi, kenapa kamu gak bilang kalau Adikmu pernah nekad begitu. ''


ucap Papanya Bima dan membuat Bima langsung beranjak dan mencari keberadaan adiknya.


gumam Bima sambil memperhatikan jalanan di sekitarnya.


Satu jam Bima berkeliling mencari keberadaan Alea dan tidak ada tanda tanda Bima menemukannya, hingga ponselnya berdering dan Bima mengerutkan keningnya melihat nomer baru terpampang di panggilan handphone nya.


Dalam panggilan......


''Selamat malam....''


''Selamat malam.....''


''Kami dari pihak kepolisian ingin memberitahukan kalau saudari Alea Nugraha saat ini sedang di rumah sakit karena kecelakaan, kami harap segera datang untuk menjadi wali keluarganya dan nanti kami akan menjelaskan kronologi kejadiannya. ''


''Baik pak, saya akan segera ke rumah sakit sekarang. ''


Panggilan berakhir....


Bima langsung menuju rumah sakit yang di beritahukan oleh polisi, Bima mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh karena khawatir dengan keadaan adiknya.


Sesampainya di rumah sakit Bima langsung menuju ruang UGD dan menghampiri polisi yang sedang menunggu di luar ruangan.

__ADS_1


''Selamat malam pak, saya Bima kakaknya Alea yang sedang di tangani. ''


ucap Bima saat menghampiri polisi.


''Terimakasih sudah datang dan keadaan saudari Alea masih belum ada yang memberitahukan karena sedang dalam penangana. ''


jawab polisi dan Bima mengangguk.


''Memangnya kronologinya gimana pak?? kenapa adik saya bisa kecelakaan yah?? ''


tanya Bima dan polisi langsung menjelaskannya.


''Menurut saksi yang melihatnya, Saudari Alea sengaja menabrakan mobilnya ke trotoar dan mengakibatkan benturan yang cukup keras, kecelakaan nya tunggal dan murni di sengaja pak. ''


jelas polisi dan membuat Bima langsung terduduk.


''Kalau begitu kami pamit pak. ''


ucap polisi pamit dan Bima hanya mengiyakannya lalu berterimakasih.


Bima terdiam sambil memijat kepalanya yang terasa berdenyut, kelakuan Alea yang kembali nekad membuatnya benar benar pusing dan kesal.


Bima langsung mengabari kedua orang tuanya dan membuat mamanya syok, kedua orang tua Bima pun langsung menyusul menuju rumah sakit.


Satu jam kemudian petugas yang menangani Alea keluqr dari ruangan bersamaan dengan kedatangan orang tua Bima.


''Bagaimana keadaan adik saya dokter?? ''


ucap Bima yang menghampiri dokternya.


''Pasien mengalami benturan di bagian kepala dan masih dalam penanganan, maaf karena kami tidak bisa menyelamatkan janin di dalam kandungannya, silahkan mengurus ruangan agar pasien lebih nyaman dan hasil pemeriksaan kepalanya besok pagi baru keluar. ''


jelas dokter dan membuat Bima terdiam lalu meminta kedua orang tuanya menunggu Alea dan Bima langsung mengurus ruangan untuk Alea.


Bima mengurus semua persyaratan untuk ruangan rawat Alea dan setelah selesai, Alea langsung di bawa menuju ruangan yang sudah tersedia.


''Alea sayang kenapa kamu nekad mengakhiri hidup kamu, kalau kamu cacat bagaimana sayang dan akan rugi sendiri. ''


ucap mamanya Bima sambil mengelus kepala Alea yang masih terpejam.


Tubuh alea penuh luka lebam, bahkan kakinya pun di sanggah karena patah, kepalanya di balut perban karena mengalami benturan dan ada luka di kepalanya.


''Mama jangan sedih gitu dan kita harus menghibur Alea, kalau kita sedih pasti Alea juga akan sedih dan menyalahkan dirinya kembali. ''


ucap papanya Bima dan mamanya Bima mengangguk.


Bima hanya diam dan memikirkan adiknya yang butuh dampingan psikiater agar tidak menyalahkan dirinya terus menerus.

__ADS_1


...................


tbc.


__ADS_2