
Bima saat ini sedang menunggu dengan setia di ruang tunggu rumah sakit khusus dan Ranti sedang di tangani di dalam ruangan.
''Katanya minum pil tapi kok dia melepas kontrasepsi, maksudnya apa coba. ''
gumam Bima saat menyadari ucapan Ranti yang lalu.
''Bodo amat lah yang penting aku bisa memiliki anak lagi nantinya sama Ranti, Eta akan punya adik kan dan aku akan menunggu moment kehamilan Ranti kembali nantinya. ''
ucap Bima kembali dengan perasaan bahagianya karena Ranti akan menjadi miliknya kembali.
Beberapa menit kemudian Ranti menghampiri Bima dan mengerutkan keningnya saat melihat Bima tersenyum sambil menatap langit langit rumah sakit.
''Kamu kenapa Bibim?? kerasukan arwah?? ''
ucap Ranti sambil menepuk bahu Bima.
''Ishhh....kamu ini ngaco kalau bicara, siapa yang kerasukan lagi dan aku hanya sedang bahagia karena kamu nantinya bisa hamil lagi kan, aku sedang menanti moment mendamping kamu saat hamil karena saat kamu hamil Eta, aku tidak mendamping kamu. "
ucap Bima dan Ranti tersenyum.
''Semua karena takdir ajah Bimm. ''
jawab Ranti dan Bima tersenyum lalu mengajak Ranti menuju apartemen untuk meeting dengan kliennya karena tukar posisi dengan Rasya.
Hanya dua puluh menit akhirnya Bima sampai di apartemen dan memnta Ranti untuk menuju Unit nya sendiri karena dia sudah di tunggu oleh Alfa.
''Waaah......kalian gagah sekali yah sekarang di banding memakai seragam kejaksaan kalian. ''
ucap Ranti saat Alfa menyapanya.
''Isshhh.....kalau bukan Bu Boss udah aku karungin kamu yah. ''
jawab Alfa dan membuat Ranti tertawa.
''Udah jangan debat lagi dan kamu duluan yah ke unitnya nanti setelah meeting aku akan menyusul ke atas. ''
ucap Bima menengahi perdebatan Ranti dan Alfa.
Ranti mengiyakannya dan langsung menuju Unit apartemen yang Bima tempati, saat ini unit milik Bima begitu rapih dengan beberapa perabotan yang memang di lengkapi oleh Bima.
Handphone aranti berdering dan ternyata Tante MIra yang menghubunginya.
Dalam panggilan saat ini......
''Ada apa Tante?? ''
''Cuma mau ngabarin kalau teman Tante sudah dapat pakaian yang pas di butik kamu dan gak jadi disainnya, satu lagi yang mau Tante kasih tau ke kamu, Ibu kamu lusa akan tiba di tanah air. ''
__ADS_1
''Syukur lah kalau ada yang cocok, ada apa emangnya Ibu sampai pulang?? ''
''Tante juga kurang tau, yasudah Tante mau menyuapi Eta buah potong dulu. ''
''Oke Tante.....makasih yaah. ''
Panggilan berakhir.......
Ranti langsung merebahkan tubuhnya di sofa dan memainkan handphone nya sambil menunggu Bima yang sedang meeting.
Tak lama memainkan handphone nya Ranti langsung terlelap hingga dua jam kemudian Bma masuk kedalam apartemen nya.
''Anak ini pasti kalau udah mainin handphone langsung tidur pulas. ''
ucap Bima sambil mengambil handphone Ranti yang masih menyala dan menyimpannya di meja.
Bima langsung membangunkan Ranti untuk makan siang karena Bima sudah membawakan makan siangnya, tanpa menunggu waktu lama Ranti pun membuka matanya dan langsung duduk.
''Bentar Bimm, belum kumpul nyawanya masih di alam mimpi. ''
ucap Ranti saat Bima akan berbicara dan di dahuluinya.
Bima hanya tersenyum menggelengkan kepalanya lalu beranjak menuju dapur untuk membawa piring juga sendok untuk makan.
''Cuci muka dan bawa minum kalau nyawa kamu sudah kumpul, aku mau ganti pakaian dulu. ''
ucap Bima saat menyimpan piring di atas meja depan sofa dan Ranti hanya mengangguk.
Bima mengerutkan keningnya saat keluar dari kamarnya tapi Ranti tidak ada di sofa, Bima langsung menuju dapur untuk membawakan air minum.
''Kamu di kamar mandi semedi yah?? lama amat. ''
protes Bima saat Ranti menghampirinya.
''Ishh....kamu marah marah ajah, lagi datang bulan yah kamu sekarang Bimm, udah tau aku kebelet dan pakaian nya kan susah bukanya harus buka semuanya tau, makanya lama. ''
ucap Ranti sambil mndelik sebal ke arah Bima.
''Udah jangan debat lagi, sekarang waktunya makan karena perutku lapar saat ini. ''
ucap Bima menengahi perdebatannya karena Ranti pasti akan marah ujung ujungnya kalau terus di bahas.
Ranti langsung memakan makanannya yang Bima siapkan di piring, seperti biasa Bima lah yang melayani Ranti dan bukan Ranti yang melayani Bima, namun Bima mengerti karena memang mengetahui siapa Ranti dan kebiasaan Ranti.
Di kediaman Tante Mira saat ini.....
Ibunya Ranti ternyata tiba di tanah air lebih cepat dan langsung menuju kediaman Tante Mira tanpa pemberitahuan sebelumnya.
__ADS_1
''Mira jangan kasih tau Rasya dan Ranti kalau aku sudah sampai dengan selamat, mau kasih sedikit kejutan ke mereka. ''
ucap Ibu nya Ranti saat setelah mengganti pakaiannya.
''Tenang Mba, pokonya beres deh semuanya. ''
jawab Tante Mira dan Ibunya Ranti tersenyum.
Tante Mira langsung memberikan Eta pada kakak iparnya karena Eta terus merengek minta di gendong oma nya..
''Cucu Oma makin pinter dan makin cantik yah sayang, sekarang mirip deh sama papa kamu. ''
ucap Ibunya Ranti dan Tante Mira mengiyakannya.
''Aku juga berfikir gitu kak, sekarang Eta mirip banget sama Bima padahal tadinya kan hanya matanya sajah yang mirip. ''
jawab Tante Mira yang mengiyakan ucapan kakak iparnya.
Tak berselang lama Ranti datang dengan Bima dan langsung menghampiri Ibunya.
''Katanya besok tapi kok Ibu udah sampai ajah. ''
ucap Ranti sambil mencium tangan Ibunya dan di ikuti Bima.
''Sengaja bikin kejutan dan kamu malah biasa ajah nanggapinnya. ''
ucap Ibunya Ranti dan membuat Ranti tersenyum.
''Ibu ini kaya gak tau kebiasaan ajah, kan Ibu bukan hanya sekali pulang pergi ke luar negeri, jadi karena terbiasa makanya jadi biasa Bu....''
ucap Ranti dan Ibunya mengangguk.
''Iya gak apa apa kok dan kamu gak nanya kenapa Ibu pulang mendadak?? ''
''Aku tadi nanya Tante Mira dan gak jawab loh, emangnya ada apa Bu?? ''
''Ibu lagi bahagia karena kamu sudah bebas sekarang dari Rangga dan Ibu mau kamu sama Bima secepatnya menikah, jangan nunggu nunggu lagi karena Eta butuh kepastian untuk di akui oleh negara kita, segeralah menikah dan Ibu mau besok atau minggu depan kalian menikah, jangan bulan depan atau tahun depan karena itu sangat lah lama. ''
Ranti langsung menatap ke arah Bima yang sedang mendengarkan ucapan Ibunya, Ranti langsung tersenyum saat Bima menatap ke arahnya.
''Bima sudah menentukan kalau pernikahan akan dilaksanakan minggu depan, karena semua berkas berkas pernikahan sedang di urus dan kita hanya bersiap ajah. ''
ucap Bima dan Ibunya Ranti menyetujuinya lalu di setujui juga oleh Tante Mira.
''Segeralah menikah dan biar Eta nya di jaga Tante sajah, kalian siapkan pernikahan kalian ajah. ''
ucap Tante Mira yang kembali mendukung semua rencana Bima.
__ADS_1
Ranti langsung mengangguk pertanda menyetujui semua keinginan keluarganya dan Bima, Rasya bahkan sudah mengetahuinya dan hanya Ranti yang baru mengetahui kalau hari bahagianya sudah di tentukan oleh Bima.
tbc.......