Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Seperti mimpi........


__ADS_3

Ranti saat ini sedang di perjalanan menuju tempat dimana dia belum mengetahuinya, Bima yang mengemudikan mobilnya tidak memberitahukan kemana akan membawanya.


''Jangan cemberut gitu deh, sebentar lagi akan sampai ke tempat yang membuat kamu penasaran. ''


ucap Bima saat melihat raut wajah cemberut dari Ranti.


''Kamu memang menyebalkan Bima. ''


jawab Ranti dan Bima hanya tersenyum menanggapinya.


''Gak apa apa di anggap menyebalkan tapi membuat kamu bahagia kan orang yang menyebalkan ini?? ''


''Narsis sekali kamu itu. ''


''Emang aku begini hanya ke kamu Ranti, duniaku akan hancur kalau kamu menjauh. ''


ucap Bima dan membuat Ranti terdiam.


''Sama Bima, mungkin aku akan mati kalau kamu pergi menjauhiku. ''


gumam Ranti dalam hatinya yang tidak memberanikan diri untuk berbicara yang sejujurnya.


Ranti mengerutkan keningnya saat Bima memberhentikan mobilnya di sebuah area parkir dan mengajak Ranti mengikutinya.


''Untuk apa lagi ngajakin aku ke tempat gini. ''


ucap Ranti saat keluar dari mobil.


''Kamu harus lihat dulu nanti bagaimana tempatnya dan jangan berburuk sangka dulu. ''


jawab Bima yang meyakinkan keraguan Ranti.


Bima langsung menggenggam tangan Ranti dan membawanya berjalan menuju area yang akan di perlihatkan kepada Ranti.


Saat mereka berjalan Ranti begitu merasakan kehangatan dan ketulusan kembali yang di berikan oleh Bima, suasana yang sejuk dan asri begitu mendukung saat ini dan Bima sangat mengetahui kalau Ranti menyukai tempat sejuk untuk menyamankan hati dan pikirannya.


''Apa ini yang di sebut seperti mimpi, datang ke tempat sejuk, asri dan udara yang segar, waktu menunjukan siang hari tapi terasa pagi hari, air sungai begitu jernih dan jembatan ini cantik sekali, ahhh.....seperti mimpi yang jadi nyata. ''


ucap Ranti dengan nada dan raut wajah bahagianya.


Bima tersenyum dan melepaskan pegangan tangannya lalu membiarkan Ranti menyusuri tempatnya, Bima mengikuti kemanapun Ranti melangkah.


Ranti berbalik dan tersenyum kepada Bima, yaa......dia adalah Bima nya laki laki yang begitu di cintainya.


''Makasih.....ini kejutan sangat indah Bima. ''


ucap Ranti dan Bima hanya tersenyum tanpa menjawab nya.


''Kebiasaan kamu sekarang yang baru aku ketahui dari kamu Bima. ''

__ADS_1


ucap Ranti kembali karena Bima tidak menjawabnya.


''Maksud kamu?? kebiasaan apa eamangnya?? ''


jawab Bima yang tidak mengerti dengan ucapannya Ranti.


''Gak maksud apa apa, cuma sekarang aku heran sama kamu, lebih menjawab dengan senyuman dari pada dengan kata kata dan ucapan, emang aku cenayang yang bisa menebak arti dari senyuman kamu. ''


ucap Ranti dan membuat Bima langsung mencium bibir Ranti.


Ranti awalnya tidak membalas namun saat Bima memeluk pinggangnya, Ranti membalas ciuman nya dan membuat Bima bersorak bahagia.


''Makasih karena kamu hadir kembali di kehidupan aku Ranti dan percayalah suatu saat kita akan bersama, aku, kamu dan putri kita. ''


ucap Bima saat melepaskan ciumannya.


Ranti terus menatap wajah Bima dan mencari kejujuran di matanya, Ranti mengangguk setelah yakin kalau yang di ucapkan Bima adalah kejujuran.


Seharian Bima dan Ranti menyusuri area hutan buatan ini, Ranti meyakinkan hati nya kalau Bima akan melepaskan nya dari jeratan Rangga yang begitu mengekangnya.


...****************...


Malam hari menjelang......


Ranti saat ini sedang menatap langit malam hari di balkon kamar nya yang ada di rumah Tante Mira, Ranti terus memikirkan kejadian siang tadi dengan Bima.


''Semoga kamu bisa melepaskan aku Bima, aku akan berusaha yakin dengan ucapan kamu. ''


Malam hari di tempat Rangga saat ini......


Rangga sedang memikirkan kejadian siang tadi yang di lakukannya dengan Alea, sebuah kesalahan namun Rangga menikmatinya bahkan Rangga membayangkan Ranti yang sedang ada di hadapannya.


''Aku memang gak mendapatkan kesucian Ranti seperti Alea memberikannya kepadaku, tapi tidak bisa di pungkiri saat ini hanya Ranti yang aku sayangi dan cintai, Ranti sudah melekat di hati dan pikiranku. ''


gumam Rangga dalam hatinya sambil berbalik dan memperhatikan Alea yang sedang tertidur karena kelelahan setelah melayaninya hingga berjam jam.


Rangga keluar dari kamar hotelnya untuk menghilangkan pikiran nya yang terbelah akibat Alea yang terus menjeratnya.


''Kak Rangga mau kemana?? ''


ucap Ayya yang berpapasan dengan Rangga di lorong menuju lift.


''Kakak mau ke cafe lantai dasar, kamu mau kemana malam malam gini Ayya?? ''


jawab Rangga.


''Aku nyariin Alea tapi gak ketemu dan pintu kamarnya di kunci lagi. ''


ucap Ayya dan membuat Rangga terdiam.

__ADS_1


''Alea sudah tidur mungkin, makanya pintu kamar di kunci dan kamu jangan terlalu menghawatirkannya Ayya karena dia sudah besar dan Bisa menjaga dirinya sendiri. ''


ucap Rangga dan Ayya mengiyakannya.


''Yasudah aku ke kamar deh karena besok pagi kan kita ada pertemuan lagi, kakak jangan larut larut tidurnya. ''


ucap Ayya dan Rangga menganggukan kepalanya sambil masuk kedalam lift untuk membawanya ke lantai dasar hotel.


Di kamar hotel Rangga saat ini.....


Alea membuka matanya, mengedarkan pandangannya untuk mecari Rangga namun tidak ada, Alea langsung duduk sambil bersandar dan merasakan tubuhnya sakit semua, remuk bahkan bagian intinya begitu perih akibat ulah nya sendiri yang berhasil menjerat Rangga untuk menyentuhnya.


Alea begitu sedih dan bercampur bahagia saat ini, tapi tidak masalah untuknya karena baginya yang penting Rangga sudah ada di genggamannya.


''Walaupun nama Ranti yang kamu sebut saat menyentuhku kak, aku gak perduli karena suatu saat kamu akan menjadi milikku dan aku akan membuat kamu melupakan Ranti dan hanya namaku yang kamu sebut di setiap permainan kita. ''


ucap Alea sambil menuruni ranjangnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Sepuluh menit kemudian Alea selesai dengan membersihkan tubuhnya dan menuju lemari untuk memakai kemeja Rangga karena tidak mungkin dia ke kamarnya untuk mengambil pakaiannya.


''Saking cinta matinya ke Ranti, fotonya ada di mana mana dan ini ternyata anak mereka berdua, anaknya perempuan tenyata. ''


ucap Alea saat membuka lemari dan melihat ada foto di depan lemari.


Pagi hari menjelang.....


Rangga semalam enggan kembali ke kamarnya dan memilih memesan kamar lain untuknya beristirahat, pagi harinya Rangga baru masuk kedalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya karena pagi ini ada meeting terakhir dan sorenya akan kembali ke kota.


''Alea.....bangun kamu dan pindah sana, nanti sore kita akan kembali ke kota. ''


ucap Rangga saat setelah memakai setelan kerjanya dan menghampiri Alea yang masih tertidur di ranjangnya.


''Kakak semalam tidur dimana?? aku nunggu kamu. ''


ucap Alea saat membuka matanya dan langsung duduk.


''Bukan urusan kamu, kenapa memakai kemeja saya dan kamu sopan sekali. ''


ucap Rangga yang kesal melihat Alea memakai kemeja nya tanpa ijin.


''Maaf kak, semalam aku bingung mau ke kamar aku nya yaudah pakai kemeja kakak ajah deh. ''


ucap Alea dan Rangga kembali fokus ke pakaiannya.


''Terserah apa alasan kamu, keluar dari kamar saya dan kembali ke kamar kamu, saya gak mau saat nanti saya kembali kamu masih disini. ''


ucap Rangga sambil merapihkan berkasnya dan segera keluar dari kamarnya untuk menuju tempat meetingnya.


....................

__ADS_1


tbc.


__ADS_2