Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Tante Mira.......


__ADS_3

Setelah makan siang Bima langsung mengantarkan kembali Ranti ke butiknya sedangkan Bima langsung menuju kantornya lagi karena ada meeting dadakan di kantor nya.


Ranti tersenyum saat melihat sahabatnya masih betah duduk menunggu mamanya yang sedang memilih belanjaan.


''Aku kira kamu udah pulang loh Ayya, ternyata masih disini. ''


ucap Ranti yang menghampiri sahabatnya.


''Kamu tau kan mama gimana kalau belanja, lagian kamunya ajah kecepetan makan siangnya loh. ''


jawab Ayya dan Ranti tersenyum.


''Iya soalnya tadi Bibim di telphone sama kantornya harus kumpul meeting. ''


ucap Ranti dan Ayya hanya mengangguk.


Ranti dan Ayya mengobrol asik sambil menunggu mamanya Ayya memilih milih belanjaannya.


''Hai.....''


ucap seseorang tiba tiba.


''Kakak....ko bisa tau kalau Ayya sama Mama lagi disini sih?? ''


ucap Ayya saat Rangga tiba tiba menghampirinya.


''Gak sengaja lewat dan lihat mobil kamu Ayya, makanya langsung masuk. ''


ucap Rangga dan Ayya mengangguk.


Rangga terus menatap Ranti karena saat ini Ranti sedang mengobro dengan asistennya dan Rangga begitu mengagumi Ranti.


''Cantik, pintar dan berbakat....sungguh sempurna. ''


gumam Rangga dalam hatinya dan Ayya melihatnya saat ini.


''Ehemm....kakak ko natap Rantinya gitu banget, naksir yah kak?? ''


ucap Ayya dan membuat Rangga gelagapan menjawabnya.


''Kamu ini Ayya....''


jawab Rangga sambil mengacak rambut Ayya.


''Ayya maaf yah aku lagi banyak kerjaan dan enjoy yah shopingnya. ''


ucap Ranti pamit kepada Ayya.


''Iya Ranti gak apa apa ko dan lagian ada Kak Rangga yang nemenin aku. ''


ucap Ayya dan Ranti langsung pamit menuju ruangannya karena memang saat ini pekerjaan nya begitu banyak.


Setelah Ranti menuju ruangannya, Ayya langsung duduk di samping Rangga.


''Ranti itu sahabat kamu?? ''


ucap Rangga dan Ayya mengangguk.


''Kakak naksir Ranti yah?? pepet ajah karena sepertinya Ranti masih sendiri deh. ''


ucap Ayya dan Rangga tersenyum.


''Bantu yah buat deketinnya. ''

__ADS_1


ucap Rangga dan Ayya mengacungkan jempolnya.


Ranti memasuki ruangannya dan tersenyum saat melihat Rasya sedang duduk di sofa di ruangannya.


''Kamu udah lama sampai nya?? ''


ucap Ranti sambil membuka cardigan dan menyimpan tas nya.


''Lumayan sih pas Kakak mengobrol sama Kak Ayya, kakak udah makan siang kan?? ''


ucap Rasya dan Ranti mengangguk.


''Udah dong, emangnya kamu belum makan?? ''


''Udah juga Kak, oh iya Kak besok Ibu pulang dan langsung ke Bali, kita di suruh nyusul karena disana ada pembukaan butik dan resto baru, Rasya curiga kalau Tante Mira mau membicarakan tentang Bali. ''


''Kamu kebiasaan sekali selalu menerka nerka seperti cenayang ajah, pokonya nanti kita ke rumah Tante Mira ajah buat memastikan dan kalau memang harus ke Bali yaah .....tinggal pergi ajah. ''


ucap Ranti sambil kembali mengerjakan pekerjaannya.


''Katanya ke perusahaannya kenapa malah ke rumah?? mana yang benar coba?? ''


ucap Rasya dan Ranti menghembuskan nafasnya.


''Tante Mira tadi ngabarin kakak dan bilang ke rumah ajah jangan ke kantor. ''


ucap Ranti dan Rasya mengiyakannya.


''Aku tidur bentaran sambil nunggu Kakak selesai kerjaannya yah. ''


ucap Rasya sambil merebahkan tubuhnya di sofa dan Ranti hanya mengangguk lalu melanjutkan pekerjaannya.


Dua jam kemudian Ranti selesai mengerjakan pekerjaannya dan membangunkan Rasya untuk segera menuju rumah Tante nya.


ucap Ranti saat setelah Rasya membuka matanya dan Rasya langsung menuju kamar mandi di ruangan Ranti.


Setelah selesai semuanya Ranti langsung mengajak Rasya menuju kediaman Tantenya dan Rasya yang mengemudikan mobil Ranti saat ini.


''Mobil kamu dimana Rasya?? ''


ucap Ranti saat duduk di samping Rasya yang mengemudikan mobilnya.


''Tadi di ambil sama supir kan biar pulang nya gak kebutik kakak dulu. ''


jawab Rasya dan Ranti mengangguk.


Sepanjang perjalanan Ranti asik dengan handphone nya sedangkan Rasya fokus dengan kemudinya.


''Kakak selama ini aku lihat enjoy terus menjalani hidup, gak kaya aku yang selalu merengek ke Kakak. ''


ucap Rasya dan Ranti mengerutkan keningnya.


''Kamu ini, kalau Kakak ada tempat mengeluh pasti kakak akan mengeluh, kamu tau kan Rasya kalau kakak anak sulung dan bahunya harus kuat, selama ini kakak hanya di hadapan tuhan baru mau bercerita tanpa menutupi apapun, cukup kamu yang mengeluh kepada kakak dan kakak harus kuat. ''


ucap Ranti dan Rasya langsung tersenyum.


''Rasya janji akan jadi adik yang membanggakan kakak dan akan membantu kakak kelak kalau aku lulus kuliah tapi yah. ''


ucap Rasya dan Ranti hanya menggelengkan kepalanya.


''Nikmati hidup kamu saat ini Rasya karena kakak gak meminta apapun dari kamu, cukup jadi anak pintar dan nurut terus lulus kuliahnya, percayalah tuhan punya cara untuk membuat kita selalu bahagia dan tuhan selalu menyiapkan kejutan kejutan indah bagi orang orang yang berdoa dan bersabar, jadi kakak hanya minta sama kamu untuk selalu berdoa agar semua yang kamu inginkan dan impikan tercapai. ''


ucap Ranti dan Rasya hanya mengangguk.

__ADS_1


''Makasih kakak terbaikku.....''


ucap Rasya dan Ranti langsung mengangguk.


Beberapa menit kemudian mobil sampai di kediaman rumah Tante Mira dan Ranti langsung turun terlebih dahulu meninggalkan Rasya yang sedang memparkir mobilnya.


''Sayangnya Tante akhirnya datang juga...''


ucap Tante Mira saat Ranti mengucap salam dan mencium tangannya.


''Ranti kangen banget sama Tante tau, ini oleh oleh butik untuk Tante. ''


ucap Ranti saat melepas pelukan dan memberikan bungkusan untuk di berikan ke tante nya.


Rasya masuk kedalam rumah dan langsung memeluk tante Mira yang sudah di anggap ibu nya.


''Ayo masuk kita langsung makan yah karena tante spesial membuatkan makanan untuk kalian. ''


ucap tante Mira dan membuat Rasya langsung menuju meja makan.


Semua langsung makan karena memang makanan sangat menggiurkan untuk di makan dan Rasya memang sangat menyukai masakan tantenya.


''Kalian pasti sudah tau kan kenapa tante meminta kalian datang?? ''


ucap tante Mira dan Ranti mengangguk.


''Ranti tau dari Rasya, emangnya harus yah kita ke Bali dan gak bisa hanya Ibu yang kesana?? ''


jawab Ranti dan tantenya menggelengkan kepalanya.


''Karena disana itu pusatnya Ranti dan Rasya nanti yang akan menandatangani berkasnya karena Rasya laki laki ahli waris utama keluarga. ''


ucap tante Mira dan Ranti mengiyakannya.


''Baik lah Ranti ikut baiknya ajah dan kapan kita berangkat nya?? ''


''Besok pagi kita berangkat dan malam ini kalian jangan pulang, menginap disini dan kita berangkat bersama sama ke bandara. ''


''Oke baiklah tante ....''


ucap Ranti dan tanteny tersenyum.


Setelah makan selesai Rasya memilih menuju kamarnya yang ada di rumah tante Mira untuk mandi sedangkan Ranti memilih mengobrol di ruangan keluarga dengan tantenya.


''Kalian harusnya tinggal di rumah tante ajah kalau Ibu kamu pergi pergian, di rumah segede itu emang gak merasa kesepian?? ''


ucap tante Mira dan Ranti menggelengkan kepalanya.


''Udah biasa juga tante dan karena Rasya lah Ranti bertahan di rumah itu, gak tau kalau Rasya gak ada bagaimana tuh nantinya. ''


ucap Ranti dan tante Mira hanya mengelus lengan Ranti.


''Kamu itu seperti Ibu, Kakak dan teman bagi adik kamu, tante bangga sama kamu sayang. ''


ucap tante Mira yang salut dengan pemikiran Ranti selama ini.


''Makasih tante dan Ranti juga belajar dari tante juga kan semuanya, Ibu kan sibuk selalu. ''


ucap Ranti dan tantenya hanya diam tanpa menjawab ucapan Ranti.


................


tbc..

__ADS_1


__ADS_2