
Sepanjang perjalanan menuju butiknya Ranti hanya sibuk dengan handphone dan membuat Bima langsung kesal lalu merebut handphone nya Ranti.
''Bibim.....kamu ini sangat jahil, balikin gak handphone aku. ''
ucap Ranti saat Bima merampas handphone nya.
''Kamu yang salah, aku sudah bilang berapa puluh kali kalau kita sedang bersama, jangan sibuk handphone dan kamu malah sibuk terus. ''
protes Bima dan Ranti memanyunkan bibirnya.
''Aku kan lagi balesin pesan klien loh bukan macam macam juga kan. ''
ucap Ranti dan Bima menggelengkan kepalanya.
''Mau itu bales klien atau apapun alasan kamu, jangan main handphone saat kita bersama, kalau penting pasti mereka akan menelphone saat kamu gak membalas pesannya. ''
ucap Bima dan Ranti mengiyakannya karena memang Bima adalah sosok tidak bisa di bantah.
Setelah sampai di butik, Bima langsung memberikan handphone Ranti dan Ranti langsung pamit masuk kedalam butik nya.
Bima langsung melajukan mobilnya menuju kantornya karena hari ini ada persiapan agenda untuk sidang.
Di kediaman Ayya saat ini.....
Ayya terbangun dari tidurnya dengan mata yang sembab karena semalaman dia menangis, Ayya langsung membersihkan tubuhnya dan setelahnya Ayya langsung menuju meja makan karena memang saat ini perutnya sangat lapar.
''Ayya.....kamu kenapa sayang?? ''
ucap Mama Ayya saat melihat mata anak nya sembab.
''Ayya gak apa apa ko Mama, semalam emang gak bisa tidur. ''
jawab Ayya beralasan karena memang gak mau membuat Mamanya khawatir.
''Pagi semuanya......''
ucap sapa Rangga yang memang kebetulan sedang menginap di kediaman Ayya.
''Kamu kenapa Ayya?? ''
ucap Rangga dan Ayya hanya menggelengkan kepalanya.
Sarapan pun di mulai hanya Rangga dan Ayya yang memakan sarapannya karena mama dan papa Ayya sudah terlebih dahulu sarapan.
''Ayya....kamu cerita sama kakak, ada apa?? ''
ucap Rangga saat setelah selesai memakan sarapannya.
''Hiks....hiks.....aku patah hati kak. ''
ucap Ayya dengan tangisnya dan membuat Rangga langsung membawa Ayya kedalam pelukannya.
''Bisa cerita ke kakak gak?? patah hati kenapa dan siapa yang membuat kamu patah hati?? kamu udah kakak anggap seperti adik sendiri, cerita yah....''
ucap Rangga sambil menenangkan Ayya yang menangis di dalam pelukannya.
''Bima ternyata bertunangan sama Ranti kak, pantesan ajah Bima itu terlihat cuek dan dingin ke aku, hiks....hiks....''
ucap Ayya dan berhasil membuat Rangga melepaskan pelukannya.
''Seriusan Bima dan Ranti bertunangan?? ''
__ADS_1
ucap Rangga dan Ayya mengangguk.
''Kakak tau kan pengorbanan aku buat Bima bagaimana, dulu aku rela menjadi korban pengganti untuk menyelamatkan Bima tapi mana balasan Bima, dia malah bertunangan dengan Ranti. ''
ucap Ayya yang mengingatkan akan kejadian setahun lalu.
Flash back.......
Di kantor pengadilan seorang jaksa menuntut hukuman mati terhadap seorang pria yang dengan keji nya membunuh istri dengan cara di racun dan di bantu oleh kekasih gelap pria itu.
Yaa....dia adalah Bima, seorang jaksa yang berani mengambil keputusan walaupun banyak yang tidak menyetujui keputusannya.
''Bimm....kamu tau gak kita berurusan dengan siap kasus saat ini?? ''
ucap Alfa saat setelah sidangnya.
''Tau laah.....pembunuhan berencana, di bantu kekasih gelap dan semua demi harta, itu keji sekali Alfa dan wajarlah aku menuntuk seumur hidup. ''
ucap Bima dan Alfa hanya menghela nafasnya.
Saat Bima dan Alfa menuju parkiran mobilnya, tiba tiba sebuah mobil melaju begitu kencang untuk menabrak Bima, namun ada seorang wanita yang menarik Bima sehingga wanita itu yang terpental dan terbentur dengan keras karena menyelamatkan Bima.
''Kita langsung bawa ke rumah sakit Bimm....gak jauh dari sini ada rumah sakit. ''
ucap Alfa saat Bima memeriksa keadaan wanita yang menyelamatkannya.
Tanpa mengatakan iya, Bima langsung mengangkat tubuh wanita itu dan langsung membawanya menuju rumah sakit terdekat.
''Kamu cari identitas wanita ini Alfa, aku mau membawanya menuju UGD. ''
ucap Bima saat sampai di rumah sakit dan Alfa mengiyakannya.
Bima membawa wanita itu ke ruangan UGD untuk di tangani, sedangkan Alfa mengurus pendaftarannya.
ucap Bima saat Alfa menghampirinya dan Alfa mengiyakannya.
''Ini tas wanita itu dan nama wanita itu, Mayya dan tadi aku hubungi nomer terakhir panggilannya, dia mau datang kesini karena dia itu kakak nya. ''
ucap Alfa dan Bima mengangguk.
''Siapa dalangnya dari kecelakaan tadi, pasti ada sesuatu yang di rencanakan. ''
ucap Bima dan Alfa mengangguk.
''Semua biar polisi yang menangani, sekarang kita fokus dengan wanita itu Bima, gimana kalau dia hilang ingatan kan bahaya. ''
ucap Alfa dan Bima hanya terdiam.
Pintu ruangan terbuka dan dokter yang memeriksa wanita itu muncul, Bima dan Alfa langsung menghampiri.
''Gimana keadaannya dokter?? ''
ucap Bima saat menghampiri dokter.
''Pasien saat ini masih belum sadar dan tidak ada luka serius, hanya memar di bagian kepala dan tidak menyebabkan geger otak atau hilang ingatan, untuk kakinya juga hanya memar, pasien bisa di pindahkan ke ruang inap biar lebih nyaman. ''
ucap dokter dan Bima mengangguk.
Di ruang rawat saat ini.....
''Ayya.....kamu baik baik ajah kan. ''
__ADS_1
ucap Rangga saat masuk kedalam ruangan dan wanita yang menyelamatkan Bima itu adalah Ayya.
''Aku baik baik ajah kak Rangga, jangan khawatir. ''
jawab Ayya dengan senyumnya dan membuat Rangga lega mendengarnya.
''Kalau om dan tante tau pasti langsung mendadak pulang hampiri kamu. ''
''Pliiis....jangan kasih tau mama sama papa yah kak, Ayya baik baik ajah ko. ''
''Iya kakak gak akan kasih tau, mana orang yang menyelamatkan kamu?? ''
''Lagi beli makanan sama nebus obat buat aku, bukan laki laki itu yang menyelamatkan aku kak, tapi aku yang menyelamatkan dia pas ada yang mau mencelakainya kak. ''
''Kenapa kamu membahayakan hidup kamu Ayya, bagaimana kalau kamu yang celaka parah?? ''
''Gak apa apa kak, laki laki itu adalah orang spesial dan aku rela kok melakukan apapun untuk dia. ''
ucap Ayya dan membuat Rangga hanya mengangguk tanpa melarang keinginan Ayya.
Tanpa Ayya sadari Bima mendengar percakapannya dan membuat Bima hanya menghela nafasnya dengan ucapan Ayya.
Bima pura pura tidak mengetahui pembicaraan dan langsung masuk kedalam kamar rawat Ayya.
''Maaf....aku kira belum ada yang datang. ''
ucap Bima dan Rangga hanya mengangguk.
''Gak apa apa dan terimakasih karena kamu sudah menyelamatkan adik saya, saya Rangga kakak sepupu nya Ayya...''
ucap Rangga sambil memperkenalkan dirinya.
''Saya Bima dan saya malah yang berterima kasih karena Ayya sudah menyelamtkan saya. ''
ucap Bima sambil menyimpan obat juga makanan untuk Ayya.
''Kalau kamu mau pulang silahkan, biar Ayya saya yang jaga sekarang. ''
ucap Rangga saat melihat wajah lelah Bima.
''Gak apa apa kalau saya tinggal memangnya?? ''
ucap Bima yang merasa tidak enak dengan ucapan Rangga.
''Gak apa apa kok, lagian ini sudah malam dan kamu terlihat lelah Bima, ada kak Rangga yang jagain aku. ''
ucap Ayya daN Bima mengangguk.
''Yasudah saya pulang dan besok saya akan datang kembali kesini, kamu segera pulih yah Ayya. ''
ucap Bima dan Ayya mengangguk.
...****************...
Beberapa hari berlalu dari kejadian kecelakaan itu, Kondisi Ayya sudah pulih dan di ijinkan pulang, setiap hari Bima selalu menyematkan untuk datang menjenguk Ayya, bahkan Ayya menyalahartikan kebaikan Bima dan membuat Ayya bahagia karena Bima perhatian kepadanya.
Ayya terus mendekati Bima dengan berbagai alasan dan Bima seperti biasa, tidak pernah menghiraukan semua yang Ayya lakukan karena Bima mengetahui kalau Ayya memiliki perasaan lain kepadanya.
Flash Back off.....
...............
__ADS_1
tbc.