
Dua bulan kemudian......
Setelah Ayya sadarkan diri, kondisinya terus menurun karena Ayya selalu panik dan resah memikirkan tentang Bima, laki laki yang di cintainya.
Dua bulan setelah sadar Ayya baru di nyatakan pulih dan di perbolehkan pulang dengan catatan Ayya harus akan medical chek up sesuai jadwal dari dokter yang menanganinya.
Saat ini Ayya sedang dalam perjalanan menuju rumahnya dan di dampingi oleh kedua orang tuanya, sesampainya di rumah Ayya langsung istirahat di kamarnya karena besok pagi Ayya akan ke Lapas untuk memberikan kesaksiannya sebelum menuju pengadilan.
Delapan bulan Bima di tahan dan Bima menjadi terbiasa dengan lingkungan nya saat ini, berada di tengah tengah orang orang yang jahat.
Saat ini Rasya sedang menunggu Bima yang sedang di panggil oleh petugas, karena Rasya sedang berkunjung ke Lapas untuk membesuk Bima.
''Rasya....kakak kira siapa yang datang. ''
ucap Bima saat menghampiri Rasya.
''Emang kakak berharap siapa yang datang, Rasya hanya ingin memberitahukan sebuah rahasia ke kakak dan berharap kakak bisa membantu. ''
ucap Rasya dan Bima langsung mengerutkan keningnya.
''Rahasia apa Rasya?? coba ceritakan. ''
ucap Bima dan Rasya mengangguk.
''Kak sebenarnya ada masalah saat Kak Ranti tiba tiba memutuskan hubungan dengan Kak Bima, Rasya mohon sama kakak saat keluar dari lapas nantinya, kakak cari tau kebenarannya, Rasya di tuduh mencoba melenyapkan nyawa sekertarisnya kak Rangga, padahal seingat Rasya saat itu Rasya memang menembak tapi bukan di bagian perut kak, disana ada cctv dan rekamannya tiba tiba di nyatakan hilang kak, Kak Ayya sudah sadar dan akan memberikan kesaksiannya, Rasya mohon setujui semua syaratnya karena Rasya yakin ada hubungannya dengan masalah Rasya dan pernikahan Kak Ranti secara tiba tiba kak. ''
ucap Rasya dan Bima langsung terdiam karena baru mengetahui masalahnya.
''Kenapa Ranti gak pernah membicarakan semua masalah ke kakak Rasya?? kalau kakak tau pasti kakak akan membatunya dan kamu bisa bebas tanpa Ranti yang menjadi korbannya. ''
ucap Bima dengan nada yang sedikit kecewa.
''Kak Ranti di ancam oleh Kak Rangga, makanya kak Ranti gak memberitahukannya ke kakak, Kak Ranti harus memutuskan Kakak agar Rasya bisa bebas dari tuduhan, pliis Kak....Rasya mohon bantu kelarkan semua masalahnya karena kasihan kak Ranti dalam tekanan saat ini, Rasya yakin kak Ranti terpaksa dengan pilihannya saat ini. ''
__ADS_1
ucap Rasya kembali memohon dan Bima mengangguk.
''Apa Ranti mengetahui kalau kamu tau masalah ancaman dari Rangga?? dan kamu sekarang memberitahukan ke kakak?? ''
ucap Bima dan Rangga menggelengkan kepalanya.
''Rasya gak sengaja mendengar pembicaraan Tante Mira dan Kak Ranti, pliis jangan kasih tau siapapun kalau Rasya memberitahukan semua masalah sama Kak Bima karena kasusnya akan di naikan kembali ke pengadilan dan Rasya akan di jadikan tersangka kembali, Rasya gak mau Kak Ranti menderita lagi dan melakukan pengorbanan kembali untuk Rasya. ''
ucap Rasya dan Bima mengangguk.
''Kamu tenang yah dan pulang sana, kakak akan urus semuanya dan pasti Ayya akan datang memberikan penawaran untuk kebebasan kakak, percayalah kakak akan mencari tahu semua nya dan membebaskan kakak kamu dari jeratan Rangga juga Ayya pastinya. ''
ucap Bima dan Rasya langsung mengangguk tersenyum.
Waktu kunjungan Rasya habis dan Bima langsung di bawa masuk kedalam sel tahanan kembali, Rasya langsung segera meninggalkan lapas setelah menceritakan semuanya.
''Kita hanya nunggu Ayya datang dengan ancaman kepadaku, karena pasti Ayya akan menekan aku saat ini dan Ranti yang akan jadi korbannya saat ini. ''
ucap Bima dengan nada bicara yang begitu yakin.
Bima saat ini sedang berada di pengadilan untuk kembali melakukan persidangan karena korban sudah bisa bersaksi dan akan menentukan Bima bersalah atau tidak karena semua ada di kesaksian korban.
Ayya meminta bertemu terlebih dahulu dengan Bima dan polisi yang menjaga Bima langsung mengijinkannya.
''Bima.....maaf karena aku sadarnya sangat lama. ''
ucap Ayya saat menghampiri Bima yang duduk di sebuay ruangan sebelum menuju persidangan.
''Iya Ayya gak apa apa, memang semua memberatkan aku karena aku yang ada di ruangan kamu saat itu. ''
jawab Bima dengan nada datarnya dan membuat Ayya langsung membicarakan keinginannya.
''Bima....aku akan membebaskan kamu, tapi kamu harus mau bertunangan denganku atau aku akan menyeret nama Ranti dalam kasus ini dan kamu akan bebas, tapi Ranti yang akan menggantikan kamu, karena Ranti yang saat itu memegang senjatanya. ''
__ADS_1
ucap Ayya dengan ancamannya dan membuat Bima tersenyum kecut.
''Jahat dan licik sekali kamu itu Ayya, kita akan buktikan siapa dalangnya setelah aku bebas, demi kamu Ranti aku akan menerima semua syaratnya, kamu alasan utamanya dan aku akan membebaskan kamu dari jeratan ancaman kakak dan adik yang sama sama licik. ''
gumam Bima dalam hatinya dan kembali berkorban demi Ranti agar tidak masuk penjara.
''Baiklah Ayya, saya akan melakukan semua yang kamu ucapkan tapi jangan bawa Ranti karena dia gak bersalah walaupun kejadiannya saat itu Ranti yang berada disana dan berebut senjata dengan kamu. ''
ucap Bima dengan nada tegasnya dan Ayya hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.
''Bima...saat ini Ranti adalah kakak iparku dan kamu juga harus terbiasa, aku tulus mencintai kamu Bima dan aku akan membuat kamu membalas cintaku, siap siap Bima karena kamu akan segera bebas. ''
ucap Ayya dan Bima hanya diam tanpa menjawab ucapan Ayya.
Persidangan Bima saat ini akan di mulai dengan kesaksiaj korbannya, Ayya sudah di sumpah dan akan memberikan kesaksiannya.
Bima duduk tenang di samping pengacara yang membelanya karena Bima sudah tau kalau Ayya akan membebaskannya dengan kesaksiannya saat ini.
Ayya langsung memberikan kesaksian kalau Bima tidak melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya, Ayya saat itu sedang melihat senjata dan tidak sengaja menembakannya dan kebetulan Bima datang untuk melihat berkas kasusnya dan jadilah Bima tersangka karena saat itu Ayya langsung tak sadarkan diri.
Dengan kesaksian Ayya, Bima langsung dinyatakan bebas dan namanya pun di bersihkan kembali dari tersangka, namun Bima masih harus wajib lapor selama beberapa bulan kedepan untuk melegalkan semua kasusnya.
Semua keluarga Bima sujud syukur dengan kebebasan Bima dan Ayya langsung senang karena Bima sudah bebas dan akan bertunangan dengannya.
''Kamu memang benar benar Wanita licik Ayya, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan aku dalam genggaman kamu, kasihan Ranti yang selalu menjadi korban kamu dan Rangga, aku bersumpah akan mencari bukti kejahatan kalian dan akan membebaskan Ranti dari semua jeratan ancaman kalian. ''
gumam Bima dalam hatinya sambil kembali menuju lapas untuk mengurus berkas berkas kebebasannya.
''Saat ini aku harus berpura pura masih marah dengan Ranti, agar semua gak curiga karena aku sudah mengetahui kebusukan Ayya dan Rangga, tinggal mencari bukti akuratnya. ''
gumam Bima dalam hatinya sambil melangkah untuk keluar dari lapas.
..........
__ADS_1
tbc.