
Ranti saat ini sedang duduk manis menatap Bima yang sedang memasak makanan untuk makan siangnya, sungguh miris sekali saat ini, Bima yang berkutat di dapur dan Ranti memangku tangan sambil menatap Bima yang sedang memasak.
''Bimm....maaf karena aku gak bisa masak, masuk dapur sajah aku gak pernah. ''
ucap Ranti yang merasa tidak enak hati dengan Bima namun Bima langsung tersenyum.
''Cukup berada di dekatku dan jangan menghianatiku ataupun meninggalkan ku, itu sudah cukup membuat aku bahagia. ''
ucap Bima dan membuat Ranti tersenyum.
''Kamu memang laki laki terbaik Bimm, makasih udah menerimaku kembali padahal aku seorang janda saat ini. ''
gumam Ranti dalam hatinya dan langsung menghampiri Bima lalu memeluk erat Bima.
''Tunggu yah di meja makan, sebentar lagi selesai masakannya. ''
ucap Bima sambil membawa Ranti menuju meja makan dan mendudukan Ranti di kursi.
''Aku kan Cuma mau romantis romantis sama kamu Bibim. ''
protes Ranti dan membuat Bima tersenyum lalu melanjutkan kembali memasaknya.
Beberapa saat kemudian masakan Bima selesai tersaji dan membuat Ranti berbinar karena memang Bima pintar dalam hal memasak.
''Ayo di coba sayang bukan hanya di tatap sajah, aku suapi yaah. ''
ucap Bima sambil menyuapi Ranti dan membuat Ranti berbinar karena memang rasa masakannya begitu enak dan pas di mulut.
''Sudah aku duga Bimm, masakan kamu enak banget sangat sangat enak. ''
puji Ranti dan membuat Bima tersenyum.
''Ayo lanjutkan makannya kalau memang enak dan nambah lagi kalau kurang yah. ''
ucap Bima dan membuat Ranti tersenyum mengangguk.
''Kapan kita ke rumah sakit buat jengukin Alea?? aku mau bertemu Alea soalnya. ''
ucap Ranti dan membuat Bima terdiam.
__ADS_1
''Lebih baik nanti sajah jangan sekarang yaah, kondisi Alea masih belum stabil dan aku takut tejadi sesuatu sama kamu. ''
ucap Bima dan Ranti pun mengiyakannya.
Ranti dan Bima melanjutkan kembali makannya dan sesekali bercanda sambil memakan makannnya.
''Sebentar lagi usia Eta satu tahun, gak kerasa dia sudah mau satu tahun menemaniku Bibim. ''
ucap Ranti dan Bima tersenyum.
''Makasih karena kamu mau mempertahankan buah cinta kita dan gak menggugurkan nya sayang, maaf karena aku gak ada di masa sulit kamu. ''
ucap Bima dan Ranti langsung tersenyum.
''Kamu tau Bimm, bayi yang ada dalam kandunganku adalah penyemangat dan penguat aku selama jauh dari kamu, tapi aku bersyukur karena kehamilanku sangat baik dan mendukung aku saat jauh dari kamu, maafkan karena aku gak jujur ke kamu soal semua masalah aku, semua aku lakukan demi kebaikan dan saat itu aku begitu buntu lalu menuruti semua yang di ancamkan Rangga kepadaku. ''
ucap Ranti dan Bima langsung memeluk Ranti.
Setelah selesai dengan Apartemen nya, Bima mengajak Ranti untuk berjalan jalan karena hari ini Bima ingin berdua dengan Ranti.
Saat ini Bima juga Ranti sedang di dalam mobil dan seperti biasa Bima enggan memberitahukan kemana akan membawa Ranti pergi, Ranti hanya diam duduk manis dan menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.
''Kenapa aku seperti mengenang masa dua tahun lalu yah Bim dengan perjalannya sekarang. ''
''Kebiasaan kamu adalah selalu melakukan apapun sesuai kehendak kamu, sangat Egois.....''
ucap kesal Ranti sambil mendelik sebal ke arah Bima.
''Hahaaaa......kamu hanya perlu menikmati perjalanan ini sajah sayang, gak usah memikirkan kemana tujuan kita dan aku pastikan tidak akan membuat kamu kecewa dengan tempatnya. ''
ucap Bima meyakinkan Ranti dan membuat Ranti menganggukan kepalanya.
Selama perjalanan Ranti terus berceloteh dan Bima dengan setia menjawab segala yang di tanyakan Ranti, Ranti seperti anak kecil yang baru mendapatkan kesenangan.
Karena lelah berceloteh Ranti akhirnya tertidur, Bima hanya tersenyum sambil mengelus pipi Ranti yang halus.
''Kamu mirip Eta loh sayang kalau lagi tidur gini, cantik sekali. ''
ucap Bima sambil tersenyum dan kembali fokus dengan kemudinya.
__ADS_1
Perjalanan tiga jam akhirnya di lalui oleh Bima dan sampai dengan selamat di sebuah Villa yang begitu Asri dan sejuk jauh dari keramaian ibu kota.
''Mudah mudahan tempat ini tepat untuk memulai hubungan baru dengan kamu Ranti, semoga kita selalu bersama dalam suka dan duka, aku akan sabar menunggu kamu sampai batas masa kamu. ''
ucap Bima sambil mengelus pipi Ranti untuk membangunkan nya.
Ranti akhirnya membuka matanya dan menatap keselilingnya, sampai akhirnya Ranti terlonjak kaget lalu keluar dari mobil.
''Bibim ini kan Villa di atas bukit kan?? villa dimana kita bermalam dan menghasilkan Eta di rahimku. ''
ucap Ranti riang dan membuat Bima menghela nafasnya.
''Memangnya kita melakukan apa sampai menghasilkan Eta, bahasa kamu sangat membuat kurang enak di dengar loh. ''
protes Bima dan membuat Ranti acuh lalu masuk kedalam Villa meninggalkan Bima yang mematung menatap punggung Ranti yang menjauh.
''Kamu ini malah ninggalin lagi, emang kamu punya kuncinya?? ''
Ucap Bima yang berhasil mencekal tangan Ranti yang memasuki gerbang Villa.
''Gak ada, aku hanya antusias ajah karena tempat asri seperti ini tuh paling aku sukai Bimm, kamu tau Bibim saat ini kita seperti mengulang masa lalu indah loh karena Villa ini saksi bisu kita bersatu dan membuat Eta hadir di kehidupanku, apa kita mau mengulang saat dua tahun lalu Bibim?? ''
ucap Ranti dan membuat Bima mengangkat bahunya tanda tidak mau menjawan ucapan Ranti.
''Ayo masuk sayang.....tapi gak ada stok makanan sekarang, gimana.....??? ''
ucap Bima saat berhasil membuka pintu villa nya.
''Gak apa apa, lagian aku masih kenyang palingan kita kelaparan semalaman Bimm. ''
jawab enteng Ranti dan membuat Bima menghembuskan nafasnya.
Bima tadi sempat berbelanja makanan di minimarket jadinya punya makanan untuk di makan nanti malam, setelah Ranti masuk kedalam villa, Bima keluar kembali menuju mobil untuk mengambil makanannya.
''Apa akan terjadi malam itu lagi seperti dua tahun lalu, aku akan pasrah memberikan semuanya untuk Bima kalau dia memintanya. ''
gumam Ranti dalam Hatinya sambil melihat kamar yang menjadi saksi bisu malam panas dua tahun lalu.
''Hai kakak kakak semuanya selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin yaah...... 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗''
__ADS_1
.................
tbc.