Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Periksa kehamilan......


__ADS_3

Tamu yang melamar Alea pun sudah pulang dan hanya ada keluarga terdekat Bima yang masih mengobrol di rumah orang tua Bima.


''Bima....sayang sekali kamu mengundurkan diri dari kejaksaan, padahal masa depan menjanjikan loh sebagai jaksa. ''


ucap Paman nya Bima.


''Lebih menjanjikan kerjaan sekarang paman, Bima kan mengelola perusahaan keluarga Ranti dan sekalian membantu juga karena kasihan adik ipar Bima kerja sendirian, kerjaan sekarang lebih santai sih. ''


ucap Bima dan pamannya mengangguk.


''Pantesan memilih mengundurkan diri ternyata jadi bos sekarang kamu yah. ''


ucap Bibi nya Bima dan Bima hanya tersenyum.


''Keluarga Ranti perusahaannya banyak dan yang mengelola hanya tiga orang dan laki laki cuma satu, makanya Bima ikut mengelola terus lebih baik di perusahaan daripada jadi jaksa banyak di incar penjahat juga. ''


ucap mamanya Bima dan di betulkan oleh Bima.


Bima yang melihat wajah lelah Ranti langsung pamit pada keluarganya sedangkan Eta sudah tertidur sedari tadi karena kecapean bermain dengan teman barunya.


Ranti langsung membersihkan wajahnya dan segera menuju ranjang karena tubuhnya begitu lelah, Bima masih membersihkan tubuhnya dan Ranti memilih tidur duluan.


''Yaaah......di tinggal tidur deh. ''


ucap Bima saat keluar kamar mandi dan melihat Ranti sudah terlelap memeluk putrinya.


Bima langsung memakai pakaiannya dan langsung tertidur di samping Ranti, ranjang yang sempit saat ini terpaksa Bima tidur mepet ke tubuh Ranti dan langsung memeluknya.


Pagi hari menjelang.......


Bima terbangun duluan dan langsung keluar kamarnya untuk menghirup udara segar di pagi hari, rumah masa kecilnya yang begitu banyak kenangan, walaupun sederhana dan jauh dari kata mewah namun Bima bahagia karena di besarkan di rumah ini.


''Ranti sama Eta belum bangun Bimm?? ''


ucap Papanya Bima saat Bima duduk di hadapannya.


''Belum Papa sepertinya mereka kecapean deh. ''

__ADS_1


jawab Bima sambil meminum teh hangat yang di sediakan mamanya.


''Papa senang karena kamu melepaskan jaksa, dari dulu papa gak setuju kamu jadi jaksa kan karena di incar para penjahat nantinya. ''


''Iya Papa dan Bima juga melakukan semua demi anak dan istri, lagian perusahaan keluarga Ranti begitu besar dan cabangnya banyak, Rasya gak sanggup bekerja sendiri dan kalau Ranti yang turun tangan nantinya dia susah membagi waktu, jadinya Bima yang mengalah dan ikut mengelola deh. ''


''Bagus lah kalau kamu memikirkan itu dan Ranti juga kan sibuk fashion masa iya ikut ke bisnis juga. ''


''Pokonya Bima sedang menikmati peran sebagai suami dan seorang pengusaha saat ini, memang sih tia hari sangat bosan berurusan dengan berkas dan meeting tapi karena di jalani jadinya enjoy. ''


''Apapun kalau di jalani kan bakalan terbiasa juga Bima, periksakan kehamilan Ranti hari ini, biar kamu merasakan jadi suami siaga gak seperti saat Ranti hamil Eta kan tanpa kamu. ''


''Iya Papa nanti siang mau ke klinik juga. ''


Bima dan papanya mengobrol hingga kedatangan Eta menghentikan obrolannya, karena Eta langsung menempel pada Bima.


Ranti saat ini sedang membawa makanan untuk Eta dan Bima langsung menyuapi Eta makan, sedangkan Ranti langsung kembali kedalam rumah untuk merapihkan pakaiannya karena hari ini Ranti akan pulang.


''Menginap satu malam lagi yah disini. ''


ucap Mamanya Bima saat Ranti menyimpan tas dekat pintu masuk.


ucap Ranti dan mamanya Bima pun mengiyakannya.


Bima datang dengan membawa mangkuk kosong bekas makan Eta dan langsung gabung makan dengan Ranti, karena keluarga lain sudah makan.


Setelah selesai makan, Bima langsung pamit dan kedua orang tua Bima pun mengijinkannya, Bima akan mengantarkan Eta ke rumah Tante Mira dan langsung ke klinik untuk pemeriksaan kehamilan Ranti.


''Tante Mira sudah di kasih tau kan sayang, biar kita gak usah turun dulu. ''


ucap Bima saat mengemudikan mobilnya.


''Udah Bimm dan Tante Mira emang lagi benerin tanaman di halaman depan. ''


ucap Ranti dan Bima mengangguk.


Sesampainya di rumah Tante Mira, Eta langsung turun dan Ranti langsung pamit menuju klinik setelah Tante Mira mengiyakannya.

__ADS_1


Perjalanan hanya dua puluh menit sampai di klinik yang sudah Ranti daftarkan secara online dan tinggal menunggu panggilan.


Bima terus tersenyum bahagia selama menunggu Ranti di panggil, Ranti pun bersyukur karena kehamilan sekarang ada Bima yang menemaninya.


''Makasih Bima karena kamu mau kembali ke sisi aku dan nemenin aku periksa kehamilan. ''


ucap Ranti dan membuat Bima tersenyum lalu mencium kening Ranti.


''Aku sangat mencintai kamu Ranti dan sudah kewajiban aku menemani kamu periksa kehamilan, karena yang kamu kandung kan benih cinta kita. ''


jawab Bima dan Ranti mengangguk.


Setelah menunggu beberapa menit nama Ranti pun di panggil dan langsung menuju ruangan pemeriksaan, seorang dokter perempuan langsung menyambut Ranti dengan ramahnya.


''Silahkan ikuti susternya biar langsung di USG yah Buu dan bisa melihat perkembangannya juga. ''


ucap dokter setelah Ranti di periksa berat badan dan tensi darahnya.


Dokter begitu telaten menggerakkan alat USG nya, lalu memberitahukan keadaan janin nya dan ternyata kehamilan Ranti saat ini memasuki minggu ke empat, Bima begitu bahagia dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Setelah selesai di USG Ranti langsung kembali duduk untuk di buatkan resep dan beberapa penjelasan mengenai kehamilannya.


''Keadaan janinnya baik baik ajah dan usianya empat minggu yah Buu, kehamilan kedua ini pasti sudah tidak kaget lagi yah, ini saya buatkan beberapa vitamin dan obat juga mohon di habiskan dan kita ketemu di bulan berikutnya. ''


ucap dokter sambil memberika kertas resepnya dan Bima menerimanya.


Bima langsung menggandeng Ranti keluar dari ruangan pemeriksaan, Bima mengurus pengambilan obat sedangkan Ranti duduk menunggu dengan memainkan handphone nya.


Beberapa menit kemudian Bima menghampiri dan selesai dengan urusan obatnya, Bima kembali menggandeng Ranti untuk menuju area pintu keluar.


''Mau ikut ke kantor atau pulang ajah sayang?? ''


ucap Bima saat Ranti sudah duduk nyaman di dalam mobil.


''Sebentar lagi jam makan siang kan Bimm, ikut ke kantor ajah sekalian makan siang sama kamu tapi di ruangan ajah makan siangnya, aku mau mendisain kebaya buat keluarga kita sama keluarga calon suami Alea juga. ''


jawab Ranti dan Bima mengiyakannya.

__ADS_1


Bima langsung melajukan mobilnya menuju perusahaan karena banyak kerjaan yang harus di kerjakannya.


tbc...


__ADS_2