
Di kediaman Ayya saat ini.....
Rangga telah tiba lebih awal dan meminta pengasuh Eta untuk menidurkan Eta di kamar tamu karena Rangga akan mengerjakan pekerjaan dengan om juga papa nya.
Di luar rumah Ayya sedang debat dengan Bima yang meminta mampir namun Bima menolak karena dia harus ke pengadilan secepatnya.
''Ayolah Bima......hanya sebentar aku punya hadiah untuk kamu, sebentar ajah. ''
ucap Ayya memohon dan akhirnya Bima menyetujuinya.
Ayya langsung masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya untuk mengambil hadiah untuk Bima, sedangkan Bima menunggu di ruang tamu.
Samar samar Bima mendengar tangisan bayi dan Bima langsung menuju sumber suara, Bima tersentak saat melihat seorang bayi sedang menangis di kamar tamu dekat tangga.
''Bayi siapa ini yah?? Ayya gak pernah cerita ada bayi di rumahnya. ''
gumam Bima yang masuk dan mendekati dimana bayi yang di lihatnya menangis.
Namun keanehan terjadi saat Bima menghampiri lalu memegang tangan bayi itu dan bayinya pun merespon lalu tangisnya berhenti.
Bima tersenyum dan mencium tangan bayinya, ada sesuatu yang menggelitik hatinya saat setelah bayi itu menggenggam jari Bima ''Cantik sekali kamu sayang, pasti ayah dan bunda kamu tampan. ''
ucap Bima sambil tersenyum dan bayi itu pun merespon tersenyum.
Bima langsung melepaskan pegangan tangannya dan kembali menuju ruang tamu untuk menunggu Ayya, tak lama Bima duduk pun Ayya datang sambil memberikan sebuah kotak berisi hadiah untuk Bima.
''Buka hadiahnya nanti jangan sekarang yah, kamu hati hati di jalan dan makasih Bima. ''
ucap Ayya setelah Bima memlnerima hadiahnya.
Bima langsung pamit karena Alfa terus menghubunginya agar segera menuju pengadilan karena sidang akan segera mulai.
Bima melupakan pertanyaan tentang Bayi yang ada di kamar tamu rumah Ayya, entah memang kebetulan atau memang takdir untuk Bima bertemu Babby Eta, hasil buah cintanya dengan Ranti.
Tak lama Bima pergi, mobil Ranti pun sampai di kediaman Ayya dan Ranti langsung masuk untuk mencari keberadaan putrinya.
''Ranti....kamu kapan tiba?? ''
ucap Ayya yang tersentak saat Ranti masuk kedalam rumahnya.
''Kenapa nanya begitu?? aku baru datang dan mau mencari putriku yang di bawa ayahnya kesini. ''
ucap Ranti dan membuat Ayya mengangguk.
Dari ruangan kerja Rangga keluar dan langsung menghampiri Ranti, Ranti langsung mencium tangan Papa mertua dan papa nya Ayya.
__ADS_1
''Eta mana Kak?? ''
ucap Ranti dan Rangga tersenyum.
''Eta di kamar tamu sama pengasuhnya Ranti, jangan khawatir yah. ''
ucap papanya Ayya dan Ranti mengangguk.
Ranti memilh menuju kamar tamu dan membiarkan Rangga mengobrol dengan papanya dan yang lainnya, Ranti tersenyum saat melihat putrinya sedang di berikan susu oleh pengasuhnya.
''Eta gak rewel kan?? ''
ucap Ranti dan pengasuhnya menggelengkan kepalanya.
''Babby Eta baik bu dan gak rewel ko. ''
jawab pengasuh dan Ranti mengangguk.
Ranti di rumahnya Ayya hingga malam karena orang tua Rangga besok pagi akan kembali ke kota asalnya dan Ranti menolak menginap di rumah Ayya, Rangga pun mengiyakannya karena bagi Rangga kalau Ranti nyaman dia dan putrinya juga akan aman.
Setelah berpamitan Rangga langsung membawa Ranti dan Babby Eta untuk pulang, sepanjang jalan Ranti fokus dengan Eta yang sedang di berikan Asi langsung.
Hanya tiga puluh menit Ranti sampai di rumahnya dan Ranti langsung menuju kamarnya karena popoknya Babby Eta bocor.
Rangga selesai dengan pekerjaannya dan langsung menyusul Ranti ke kamar, Rangga langsung menunggu Ranti yang terdengar masih mandi karena ada gemercik air di kamar mandi.
Lima menit kemudian Ranti selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar dan tersentak saat Rangga menghampirinya.
''Siap siap sayang......''
ucap Rangga sambil mencium puncak kepala Ranti dan langsung menuju kamar mandi.
''Siap siap apa coba, masa mau minta haknya lagi sih sekarang. ''
ucap Ranti sambil menyiapkan pakaian untuk Rangga.
Beberapa menit kemudian Rangga selesai mandi dan langsung memakai pakaian yang di siapkan oleh Ranti, Rangga langsung merebahkan tubuhnya di samping Ranti dan benar dugaan Ranti, Rangga meminta haknya dan Ranti pun memberikannya karena sudah kewajiban Ranti memberikannya.
Satu tahun menikah dengan Rangga, Ranti hanya beberapa kali di sentuh Rangga, Ranti selalu menolak permintaan Rangga dan lagi lagi karena ancaman Ranti pun memberikannya.
Pagi hari menjelang......
Rangga terbangun lebih dulu dan langsung bersiap siap, sedangkan Ranti masih tertidur karena semalam Eta mengajak bergadang setelah Rangga menyentuhnya.
Rangga hanya berpesan pada pelayan agar jangan menganggu Ranti dan berpamitan menuju kantornya setelah sarapan nya selesai.
__ADS_1
Tepat pukul sepuluh pagi Ranti membuka matanya dan menelphone pengasuh untuk memandikan Eta dan mengurus Eta karena Ranti harus bersiap dan pergi ke butik.
Setelah selesai dengan urusannya Ranti langsung berpamitan dan segera menuju butik karena ada beberapa disain yang harus segera rampung.
Saat Ranti sampai di butik dan memasuki butiknya, Ranti tersentak karena melihat Bima yang sedang menatapnya, Ranti langsung membuang pandangannya dan segera menuju ruangannya.
''Buat apa Bima ada di butik segala, membuat aku takut ajah. ''
gumam Ranti sambil berjalan menuju ruangannya.
Bima langsung menyusul Ranti ke ruangan Ranti dan Bima langsung masuk tanpa mengetuk pintunya.
''Kenapa masuk tanpa mengetuk pintu sih, sopan santun kamu ada dimana. ''
ucap kesal Ranti sambil berdiri menatap ke arah Bima.
''Gak terbalik.... aku harusnya nanya sama kamu Ranti, kemana kamu saat aku di dalam sel penjara, aku masuk kedalam penjara itu demi kamu. ''
jawab Bima dengan nada yang sedikit emosi.
''Aku kan udah meminta maaf dan berterimakasih karena kamu menggantikan posisi aku, sekarang.....mau kamu apa datang kesini tiba tiba?? ''
ucap Ranti dan Bima langsung duduk di sofa yang ada di ruangan Ranti.
''Kenapa saat itu tiba tiba kamu memutuskan menikah dan pergi dengan Rangga?? kamu gak memikirkan bagaimana perasaan aku, sakitnya aku menerima semua kenyataan nya Ranti, apa yang ada di pikiran kamu sebenarnya?? kalau seseorang mengancam ke kamu bicarakan ke aku dan aku akan membantu kamu menyelesaikannya bukan dengan memutuskan semua sendiri, tindakan kamu itu ceroboh dan malah menimbulkan masalah baru. ''
ucap Bima dan Ranti langsung terdiam karena Ranti tersentak saat mendengar ucapan Bima dan dari mana Bima mengetahui ada ancaman padanya.
''Kenapa kamu diam ajah Ranti, ayo jawab pertanyaan saya sekarang, siapa yang ancam kamu dan dengan apa mereka mengancam nya?? ''
ucap Bima kembali karena Ranti hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya.
''Bima berarti gak tau kalau Rangga mengancam aku dengan kasus Rasya, syukur laah dan semua aman. ''
gumam Ranti dalam hatinya dan saat Bika akan berbicara kembali namun Handphone nya berdering dan Aryo lah yang menghubungi.
Bima langsung mengangkat telphone nya dan tiba tiba Bima pun langsung pergi tanpa bicara apapun pada Ranti yang masih diam terpaku dengan semua ucapan Bima.
''Manusia buka sih kamu Bima, masuk tanpa permisi dan keluar pun tanpa pamit dasar aneh kamu itu Bima, udah bikin aku takut malah pergi gitu ajah. ''
ucap Ranti sambil duduk dan memikirkan semua yang Bima ucapkan barusan kepadanya.
...........
tbc.
__ADS_1