
Bima langsung menghapus air mata Ranti dan mencium kening nya saat keadaan Ranti sudah stabil dan hanya sesegukan sisa tangisannya.
''Gak perlu minta maaf sayang, aku malah sangat berterimakasih sama kamu, i love you soumuch Ranti Clarisaa...''
ucap tulus Bima dan membuat Ranti tersenyum.
''I love you soumuch Bima Nugraha, aku sangat sangat mencintai kamu Bibimku. ''
jawab Ranti dan membuat Bima begitu bahagia.
Malam hari tiba.....
Cuaca yang sedang hujan dan memang hawa di bukit begitu dingin membuat Ranti terus menggigil kedinginan, Bima sudah memakaikan mantel tebal dan selimbut namun Ranti terus kedinginan.
Ranti tidak berbicara apapun dan hanya memejamkan matanya saat Bima terus membangunkan Ranti.
''Maafkan aku sayang semua demi kebaikan kamu. ''
ucap Bima sambil melepaskan semua yang membungkus tubuh Ranti.
Bima berhasil melepaskan semua pakaian Ranti dan dengan cepat Bima melepaskan pakaiannya lalu memeluk ranti sambil menyelimbuti tubuhnya.
Bima terus meredam gejolak tubuhnya yang tiba tiba memanas karena sentuhan di tubuh Ranti, namun keadaan Ranti berangsur pulih.
Tubuh Ranti hangat dan wajahnya tidak sepucat satu jam lalu, Bima menghembuskan nafasnya lalu mencium seluruh wajah Ranti.
''Makasih kamu berjuang untuk bertahan sayang. ''
ucap Bima sambil memeluk kembali tubuh Ranti dan tak lama Bima pun ikut terlelap dengan pulas.
Malam pun berganti menjadi pagi, Ranti dan Bima masih betah dengan selimbut dan saling berpelukan, tidak menyadari kalau hari pun sudah berubah pagi.
Ranti mengejapkan matanya dan pandangannya tertuju pada seseorang yang masih terlelap di hadapannya, Ranti tersenyum lalu mengcup bibir Bima.
''Tampan sekali kamu Bibim kalau lagi tidur gini, aku wanita beruntung yang bisa menatap kamu saat pagi hari dan kamu dalam keadaan terlelap. ''
gumam Ranti sambil mengusap pipi Bima.
Ranti terdiam dan merasakan sesuatu yang aneh di balik selimbutnya, Ranti perlahan melepaskan selimbutnya dan benar dugaannya kalau saat ini dia juga Bima tidak mengenakan pakaiannya.
''Apa semalam aku kedinginan lagi yah karena cuaca dan Bima membantu dengan suhu tubuhnya. ''
ucap Ranti sambil menatap wajah Bima.
__ADS_1
Ranti terus sajah bergerak gerak dan membuat Bima membuka matanya, senyum Ranti lah saat ini yang pertama kali Bima lihat saat membuka matanya.
''Pagi Bibim sayaang......''
ucap Ranti dengan senyum cerahnya dan membuat Bima membalas senyum nya.
''Bisa gak kamu diam sayang, jangan gerak gerak terus dong akan bahaya nantinya. ''
ucap Bima sambil menahan sekuatnya suhu tubuh yang tiba tiba panas akibat dari Ranti yang tidak mau diam.
''Bahaya apa coba, habisnya aku geli Bibim bersentuhan sama kulit kamu. ''
ucap Ranti sambil menggeser tubuhnya agar tidak terlalu merapat ke tubuh Bima.
''Kamu ngerti kan sayang kalau sepasang kekasih berpelukan tanpa busana dan satu selimbut akan datang bahaya karena kamu terus gerak gerak di balik selimbut, akan bahaya dan membuat sesuatu terbangun di waktu yang gak tepat. ''
ucap Bima dan membuat Ranti tersenyum lalu kembali memancing sesuatu yang di tahan oleh Bima.
Bima yang kesal karena ulah Ranti langsung melepaskan pelukannya dan keluar dari selimbut yang menyelimbutinya, namun Ranti menahan tangan Bima yang akan turun dari ranjang.
''Aku ngerti Bibim yang kamu jelaskan barusan dan bahaya apa yang akan datang karena ulahku yang membuat sesuatu terbangun. ''
ucap Ranti dan membuat Bima terdiam lalu berbalik ke arah Ranti.
''Pakai pakaian kamu sayang, aku gak mau terjadi sesuatu sebelum kita terikat pernikahan, aku mau kamu suci sebelum pernikahan kita. ''
ucap Bima dan membuat Ranti langsung berdiri sambil menghampiri Bima.
Ranti langsung memeluk tubuh Bima dan mendekapnya dengan erat, Nyaman lah saat ini yang Ranti rasakan dan tidak dengan Bima, Bima berusaha melepaskan pelukan Ranti namun Ranti terus mendekapnya.
''Pliis Ranti...aku gak mau menodai kamu sekarang, belum saat nya sekarang. ''
ucap Bima yang mulai berkabut dan memejamkan matanya karena Ranti terus membelai punggungnya.
''Aku ikhlas memberikannya sekarang Bimaa, tubuhku dari ujung rambut sampai ujung kaki, hanya untuk kamu Bima dan ayo sentuh aku lalu salurlan semua yang kamu pendam. ''
ucap Ranti sambil mencium bibir Bima.
Bima berontak namun sungguh hati dan fikirannya tidak sejalan, tubuhnya merespon setiap Yang Ranti sentuh hingga Beberapa saat kemudian Bima mulai membalas semua yang Ranti lakukan.
''Sentuh aku Bimaa, tubuhku hanya untuk kamu dan aku gak mau di sentuh oleh kak Rangga nantinya, karena kamulah yang berhak pertama menyentuhku. ''
gumam Ranti dalam hatinya sambil merespon apapun yang Bima lakukan.
__ADS_1
Bima menatap wajah Ranti untuk meminta persetujuan dan Ranti mengangguk tersenyum, Bima langsung melakukan penyatuannya dengan Ranti.
Ranti meringis menahan sakit di bagian intinya dan punggung Bima lah yang menjadi sasaran Ranti untuk menahan perih juga sakit saat ini.
Beberapa saat kemudian Bima merasakan sesuatu yang akan keluar saat akan melepas penyatuannya, Ranti menahannya dan Bima pasrah mengeluarkan cairan di dalam rahim Ranti.
''Nakaaal.....''
ucap Bima sesaat setelah mencapai puncaknya dan mencium kening Ranti.
''Kamu juga nakal Bibimmm....''
jawab Ranti sambil tertawa dan Bima menggelengkan kepalanya lalu melepaskan penyatuannya dan merebahkan tubuhnya di samping Ranti.
''Setelah kita pulang nanti, aku akan datang ke rumah bertemu Ibu dan Tante kamu untuk menentukan tanggal pernikahan kita sayang. ''
ucap Bima dan membuat Ranti terdiam.
''Terserah kamu ajah Bibim, nanti aku akan bicarakan ke Ibu sama Tante Mira dan Rasya. ''
jawab Ranti dan Bima mengangguk.
Ranti memandang langit langit kamar di villa saat ini, fikirannya melayang entah kemana dan memikirkan apa, saat ini yang Ranti inginkan hanya bersama Bima tanpa ada gangguan dari siapapun.
Ranti dan Bima akan menginap di villa hingga seminggu kedepan sesuai keinginan Ranti dan Bima mengabulkannya karena baginya kebahagiaan Ranti adalah kebahagiaannya juga, apapun akan Bima lakukan demi Ranti.
Bima saat ini terus dan terus melakukan penyatuannya dengan Ranti, tanpa paksaan dari Ranti tentunya karena bagi Bima tidak masalah, begitu pulang dari villa Bima akan datang untuk menentukan tanggal pernikahannya dengan Ranti.
Sehari full Ranti hanya tidur di ranjang dan Bima lah yang melayaninya, tubuh Ranti semua sakit dan terasa remuk apalagi bagian intinya sangat sakit karena Bima melakukannya begitu buas dan bersemangat sekali.
''Sayang ayo bangun dulu kita makan yah biar tubuh kamu ada tenaga. ''
ucap Bima saat masuk kedalam kamar dengan nampan berisi makanan yang Bima bawa.
''Ngapain aku harus ada tenaga coba, kamu mesuum sekali sih wajahnya. ''
protes Ranti sambil memanyunkan bibirnya karena Bima menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
''Hahhaaa.....kamu kan yang mancing mancing aku, udah jangan bahas lagi dan sekarang kita makan oke. ''
ucap Bima sambil menyuapi makanan ke mulut Ranti.
............
__ADS_1
tbc...