
Tiga hari sudah Ranti dan Bima menginap di hotel dan hari ini mereka berdua memutuskan untuk kembali ke rumah Tante Mira.
Ibunya Ranti pun akan kembali ke Pranis lagi karena disana banyak kerjaan yang menunggunya, Ranti dan Bima bahkan langsung menuju bandara karena seluruh keluarga sudah tiba di bandara.
''Kenapa Ibu gak tinggal dengan kita sajah biar kumpul semuanya kan?? malah memilih tinggal di negara orang lain sendiriran. ''
ucap Bima dan Ranti hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengetahui alasan Ibunya.
''Semenjak Ayah meninggal Ibu lebih memilih tinggal di Pranis dan aku gak tau apa alasannya, makanya aku sama Rasya lebih dekat dengan Tante Mira karena Tante Mira yang mengurus kami semenjak kecelakaan maut melenyapkan suami dan anaknya. ''
jawab Ranti dan Bima hanya menganggukkan kepalanya.
Beberapa menit kemudian mobil sampai di bandara, Ranti langsung menggandeng Bima setelah mobil terparkir sempurna.
Ternyata ada kedua orang tua Bima yang ikut mengantarkan Ibunya Ranti ke bandara, Ranti dan Bima langsung mencium tangan semua orang tuanya.
''Pengantin baru sangat telat sekali, hampir satu jam kita menunggu kalian disini. ''
protes Rasya dan Ranti hanya tersenyum.
''Kan gak ngabarin dari awal, tadi juga kita sudah ke arah jalan pulang rumah namun tiba tiba di putar ke bandara, jadi......jangan salahkan kita kalau kita telat datang. ''
ucap Ranti dan Rasya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.
''Sudah gak apa apa yang penting kalian berdua datang dan Ibu senang sekali. ''
ucap Ibunya Ranti menengahi perdebatan Ranti dan Rasya.
Bima sibuk dengan Eta di gendongannya dan Ranti membiarkannya karena selama empat hari ayah dan anak itu terpisah.
''Ibu yakin mau kembali ke Prancis?? kenapa gak disini ajah kumpul semua keluarga?? ''
ucap Ranti saat Ibunya berpamitan.
''Ibu kan harus mengurus perusahaan di Prancis dan kamu tahu kan perusahaan gak bisa di pindahkan ke tanah air, karena hampir semua karyawan nya warga Prancis. ''
ucap Ibunya Ranti dan Ranti pun menganggukan kepalanya.
__ADS_1
''Kita bisa berkunjung kan nantinya ke Prancis, sekarang ada mama dan papa yang menggantikan Ibu kamu. ''
ucap Mamanya Bima dan Ranti tersenyum.
Ibunya Ranti langsung pamit kepada semua keluarga yang mengantarnya, Ranti ada sedikit rasa sedih saat melihat Ibunya berjalan menuju area pemeriksaan berkas berkasnya, namun semuanya sudah jalan yang di ambil oleh Ibunya dan Ranti tidak dapat mencegahnya.
''Kalian pulang ke rumah Tante kan?? ada yang mau Tante bicarakan sama kalian. ''
ucap Tante Mira saat berada di area parkir.
''Iya Tante, kita akan ke rumah Tante ko. ''
jawab Bima dan Tante Mira langsung menuju mobil yang di kemudikan Rasya.
Kedua orang tua Bima ikut bersama Tante Mira ke mobil yang di kemudikan Rasya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini Ranti dan Bima sudah berada di kediaman Tante Mira, sedangkan kedua orang tua Bima memilih kembali ke rumah nya di antarkan sopir Tante Mira.
''Langsung ajah ke intinya, Tante mau kalian berdua tetap tinggal di rumah ini, bukan Tante egois dengan keinginan Tante ini, tapi Tante sudah terbiasa dengan kehadiran kalian berdua terutama Eta, Kalau kalian tinggal berdua sajah nantinya Eta sama siapa, Ranti sibuk di butik, Bima sibuk di perusahaan bersama Rasya, Tante gak mau Eta di asuh oleh pengasuh dan itu sajah yang mau di bicarakan Tante. ''
Ranti sudah pasrah dengan semua yang akan di pilih oleh Bima, antara tinggal berpisah atau tetap dengan Tante Mira.
''Baik Tante, aku sama Ranti akan tetap tinggal di rumah ini, karena Eta juga kan sudah terbiasa di jaga oleh Tante. ''
jawab Bima dengan senyumnya dan membuat Tante Mira pun tersenyum senang.
''Syukur lah kalau keputusan kalian sejalan dengan Tante juga. ''
ucap Tante Mira dan aranti langsung menghampiri Tante nya.
''Tante sudah aku anggap ibu bahkan lebih, karena Tante lah yang menjaga dan mendidik aku sama Rasya, hingga sesukses ini. ''
ucap Ranti saat melepaskan pelukannya.
''Makasih.....cuma itu yang bisa Tante ucapkan sama kamu. ''
__ADS_1
ucap Tante Mira dan Ranti mengangguk.
Ranti dan Bima akhirnya tetap tinggal di kediaman Tante Mira, karena memang tempat tinggal Tante Mira sangat strategis dekat ke butik, kantor dan rumah kedua orang tua Bima.
Beberapa hari kemudian.....
Satu minggu sudah Ranti bergelar sebagai seorang istri, tak ada perubahan dari diri Ranti karena Bima memang suami pengertian dan tidak menuntut lebih kepada Ranti.
Ranti bahkan menikmati aktifitas barunya sebagai seorang istri, menyiapkan semua kebutuhan Bima juga Eta, namun untuk makanan tetap di siapkan oleh pelayan juga koki di rumah Tante Mira.
''Kak Bima.....besok jadi kan kita berangkat?? aku gak bisa kalau sendiri nanganinnya. ''
ucap Rasya saat Bima dan Ranti duduk di kursi meja makan untuk sarapan.
''Kamu emang gak bisa sendiri Rasya?? ''
ucap Ranti dan Rasya menggelengkan kepalanya.
''Kalian ini bahas kerjaan di meja makan. ''
ucap Tante Mira menengahi pembicaraan dan semua langsung mengangguk patuh.
Rasya selesai terlebih dahulu memakan sarapannya dan langsung pamit untuk menuju perusahaan, sedangkan Bima masih menunggu Ranti yang masih belum selesai memakan sarapannya.
Eta saat ini sudah berjalan lancar dan sangat aktif sekali berjalan jalan, Tante Mira bahkan sangat menikmati mengurus Eta yang aktif karena mengingatkan pada Almarhum putrinya dahulu yang telah tiada.
''Tante yakin bisa menjaga Eta yang gak mau diam gitu?? ''
ucap Bima saat menghampiri Tante Mira di halaman belakang.
''Gak laah Bimm, malah Eta mengingatkan sama mendiang putri Tante yang sudah tiada, aktif sekali dan gak ma diam mirip seperti Eta. ''
jawab Tante Mira dan Bima pun lega mendengarnya.
Ranti langsung mengajak Bima untuk berangkat saat selesai dengan sarapannya dan langsung pamit pada Tante Mira, sedangkan Eta lebih asik dengan mainan barunya tanpa mau melirik ke arah Ranti dan Bima saat memanggilnya.
''Sudah kalian berangkat ajah keburu macet juga di jalannya. ''
__ADS_1
uap Tante Mira saat Ranti berusaha memanggil Eta untuk mendekat.
tbc.........