Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Keberangkatan menuju Paris......


__ADS_3

Bima langsung membawa Eta menuju lantai bawah untuk menghampiri kedua orang tuanya yang sengaja ikut untuk bertemu Eta.


''Loh.....ko sama kamu mau Bimm.....tadi sama Tante gak mau loh. ''


ucap Tante Mira yang melihat Eta lengket dengan Bima.


''Masa siih.....Bima baru tau tadi malah Eta yang rentangin tangannya pengen di gendong. ''


ucap Bima sambil duduk di samping mamanya.


''Sini gendong sama Oma ya sayang......''


ucap mamanya Bima sambil mengulurkan tangannya ke Eta namun Eta menggelengkan kepalanya da membuat mamanya Bima langsung tersenyum.


''Lagi sombong kayanya Eta, gak mau di gendong sama Oma yaah. ''


ucap Tante Mira dan membuat mamanya Bima tersenyum.


Ranti menghampiri kedua orang tuanya Bima dan menyalami tangannya, Ranti tersenyum saat Eta lengket pada Bima.


''Akhirnya ada yang bisa membawa Eta juga, dari tadi susah gerak akunya gara gara Eta nempel terus dan gak mau di gendong Tante Mira. ''


ucap Ranti dan mamanya Bima tersenyum.


''Lagi demam jadinya mau nempel sama bunda dan papa nya ajah kayanya. ''


ucap mamanya Bima dan Ranti mengiyakannya.


''Minggu depan Eta ulang tahun dan Ranti mau merayakannya di Prancis, mama sama papa mau ikut gak ke Prancis?? ''


ucap Ranti dan mamanya Bima langsung tersenyum.


''Bukannya mama sama papa gak mau ikut merayakan ulang tahunnya Eta, Alea lagi butuh pendamping takutnya nekad lagi kaya kemarin, kalau Alea di ajak juga pasti dia gak mau, Bima udah membicarakannya kemarin dan mama sengaja ikut kesini untuk membicarakannya dan menjenguk Eta yang lagi demam juga. ''


ucap mamanya Bima yang menolak halus permintaan Ranti.


''Yasudah kalau memang mama sama papa gak bisa ikut, nanti saat kami kembali kan bisa merayakan ulang tahun Eta lagi. ''


ucap Ranti dan di setujui semuanya.


''Lebih baik kita makan siang dulu yaah, mumpung masih hangat makanannya. ''


ucap Tante MIra menengahi obrolan Ranti dan calon mertuanya.


Ranti langsung mengajak kedua orang tua Bima untuk makan dan langsung setuju, Bima pun ikut makan dengan Eta yang duduk di pangkuannya.

__ADS_1


''Sini sama Bunda yaah sayang, papanya mau makan dulu sebentar. ''


ucap Ranti mencoba mengambil Eta dari pangkuan Bima namun Eta langsung menangis dan menempel kembali pada Bima.


''Udah gak apa apa sayang, biar Eta sama aku ajah dan gak susah kok kalau sambil makan. ''


ucap Bima sambil menenangkan Eta yang menangis di pelukannya.


Ranti langsung menyiapkan makanan untuk Bima dan meminta Bima menyuapi Eta dan Bima langsung memakan makanannya lalu menyuapi Eta dan Eta mau membuka mulutnya memakan makanan yang di suapi Bima.


Beberapa saat kemudian makan siang selesai dan semua langsung menuju ruang keluarga kecuali Ranti yang membantu pelayan merapihkan meja makan.


Mama dan papa Bima langsung pamit di antarkan supir Tante Mira karena Bima sibuk mengasuh Eta yang sedang terlelap di dekapannya.


Keesokan harinya......


Ranti sedang menyiapkan pakaian Eta dan beberapa pakaian Bima yang akan di gunakan untuk berangkat nanti siang.


Bima saat ini masih terlelap sambil memeluk Eta sedangkan Ranti baru selesai paking peralatan Eta dan juga peralatannya.


Ranti membangunkan Bima setelah selesai membersihkan tubuhnya dan tak butuh waktu lama Bima membuka matanya.


''Mandi dulu Bimm biar seger tubuhnya dan sebelum Eta bangun. ''


ucap Ranti saat Bima duduk bersandar di ranjangnya.


ucap Bima sambil berjalan menuju kamar mandi dan Rani hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah BIma.


Eta membuka matanya setelah Bima masuk kedalam kamar mandi dan Ranti membiarkannya karena Eta tidak menangis.


Sepuluh menit kemudian Bima keluar dari kamar mandi dan tersenyum saat melihat Eta sedang meminum susunya yang di buatkan oleh Ranti.


''Kayanya Eta udah sembuh deh, udah normal panas tubuhnya. ''


ucap Bima saat meraba kening Eta yang sedang asik dengan botol susunya.


''Kayanya iya sih Bimm, yasudah kamu pakai pakaiannya biar Eta aku yang urus. ''


ucap Rnati sambil menggendong Eta untuk di bersihkan tubuhnya.


Eta hanya di lap dengan menggunakan handuk yang sudah di berikan air hangat, Ranti dengan telaten mengurus Eta dan Bima tersenyum melihat semua interaksi di hadapannya.


''Gak sabar ingin cepat cepat menjadikan kamu istriku, senang kayanya tiap hari ada yang mengurus. ''


ucap Bima saat menghampiri Ranti dan Eta di ranjang.

__ADS_1


''Sabar ajah yah karena akhir bulan depan sudah bebas akunya. ''


jawab Ranti dan Bima menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai dengan persiapannya Bima membawa saatu koper sedangkan Ranti menggendong Eta menuju lantai satu.


''Sarapan dulu baru kita ke bandara. ''


ucap Tante Mira dan Ranti menganggukan kepalanya.


Tante Mira langsung mengambil alih Eta dari dekapan Ranti dan ternyata Eta mau dan membuat Tante Mira tersenyum senang.


''Kalian lanjutkan makannya dan Eta biar sama Tante yah, kalian telat sih turunnya. ''


ucap Tante Mira sambil berjalan menuju halaman depan menyusul Rasya yang sedang merapihkan koper kedalam bagasi mobil.


''Hai cantiknya Om.....udah sembuh. ''


ucap Rasya saat Tante MIra menghampirinya dengan Eta yang di gendong Tante Mira.


''Udah dong Rasya, Tante senang karena Eta mau di gendong Tante lagi sekarang. ''


ucap Tante MIra dengan senyumnya dan membuat Rasya bahagia.


''Ibu terus ajah menanyakan sudah sampai dimana, berangkat ajah belum kita udah di tanya tanya ajah Tante. ''


ucap Rasya saat menerima notifikasi di handphone nya dari Ibunya.


''Biasa kan Ibu kamu emang super rempong, bilang ajah lusa baru sampai ke Prancis. ''


jawab Tante MIra dan Rasya hanya menggelengkan kepalanya.


Tak lama kemudain Ranti dan Bima menghampiri ke halaman depan, Bima langsung menyimpan kopernya di bagasi.


''Kenapa kopernya cuma satu kak?? ''


ucap heran Rasya karena melihat Bima hanya menyimpan satu koper di bagasi.


''Itu cuma pakaian Eta, perlengkapan Eta sama make up kakak dan pakaian kakak sama kak Bima kan udah tersedia disana, ibu bilang jangan bawa baju kan Rasya biar gak ribet. ''


jawab Ranti dan Rasya hanya mengangguk.


Bima langsung mengambil kemudi menuju bandara setelah semua persiapan selesai, Bima hanya tersenyum menjawab semua yang Ranti bicarakan.


Keberangkatan ke Paris Prancis saat ini begitu lengkap ada Bima yang ikut serta dan membuat Ranti bahagia bahkan terus mengoceh selama perjalanan menuju bandara.

__ADS_1


tbc........


__ADS_2