Scorpio

Scorpio
Gadis pemalu


__ADS_3

Aileen terbangun lebih awal, dia berniat ke kamarnya untuk mengambil baju ganti dan barang yang akan di bawa ke Universitas. Namun ketika dia masuk, Kakak sepupu Saralee itu tidak ada di dalam ruangan tersebut.


"Sepertinya Kak Deon sudah pergi, sebaiknya aku mandi di sini saja," batin Aileen.


Gadis pemalu itu segera masuk ke kamar mandi yang pintunya tidak terkunci. Namun matanya langsung terbelalak karena melihat tubuh basah Deon yang sedang berdiri di bawah shower.


Aileen sangat terkejut dan malu, ketika dia ingin berlari keluar, pemuda bertelanjang itu sudah lebih dulu ke arahnya dan mendekap mulutnya dari belakang.


"Di balik kelembutanmu ternyata adik kecil ini nakal sekali ya?" bisik Deon tepat di telinga Aileen.


Aileen gemetar ketakutan. dia merasa ada sesuatu yang keras menempel pada pinggangnya.


"Ya, Tuhan. Apa ini? Jangan-jangan... aku harus segera keluar," batin Aileen semakin panik.


Aileen mencoba melepaskan diri, akan tetapi tangan Deon terlalu kuat.


"Kamu sudah mengintip seluruh tubuhku, jika ingin keluar dengan selamat kamu harus menciumku sebagai kompensasi," ancam Deon dengan bisikan mesra.


Aileen merasa dadanya semakin berdebar, jantungnya berdetak semakin kencang. Antara takut dan malu, Aileen menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Deon tersenyum puas dan melepaskan tubuh ramping Aileen.


"Tapi pakai handuk dulu, Kak Deon," pinta Aileen gugup sambil memejamkan kedua matanya.


"Baik, aku ambil handuk dulu," jawab Deon sabar.


Melihat ada celah, Aileen segera kabur dan mengunci kamar mandi dari luar. Gadis penakut itu segera mengambil baju dan barang-barang yang dibutuhkan. Kemudian berlari ke arah kamar Saralee.


Saralee belum bangun, Aileen memanfaatkannya untuk mandi duluan dan bersiap-siap ke Universitas.


"Sebaiknya aku berangkat ke Universitas duluan supaya tidak bertemu dengan Kak Deon lagi," gumam Aileen pada diri sendiri.


Di dalam bus Aileen teringat jika Kakak sepupu Saralee masih terjebak di kamar mandi.


"Aduh, bagaimana ini? Karena terlalu panik aku lupa tidak membuka kuncinya," bisik hati Aileen cemas.


Ingin kembali Aileen juga merasa takut, dia berharap nanti ada yang menolong Deon.


Hatinya mulai berdebar mengingat kejadian tadi, apalagi tubuh kekar Deon tanpa busana itu terus terbayang di pikirannya.


*****************************************


Saralee, Adella dan Deon sarapan pagi bersama.


"Adella, masakanmu lumayan juga," puji Deon.


"Terima kasih," jawab Adella senang.


"Saralee, belajarlah memasak dengan Adella. Biar nanti suamimu bisa senang," sindir Deon sambil melirik adiknya.


"Aku? Memasak? Oh tidak, nanti kuku aku bisa rusak," balas Saralee centil.


"Aileen kemana? Kenapa belum muncul?" tanya Adella heran.


"Aku juga tidak tahu, saat aku bangun tidur dia sudah tidak ada," jawab Saralee ikut cemas.


"Tadi pagi Aileen ke kamarku, mengambil baju, tas dan beberapa buku," timpal Deon tenang.


"Gadis itu, dia selalu takut dalam segala hal. Mungkin sekarang dia sedang membaca buku supaya bisa menjawab soal tertulis," ucap Adella.

__ADS_1


"Aku sih santai saja, aku yakin pasti bisa lolos," timpal Saralee merasa bangga.


"Kamu memang gadis pemalas. Eh, Aileen mengambil jurusan apa?" tanya Deon penasaran.


"Jurusan seni, dia hobi melukis," jawab Saralee sekenanya.


Saralee dan Adella sibuk menikmati sarapan, sampai mereka berdua tidak menyadari dengan perubahan wajah Deon yang sumringah.


Setelah selesai sarapan, Saralee dan Adella berpamitan berangkat ke Universitas.


****************************************


Seleksi tes tertulis sudah berakhir, Saralee dan Aileen segera keluar menghampiri Adella yang masih setia menunggu di luar ruangan.


Saralee terkejut karena temannya itu tidak menunggu sendirian.


"Kamu... kenapa bisa di sini? Bukankah kamu tidak mendapat formulir?" tanya Saralee heran.


"Bukannya tidak mendapat, tapi karena dicuri seseorang," sindir Raiyen dingin.


Saralee mengalihkan pandangan ke arah lain seolah-olah tidak mendengar apa-apa.


"Adella, aku pergi dulu," pamit Raiyen bersikap lebih ramah.


"Baiklah," jawab Adella.


Pemuda tampan yang selalu memakai kaca mata itu segera berlalu pergi.


"Adella, ngapain dia ke sini? Dan sejak kapan kalian jadi akrab?" tanya Saralee penasaran.


"Ternyata Raiyen juga murid beasiswa sepertiku, dan dulu kita juga pernah bertemu beberapa kali dalam pertandingan kecerdasan. Tapi aku lupa, justru dia yang mengingatku," jawab Adella.


"Kalau itu aku tidak tahu," jawab Adella.


"Sudahlah, berarti aku tidak perlu merasa bersalah lagi. Karena dia bisa masuk ke sini tanpa formulir itu," timpal Saralee.


"Adella, kita sudah mendapat pekerjaan. Menjadi penjaga toko paruh waktu. Nanti setelah ini kita mulai bekerja," ucap Aileen bersemangat.


"Benarkah?" tanya Adella seolah tak percaya.


"Tentu, semua berkat aku," sergah Saralee merasa bangga.


"Terima kasih ya. Kalian berdua memang pahlawan aku," ucap Adella sambil merangkul kedua temannya.


Mereka bertiga segera berjalan keluar dari Universitas.


"Kalian selamat bekerja ya, hari ini aku ada jadwal kencan," ucap Saralee ceria.


Tak lama kemudian datang mobil mewah yang berhenti tepat di depan mereka.


"Bye..." kata Saralee sambil melambaikan tangan, kemudian masuk ke mobil.


"Saralee, sekarang sudah berganti lagi," kata Adella berdecak kagum.


"Ayo buruan, busnya sudah datang," pekik Aileen cemas.


Mereka berdua berlari menuju halte, tapi Bus sudah terlanjur berjalan lagi.


"Kalau menunggu Bus selanjutnya kita bisa telat masuk kerja," kata Aileen panik.

__ADS_1


Tiba-tiba ada mobil mewah warna hitam berhenti di depan mereka.


"Kalian mau kemana?" tanya seorang pemuda yang ternyata adalah Deon.


jantung Aileen seketika berdecak kencang. Wajahnya memerah karena mengingat kejadian tadi.


"Mau bekerja, Kak Deon," jawab Adella.


"Ayo aku antar," tawar Deon.


Sebelum Aileen menolak. Tangannya sudah di gandeng Adella masuk ke dalam.


Diam-diam Deon menatap wajah cemas Aileen lewat kaca spion di atasnya.


"Kalian bekerja di mana?" tanya Deon.


Karena Adella memang belum tahu, Akea terpaksa menjawabnya.


"Trio Plaza," jawab Aileen gugup.


"Oh, dekat Universitas. Kamu kenapa gemetar, Aileen? Apakah sedang sakit?" tanya Deon memancingnya.


Aileen menunduk tidak berani menjawab.


"Aileen memang pemalu, dia takut jika di dekati lelaki," jawab Adella.


"Kenapa?" tanya Deon penasaran.


"Karena dari kecil sekolahnya khusus untuk Tuan putri. Jadi jarang bergaul dengan lawan jenis," jawab Adella.


"Oh... Berarti belum pernah berciuman dengan lelaki dong," kata Deon tertawa.


Adella yang tidak tahu apa-apa juga ikut tertawa.


Sedangkan Aileen terus menunduk karena malu dan takut.


"Sudah sampai," ucap Deon.


Namun Deon ikut turun juga, membuat Aileen merasa tidak nyaman.


"Mau beli apa, Kak?" tanya Adella penasaran.


"Tidak, hanya mau menyapa pemilik toko saja," jawab Deon tenang.


Bu Merlyn sangat bahagia dengan kehadiran Deon. Perempuan itu langsung memeluk Deon seperti anak sendiri.


"Sudah lama tidak melihatmu, sekarang semakin tampan saja," kata Bu Merlyn.


"Terimakasih, Bu. Oh ya, tolong jaga mereka ya," kata Deon ramah.


"Iya santai saja," jawab Bu Merlyn.


"Bu, ini adalah teman saya yang juga mau bekerja di sini. Namanya Adella," ucap Aileen lembut.


"Adella," kata Adella tersenyum manis.


"Panggil saya Bu Merlyn. Wah, kalian ini sangat cantik-cantik sekali ya? Pasti nanti tokoku bisa semakin ramai," Jawab Bu Merlyn ramah, perempuan itu tidak pernah berhenti tersenyum. Wajahnya selalu terlihat riang.


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya, semoga Novel SCORPIO bisa berkembang lebih baik lagi🤗


__ADS_2