
Saidon tidak ingin percaya, akan tetapi dia juga penasaran andaikan apa yang dikatakan oleh Fernand adalah sebuah kebenaran.
''Kalau begitu siapakah aku?'' tanya Saidon dingin.
Fernand tidak ingin membuang waktu, baginya yang terpenting saat ini adalah dia bisa pulang hidup - hidup.
''Di kerajaan seberang ada sebuah raja bernama Norman. Dia memiliki ratu Glasia dan selir Victoria. Keduanya juga hamil secara bersamaan, akan tetapi setelah ratu dan selir melahirkan, anaknya ratu di kabarkan meninggal,'' ucap Fernand.
''Lalu apa hubungannya denganku?'' tanya Saidon semakin penasaran.
''Saat itu aku yang masih menjadi mafia di beri tugas untuk selalu mencari anak yang memiliki tanda lahir yang menyerupai naga di bagian punggungnya. Setelah menemukan anak itu aku harus membunuhnya. Dan aku pernah mendengar jika anak yang memiliki tanda lahir naga itu adalah anak sang ratu yang di buang dan digantikan oleh bayi lain,'' jelas Fernand.
Saidon terkejut, sebab di punggungnya memang ada tanda lahir naga, berarti orang tua kandungnya adalah seorang raja dan ratu.
''Aku kebetulan saat pergi kepemandian air panas melihat mu dan juga keluarga angkatmu, maka pada saat itu aku langsung saja menyerangmu. Namun siapa sangka jika ayahmu ternyata juga seorang mafia. Maka setelah kejadian itu aku mengundurkan diri menjadi Mafia dan aku pindah ke kota lain untuk memulai hidup baru yang lebih baik,'' sambung Fernand menceritakan apa adanya.
''Lebih baik? Kalau begitu kenapa kamu masih berurusan dengan mafia dan berebutan wilayah denganku? Dan kamu juga hari ini berniat membunuh adikku kan?'' bentak Saidon kesal.
__ADS_1
''Aku berbohong pada Victoria jika aku sudah membunuhmu, untuk menutupi masalah ini dia berjanji jika nanti aku melahirkan seorang putri maka akan dijadikan ratu di masa depan. Jadi Aileen sejak lahir sudah terikat perjodohan dengan putra mahkota, jika sampai keiuarga kerajaan tahu jika Aileen menikah bahkan sudah hamil maka bisa habislah keluargaku. Di sisi lain aku ragu jika Deon akan memperlakukan putri pembunuh Ayahnya dengan baik,'' jawab Fernand membela diri.
''Apakah raja dan Ratu masih hidup?'' tanya Saidon terharu juga.
''Masih hidup, bahkan saudara kamu yang sekarang menjadi putra mahkota juga seumuran kamu. Aku tahu jika aku sudah banyak kesalahan kepadamu, terlebih lagi kepada ayah angkatmu. Akan tetapi waktu itu aku juga terpaksa melakukannya karena Yossi yang masih keponakan selir tidak akan diizinkan menikah denganku jika aku tidak bisa membunuhmu. Jadi jika kamu menyayangi Deon tentu saja demi dia juga kamu akan menyelamatkan putriku, jalan satu - satunya kamu rebut kembali posisi putra mahkota,'' pinta Fernand sudah menghilangkan segala harga dirinya yang selama ini di banggakan.
Saidon menjadi sakit kepalanya karena memikirkan semua ini yang di rasa begitu mendadak. Mengenai ayah angkatnya yang mati karena ingin melindunginya, juga mengenai ratu atau ibu kandungya yang pasti bersedih karena mengira jika putranya sudah meninggal.
''Mungkin aku sudah menghilang dari ingatan orng tua kandungku,'' bstin Saidon langsung buram matanya dan hampir pingsan.
''Fernand, pergilah! Urusanmu denganku belum selesai, jadi jangan mencoba kabur,'' acam Saidon.
Saidon dia saja dan langsung menuju mobilnya untuk kembali ke markas, akan tetapi di tengah perjalanan dia pingsan.
Deev sebagai anak buah yang paling dekat dengan Saidon tahu apa yang harus dilakukan, segera pemuda itu menelpon Deon dan langsung membawa bosnya untuk ke rumah sakit. Karena akibat pertarungan dengan Fernand tadi Saidon juga terluka cukup parah, apalagi ditambah denan tekanan mengenai jadi diri Saidon yang sesungguhnya sangat memilukan.
__ADS_1
__ADS_1