Scorpio

Scorpio
Perpisahan


__ADS_3

Pernikahan ketiga gadis scorpio berjalan sangat lancar, Deon dan Keenan juga tidak menyangka jika Fernand tidak melakukan pergerakan apapun.


Tiba - tiba saja Deon mendapat telepon dari anak buahnya jika Saidon di rumah sakit dan diapun juga harus segera menyusul ke sana. Deon terkejut, akan tetapi kali ini dia tidak ingin merusak kebahagiaan Keenan dan yang lainnya.


''Keenan, aku akan membawa Aileen ke rumahku sendiri sekarang. Terima kasih karena selama ini sudah diizinkan menumpang di rumahmu,'' ucao Deon mencoba tenang.


 


''Baiklah, tapi apa kamu sudah yakin?'' tanya Keenan memastikan.


''Tentu saja, karena kakakku sudah merestui hubungan kami,'' jawab Deon.


''Adella, Aileen, aku juga lupa bilang, jika aku dan Raiyen akan pindah sekolah ke luar negeri sekaligus mengobati cedera tangan Raiyen. Semoga kalian selalu bahagia ya, jika nanti ada kesempatan kita bisa bertemu lagi,'' kata Saralee sedih berpisah.


''Iya, Saralee. Nanti jika ada kesempatan kita berenam bisa bertemu lagi. Wah... Jadi nanti kalau kuliah aku tinggal seorang diri dong, apalagi Aileen juga akan berjenti kuliah karena fokus mau mengurus kehamilannya,'' ucap Adella tak kalah bersedih.


''Adella, andaikan aku secerdas kamu aku juga masih ingin kuliah. Tapi kamu tahu sendiri kan jika otakku ini pas - pasan, biarpun kehaimilanku masih belum terlihat akan tetapi aku takut strees dengan banyaknya tugas. Adella, Saralee, aku pasti merindukan kalian,'' timpal Aileen meneteskan air matanya.


Ketiga gadis scorpio itu berpelukan erat dan saling menangis.


''Untung saja para tamu sudah bubar, jika tidak mereka akan tertawa melihat make up kalian luntur,'' goda Raiyen.


Dan dari ketiga gadis tersebut yang paling panik mengenai penampilannya adalah Saralee. Gadis itu segera mencari kaca dan membenarkan make up nya.


''Aileen, sebaiknya kamu ganti baju saja biar nyaman, nanti aku akan meminta seseorang untuk mengantarkan ayah dan ibumu ke rumah kita terlebih dahulu,'' pinta Deon lembut.


''Iya, jawab Aileen patuh.


''Aku mau pamit pulang dulu ya? Sampai bertemu lagi,'' pamit Keenan segera mengajak Adella untuk pulang terlebih dahulu.


''Aku pulang dulu ya? Orang tuaku juga sudah menunggu di rumah,'' ucap Adella pada teman - temannya.


''Kalau begitu aku juga mau pulang,'' balas Saralee sambil menggandeng suaminya secara perlahan. Karena tangan Raiyen masih sakit.


 


Aileen menangis melihat kedua temannya pergi, akan tetapi Deon langsung memeluk istrinya erat.


''Istriku, setiap pertemuan pasti ada perpisahan, janganlah kamu bersedih lagi. Kasihan anak yang ada di kandunganmu, lagi pula nanti kita bisa atur waktu biar bisa bertemu. Sekarang aku ingin mengajak kamu untuk datang ke rumah sakit dulu. Kakakku sedang di rawat di sana,'' bujuk Deon.


Sepanjang perjalanan Aileen bersandar pada bahu suaminya, kini jika dia bersedih akan selalu melakukan hal itu. Karena terasa nyaman dan mendamaikan hati.


''Kak Saidon sakit apa? Bukanyya terakhir kali melihat dia baik - baik saja dan terlihat segar bugar?'' tanya Aileen penasaran.


''Nanti akan aku jelaskan semuanya di sana,'' jawab Deon lembut.


Setelah sampai di rumah sakit Saidon sudah sadar, akan tetapi mash berbaring di ranjang karena masih lemas dan di infus.

__ADS_1


''Kak, kenapa kamu bisa seperti ini?'' tanya Deon kaget.


Saidon masih terlalu lemas untuk berbicara, apalagi bibirnya juga masih terasa sakit jika di gerakkan. Hanya dengan tatapan mata saja Deev sudah langsung paham.


'Bos Deon, Nyonya Aileen. Mau tak mau Bos Saidon harus mengatakan yang sejujurnya,'' kata Deev tunduk.


Deev mulai menceritakan semuanya mengenai penyergapan sampai rahasia jatidiri dan kematian ayah Deon yang sesungguhnya tanpa di kurangi sekata pun.


Bukan hanya Deon, Aileen juga syok mengenai papanya yang sudah membunuh ayah suaminya sendiri.


''Kak Deon ,jadi sejak awal kamu tahu jika aku adalah putri pembunuh, dan kamu masih mencintaiku?'' tanya Aileen terharu.


''Aileen, kamu jangan berpikir yang macam - macam, apapun yang terjadi aku sangat mencintaimu apa adanya,'' jawab Deon pada istrinya.


 


''Deon, maafkan aku,'' ucap Saidon memaksakan diri.


''Kak, kamu tidak perlu minta maaf. Semua ini adalah takdir, kamu juga putra ayah, tentu saja dia rela menaruhkan nyawanya sendiri demi melindungimu,'' jawab Deon lapang dada.


Saidon sampai menangis karena terharu begitu dicintai oleh adik yang bukan adik kandungnya sendiri.


''Kak, mengenai identitasmu itu bagaimana?'' tanya Deon.


''Boa Deon, sepertinya Bos Saidon ingin memulihkan diri dulu, jika sudah pulih baru akan memikirkan cara untuk merebut posisi putra mahkota, karena dengan hanya cara ini juga Nyonya AIleen bebas dari hukuman. Terlebih lagi selir Victoria sering membuat rencana busuk agar bisa menjadi ratu,'' tebak Deev.


''Kak, bagaimanapun caranya nanti aku akan menolongmu,'' ucap Deon.


Saidon hanya tersenyum, akan tetapi dalam hatinya tidak ingin membiarkan adiknya dalam bahaya lagi. Apalagi dalam benak Saidon sudah ada rencana tersendiri.


''Lalu bagaimana dengan kondisi papaku?'' tanya Aileen menunduk karena malu dan merasa bersalah.


''Papamu juga terluka, paling sekarang sedang di rawat di rumah sakit,'' jawab Deev santai.


Deon sedih juga memikirkan nasip kakaknya yang ternyata sangat pedih, terpisah dari orang tua kandung juga di rebut posisinya sebagai putra mahkota.


''Kak, apa saudaramu itu yang bernama Jupiter ya?'' tanya Deon yang tidak asing dengan nama itu.


''Iya, apa kamu kenal?'' tanya Saidon.


''Sepertinya aku pernah bertemu dengannya di sebuah acara judi terbesar di kota seberang, dia terkenal bengis dan kejam,'' jawab Deon mengingat - ingat.


''Saidon melirik ke arah Deev lagi karena sudah tidak sanggup berbicaralagi. Dengan menganggukkan kepalanya Deev sudah mengerti.


''Bos Deon, Anda di minta untuk pulang membawa Nyonya Aileen istirahat. Bos Saidon juga akan istirahat


terlebih dahulu,'' kata Deev sopan.

__ADS_1


''Baiklah, aku pulang dulu kak. Kalau ada apa - apa langsung kabari aku,'' jawab Deon.


Setelah di dalam mobil Aileen tidak sabar untuk menanyakan sesuatu yang mengngganggu pikirannya sejak tadi.


''Kak Deon, aku minta maaf,'' ucap Aileen.


''Sudah, jangan pernah bahas masakah ini lagi. Intinya kamu hanya perlu fokus menjaga kesehatan demi anak kita,'' jawab Deon lembut.


Aileen terdiam dan tidak tahu lagi harus berkata apa, karena seribu maafpu tidak akan mampu mengembalikan keadaan.


''Aileen, apa kamu tidak penasaran kenapa Deev bisa menebak semua yanag dipikirkan oleh kak Saidon?'' tanya Deon mengalihkan pembicaraan.


''Iya, kenapa bisa tahu ya?'' tanya Aileen sangat penasaran.


''Aku juga begitu, selama ini aku penasaran tapi masih belum juga mendapat jawabannya,'' balas Deon tertawa.


'Aileen merasa kesal karena sudah dikerjai oleh suaminya sendiri, tapi setelah itu mereka kemballi ceria dan membahas soal anak mereka nanti.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2