Scorpio

Scorpio
Adella gadis Menarik


__ADS_3

Adella


Adella mengakui, jika ciuman dari bibir tunangan kontraknya barusan terasa sangat mahir. Tetapi sebagai perempuan yang memiliki harga diri tinggi, Adella tidak mau diperlakukan seenaknya oleh pemuda sombong itu.


"Apa kamu mulai menyukaiku? Atau kamu memang bisa melakukan ciuman dengan semua wanita, Tuan Keenan?" sindir Adella dengan tatapan dingin.


"Suka? Jangan bermimpi. Aku hanya ingin mencoba kamu saja, ternyata kamu sama seperti wanita lain yang... Mudah," balas Keenan menekankan kata terakhir.


Adella tersinggung, ucapan Keenan barusan sama saja menganggap dirinya sebagai wanita murahan. Namun Adella tidak ingin direndahkan begitu saja.


"Aku memang wanita yang mudah! Tapi aku masih pilih-pilih sesuai kinerja orang tersebut. Dan barusan aku juga sedang menguji kamu, ternyata sangat mengecewakan. Teknik ciuman kamu payah!" sindir Adella menyeringai.


Hati Keenan sangat panas, apalagi ketika gadis di depannya pergi dengan senyuman mengejek.


"Menarik sekali! kamu bilang ciumanku payah? Tunggu saja! Akan aku buat kamu memohon-mohon di depanku nanti," batin Keenan menyusul Adella dan menarik lengan gadis itu.


"Apa lagi?" ucap Adella dengan wajah cuek.


"Wanita yang pernah jalan bersamaku pasti tergila-gila denganku. Sedangkan kamu bilang aku payah? Seolah kamu ini sudah sangat berpengalaman," kata Keenan tersenyum sinis.


"Aku memang sudah banyak pengalaman, memangnya kenapa?" jawab Adella berbohong.


"Tapi sepertinya kamu hanya punya mantan satu. Apa diam-diam kamu jadi wanita simpanan?" sindir Keenan.


"Iya, aku memang wanita simpanan bagi orang-orang yang berduit, apa urusan kamu?" bentak Adella kasar.


Adella sebenarnya bukan perempuan seperti itu, walaupun hidupnya pernah di bawah tapi dia adalah gadis baik-baik.


Keenan sendiri terkejut, pemuda itu tadinya hanya berniat memakinya saja, dan berharap Adella mengelaknya. Namun siapa sangka gadis itu justru mengakuinya.


"Kalau begitu jika aku memberimu uang banyak, apa kamu mau tidur denganku?" bentak Keenan marah.


"Maaf, tapi bukan sekedar uang saja, aku juga butuh kepuasan. Karena tadi ciumanmu mengecewakan pasti selanjutnya juga sama payahnya. Sebaiknya kamu belajar terlebih dahulu!" jawab Adella dengan senyuman bangga sudah bisa membalas ucapan Keenan.


Keenan tidak menyangka bisa dikalahkan oleh gadis yang usianya jauh lebih muda, tapi sikap Adella yang seperti itu justru membuat pemuda itu semakin tertarik.


"Kali ini kamu akan aku lepaskan, aku ingin lihat seberapa menariknya dirimu terlebih dahulu," batin Keenan berlalu pergi meninggalkan Adella di belakangnya.


Adella tertawa puas, dia tidak peduli jika dinilai sebagai perempuan binal, sebab jika dirinya mengaku sebagai perempuan baik yang polos, pasti dirinya hanya akan dipermainkan oleh pemuda seperti Keenan.


Sesampainya di kamar, Adella langsung mengambil ponsel yang baterainya sudah terisi full. Setelah di lepas dari charger, Adella langsung menyalakan ponselnya.


"Ya ampun, pasti Saralee semalam sangat khawatir. Sampai ada lima tiga puluh panggilan," batin Adella.

__ADS_1


Adella segera turun ke bawah dan menghampiri Keenan yang sedang duduk di ruang tamu sambil ngopi.


"Cepat antarkan aku ke Universitas," pinta Adella.


Keenan melirik jam tangan sebentar, kemudian pemuda itu langsung menelpon seseorang.


"Siap-siaplah!" perintah Keenan dengan nada tegas pada seseorang lewat telepon.


Setelah itu Keenan memutus sambungan dan menaruh kembali ponsel itu ke sakunya.


Adella sangat kesal dengan perilaku pemuda di depannya itu yang sok berkuasa. Namun apalah daya dirinya sendiri hanyalah seorang tawanan saja.


"Ayo!" Ajak Keenan ketus.


Adella malas menjawab, tapi dia langsung mengikuti langkah Keenan yang cepat.


"Sebenarnya pemuda ini tampan dan memiliki postur tubuh yang bagus, kaya lagi. Tapi sikapnya itu sangat angkuh dan menyebalkan. Siapa juga perempuan yang akan betah berlama-lama dengannya?" batin Adella sambil menatap punggung Keenan.


Adella terkejut, karena ada Helikopter di depan matanya.


"Belum pernah naik Helikopter?" tanya Keenan mengejek.


"Memang belum," jawab Adella ketus.


Di balik sikap cueknya Adella, diam-diam dia sangat senang bisa naik Helikopter, karena nakk pesawatpun dirinya juga belum pernah.


Adella semakin terkagum-kagum melihat pemandangan dari atas lautan biru yang luas, pulau kecil berwarna hijau dengan rumah megah seperti kastil di jaman dulu, hanya saja milik Keenan itu dimodifikasi lebih modern ala jaman sekarang.


Setibanya di tepi pantai, ternyata di sana banyak sekali Helikopter. Adella menjadi penasaran dimanakah sebenarnya dirinya berada.


Semua orang yang melihat Keenan turun dari Helikopter saling memberi hormat, Adella semakin penasaran siapakah tunangannya tersebut?


Bahkan hanya dengan jentikan jari saja sudah ada seseorang yang membawa mobil milik Keenan.


"Gila, apa mereka semua punya mata batin? Tanpa di suruh sudah tahu keinginan tuannya," Adella keren.


Tapi saat Adella mau masuk ke mobil milik tunangannya tiba-tiba dia merasa ingin buang air kecil.


"Keenan, aku ingin ke toilet sebentar," ucap Adella gugup.


"Cepatlah!" jawab Keenan sambil menyandarkan tubuhnya ke mobil bagian depan.


Salah satu anak buah dengan sigap memberikan arah petunjuk.

__ADS_1


Lumayan jauh, sekitar lima menit jalan kaki menuju toilet.


"Ya ampun, Toilet saja sudah sangat mewah seperti ini," batin Adella.


Setelah dia selesai, Adella terkejut karena di anak buah tadi masih menunggu di depan toilet tersebut.


"Kenapa kamu masih di sini?" tanya Adella.


"Maaf, Nyonya. Sesuai perintah Tuan Keenan," jawab pemuda itu sopan.


"Kapan? Tadi aku tidak mendengarnya," sergah Adella.


Pemuda itu hanya tersenyum dan mengangguk saja. Membuat Adella merasa merinding.


" Apa semua ini adalah milik Keenan? termasuk pulau di seberang sana?" tanya Adella penasaran.


"Iya, Nyonya," jawab pemuda itu menunduk tidak berani menatap Adella.


"Jangan panggil aku Nyonya, dan bicaralah dengan biasa jangan seperti ngobrol dengan seorang ratu jahat," protes Adella tertawa.


"Saya tidak berani, Nyonya. Karena Anda adalah tunangan Tuan Keenan. Berarti Anda juga majikan saya," jawab pemuda itu gugup.


"Jadi kamu sudah tahu?" tanya Adella.


Pemuda itu hanya mengangguk saja sambil membuntuti Adella di belakang.


"Lama amat!" protes Keenan.


"Cuma lihat-lihat, siapa tahu menemukan pemuda tampan di sini," sergah Adella.


Saat Adella langsung masuk ke mobil.


Keenan terlihat marah, pemuda itu langsung melesatkan mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Adella tidak ingin berteriak, atau protes. Karena justru akan membuat pemuda di sampingnya tersenyum puas.


"Lebih baik aku pejamkan mata saja, pura-pura tidur," batin Adella tersenyum miris.


Keenan yang melihat Adella matanya terpejam seolah tidur itu secara perlahan menurunkan kecepatan dan menjalankan mobilnya dengan santai.


"Gadis ini, sungguh menarik!" batin Keenan mulai tersenyum.


Sedangkan Adella yang masih dalam keadaan kesadaran penuh menahan tawa, karena pemuda di sampingnya dengan mudah ditipu.

__ADS_1


**Jangan lupa Like dan Vote ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.


Baca juga Novel aku yang berjudul CINTA YANG TERPAKSA. Di jamin mewek dan baper deh 🤗🤗🤗**


__ADS_2