Scorpio

Scorpio
I Love You, Aileen


__ADS_3

Aileen baru saja mandi dan memakai pakaian baru Adella yang banyak sekali tersimpan di ruangan khusus. Dia tidak menyangka jika temannya itu diperlakukan baik oleh sang tunangan. Dalam hatinya ada rasa bahagia jika temannya itu juga bahagia.


"Wah, bajunya ukurannya bisa pas," ucap Aileen.


"Kamu dan Adella sama - sama kurus," jawab Deon yang dengan setia masih menunggu kekasihnya.


"Loh, Kak Deon juga sudah ganti baju. Pinjam punya Kak Keenan ya?" tanya Aileen lembut.


"Mana mungkin, aku di sini ada beberapa baju. Dulu aku juga sering ke sini kok, " jawab Deon yang mengamati kekasihnya.


"Kenapa?" tanya Aileen bapak aneh.


"Kamu cantik sekali," puji Deon sambil melangkahkan kakinya untuk mendekati gadisnya.


Akan tetapi Aileen dengan kedua tangannya merentangkan ke depan agar kekasihnya itu tidak bisa mendekatinya.


"Stop! Kalau begini kapan kita jadi jalan - jalannya?" pekik Aileen yang takut jika di apa - apakan lagi. Sebab tadi saja sebelum dia mandi sudah habis di kerjai oleh kekasihnya.


"Baiklah, ayo kita segera berangkat," ajak Deon yang tersenyum mempesona.


Mereka berdua segera keluar dari rumah tanpa berpamitan pada Keenan dan Adella, sebab pintu kamar sudah tertutup rapat.


Rupanya di depan halaman rumah Keenan sudah tersedia helikopter beserta beberapa anak buah yang memiliki tubuh tegap dan tinggi. Mereka menyambut Deon dan Aileen layaknya Tuan mereka sendiri.


"Kalian pergilah, biar aku saja yang mengemudikan!" perintah Deon.


Anak buah Keenan yang sudah tahu siapa Deon langsung menunduk patuh.


Deon mengajak kekasihnya berkeliling mengitari pulau milik Keenan, Aileen si gadis lembut sampai berteriak saking senangnya. Saat itu Deon seperti memiliki energi setiap kali melihat tawa lepas Aileen.


Cukup lama mereka berada di awan melihat hamparan laut uang luas, setelah itu Deon mendaratkan helikopter itu dengan mulus di belakang kastil Keenan yang seperti istana.


"Kok turun di sini?" tanya Aileen heran.


"Di belakang ada sumber pemandian air panas, ayo kita ke sana," ajak Deon sambil menggandeng lengan Aileen.


"Benarkah?" tanya Aileen seolah tidak percaya.


"Iya, aku serius. Jadi di dalam laut ada gunung berapi, tapi sudah tidak berbahaya," jawab Deon.


"Kak Keenan berarti kaya sekali ya? Sampai memiliki pulau pribadi seperti ini," timpal Aileen.


"Bisa dibilang begitu, sudah sejak dari nenek moyangnya," jawab Deon santai.


Untuk sampai ke tempat pemandian air panas mereka berdua harus menyusuri jalan setapak terlebih dahulu.


"Tempatnya seperti dalam kerajaan di masa lalu," ujar Aileen.

__ADS_1


"Memangnya kamu pernah melihat?" goda Deon.


"Ya tidak, hanya pernah nonton di drama Televisi," jawab Aileen lugu.


"Kamu ini, suka sekali nonton drama ya?" tanya Deon.


"Iya, tapi sudah sejak lama tidak pernah lagi," jawab Aileen.


"Kenapa?" tanya Deon.


"Di sini aku bukan Tuan Puteri, jadi harus belajar dan bekerja dengan keras agar bisa bertahan hidup," jawab Aileen.


"Tidak perlu bekerja lagi, kalau hanya menghidupimu saja aku mampu," ucap Deon sambil memandang mata Aileen lekat.


Seketika hati Aileen berdebar, dia tidak tahan mendapatkan tatapan yang membisikan itu.


"Wah... Kita sudah sampai. Ayo segera ke sana," pekik Aileen berlari meninggalkan Deon untuk menghilangkan kegugupannya.


Deon sangat kesal sekaligus geregetan, ingin rasanya dia memakan gadis itu. Diapun ikutan berlari untuk mengejar Aileen.


Rupanya pemandian air panas yang dimaksud Keenan adalah kolam yang berukuran sekitar diameter 20 meter. Berbentuk lingkaran dan seperti pemandian pada kerajaan zaman dahulu. Di sana juga terdapat beberapa patung dari batu yang di ukir sedemikian rupa.


"Ini semua memang buatan Kak Keenan atau nenek moyangnya?" tanya Aileen penasaran.


"Entahlah, aku juga tidak pernah menanyakan hal ini. Tapi yang aku tahu jika sepasang kekasih mandi bersama di sini cinta mereka akan kekal abadi," bujuk Deon.


"Sekarang aku bertanya padamu, apakah kamu mencintaiku atau tidak?" tanya Deon serius.


Aileen mengangguk pelan, dadanya sudah bergemuruh serasa ingin meledak.


"Kalua begitu ayo kita mandi bersama," ajak Deon dengan senyuman memikatnya.


"Apa? Mandi... Mandi bersama?" pekik Aileen salah tingkah.


"Iya, ayo kita mandi bersama. Agar cinta kita selalu abadi," anak Deon sambil menggandeng tangan Aileen.


"Tapi kita tidak membawa pakaian ganti, nanti masa kita kembali dengan pakaian yang basah," protes Aileen.


Deon memeluk pinggang Aileen dan dan berbisik mesra.


"Ya kita lepaskan pakaian ini," nanti di pakai lagi setelah mandi bersama," goda Deon.


Aileen terkejut, dia merasa sedang dikerjai oleh Deon.


"Tidak, Kak Deon pasti mengerjai aku," cibir Aileen.


Deon tertawa, sebab dia memang mengerjai Aileen. Jaman sekarang mana ada cerita konyol seperti itu.

__ADS_1


Namun Aileen yang ingin melepaskan diri dari pelukan Deon malah terpeleset dan tercebur di kolam yang tidak terlalu dalam itu, mungkin sekitar di dadanya saja. Saat itu Deon tertawa keras melihat Aileen yang sudah basah kuyup.


"Kak Deon, tolong aku mau keluar," rengek Aileen.


"Yakin mau keluar dengan keadaan seperti itu? Dadamu tembus pandang loh," goda Deon.


Ahh.. Aileen merendamkan tubuhnya lagi sampai di leher. Dia begitu malu karena dalemannya sampai terlihat.


Deon melepaskan Jaket serta kaosnya. Kini dia hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada. Astaga ... Tubuh Deon yang sangat bagus membuat Aileen bergejolak.


Beberapa detik kemudian Deon ikut menceburkan diri.


"Kenapa malah ke sini? Seharusnya Kak Deon kembali mengambilkan aku baju ganti," ucap Aileen setengah kesal.


"Tenanglah, karena kita sudah terlanjur sampai di sini alangkah baiknya kita berdua menikmati pemandian air hangat ini," bujuk Deon menarik tubuh Aileen dan mulai mencium bibir gadis tersebut dengan mesra.


Aileen gelagapan mendapatkan ciuman yang mendadak seperti itu.


"Aileen, besok aku akan pergi jauh untuk sementara waktu. Jadi jagalah dirimu sendiri baik - baik, dan juga jaga hatimu jangan sampai dekat - dekat dengan pemuda lain," ucap Deon begitu mesra.


"Kak Deon mau pergi kemana?" tanya Aileen merasakan kehilangan.


"Ada urusan, tunggu aku kembali ya?" bisik Deon mulai mencium leher Aileen.


Gaids lugu yang baru mulai merasakan jatuh cinta itu hanya bisa pasrah saat kekasihnya mulai menyesap leher, bahkan turun ke dadanya.


Mereka yang dalam keadaan basah kuyup saling berpelukan dan saling membelai mesra.


"I Love you, Aileen," ucap Deon yang semakin terbuai oleh sensasi kenikmatan.


Sedangkan Aileen hanya memejamkan mata, sebab dirinya sudah hilang kendali karena sedari tadi diperlakukan begitu manis oleh Deon.


Deon semakin gila, dia tak sanggup menahan birahinya. Dia mulai melepaskan gaun mini Aileen yang di rasa mengganggu. Kini tubuh keduanya saling bersentuhan tanpa terhalang oleh kain.


"Aileen, apa kamu percaya padaku?" ucap Deon.


"Iya, Kak Deon," jawab Aileen tersenyum manis.


"Kalua begitu maukah kamu menyerahkan dirimu padaku?" pinta Deon.


Aileen yang sudah hilang kendali tidak bisa berkata - kata, seluruh tubuhnya semakin panas ingin mendapatkan sesuatu yang lebih.


Deon dengan senyuman mautnya mulai beraksi, keduanya sudah masuk dalam dunia lain. Bahkan mereka sampai lupa diri. Bercumbu dan terus bercumbu. Sampai akhirnya kesucian Aileen direnggut oleh orang yang paling dicintainya. Dia tidak menyesal, sebab dia percaya jika Deon adalah pemuda yang bertanggung jawab.


Terima kasih sudah membaca karya saya, jangan lupa Like dan Vote ya🤗🤗🤗


Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


__ADS_2