Scorpio

Scorpio
Drama Membuat Kue


__ADS_3

Keenan menatap tajam pada Deon yang masih menyandarkan


tubuhnya di sisi pintu.


‘’Oey, kenapa kamu menatapku seperti itu?’’ tanya Deon merasa


tidak bersalah.


‘’Kamu ini pengganggu sekali!’’ jawa Keenan judes.


‘’Aiyaa… Maafkan aku karena sudah merusak kesenanganmu, Tuan


Keenan. Tapi kamu tahu sendiri kan kalau istriku sedang hamil, apakah kamu tega


melihat anakku nanti ileran?’’ bujuk Deon.


Deon nyenyir menahan tawa melihat wajah Keenan yang sudah


berkeringat dungin.


‘’Mari aku bantu, jepitkan saja di pintu ini,’’ goda Deon.


Keenan sudah kehilangan kesabaran, pemuda itu langsung


beranjak dari tempat tidurnya dan menarik tubuh Deon lalu membanting ke tempat


tidur.


‘’ Hei, kamu tidak bisa menahan hasratmu dan mau melampiaskan


kepadaku ya?’’ goda Deon terbahak – bahak.


‘’Aku sungguh ingin menghajarmu sampai babak belur,’’ balas


Keenan.


Akhirnya mereka berdua bergulat dan saling mengunci. Biarpun


Deon ketua mafia yang jago berkelahi akan tetapi Keenan juga pemuda yang sering


memenangkan pertandingan karate semasa sekolah. Jadi perkelahian mereka


berlangsung begitu seru sampai kamar itu berantakan. Karena keduanya juga


saling meleparkan bantal dan barang – barang lainnya.


‘’Keenan sudah, aku Lelah sekali,’’ pekik Deon tertawa


terbahak – bahak.


Keenan masih saja menyerang pinggang Deon, sebab sebagai


sahabatnya Keenan tahu      kelemahan


Deon adalah di gelitiki. Berbeda kalua di pukul, sebab Deon memiliki tubuh yang


kuat seperti baja yang tahan banting.


‘’Rasakan! Aku ingin membuat kamu menderita,’’ balas Keenan.


Karena sudah tidak tahan lagi Deon mengumpilkan sekuat tenaga


dan membalikkan keadaan, sehingga kini Keenanlah yang berada di posisi bawah.


Beberapa detik kemudian Adella masuk ke kamar dan langsung melongo


melihat kedua pemuda yang sedang saling tindih.


‘’Apa yang sedang kalian lakukan?’’ pekik Adella kaget.


Keenan dan Deon lebih terkejut lagi dan saling melepaskan


diri.


‘’Ini tidak seperti yang kamu pikirkan,’’ jawab Keenan cemas.


‘’Iya, kami hanya bertengkar karena tadi aku sudah mengganggu


kamu dan Keenan,’’ balas Deon keblabasan.


Adella memerah wajahnya karena kejadian tadi ketahuan oleh


kekasih sahabatnya.


‘’Aku datang kesini ingin bertanya, apakah kalian mau


dibuatin kue?’’ tanya Adella camggung.


‘’Mau,’’ jawab Keenan dan Deon bersamaan.


‘’Rasa apa?’’ tanya Adella lagi.


‘’Coklat,’’ jawab Keenan dan Deon sama lagi.


‘’Kalian sungguh pasangan yang serasi,’’ ujar Adella berlalu pergi.

__ADS_1


Kini Keenan dan Deon saling berpandangan dengan tatapan penuh


kesal.


Saat Raiyen membuka matanya rupanya ada sang kekasih yang


juga tiduran di sampingnya. Ingin sekali rasanya Raiyen membelai wajah putih


dan mulusnya Saralee, akan tetapi lengannya masih sakit untuk digerakkan.


‘’Jika sedang tidur dan diam seperti ini kamu tampak


cantik,’’ batin Raiye tersenyum.


Akan tetapi jika di ingat – ingat wajah Saralee ketika


cemberut karena marah atau berteriak sebab cemburu juga tampak menggemaskan.


Bagi Raiyen semua hal tentang Saralee memang selalu terlihat menarik.


Saralee perlahan – lahan membuka mata.


‘’Apa kamu barusan membelai rambutku?’’ tanya Saralee polos.


‘’Kamu tahu sendiri kan tanganku ini masih sakit,’’ jawab


Raiyen tersenyum.


‘’Kalau begitu siapa? Di sini hanya ada kita berdua karena


Adella dan Aileen sudah pulang sejak matahari belum terbit,’’ sergah Saralee


tidak percaya.


‘’Paling kamu sedang bermimpi karena berharap belaian


dariku,’’ balas Raiyen.


‘’Uh…’’ lenguh Saralee kesal.


‘’Aku ingin segera sembuh dan menikah denganmu,’’ kata Raiyen


serius.


‘’Kalau begitu ayo makan dan segeralah minum obat,’’ bujuk


Saralee.


‘’Berikan aku ciuman terlebih dahulu di pipi, biar nafsu


‘’Baiklah,’’ jawab Saralee dengan senang hati.


Saralee mengecup pipi Raiyen dengan lembut, meskipun begitu


Raiyen sudah tersenyum lega.


‘’Sudah, ayo makanlah! Biar aku suapi,’’ bujuk Saralee.


‘’Jika kamu lembut begini jadi semakin cantik,’’ goda Raiyen.


‘’Diamlah, jika kamu terus merayuku nanti bibirmu semakin


sakit,’’ sindir Saralee.


Raiyen langsung terdiam dan makan dengan patuh seperti anak


kecil.


Karena luka Raiyen cukup parah maka tidak di izinkan mandi


terlebih dahulu, jadi hanya dibersihkan dengan kain lembut yang dibasahi air.


Saat perawat datang ingin membersihkan tubuh Raiyen dengan


tegas pemuda tersebut menolak.


‘’Biar istriku saja yang melakukannya!’’ pinta Raiyen.


‘’Oh iya, ini air hangat dan antibiotiknya. Kalau masih


kepanasan bisa di tambah air dingin sedikit,’’ jawab perawat tersebut ramah.


Setelah meletakkan barang – barang tadi ke meja, perawat


tersebut bergegas berpamitan pergi.


‘’Yakin menolak perawat secantik dan sebohai dia,’’ goda


Saralee.


‘’Bagiku kamu lebih menggairahkan,’’ jawab Raiyen santai.


‘’Kau   ini, dalam keadaan


sakit bisa – bisanya berpikiran mesum,’’ sindir Saralee.

__ADS_1


‘’Mesum apanya, aku hanya menjawab pertanyaanmu tadi,’’ balas


Raiyen.


‘’Diamlah, aku bantu buka pakaianmu dulu,’’ sergah Saralee.


‘’Jangan galak – galak begitu, aku ini sedang sakit,’’ rengek


Raiyen manja.


Saralee akhirnya tersenyum melihat kekasihnya sendiri seperti


anak kecil.


Aileen merasa heran karena semenjak tadi Adella hanya diam


saja.


‘’Adella, apa kamu sedang banyak pikiran atau bagaimana?


Kenapa dari tadi melamun terus?’’ tanya Aileen cemas.


‘’Tidak apa – apa, tadi Keenan juga meminta dibuatin Kue.


Kamu tahu kan jika Keenan suka kesempurnaan, jadi aku harus fokus jangan sampai


ada kesalahan,’’ elak Adella.


‘’Benar juga, aku kira kamu mengantuk atau bagaimana,’’ balas


Aileen.


Adella memang masih memikirkan kejadian yang tadi, sangat


memalukan sebab Deon tahu apa yang sedang dilakukannya bersama Keenan.


‘’Aileen, apa hamil itu meyakitkan?’’ tanya Adella penasaran.


‘’Mana ada… Hanya saja aku sering mual. Tapi tidak semua


orang begitu, ada juga yang hamil tapi tidak merasakan mual sama sekali. Jadi


kehamilan seseorang itu bisa berbeda – beda,’’ jawab Aileen.


Adella bisa merasakan jika semenjak sahabatnya itu hamil


menjadi lebih dewasa dan keibuan. Kalau dulu saat awal bertemu sangat polos seperti


anak kecil yang mudah panik.


Membuat kue sambil mengobrol sampai tidak terasa jika kuenya


sudah matang.


‘’Aileen, kamu panggilkan Keenan dan Kak Deon  ya. Biar aku menyiapkan kue ini di depan rumah


saja. Sepertinya lebih indah kalau menikmati sambil melihat pemandangan pantai,’’


ucap Adella puas dengan hasilnya.


‘’Siap,’’ jawab Aileen.


Akan tetapi begitu Aileen pergi dari belakang ada seseorang


yang memeluk pinggang Adella dengan erat, padahal posisinya saat ini gadis itu


tengah membawa kue.


‘’Aku merindukanmu,’’ bisik Keenan.


‘’Mengangetkan aku saja, bagaimana kalau piring besar ini


sampai jatuh,’’ pekik Adella.


‘’Habisnya kamu kejam sekali, meninggalkan aku di saat aku


sudah berada dalam puncaknya,’’ rengek Keenan masih belum ingin melepas pelukannya.


‘’Puncak apa? Sudah jangan meracau lagi! Kamu bantu aku


bawakan ini ke depan, biar aku bawa yang satunya lagi,’’ jawab Adella tegas.


Keenan dengan patuhnya mengambil alih piring besar yang


berada di tangan Adella.


‘’Karena aku sudah membantumu nanti aku di kasih bonus ya,’’


goda Keenan.


‘’Iya, nanti akan aku beri kue yang lebih banyak,’’ jawab


Adella sambil tertawa.


Keenan hanya menggeleng – gelengkan kepalanya. Sungguh, dalam

__ADS_1


hatinya bersumpah tidak akan melepaskan Adella lagi mala mini.


__ADS_2