
Keenan menatap tajam pada Deon yang masih menyandarkan
tubuhnya di sisi pintu.
‘’Oey, kenapa kamu menatapku seperti itu?’’ tanya Deon merasa
tidak bersalah.
‘’Kamu ini pengganggu sekali!’’ jawa Keenan judes.
‘’Aiyaa… Maafkan aku karena sudah merusak kesenanganmu, Tuan
Keenan. Tapi kamu tahu sendiri kan kalau istriku sedang hamil, apakah kamu tega
melihat anakku nanti ileran?’’ bujuk Deon.
Deon nyenyir menahan tawa melihat wajah Keenan yang sudah
berkeringat dungin.
‘’Mari aku bantu, jepitkan saja di pintu ini,’’ goda Deon.
Keenan sudah kehilangan kesabaran, pemuda itu langsung
beranjak dari tempat tidurnya dan menarik tubuh Deon lalu membanting ke tempat
tidur.
‘’ Hei, kamu tidak bisa menahan hasratmu dan mau melampiaskan
kepadaku ya?’’ goda Deon terbahak – bahak.
‘’Aku sungguh ingin menghajarmu sampai babak belur,’’ balas
Keenan.
Akhirnya mereka berdua bergulat dan saling mengunci. Biarpun
Deon ketua mafia yang jago berkelahi akan tetapi Keenan juga pemuda yang sering
memenangkan pertandingan karate semasa sekolah. Jadi perkelahian mereka
berlangsung begitu seru sampai kamar itu berantakan. Karena keduanya juga
saling meleparkan bantal dan barang – barang lainnya.
‘’Keenan sudah, aku Lelah sekali,’’ pekik Deon tertawa
terbahak – bahak.
Keenan masih saja menyerang pinggang Deon, sebab sebagai
sahabatnya Keenan tahu kelemahan
Deon adalah di gelitiki. Berbeda kalua di pukul, sebab Deon memiliki tubuh yang
kuat seperti baja yang tahan banting.
‘’Rasakan! Aku ingin membuat kamu menderita,’’ balas Keenan.
Karena sudah tidak tahan lagi Deon mengumpilkan sekuat tenaga
dan membalikkan keadaan, sehingga kini Keenanlah yang berada di posisi bawah.
Beberapa detik kemudian Adella masuk ke kamar dan langsung melongo
melihat kedua pemuda yang sedang saling tindih.
‘’Apa yang sedang kalian lakukan?’’ pekik Adella kaget.
Keenan dan Deon lebih terkejut lagi dan saling melepaskan
diri.
‘’Ini tidak seperti yang kamu pikirkan,’’ jawab Keenan cemas.
‘’Iya, kami hanya bertengkar karena tadi aku sudah mengganggu
kamu dan Keenan,’’ balas Deon keblabasan.
Adella memerah wajahnya karena kejadian tadi ketahuan oleh
kekasih sahabatnya.
‘’Aku datang kesini ingin bertanya, apakah kalian mau
dibuatin kue?’’ tanya Adella camggung.
‘’Mau,’’ jawab Keenan dan Deon bersamaan.
‘’Rasa apa?’’ tanya Adella lagi.
‘’Coklat,’’ jawab Keenan dan Deon sama lagi.
‘’Kalian sungguh pasangan yang serasi,’’ ujar Adella berlalu pergi.
__ADS_1
Kini Keenan dan Deon saling berpandangan dengan tatapan penuh
kesal.
Saat Raiyen membuka matanya rupanya ada sang kekasih yang
juga tiduran di sampingnya. Ingin sekali rasanya Raiyen membelai wajah putih
dan mulusnya Saralee, akan tetapi lengannya masih sakit untuk digerakkan.
‘’Jika sedang tidur dan diam seperti ini kamu tampak
cantik,’’ batin Raiye tersenyum.
Akan tetapi jika di ingat – ingat wajah Saralee ketika
cemberut karena marah atau berteriak sebab cemburu juga tampak menggemaskan.
Bagi Raiyen semua hal tentang Saralee memang selalu terlihat menarik.
Saralee perlahan – lahan membuka mata.
‘’Apa kamu barusan membelai rambutku?’’ tanya Saralee polos.
‘’Kamu tahu sendiri kan tanganku ini masih sakit,’’ jawab
Raiyen tersenyum.
‘’Kalau begitu siapa? Di sini hanya ada kita berdua karena
Adella dan Aileen sudah pulang sejak matahari belum terbit,’’ sergah Saralee
tidak percaya.
‘’Paling kamu sedang bermimpi karena berharap belaian
dariku,’’ balas Raiyen.
‘’Uh…’’ lenguh Saralee kesal.
‘’Aku ingin segera sembuh dan menikah denganmu,’’ kata Raiyen
serius.
‘’Kalau begitu ayo makan dan segeralah minum obat,’’ bujuk
Saralee.
‘’Berikan aku ciuman terlebih dahulu di pipi, biar nafsu
‘’Baiklah,’’ jawab Saralee dengan senang hati.
Saralee mengecup pipi Raiyen dengan lembut, meskipun begitu
Raiyen sudah tersenyum lega.
‘’Sudah, ayo makanlah! Biar aku suapi,’’ bujuk Saralee.
‘’Jika kamu lembut begini jadi semakin cantik,’’ goda Raiyen.
‘’Diamlah, jika kamu terus merayuku nanti bibirmu semakin
sakit,’’ sindir Saralee.
Raiyen langsung terdiam dan makan dengan patuh seperti anak
kecil.
Karena luka Raiyen cukup parah maka tidak di izinkan mandi
terlebih dahulu, jadi hanya dibersihkan dengan kain lembut yang dibasahi air.
Saat perawat datang ingin membersihkan tubuh Raiyen dengan
tegas pemuda tersebut menolak.
‘’Biar istriku saja yang melakukannya!’’ pinta Raiyen.
‘’Oh iya, ini air hangat dan antibiotiknya. Kalau masih
kepanasan bisa di tambah air dingin sedikit,’’ jawab perawat tersebut ramah.
Setelah meletakkan barang – barang tadi ke meja, perawat
tersebut bergegas berpamitan pergi.
‘’Yakin menolak perawat secantik dan sebohai dia,’’ goda
Saralee.
‘’Bagiku kamu lebih menggairahkan,’’ jawab Raiyen santai.
‘’Kau ini, dalam keadaan
sakit bisa – bisanya berpikiran mesum,’’ sindir Saralee.
__ADS_1
‘’Mesum apanya, aku hanya menjawab pertanyaanmu tadi,’’ balas
Raiyen.
‘’Diamlah, aku bantu buka pakaianmu dulu,’’ sergah Saralee.
‘’Jangan galak – galak begitu, aku ini sedang sakit,’’ rengek
Raiyen manja.
Saralee akhirnya tersenyum melihat kekasihnya sendiri seperti
anak kecil.
Aileen merasa heran karena semenjak tadi Adella hanya diam
saja.
‘’Adella, apa kamu sedang banyak pikiran atau bagaimana?
Kenapa dari tadi melamun terus?’’ tanya Aileen cemas.
‘’Tidak apa – apa, tadi Keenan juga meminta dibuatin Kue.
Kamu tahu kan jika Keenan suka kesempurnaan, jadi aku harus fokus jangan sampai
ada kesalahan,’’ elak Adella.
‘’Benar juga, aku kira kamu mengantuk atau bagaimana,’’ balas
Aileen.
Adella memang masih memikirkan kejadian yang tadi, sangat
memalukan sebab Deon tahu apa yang sedang dilakukannya bersama Keenan.
‘’Aileen, apa hamil itu meyakitkan?’’ tanya Adella penasaran.
‘’Mana ada… Hanya saja aku sering mual. Tapi tidak semua
orang begitu, ada juga yang hamil tapi tidak merasakan mual sama sekali. Jadi
kehamilan seseorang itu bisa berbeda – beda,’’ jawab Aileen.
Adella bisa merasakan jika semenjak sahabatnya itu hamil
menjadi lebih dewasa dan keibuan. Kalau dulu saat awal bertemu sangat polos seperti
anak kecil yang mudah panik.
Membuat kue sambil mengobrol sampai tidak terasa jika kuenya
sudah matang.
‘’Aileen, kamu panggilkan Keenan dan Kak Deon ya. Biar aku menyiapkan kue ini di depan rumah
saja. Sepertinya lebih indah kalau menikmati sambil melihat pemandangan pantai,’’
ucap Adella puas dengan hasilnya.
‘’Siap,’’ jawab Aileen.
Akan tetapi begitu Aileen pergi dari belakang ada seseorang
yang memeluk pinggang Adella dengan erat, padahal posisinya saat ini gadis itu
tengah membawa kue.
‘’Aku merindukanmu,’’ bisik Keenan.
‘’Mengangetkan aku saja, bagaimana kalau piring besar ini
sampai jatuh,’’ pekik Adella.
‘’Habisnya kamu kejam sekali, meninggalkan aku di saat aku
sudah berada dalam puncaknya,’’ rengek Keenan masih belum ingin melepas pelukannya.
‘’Puncak apa? Sudah jangan meracau lagi! Kamu bantu aku
bawakan ini ke depan, biar aku bawa yang satunya lagi,’’ jawab Adella tegas.
Keenan dengan patuhnya mengambil alih piring besar yang
berada di tangan Adella.
‘’Karena aku sudah membantumu nanti aku di kasih bonus ya,’’
goda Keenan.
‘’Iya, nanti akan aku beri kue yang lebih banyak,’’ jawab
Adella sambil tertawa.
Keenan hanya menggeleng – gelengkan kepalanya. Sungguh, dalam
__ADS_1
hatinya bersumpah tidak akan melepaskan Adella lagi mala mini.