
Meskipun tidak memiliki ikatan darah, atau menjadi orang asing sekalipun dalam kehidupan masa lampau akan tetapi rasa kasih sayang yang tercipta dengan tulus bisa membuat sebuah hubungan lebih dalam layaknya sebuah keluarga.
Seperti persahabatan Saralee, Adella dan Aileen. Mereka bertiga menjadi saudara karena persahabatan yang erat. Bahkan ketika mereka bertiga berkumpul sampai melupakan kekasih masing - masing yang ada di dekat mereka.
"Saralee, kamu hebat sekali sudah mendapat kepercayaan dari Om Mike dan Tante Queen untuk menjaga Raiyen. Padahal untuk menjaga dirimu sendiri saja aku masih ragu," kata Deon menahan tawa.
"Kakak ini menghina aku ya? Itu tandanya karena aku memang yang terbaik," balas Saralee tak mau kalah.
Raiyen hanya tersenyum simpul, sebab luka di bagian rahangnya masih sakit untuk bergerak bebas. Sedangkan pemuda itu sendiri tahu jika papa dan mama tirinya adalah orang yang sangat sibuk, jika bukan mereka maka tidak akan ada yang mengurus perusahaan keluarga.
Sedangkan orang tua Saralee juga sama, sebagai pembisnis sukses waktu sangatlah berharga. Malam harinya juga sudah berpamitan pulang karena banyak acara.
"Deon, apa rencana kamu selanjutnya? Aileen sudah terlanjur hamil. Apa kamu akan menunda menikah setelah lahiran?" tanya Keenan serius.
"Tidak, setelah ini aku berencana menikah. Tapi secara diam - diam saja, dan aku juga akan tinggal sementara di kastilmu biar aman," jawab Deon.
"Terserah kamu sajalah, yang terpenting Adella juga mau tinggal di sana. Kalau tidak ya terpaksa aku menolak," jawab Karena terlihat bercanda tapi lebih dari serius.
Semua orang menjadi melihat ke arah Adella, membuat gadis itu kikuk dan canggung.
"Kenapa semuanya memandangku seperti itu?" tanya Adella salah tingkah.
__ADS_1
"Adella… Nasib Aileen ada di tanganmu," bujuk Deon.
"Loh, memangnya kenapa? Kan bisa tinggal di Paviliun seperti dulu," sergah Adella.
"Fernand tidak akan diam saja jika melihat putrinya di culik, terlebih lagi tempat yang paling tidak bisa didatangi mereka adalah kastilnya Keenan," bujuk Deon.
Adella baru ingat, jika kakak Deon juga berniat mencelakakan Aileen.
"Iya, tapi bagaimana dengan Saralee?" jawab Adella masih kebingungan.
"Tenang, aku akan tinggal di tempatnya Raiyen, apalagi orang tua dia sudah meminta aku menjaga Raiyen 24 jam," sela Saralee tidak keberatan.
Adella mau tidak mau mengangguk juga, apalagi semua ini demi kebaikan sahabatnya.
"Adella, bagaimana kalau kita menikah sekalian?" tanya Keenan serius.
"Apa? Tapi aku masih kuliah," jawab Adella bimbang.
"Setelah menikah kamu juga masih bisa kuliah," bujuk Keenan.
"Tapi…" ucap Adella bingung.
__ADS_1
"Adella, jika kamu sudah yakin sebaiknya segeralah menikah. Mungkin setelah ini aku dan Raiyen akan menyusul. Iyakan?" Sela Saralee sambil melirik ke arak sang kekasih.
Raiyen hanya mengangguk tanda setuju.
"Bagaimana kalau menikah secara bersamaan?" ajak Aileen antusias.
"Ide bagus itu," jawab Keenan.
"Tapi Raiyen masih sakit," rengek Saralee sedih.
"Sembuhnya masih butuh waktu berapa lama lagi?" tanya Adella penasaran.
"Kata dokter sekitar 1 bulanan lah sudah diizinkan pulang," jawab Saralee.
"Baiklah, kita semua menunggu kesembuhan Raiyen bagaimana? Aku rasa 1 sampai dua bulan juga tidak masalah," saran Aileen.
Sebenarnya Keenan dan Deon tampak kurang setuju karena segera ingin melangsungkan pernikahan. Tapi demi membahagiakan calon istri maka harus menahan keinginan.
"Baiklah," jawab Keenan.
"Aku juga setuju," balas Deon.
__ADS_1
Semuanya tersenyum, terlebih lagi ketiga gadis Scorpio yang tidak menyangka bisa secara bersamaan menemukan kekasih sejati.
Author Minta maaf karena malam ini hanya bisa publish sedikit. Karena sedang hamil muda jadi sering mual dan pusing, di tambah masih punya anak umur 2,5 tahun jadi kalau mau nulis benar benar butuh waktu setelah si anak tidur. Salam kenal semuanya, kalau ada kesempatan Author Crazy up yaa... mohon dukungannya dengan cara Like, Komen, dan Vote. terima kasih😘😘😘