Scorpio

Scorpio
Bahagia Bersama


__ADS_3

Pagi harinya sebelum matahari belum benar – benar menampakkan


cahayanya Deon sudah langsung mengajak Aileen pulang ke kastil Keenan. Karena


jika langit sudah terang akan semakin banyak orang yang berlalul Lalang, akan


sulit membedakan mata – mata yang bisa saja di kirim oleh Fernand.


‘’Keenan, sebaiknya kamu juga pulanglah dan istirahat di


rumah. Sudah semalaman kamu belum tidur,’’ pinta Adella.


‘’Aku memang mengantuk sekali, dan malam ini aku  juga harus lembur. Tetapi pulang tanpa kamu


aku merasa malas,’’ jawab Keenan tersenyum yang memiliki arti tersendiri.


‘’Adella, seharusnya kamu sadar jika barusan kekasihmu itu


sedang memberi kode,’’ sela Saralee.


‘’Aku mau menemanimu di sini saja, aku malas kuliah dan aku


juga tidak tega membiarkan kamu sendiri. Apalagi Raiyen juga sedang tidur,’’


jawab Adella.


‘’Adella, baru kali ini aku mendengar kamu malas kuliah,’’


pekik Aileen keheranan.


‘’Percayalah, tanpa kalian disisiku aku tidak memiliki


semangat,’’ balas Adella.


Keenan kesal karena Adella lebih mementingkn sahabat


dibanding kekasih sendiri.


‘’Adella, sebenarnya yang menjadi kekasihmu itu aku apa


Saralee dan Adella?’’ tanya Keenan marah.


‘’Haiya…. Tuan Keenan ini pencemburu sekali,’’ sindir


Saralee.


‘’Kamu ini apa – apaan,’’ sergah Adella kesal menganggap


kekasihnya tidak pengertian.


‘’Jangan berantem karena gara – gara aku, keributan kalian


ini justru mengganggu istirahatnya Raiyen. Adella, kamu ikut Keenan saja. Aku


mau tiduran bersantai di samping Raiyen dulu.


‘’Saralee, kamu jangan macam – macam!’’ sentak Deon.


‘’Ah kakak, macam – macam bagaimana maksudnya? Menyentuh


lengan Raiyen saja dia sudah meringis kesakitan,’’ dengus Saralee.


‘’AHA, Kasihan sekali… Adella mari kita segera pulang,’’


sindir Keenana.


Saralee hanya mendengus kesal, gadis itu tahu jika Keenan


sengaja memamerkan kemesraan padanya.


‘’Keenan ayo, keburu terang,’’ ajak Deon.


‘’Saralee, kami pamit dulu,’’ ucap Adella dan Aileen


bersamaan.


‘’Iya hati – hati,’’ jawab Saralee tersenyum ramah.


Akan tetapi dalam hati sebenarnya Saralee mendengus kesal.


‘’Aku yakin, sampai di rumah mereka bukannya tidur tapi malah


asyik – asyik,’’ batin Saralee yang tidak bisa berkutik.


Sesampainya di markas, Keenan langsung memperketat penjagaan.


Karena markas tersebut ibarat pintu gerbang untuk menuju kastil yang berada di


pulau kecil.


Akan tetapi jika melewati jalur udara akan sulit teratasi.


Makanya Keenan juga menyuruh beberapa anak buah untuk berjaga di pantai dan


membuat pos agar bisa memantau jika ada penyusup.

__ADS_1


‘’Keenan, Aku tahu kamu adalah sahabat yang terbaik,’’ ucap


Deon ketika Adella dan Aileen sudah pergi mandi.


‘’Kalau anak buah Fernand aku masih bisa mengatasi, tapi


bagaimana jika kakak kamu? Kamu tahu kan keluargaku tidak boleh ada masalah


dengan mafia, apalagi kakakmu macam apa kamu tahu sendiri,’’ jawab Keenan


dengan santai.


Deon tersenyum, walaupun dalam kesulitan apapun sahabatnya


itu dari dulu selalu berwajah tenang.


‘’Masalah kakak aku akan mengatasinya secara perlahan, aku


yakin suatu saat bisa membujuknya,’’ jawab Deon meragukan ucapannya sendiri.


‘’Semoga kamu berhasil, apapun yang kamu butuhkan nanti


bilang saja padaku.’’ Balas Deon memberi semangat.


‘’Kamu sendiri bagaimana? Benarkah sudah yakin ingin segera


menikah atau hanya karena paksaan dari orang tua?’’ tanya Deon memastikan.


‘’Kau ini masih belum mengenalku ya, mana ada aku


melakukansesuatu jika bukan karena keputusanku sendiri,’’ jawab Keenan setebgah


mengejek.


‘’Kamu benar, aku hanya tidak menyangka jika kita akan


terperangkap cinta setengah mati pada gadis kecil seperti Adella dan Aileen,’’


ujar Deon tertawa.


‘’Tapi biarpun mereka masil kecil, keistimewaan mereka sulit


tertandingi,’’ balas Keenan.


Tepat setelah Keenan menutup mulutnya terdengar pintu


terbuka, rupanya Aileen baru saja selesai mandi. Tak lama kemudian datang Adella


yang rambutnya juga masih setengah basah.


dan Deon meringis menahan hasrat yang sudah tidak terbendung lagi.


‘’Aku mau mandi dulu,’’ pamit Keenan bergegas masuk ke


kamarnya.


Deon juga melakukan hal yang sama, mereka tak akan mungkin


mendekati sang kekasih dalam keadaan belum mandi.


‘’Adella, aku ingin sekali makan kue buatanmu. Tapi yang


banyak kejunya, jangan terlalu manis,’’ rengek Aileen manja.


‘’Baiklah, demi ibu hamil yang sedang ngidam aku akan membuat


yang special,’’ jawab Adella senang hati.


‘’Ayo kita lihat ke dapur apakah ada bahannya atau tidak,’’


ajak Aileen bersemangat.


Kedua sahabat itu bergandengan tangan menuju dapur. Adella


kaget jika pelayan kini bertambah banyak.


‘’Bukankah dulu Keenan suka kesunyian? Ah mungkin karena


sekarang ada Kak Deon dan Aileen,’’ batin Adella.


Para pelayan yang melihat Adella dan Aileen langsung


berdatangan.


‘’Mau makan apa, Nyonya? Biar kami siapkan,’’ tanya pelayan


yang sudah lama tinggal di sana.


‘’Aku ingin membuat kue, apakah ada bahannya?’’ tanya Adella


ramah.


‘’Maaf, Nyonya. Tepungnya dan telurnya sudah habis. Nyonya


mau butuh apa lagi biar nanti saya yang berbelanja?,’’ tawar pelayan tersebut.

__ADS_1


Adella terlalu cerdas untuk membaca situasi, jika saat ini


dirinya dan Aileen keluar pasti banyak bahaya yang menghadang. Adella tidak ingin


jika sahabatnya dalam masalah lagi.


‘’Baiklah, nanti aku kirim lewat pesan ya, terima kasih,’’


ucap Adella ramah.


‘’Iya, sama – sama. Nona Aileen juga jangan sungkan.


Kalau   butuh apa – apa tinggal bilang


saja. Saya permisi dulu,’’ pamit pelayan tersebut dengan sopan.


‘’Adella, kamu ngapain kesini?’’ tanya Keenan.


‘’Mau membuat kue untuk Aileen tapi bahan – bahannya kurang,’’


jawab Adella.


‘’Tinggal suruh pelayan membeli,’’ saran Keenan.


‘’Sudah,’’ balas Adella.


‘’Aileen, tadi kamu juga di cari Deon,’’ kata Keenan beralih


menatap Aileen.


‘’Benarkah?’’ spontan Aileen karena tidak percaya.


‘’Serius,’’ balas Keenan.


‘’Adella, aku ke atas dulu ya. Nanti kalua pelayan sudah


pulang kita lanjutkan lagi,’’ ucap Aileen.


‘’Iya,’’ jawab Adella.


Setelah Aileen naik ke atas Keenan malah menyeret paksa


lengan Adella menuju sebuah kamar tamu.


‘’Kenapa kita ke sini?’’ tanya Adella heran.


‘’ Sssttt… Aku tidak ingin ada yang mengganggu,’’ jawab Keenan


langsung menghempaskan tubuh Adella dan menciuminya tanpa ampun.


‘’Keenan… Bukankah sebentar lagi kamu kerja?’’ pekik Adeela


dengan suara tertahan.


‘’Aku Lelah sekali, ingin tidur sebentar saja,’’ jawab Keenan


setengah berbisik.


‘’Kalau begitu segeralah tidur,’’ balas Adella mencoba bangun


dari ranjang, akan tetapi lengan kekar Keenan langsung melingkar ke pinggang Adella


membuat gadis itu tak bisa berkutik.


‘’Ku mohon temani aku tidur sebentar saja,’’ pinta Keenan manja.


‘’Baiklah, tapi sampai pelayan pulang ya,’’ jawab Adella.


‘’Sebelum itu beri aku ciuman,’’ rengek Keenan.


Adella yang juga sudah sepenuhnya mencintai Keenan hanya


memejamkan mata tanda siap di beri kecupan, tapi rupanya bukan ciuman biasa. Melainkan


hisapan dahsyat yang membuat Adella terpancing dan ikutan agresif membalas ciuman.


‘’Sebentar lagi kita menikah, tak bisakah kita…’’ bujuk Keenan.


‘’Tidak…’’ jawab Adella tegas.


Tapi Keenan tahu jika tubuh sang kekasih berkata lain.


Tanpa perlu izin lagi Keenan menyusupkan tangannnya ke dalam


baju Adella. Hanya dengan sentuhan lembut sudah membuat Adella kelonjotan geli bercampur


nikmat.


Ketika Adella ingin protes bibirnya sudah dicengkeram dan di


lahab habis dengan bibir seksi milik Keenan.


Adella tak tahan juga diperlakukan seperti itu, apalagi dada kekar


sang kekasih yang terus menggesek buah dadanya memberikan sensasi yang sulit di

__ADS_1


ungkapkan.


__ADS_2