
Pagi harinya sebelum matahari belum benar – benar menampakkan
cahayanya Deon sudah langsung mengajak Aileen pulang ke kastil Keenan. Karena
jika langit sudah terang akan semakin banyak orang yang berlalul Lalang, akan
sulit membedakan mata – mata yang bisa saja di kirim oleh Fernand.
‘’Keenan, sebaiknya kamu juga pulanglah dan istirahat di
rumah. Sudah semalaman kamu belum tidur,’’ pinta Adella.
‘’Aku memang mengantuk sekali, dan malam ini aku juga harus lembur. Tetapi pulang tanpa kamu
aku merasa malas,’’ jawab Keenan tersenyum yang memiliki arti tersendiri.
‘’Adella, seharusnya kamu sadar jika barusan kekasihmu itu
sedang memberi kode,’’ sela Saralee.
‘’Aku mau menemanimu di sini saja, aku malas kuliah dan aku
juga tidak tega membiarkan kamu sendiri. Apalagi Raiyen juga sedang tidur,’’
jawab Adella.
‘’Adella, baru kali ini aku mendengar kamu malas kuliah,’’
pekik Aileen keheranan.
‘’Percayalah, tanpa kalian disisiku aku tidak memiliki
semangat,’’ balas Adella.
Keenan kesal karena Adella lebih mementingkn sahabat
dibanding kekasih sendiri.
‘’Adella, sebenarnya yang menjadi kekasihmu itu aku apa
Saralee dan Adella?’’ tanya Keenan marah.
‘’Haiya…. Tuan Keenan ini pencemburu sekali,’’ sindir
Saralee.
‘’Kamu ini apa – apaan,’’ sergah Adella kesal menganggap
kekasihnya tidak pengertian.
‘’Jangan berantem karena gara – gara aku, keributan kalian
ini justru mengganggu istirahatnya Raiyen. Adella, kamu ikut Keenan saja. Aku
mau tiduran bersantai di samping Raiyen dulu.
‘’Saralee, kamu jangan macam – macam!’’ sentak Deon.
‘’Ah kakak, macam – macam bagaimana maksudnya? Menyentuh
lengan Raiyen saja dia sudah meringis kesakitan,’’ dengus Saralee.
‘’AHA, Kasihan sekali… Adella mari kita segera pulang,’’
sindir Keenana.
Saralee hanya mendengus kesal, gadis itu tahu jika Keenan
sengaja memamerkan kemesraan padanya.
‘’Keenan ayo, keburu terang,’’ ajak Deon.
‘’Saralee, kami pamit dulu,’’ ucap Adella dan Aileen
bersamaan.
‘’Iya hati – hati,’’ jawab Saralee tersenyum ramah.
Akan tetapi dalam hati sebenarnya Saralee mendengus kesal.
‘’Aku yakin, sampai di rumah mereka bukannya tidur tapi malah
asyik – asyik,’’ batin Saralee yang tidak bisa berkutik.
Sesampainya di markas, Keenan langsung memperketat penjagaan.
Karena markas tersebut ibarat pintu gerbang untuk menuju kastil yang berada di
pulau kecil.
Akan tetapi jika melewati jalur udara akan sulit teratasi.
Makanya Keenan juga menyuruh beberapa anak buah untuk berjaga di pantai dan
membuat pos agar bisa memantau jika ada penyusup.
__ADS_1
‘’Keenan, Aku tahu kamu adalah sahabat yang terbaik,’’ ucap
Deon ketika Adella dan Aileen sudah pergi mandi.
‘’Kalau anak buah Fernand aku masih bisa mengatasi, tapi
bagaimana jika kakak kamu? Kamu tahu kan keluargaku tidak boleh ada masalah
dengan mafia, apalagi kakakmu macam apa kamu tahu sendiri,’’ jawab Keenan
dengan santai.
Deon tersenyum, walaupun dalam kesulitan apapun sahabatnya
itu dari dulu selalu berwajah tenang.
‘’Masalah kakak aku akan mengatasinya secara perlahan, aku
yakin suatu saat bisa membujuknya,’’ jawab Deon meragukan ucapannya sendiri.
‘’Semoga kamu berhasil, apapun yang kamu butuhkan nanti
bilang saja padaku.’’ Balas Deon memberi semangat.
‘’Kamu sendiri bagaimana? Benarkah sudah yakin ingin segera
menikah atau hanya karena paksaan dari orang tua?’’ tanya Deon memastikan.
‘’Kau ini masih belum mengenalku ya, mana ada aku
melakukansesuatu jika bukan karena keputusanku sendiri,’’ jawab Keenan setebgah
mengejek.
‘’Kamu benar, aku hanya tidak menyangka jika kita akan
terperangkap cinta setengah mati pada gadis kecil seperti Adella dan Aileen,’’
ujar Deon tertawa.
‘’Tapi biarpun mereka masil kecil, keistimewaan mereka sulit
tertandingi,’’ balas Keenan.
Tepat setelah Keenan menutup mulutnya terdengar pintu
terbuka, rupanya Aileen baru saja selesai mandi. Tak lama kemudian datang Adella
yang rambutnya juga masih setengah basah.
dan Deon meringis menahan hasrat yang sudah tidak terbendung lagi.
‘’Aku mau mandi dulu,’’ pamit Keenan bergegas masuk ke
kamarnya.
Deon juga melakukan hal yang sama, mereka tak akan mungkin
mendekati sang kekasih dalam keadaan belum mandi.
‘’Adella, aku ingin sekali makan kue buatanmu. Tapi yang
banyak kejunya, jangan terlalu manis,’’ rengek Aileen manja.
‘’Baiklah, demi ibu hamil yang sedang ngidam aku akan membuat
yang special,’’ jawab Adella senang hati.
‘’Ayo kita lihat ke dapur apakah ada bahannya atau tidak,’’
ajak Aileen bersemangat.
Kedua sahabat itu bergandengan tangan menuju dapur. Adella
kaget jika pelayan kini bertambah banyak.
‘’Bukankah dulu Keenan suka kesunyian? Ah mungkin karena
sekarang ada Kak Deon dan Aileen,’’ batin Adella.
Para pelayan yang melihat Adella dan Aileen langsung
berdatangan.
‘’Mau makan apa, Nyonya? Biar kami siapkan,’’ tanya pelayan
yang sudah lama tinggal di sana.
‘’Aku ingin membuat kue, apakah ada bahannya?’’ tanya Adella
ramah.
‘’Maaf, Nyonya. Tepungnya dan telurnya sudah habis. Nyonya
mau butuh apa lagi biar nanti saya yang berbelanja?,’’ tawar pelayan tersebut.
__ADS_1
Adella terlalu cerdas untuk membaca situasi, jika saat ini
dirinya dan Aileen keluar pasti banyak bahaya yang menghadang. Adella tidak ingin
jika sahabatnya dalam masalah lagi.
‘’Baiklah, nanti aku kirim lewat pesan ya, terima kasih,’’
ucap Adella ramah.
‘’Iya, sama – sama. Nona Aileen juga jangan sungkan.
Kalau butuh apa – apa tinggal bilang
saja. Saya permisi dulu,’’ pamit pelayan tersebut dengan sopan.
‘’Adella, kamu ngapain kesini?’’ tanya Keenan.
‘’Mau membuat kue untuk Aileen tapi bahan – bahannya kurang,’’
jawab Adella.
‘’Tinggal suruh pelayan membeli,’’ saran Keenan.
‘’Sudah,’’ balas Adella.
‘’Aileen, tadi kamu juga di cari Deon,’’ kata Keenan beralih
menatap Aileen.
‘’Benarkah?’’ spontan Aileen karena tidak percaya.
‘’Serius,’’ balas Keenan.
‘’Adella, aku ke atas dulu ya. Nanti kalua pelayan sudah
pulang kita lanjutkan lagi,’’ ucap Aileen.
‘’Iya,’’ jawab Adella.
Setelah Aileen naik ke atas Keenan malah menyeret paksa
lengan Adella menuju sebuah kamar tamu.
‘’Kenapa kita ke sini?’’ tanya Adella heran.
‘’ Sssttt… Aku tidak ingin ada yang mengganggu,’’ jawab Keenan
langsung menghempaskan tubuh Adella dan menciuminya tanpa ampun.
‘’Keenan… Bukankah sebentar lagi kamu kerja?’’ pekik Adeela
dengan suara tertahan.
‘’Aku Lelah sekali, ingin tidur sebentar saja,’’ jawab Keenan
setengah berbisik.
‘’Kalau begitu segeralah tidur,’’ balas Adella mencoba bangun
dari ranjang, akan tetapi lengan kekar Keenan langsung melingkar ke pinggang Adella
membuat gadis itu tak bisa berkutik.
‘’Ku mohon temani aku tidur sebentar saja,’’ pinta Keenan manja.
‘’Baiklah, tapi sampai pelayan pulang ya,’’ jawab Adella.
‘’Sebelum itu beri aku ciuman,’’ rengek Keenan.
Adella yang juga sudah sepenuhnya mencintai Keenan hanya
memejamkan mata tanda siap di beri kecupan, tapi rupanya bukan ciuman biasa. Melainkan
hisapan dahsyat yang membuat Adella terpancing dan ikutan agresif membalas ciuman.
‘’Sebentar lagi kita menikah, tak bisakah kita…’’ bujuk Keenan.
‘’Tidak…’’ jawab Adella tegas.
Tapi Keenan tahu jika tubuh sang kekasih berkata lain.
Tanpa perlu izin lagi Keenan menyusupkan tangannnya ke dalam
baju Adella. Hanya dengan sentuhan lembut sudah membuat Adella kelonjotan geli bercampur
nikmat.
Ketika Adella ingin protes bibirnya sudah dicengkeram dan di
lahab habis dengan bibir seksi milik Keenan.
Adella tak tahan juga diperlakukan seperti itu, apalagi dada kekar
sang kekasih yang terus menggesek buah dadanya memberikan sensasi yang sulit di
__ADS_1
ungkapkan.