Scorpio

Scorpio
Menikah?


__ADS_3

Sampai sore hari Adella di tahan oleh tunangannya untuk menemani pemuda tersebut tiduran di kamar.


"Keenan, aku mau pulang," pinta Adella.


"Sebentar!" jawab Kenan cuek sedangkan kedua tangannya memeluk tubuh Adella dengan erat.


Hampir tiga jam mereka berdua rebahan di tempat tidur. Keenan sama sekali tidak mengizinkan Adella untuk pergi.


"Keenan, kamu bisa saja mencari ribuan gadis untuk menemanimu. Sedangkan aku hanya tunangan di depan orang tuamu saja," jelas Adella yang sudah merasa kesal.


"Aku sudah bilang padamu, mulai detik ini kita pasangan beneran," jawab Keenan tegas.


"Itu tidak mungkin! Hatiku belum bisa menerimamu," balas Adella.


"Sstt... kamu bukannya tidak mencintaiku. Tapi karena kamu takut tersakiti lagi," bisik Keenan menyentuh bibir Adella.


"Dan aku yakin kamu tidak mencintaiku, hanya tertarik pada tubuhku saja," ejek Adella.


"Bodymu biasa-biasa saja, tidak ada yang menarik" jawab Keenan berbohong.


Adella merasa tidak terima direndahkan seperti itu. Dia langsung berbalik dan menghadap ke wajah Keenan sambil tiduran.


"Matamu rusak ya? Justru baru kali ini ada orang yang mengatakan body ku biasa-biasa saja," bentak Adella.


"Maksud kamu jadi sudah banyak orang yang melihat tubuh telanjangmu?" pekik Keenan.


Adella semakin marah, didorongnya tubuh Kenan agar jauh-jauh darinya.


"Dalam jarak seratus meter orang yang melihatku pasti langsung bilang aku ini seksi," teriak Adella.


Keenan langsung tersenyum, sebab biasanya Adella gadis cuek yang tidak peduli kalau di ejek.


"Kamu sungguh gadis kecil yang nakal," bisik Keenan memeluk Adella semakin erat.


"Kamu ini tidak tahu malu ya? Dulu bilang aku bukan seleramu dan takkan sudi untuk menyentuhku," ejek Adella sambil menghempaskan tangan Keenan dengan tenaga yang besar.


"Diamlah, jika kamu berani menghancurkan suasana hatiku lagi maka aku akan melakukan lebih dari ini," ancam Keenan yang sudah tersinggung.


"Dasar! Kalau bukan karena uangmu aku tidak mau berada di dekatmu," batin Adella kesal.


"Jangan berani-beraninya mengumpat aku di dalam hatimu ya!" ucap Keenan ketus.


"Anda terlalu percaya diri, bahkan aku tidak punya waktu untuk mengingatmu!" jawab Adella kesal.


Keenan tersinggung, pemuda itu langsung menarik tubuh Adella sampai tunangannya tersebut beralih mengajaknya.


Wajah mereka kini saling berdekatan, Adella tiba-tiba gugup dan grogi mendapat tatapan yang sulit diartikannya.


"Kenapa?" bisik Keenan.


"Kenapa apanya?" tanya Adella tidak mengerti.

__ADS_1


Baru saja Keenan ingin membisikkan sesuatu tiba-tiba ponsel miliknya berdering. Tanpa melepaskan pelukan pada tunangannya Keenan mengangkat telepon tersebut.


"Kamu di mana? Mama ke kantormu tapi kamu tidak ada," kata Mamanya Keenan marah.


"Aku sedang berada di pulau peristirahatan. Ada apa, Ma?" tanya Keenan sopan.


"Ya rindu, punya putra satu tapi tidak pernah pulang ke rumah menjenguk orang tuanya," sindir Mama Keenan.


"Nanti malam Keenan pulang ke rumah," jawab Keenan menahan tawa.


"Ajak juga Adella!" perintah Mamanya tegas.


"Iya, Ma. Adella sekarang sedang bersamaku," ujar Keenan.


"Benarkah?" tanya Mama Keenan berubah lebih lembut.


"Masa Keenan bohong, Ma." ujar Keenan.


"Baiklah, kalau begitu kapan kalian akan memberikan Mama cucu?" tanya Mama Keenan tanpa basa-basi.


Adella yang sejak tadi ikut mendengarkan hanya nyengir saja. Dia tidak bisa membayangkan jika nantinya menikah dengan pemuda sombong dan suka semena-mena itu.


"Ma, kami saja belum menikah!" jawab Keenan merasa lucu.


"Makanya secepatnya kalian menikah!" tegas Mamanya Keenan.


"Nanti akan aku bicarakan pada Adella dulu. Ya sudah teleponnya aku tutup dulu ya, Ma," jawab Keenan santai.


Adella ingin beranjak bangun tapi Keenan tidak mau melepaskan pelukannya.


"Aku tidak mau!" teriak Adella frustasi.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mencari perempuan lain dan aku tidak bisa menjamin kehidupan keluargamu lagi. Aku punya seribu cara untuk mengambil kembali apa yang sudah aku beri pada keluargamu. Sekarang ku pergilah! Nanti di depan rumah akan ada seseorang yang mengantarmu!" ancam Keenan dengan wajah dingin.


Begitu pelukan Keenan di lepaskan Adella segera beranjak pergi.


Saat melihat lautan biru Adella merenung, jika dia memutuskan hubungan dengan Keenan maka nasib keluarganya akan kembali seperti semula. Sedangkan jika menikah muda dengan pemuda sombong tersebut dia juga masih belum siap. Kepala Adella menjadi berdenyut karena memikirkan banyak hal.


Sedangkan Keenan sendiri menyesali keputusannya tadi yang tergesa-gesa. Pemuda itu belum pernah mendapatkan penolakan dari wanita manapun, dan saat lamarannya pada Adella di tolak pemuda itu merasa kesal.


"Adella, aku harus mendapatkanmu! Aku akan membuat kamu menyerahkan diri padaku," batin Keenan menahan amarah.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Saralee bertemu lagi dengan Raiyen di acara makan malam keluarga. Setelah itu ke dua keluarga tersebut membahas tentang pertunangan antara Raiyen dan Adella.


"Kami setuju, karena besok kami kuliah maka kami akan pamit pulang sekarang," Kata Raiyen sambil meraih tangan Saralee dengan lembut.


"Baiklah, kalian hati-hati ya!" jawab Maminya Saralee senang.


Saralee sendiri seperti orang linglung yang mau-maunya dikendalikan oleh Raiyen. Sesampainya di luar rumah Saralee baru sadar dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Tunggu! Kenapa kamu seenaknya sendiri?" bentak Saralee.


"Dari tadi kamu diam saja! Aku kira kamu setuju," balas Raiyen.


"Aku..." Saralee tidak tahu mau menjawab apa, yang jelas saat itu dia tak tidak tega mempermalukan Raiyen.


"Sejak kapan aku menjadi murah hati seperti ini?" batin Saralee kesal pada diri sendiri.


"Apa?" tanya Raiyen penasaran dengan kelanjutan jawaban Saralee tadi.


"Sudahlah, nambah satu koleksi para mantan juga tidak masalah bagiku," jawab Saralee ketus.


"Kalau begitu ayo kita pulang," ajak Raiyen bersikap biasa.


"Kalau mau pulang, pulanglah dulu! Aku ingin mampir ke suatu tempat," ucap Saralee menguji tunangannya tersebut.


"Ke mana?" tanya Raiyen.


"Jalan saja! Nanti aku akan turun di tengah jalan," perintah Saralee.


Sebenarnya Saralee sama sekali tidak ingin ke Club' milik salah satu pacarnya, hanya saja dia berniat menguji perasaan Raiyen.


Setelah dua puluh menit perjalanan, Saralee dengan semangat menyetop mobil yang dikendarai tunangannya.


"Di sini?" tanya Raiyen biasa.


"Iya, dadah..." jawab Saralee langsung turun dan masuk ketempat tersebut.


Raiyen tiba-tiba merasa tidak tenang, setelah Saralee tidak kelihatan pemuda itu baru turun dan menyusul gadis tersebut.


"Dasar gadis batu! Menyusahkan saja,"


Setelah Raiyen masuk dia disuguhkan dengan pemandangan memukau dari goyangan Saralee. Gadis itu berjoget mengikuti irama musik yang berdentang keras. Saralee sangat luwes sekali, rambutnya yang dibiarkan terurai sampai berkibar.


Baru kali ini Raiyen melihat keliaran Saralee, tiba-tiba datang pemuda berambut pirang dan berkulit putih yang mendekati Saralee. Dengan cepat Raiyen segera menuju ke arah Saralee dan menarik tangan gadis tersebut secara paksa.


Raiyen merasa tidak suka melihat Saralee di dekati oleh lelaki lain, tapi pemuda itu juga tidak ingin menunjukkan perasaanya.


"Hey, lepaskan;" teriak Saralee.


"Nanti orang tuamu pasti akan menelponku! Jika aku sudah pulang dan kamu malah ke tempat seperti ini bagaimana mereka akan menilaiku?" jawab Raiyen kesal.


Tak berapa lama pacar Saralee menyusul mereka.


"Saralee, kamu mau kemana?" tanya pemuda tersebut.


"Aku suaminya! Dan aku akan membawa Saralee pulang," jawab Raiyen tegas sambil mendorong tubuh Saralee agar masuk ke mobil.


Pacar Saralee hanya terbengong mendengar jika Saralee sudah punya suami.


Saralee sendiri hanya tertawa senang mendengar ucapan Raiyen barusan.

__ADS_1


"Suami?"


Jangan lupa Like dan Vote yaa🤗🤗🤗


__ADS_2