
Tak,
takk,
tak.
Suara tapakan kaki terdengar begitu jelas diatas keramik koridor yang begitu sepi. Langkah demi langkah yang ia lalui terasa begitu tegas dan penuh akan kehati-hatian. Ditangannya terdapat sebuah amplop coklat yang terdapat bukti-bukti penting untuk mengusut kasus penggelapan dana kerajaan yang dilakukan oleh para pejabat rakus yang tidak bertanggungjawab.
Berhenti sejenak, pria itu menatap pintu didepannya dengan mata memicing. "Scorpio– 0588."
Tutt—
'Kode terdeteksi'
Srett..
Pintu terbuka. Melangkah memasuki ruangan, pria yang diketahui sebagai Scorpio itu menatap sekeliling heran. Ruangan disini terlihat remang-remang berbeda dengan biasanya. "Sejak kapan ada lukisan disini?"
"Aku membelinya beberapa waktu lalu di pelelangan pasar gelap. Kebetulan aku tertarik jadi membelinya."
Menoleh pada sumber suara, "Kau dari mana?"
"Kamar mandi, kau tidak lihat?" ucap pria yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan baju sedikit acak-acakan. Memincingkan matanya sinis, "Ada apa kau kemari?"
Memutar bola matanya malas, Scorpio melempar amplop berwarna coklat itu kearah pria yang kini berada didepannya dengan kasar. "Aku hanya mengantarkan ini!"
"Hei, sopanlah sedikit pada senior mu!" ucap sang pria kesal sambil membuka amplop berwarna coklat. "Apa ini? Jam tangan?"
"Tunggu.. kau mendapatkan data pengeluaran dana pejabat juga?!"
__ADS_1
"Hm."
"Siapa?" Tanya pria itu penasaran.
"Mentri keuangan, Milionel Khard."
...***...
"Hei, butuh waktu berapa lama lagi untuk sampai di pertemuan kedutaan? Kita sudah hampir terlambat." Tanya seorang pria paruh baya di dalam mobil sedan berwarna hitam.
"Mungkin sekitar lima belas menit lagi, Jendral." Jawab sang tangan kanan yang sedang mengemudi.
"Loh? Remnya..." Panik sekretaris saat rem mobil yang ia injak tidak berfungsi.
"Hei!"
"Kau, lihatlah ke depan!" Perintah sang jenderal melihat kearah depan yang menampakkan pagar pembatas jalan tol berwarna merah yang mereka lalui. Tetapi sepertinya sang tangan kanan tak menggubris perintah dari sang jenderal dan malah fokus menginjak rem dengan panik hingga mobil sedan itu pun menabrak pembatas jalan dan terjauh menimpa salah satu mobil abu-abu yang tengah berjalan.
"Tapi, saya yakin kalau dia dibunuh oleh orang-orang bagian Selatan" ujar satu-satunya wanita yang berada di ruangan.
Mereka kini tengah melakukan rapat penting untuk membahas masalah salah satu jendral kuat yang dipercaya menyusun strategi perang dan bertugas memperkuat keamanan kerajaan mengalami kecelakaan secara tiba-tiba. Para petinggi yang mendengar itupun tentu saja kaget dengan berita yang sudah beredar luas di masyarakat. Apalagi, adanya dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh salah satu kerajaan bagian Selatan bernama Saurkia.
"Mereka menginginkan perang dengan kerajaan kita, Draeski" ujar salah satu petinggi menghela nafas pelan. Panggil saja petinggi A.
Saurkia memang sangat menginginkan perang dari dua tahun lalu untuk membalaskan dendam mereka saat salah satu Wilayah nya memilih bergabung dengan Draeski tanpa paksaan apapun dan itu menjadi pemicu Sourkia dendam pada Dreaski hingga saat ini.
"Yahh kerajaan itu akhir-akhir ini sangat merepotkan"
"Bagaimanapun caranya, perang yang mereka rencanakan harus segera dihentikan," ujar sang wanita yang diketahui sebagai mantan menteri pendidikan dan sekarang menjadi pemimpin organisasi AEGIS yang beroperasi menjadi mata-mata negara.
__ADS_1
"Kenapa tidak kita serahkan saja pada Agen penipu itu?" Celutuk pria dewasa yang berada di samping pemimpin AEGIS yang meliriknya dengan tatapan kesal.
"Heyy, jangan menatapku seperti itu. Aku tau ini sedikit menyebalkan tapi sejauh ini misi yang ia kerjakan selalu berhasil" ujar pria itu saat mendapatkan tatapan tak mengenakkan dari atasannya.
Pemimpin AEGIS menghela nafas pelan. "Secorpio, kurasa dia cocok untuk misi kali ini"
"Bagaimana menurut anda, Tuan?" tanya sang pemimpin AEGIS menatap sang pemimpin besar kerajaan. "Anda tidak perlu khawatir, Scorpio salah satu agen handal milik kami. Nanti akan saya susupkan dia kedalam organisasi lawan untuk memata-matai mereka,"
"Mungkin perkiraan menang masih empat per sepuluh. Namun kita tidak tahu akan kedepannya kan?"
Menghela napas pelan. "Sudah berapa kali saya bilang, saya lebih setuju dengan jalan perdamaian tanpa harus memulai perang. Hidup harmonis tanpa adanya tali permusuhan. Itu yang saya inginkan, kalian pahamkan?" Setelah mengucapkan kalimat panjang itu pemimpin akhirnya berdiri.
"Rapat selesai untuk hari ini."
"Tunggu Hanares! Kau sebagai pemimpin besar tidak boleh membiarkan masalah ini begitu saja! Kau terlalu lemah!"
"Aku tidak setuju! Aku akan mem—"
"Tunggu pimpinan Blank! Bukankah kita harus mempertimbangkan nya juga?
•
•
•
~Bersambung~
*Saurkia adalah kerajaan bagian Selatan yang sudah sering kali mencari masalah dengan kerajaan bagian Barat Draeski.
__ADS_1
*Pemimpin besar kerajaan adalah pemimpin kerajaan (raja) yang memimpin sebuah kerajaan. Sistem disini masih menggunakan pangkat!
*Sedangkan Blank sendiri adalah nama organisasi gelap kerajaan yang melindungi kerajaan dibalik kegelapan. Organisasi ini biasanya ada untuk menentang aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan dari pemimpin besar kerajaan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.